Karya Seni Cantik dari Sedotan Bekas - Ide Kreatif dalam Kerajinan Tangan
Hiasan Mainan Balon Udara dari Pipet Bekas
Nah kalau ini cocok untuk mainan anak-anak di rumah. Tapi, siapkan terlebih dahulu keranjang anyamannya yah. Usahakan anyamannya ringan yah agar mudah melayang.
- Siapkan anyaman keranjangnya
- Siapkan 4 pipet bekas yang ada lekukannya
- Lem ujung bawahnya ke dalam keranjang anyaman
- Letakkan balon yang sudah diisi angin di atas lekukan pipet
- Satukan dengan menggunakan selotip ke setiap sisi balon
- Selanjutnya tinggal letakkan mainan seperti bebek-bebekan di dalam keranjang
- Mainkan dengan cara menerbangkannya ke atas
Nah itulah beberapa hiasan kreatif dari pipet bekas. Jenis plasik ini biasanya memang cukup sering kita temukan dan jarang diketahui penggunaan selanjutnya ketika sudah tidak dipakai.
Sebentar lagi juga akan weekend, orang tua bisa mengajak anak meluangkan waktunya untuk membuat hiasan ini. Selain menjaga keharmonisan keluarga, pola pikir anak akan berkembang dan tetap kreatif.
Selain itu, orang tua juga bisa mengajarkan anak betapa pentingnya menjaga lingkungan dari sampah rumah tangga seperti pipet bekas ini. Nantikan artikel Kreasi DIY lainnya untuk mengisi waktu luang kamu bersama keluarga.
Kegiatan Pembelajaran di Kelas
Idealnya, saya seharusnya memang memulai pembelajaran dengan menjelaskan masalah plastik dan lingkungan, dengan pertanyaan-pertanyaan pemantik, misalnya:
"Menurutmu, bagaimana dampak limbah atau sampah plastik terhadap lingkungan?"
Namun, hari ini saya tidak melakukannya. hehehe. Maaf ya. Karena waktu yang tersedia tidak cukup banyak dan ditambah lagi dengan anak-anak rupanya sudah tidak cukup sabar untuk segera memulai praktek.
Maka saya memutuskan, anak-anak boleh segera memulai pekerjaan mereka. Untuk penjelasan dan pemahaman tentang limbah plastik, saya akan menyelipkannya di sela-sela obrolan saat membimbing dan memeriksa hasil karya anak-anak.
Hasil kerajinan seni kriya yang dibuat oleh anak-anak pada hari ini mayoritas adalah wadah tisu. Karya-karya lainnya adalah bunga plastik, figura foto, tempat pensil/alat tulis, miniatur kursi, dan ternyata ada juga yang membuat mobil dari sedotan.
Waktu yang dibutuhkan oleh anak-anak untuk menyelesaikan pekerjaan mereka hari ini adalah selama 3 jam pelajaran.
Saya senang dengan aktivitas hari ini. Semoga anak-anak pun juga senang, dan tampaknya mereka memanglah senang dengan aktivitas hari ini.
Alhamdulillah, terima kasih untuk hari ini. Terima kasih juga untuk orang tua siswa yang pastinya ikutan repot mempersiapkan alat, bahan, dan melatih anak-anak demi tugas ini. Matur nuuwuun.
Berikut ini adalah beberapa foto dokumentasi kegiatan anak-anak hari ini.
Bahan:
1. Kemasan plastik
Karena akan membuat tas dari bahan daur ulang berupa plastik, maka sudah jelas bila dalam prosesnya kita membutuhkan adanya kemasan plastik bekas, baik itu berupa kemasan plastik bekas kopi, snack, maupun detergen. Dimana untuk jumlahnya sendiri umumnya bisa di sesuaikan dengan model serta ukuran tas yang akan dibuat. Semakin rumit juga besar ukurannya, tentu semakin banyak pula jumlah kemasan plastik yang di butuhkan.
2. Resleting, kancing, dsb (opsional)
Adanya reslting, kancing, maupun bentuk lock bag lainnya bisa dibilang dalam hal ini merupakan bagian opsional, karena tergantung dari model tas yang akan dibuat. Dimana umumnya ada beberapa jenis tas yang sebetulnya tidak begitu memerlukan adanya lock bag, misalnya saja seperti tas model tote bag.
3. Benang jahit
Benang jahit dalam hal ini tentu saja memiliki peran untuk menyatukan antara bagian kemasan plastik menjadi satu kesatuan tas yang utuh. Dimana umumnya adanya benang ini bisa dipakai untuk menyatukan bagian body tas dengan berbagai fitur pendukungnya pula, misalnya strap atau handle tas dengan bodynya.
4. Lem
Selain benang jahit, umumnya kita juga memerlukan lem untuk menyatukan atau bahkan merapikan beberapa bagian tas agar nantinya dapat tampak lebih rapi, sekaligus sebagai bahan untuk melekatkan berbagai ornamen pemanis pada bagian bagian yang sekiranya di inginkan.
5. Kain furing sebagai lapisan dalam (opsional)
Penggunaan kain furing dalam hal ini juga termasuk dalam kebutuhan opsional, karena biasanya tidak semua jenis tas limbah plastik membutuhkan lapisan pada bagian dalamnya.
6. Strap (opsional)
Sama seperti penggunaan kain furing, adanya strap dalam hal ini pun juga termasuk dalam kebutuhan opsional. Dimana tidak semua tas membutuhkan adanya strap untuk menunjang kinerja atau menyempurnakan bentuknya.
Tags: kerajinan dari bekas pipet