Kerajinan Rajutan - Kreativitas Menenun Kecantikan dalam Dunia Kerajinan dan DIY
Mengenal Tas Rajut dan Tips untuk Membuatnya
Hampir semua orang menggunakan tas. Tas dalam pengertian yang paling luas adalah segala jenis produk yang didesain untuk menaruh benda-benda yang kita miliki agar bisa dibawa secara lebih praktis. Tas bisa berupa tas sekolah, tas belanja, tas kerja, hingga tas laptop. Pada masa lalu pun, produk seperti tas sudah banyak dikenal. Bahkan meski wujudnya sangat sederhana seperti kain yang dipakai untuk membungkus benda yang dibawa saja lalu diikatkan dengan tongkat kayu.
Karena tergolong sebagai produk yang sangat multi fungsi, saat ini, kita mengenal berbagai varian tas yang bisa dibedakan berdasarkan berbagai aspek. Misalnya dari segi penggunanya, kita bisa membedakan produk ini menjadi tas wanita, tas pria, tas anak-anak, hingga tas remaja. Adapun dari segi bahan yang digunakan, tas bisa dibagi menjadi tas kulit, tas kanvas, sampai tas dari kain wol.
Salah satu jenis tas yang menarik dari segi bahan dan pembuatannya adalah tas rajut. Dan produk tas inilah yang akan kita bahas di artikel ini. Namun sebelum kita membahas lebih jauh mengenai tas tersebut, mari simak dulu pengertiannya di bawah ini.
Kain Tenun Pandai Sikek
Pandai Sikek adalah nama daeran yang terletak diantara Bukittinggi dan Padang. Pandai Sikek terkenal dengan hasil kain tenunnya yang diberi nama tenunan Pandai Sikek. Pusat pengrajin tenun Pandai Sikek berada di Kecamatan Sepulu Koto, Tanah Datar, Sumatera Barat.
Kain tenun Pandai Sikek sangat mewah dan indah karena terbuat dari benang emas atau perak sepenuhnya. Tak heran jika tenun ini disebut sebagai ratunya kain tenun. Penggunaan benang emas dan perak menjadi ciri khas kain tenun Pandai Sikek.
Tidak ada yang mengetahui pasti kapan kain tenun ini mulai dibuat namun ada beberapa yang mengatakan kain tradisional in sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu. Diperkirakan masuknya komoditi benang emas dan sutera menjadi sejarah awak terciptanya kain songket ini.
Kerajinan Perak dan Songket Koto Gadang
Koto Gadang adalah sebuah desa yang berada di Kabupaten Agam , Sumatera Barat. Desa ini terkenal dengan hasil kerajinan peraknya. Orang-orang di Koto Gadang sudah menjadi pengrajin perak sejak masa penjajahan Belanda di Indonesia.
Hasil kerajinan mereka tidak hanya menarik masyarakat daerah tetapi juga memikat warga Belanda yang tinggal di sana. Kerajinan yang dihasilkan berupa kalung, gelang, cincin, atribut pakaian, hingga miniature rumah adat Minang. Para wanita Belanda juga banyak yang memaikan kerajinan ini.
Keunikan kerajinan perak Koto Gadang adalah warnanya yang tidak mengkilat seperti warna putih susu dan juga teksturnya yang halus sehingga serasi jika digunakan bersama dengan kain songket.
Kerajinan perak Koto Gadang terus mengalami peningkatan hingga pada tahun 1911 kerajinan ini banyak dilirik oleh bangsa Eropa. Saat ini jangkauan pasar Koto gadang sudah mencapai Malaysia, Singapura, dan negara-negara tetangga lainnya.
Selain hasil kerajinan peraknya. Koto Gadang juga terkenal dengan kain songketnya. Kain songket Koto Gadang merupakan yang terhalus di dunia. Bahkan baru-baru ini seorang warga Koto Gadang berhasil menggelar pameran kain songket Koto Gadang dan dari daerah Sumatera Barat lainnya di Moscow, Rusia.
Lem Phaethon
Dari berbagai jenis lem di pasaran, kami memiliki rekomendasi sendiri atas lem yang sebaiknya digunakan. Lem yang kami sarankan adalah lem Phaethon. Lem Phaethon terdiri atas dua jenis atau varian adhesive. Yang pertama adalah Eva Phaethon dan yang kedua adalah Ultra Phaethon. Eva Phaethon bisa digunakan untuk merekatkan media beda karakter dari organik sampai sintetis. Lem ini menggunakan bahan dasar ethylene vinyl acetate atau EVA. Sedangkan Ultra Phaethon adalah lem polyvinyl acetate atau PVAc. Lem ini didesain untuk perekatan media dengan karakter organik atau natural.
Kedua lem Phaethon tersebut sama-sama bisa digunakan untuk pembuatan tas meski untuk kebutuhan yang berbeda.
Agar lebih rinci, berikut ini kedua jenis lem Phaethon yang bisa Anda gunakan untuk membuat tas rajut.
| Lem Eva Phaethon | Lem Ultra Phaethon |
| Eva atau Ethylene vinyl acetate | Polyvinyl acetate atau PVA / PVAc |
| merupakan lem yang dibuat secara khusus untuk mengelem material atau media berbagai jenis termasuk yang karakternya berbeda | merupakan lem yang dibuat secara khusus untuk mengelem material organik / kaya selulosa seperti serat alam serta untuk menguatkan anyaman bahan organik |
Batik Tanah Liek
Mungkin kita hanya mengetahui batik berasal dari tanah Jawa. Ternyata Sumatera Barat mempunyai batik sendiri yaitu batik Tanah Liek. “Tanah liek” dalam bahasa Indonesia artinya adalah tanah list. Di beri nama ini karena proses pewarnaan kain batik menggunakan tanah liat.
Batik tanah like memang meredup seiring dengan meroketnya kain songket sehingga batik tanah like ini sempat hilang dari peredaran. Namun saat ini batik khas Minang ini mulai kembali hadir. Saat ini ada tiga daerah yang memproduksi batik tanah like yaitu di Dhamasraya, Pesisir Selatan, dan Tanah Datar.
Pada zaman dahulu batik ini hanya boleh dipakai oleh pemimpin adat, pemimpin perempuan Minangkabau yang disebut Budo Kanduang serta sebagai aksesoris kerajaan Pagaruyuang.
Tags: kerajinan dari