Karya Seni Cantik dari Sedotan Bekas - Ide Kreatif dalam Kerajinan Tangan
Kerajinan Botol Bekas Tempat Charger
Kreasi terakhir yang bisa Anda buat menggunakan botol bekas adalah tempat charger, yang juga berfungsi sebagai wadah gantung untuk HP.
Hal ini sangat praktis jika kabel charger terlalu pendek dan colokan listrik berjarak jauh dari meja. Dengan benda ini, Anda dapat mencegah HP jatuh dan tetap aman saat sedang mengisi daya.
- Botol bekas
- Gunting atau cutter
- Kuas
- Air
- Cat akrilik
- Potong botol bekas menjadi dua bagian.
- Kemudian ambil bagian bawah dan buat lubang gantungan.
- Jangan lupa untuk merapikan pinggirannya dengan gunting.
- Lakukan uji coba, dengan menaruh charger HP di tempat ini.
- Jika dirasa sudah pas, Anda dapat menghiasnya sesuai dengan selera.
Itulah beberapa ide menarik untuk menciptakan kerajinan dari botol bekas. Selain menghasilkan barang yang bermanfaat, Anda juga berkontribusi dalam usaha mengurangi sampah plastik. Selamat berkreasi!
Lukisan
Lukisan yang indah rupanya bisa diciptakan dari tutup botol bekas juga, lho. Kerajinan sederhana ini menghasilkan karya luar biasa dengan bahan dan langkah yang mudah dan praktis.
- Tutup botol plastik dalam jumlah banyak (pilih warna yang beragam)
- Styrofoam berukuran kanvas
- Lem tembak
- Pertama, buatlah sketsa pola gambar sesuai dengan yang diinginkan.
- Selanjutnya, letakkan dan rekatkan semua tutup botol di atas permukaan styrofoam menggunakan lem tembak, mengikuti pola.
- Pastikan tata letaknya rapi, untuk mendapatkan lukisan yang lebih teratur dalam hasil akhirnya.
Alat:
1. Gunting atau cutter
Selain dipakai untuk memotong bungkus kopi, dalam hal ini gunting juga diperlukan guna merapikan bagian tertentu atau pinggiran tas dari benang atau kemasan plastik yang sekiranya memiliki kelebihan ukuran dan tampak tidak rapi.
2. Penggaris
Adanya penggaris dalam hal ini tentunya memiliki peran sebagai alat pengukur. Dimana sebelum mulai menyusun kemasan plastik menjadi sebuah tas, tentu kita diharuskan untuk mengukur terlebih dahulu seberapa besar bagian plastik dan tas yang akan dibuat. Sehingga nantinya dapat memiliki potongan bahan yang sama rata.
3. Pensil
Agar nantinya setiap bagian limbah yang akan di susun mudah untuk potong juga di susun, ada baiknya untuk menyiapkan pensil pula sebagai alat untuk membuat garis pembantu yang nantinya diperlukan saat akan memotong, menjahit, atau mengelem suatu bagian.
4. Jarum jahit
Dalam hal ini jarum juga sangatlah diperlukan, karena umumnya selain dengan mengelem nantinya kita juga perlu untuk menjahit beberapa bagian tas guna menyatukan antara satu bagian dengan yang lainnya sampai dapat membentuk sebuah desain tas.
5. Lap bersih
Lap bersih di perlukan untuk membantu kita saat membersihkan limbah kemasan plastik dari sisi isi didalamnya maupun dari kotoran da cairan lain. Sehingga ketika dipakai untuk membuat tas, kemasan tersebut sudah dalam keadaan bersih.
Alat dan Bahan
Yang kami sepakati adalah bahan untuk membuat seni kriya itu yaitu berbahan sedotan minuman. Bahan-bahan lain menyesuaikan dengan karya apa yang hendak dibuat oleh anak-anak.
Misalnya ketika anak memilih untuk membuat pigura, maka bahan lain yang dibutuhkan selain sedotan minuman adalah kardus bekas.
Contoh lain adalah ketika anak ingin membuat sebuah wadah pensil, maka anak tersebut bisa menyiapkan sebuah tabung kecil yang berasal dari botol air minuman bekas yang akhirnya nanti akan dihias dengan sedotan plastik tersebut.
Alat-alat untuk membuat seni kriya dari bahan plastik ini pun tidak saya batasi. Anak-anak boleh menggunakan alat-alat apapun asalkan mereka sudah berlatih terlebih dahulu dan sekiranya tidak membahayakan mereka.
Alat-alat yang banyak digunakan oleh anak-anak misalnya adalah lem tembak, pisau atau cutter, gunting, lem kayu atau lem kertas.
Bahan:
1. Kemasan plastik
Karena akan membuat tas dari bahan daur ulang berupa plastik, maka sudah jelas bila dalam prosesnya kita membutuhkan adanya kemasan plastik bekas, baik itu berupa kemasan plastik bekas kopi, snack, maupun detergen. Dimana untuk jumlahnya sendiri umumnya bisa di sesuaikan dengan model serta ukuran tas yang akan dibuat. Semakin rumit juga besar ukurannya, tentu semakin banyak pula jumlah kemasan plastik yang di butuhkan.
2. Resleting, kancing, dsb (opsional)
Adanya reslting, kancing, maupun bentuk lock bag lainnya bisa dibilang dalam hal ini merupakan bagian opsional, karena tergantung dari model tas yang akan dibuat. Dimana umumnya ada beberapa jenis tas yang sebetulnya tidak begitu memerlukan adanya lock bag, misalnya saja seperti tas model tote bag.
3. Benang jahit
Benang jahit dalam hal ini tentu saja memiliki peran untuk menyatukan antara bagian kemasan plastik menjadi satu kesatuan tas yang utuh. Dimana umumnya adanya benang ini bisa dipakai untuk menyatukan bagian body tas dengan berbagai fitur pendukungnya pula, misalnya strap atau handle tas dengan bodynya.
4. Lem
Selain benang jahit, umumnya kita juga memerlukan lem untuk menyatukan atau bahkan merapikan beberapa bagian tas agar nantinya dapat tampak lebih rapi, sekaligus sebagai bahan untuk melekatkan berbagai ornamen pemanis pada bagian bagian yang sekiranya di inginkan.
5. Kain furing sebagai lapisan dalam (opsional)
Penggunaan kain furing dalam hal ini juga termasuk dalam kebutuhan opsional, karena biasanya tidak semua jenis tas limbah plastik membutuhkan lapisan pada bagian dalamnya.
6. Strap (opsional)
Sama seperti penggunaan kain furing, adanya strap dalam hal ini pun juga termasuk dalam kebutuhan opsional. Dimana tidak semua tas membutuhkan adanya strap untuk menunjang kinerja atau menyempurnakan bentuknya.
Tags: kerajinan dari bekas pipet