Kreativitas Tanpa Batas - Mengolah Polymer Clay dalam Kerajinan Tangan dan DIY
Polymer Clay
Kerajinan dengan bahan Polymer clay mulai terkenal di Indonesia sejak awal 2003. Kerajinan dengan bahan Polymer clay ini terlihat seperti kerajinan tanah liat hanya saja bisa diwarnai dengan warna-warni yang lebih cerah. Hasil kerajinan Polymer clay biasanya dibentuk menjadi hiasan bunga, liontin, boneka dan bingkai dengan berbagai warna cerah. Kerajinan berbahan Polymer clay diklaim lebih ramah lingkungan dibanding bahan buatan lainnya.
Awal ditemukannya Polymer clay di Jerman pada tahun 1930. Pada awalnya, bahan ini dikenal sebagai salah satu produk plastik yakni polyvinyl chloride atau PVC. Bahan PVC ini ini kemudian dicampur dengan bahan kimia lainnya agar tidak keras.
Pembuatan polymer clay seperti membuat adonan kue, yakni membuat adonan, mencetak kemudian membakarnya di oven rumah tangga. Kreasi bentuk dan warna yang ingin dibuat diterapkan pada saat membuat adonan. Dimana pada proses ini bentuk dan warna kerajinan dibentuk.
Pembuatan polymer clay sedikit susah pada saat pembakaran. Dimana jika dibakar terlalu cepat, maka adonan akan lembek. Sebaliknya jika adonan terlalu dipanggang maka hal ini akan mempengaruhi warna dan bau tidak sedap.
8. Tas Dari Serat Alam
Pembuatan tas dari serat alam cukup rumit karena membutuhkan keahlian menganyam untuk dapat menyatukan serat-serat menjadi sebuah tas. Benang yang dipakai adalah serat alam yang lebih halus dan sudah dipintal terlebih dahulu. Menganyam tas ini menggunakan jarum kasur atau karung yang memiliki diameter lubang benang lebih besar.
Serat alam yang sudah dilemaskan terlebih dahulu akan langsung dianyam menggunakan jarum dan disatukan sehingga menjadi tas. Tas dari serat alam memiliki nilai jual tinggi karena nilai estetik dan kerumitannya. Tas dari serat alam juga sangat khas sehingga banyak orang yang membelinya sebagai buah tangan.
Tags: kerajinan dari clay