Kerajinan Rajutan - Kreativitas Menenun Kecantikan dalam Dunia Kerajinan dan DIY
Apa Merajut Itu?
Sebelum lebih jauh membahas terkait dengan cara membuat tas rajut, maka akan lebih baik dahulu untuk memahami apa sebenarnya kegiatan merajut itu sendiri. Istilah merajut tentu saja sudah bukan menjadi sebuah hal yang baru terdengar, apalagi menggeluti pada bidang kesenian. Namun, apakah tau arti sebenarnya dari merajut?
Merajut sendiri dalam bahasa inggris memiliki istilah yang dinamakan dengan knitting yang memiliki artian yaitu cara yang digunakan untuk membuat berbagai hal. Beberapa diantaranya yaitu seperti digunakan dalam pembuatan kain, pakaian, perlengkapan busana yang lainnya, bahkan juga bisa menjadi sebuah tas. Bahan utama yang digunakan yaitu merupakan dari benang rajut.
Terkait dengan metodenya sendiri, merajut biasanya hanya menggunakan sebanyak yaitu sehelai benang saja. Kemudian, menggunakan pula sebaris dari tusukan yang dipegang tepat pada bagian dari satu jarum rajut yang ada. Lalu, dimulai lagi tusukan menggunakan bagian baru lainnya yang siap untuk digunakan dan membentuk beberapa barang berguna indah yang tertentu.
Untuk bisa menggunakan cara membuat tas rajut ini sendiri bisa dilakukan menggunakan dua cara yang biasa digunakan oleh para pelakunya. Kedua cara tersebut yaitu dengan menggunakan tangan secara langsung ataupun juga bisa menggunakan mesin yang memang dikhususkan untuk merajut. Cara ini sendiri nantinya dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna yang dimiliki.
Merajut ini sendiri juga memiliki berbagai banyak bentuk dari gaya dan juga teknik yang digunakan agar bisa membentuk sebuah barang yang diinginkan melalui rajutan tersebut. Hal ini tentu saja akan diketahui dan dibahas lebih lanjut lagi pada pembahasan yang ada pada bagian selanjutnya. Penting untuk mengetahui untuk merajut hasil terbaik.
Batik Tanah Liek
Mungkin kita hanya mengetahui batik berasal dari tanah Jawa. Ternyata Sumatera Barat mempunyai batik sendiri yaitu batik Tanah Liek. “Tanah liek” dalam bahasa Indonesia artinya adalah tanah list. Di beri nama ini karena proses pewarnaan kain batik menggunakan tanah liat.
Batik tanah like memang meredup seiring dengan meroketnya kain songket sehingga batik tanah like ini sempat hilang dari peredaran. Namun saat ini batik khas Minang ini mulai kembali hadir. Saat ini ada tiga daerah yang memproduksi batik tanah like yaitu di Dhamasraya, Pesisir Selatan, dan Tanah Datar.
Pada zaman dahulu batik ini hanya boleh dipakai oleh pemimpin adat, pemimpin perempuan Minangkabau yang disebut Budo Kanduang serta sebagai aksesoris kerajaan Pagaruyuang.
Kerajinan Perak dan Songket Koto Gadang
Koto Gadang adalah sebuah desa yang berada di Kabupaten Agam , Sumatera Barat. Desa ini terkenal dengan hasil kerajinan peraknya. Orang-orang di Koto Gadang sudah menjadi pengrajin perak sejak masa penjajahan Belanda di Indonesia.
Hasil kerajinan mereka tidak hanya menarik masyarakat daerah tetapi juga memikat warga Belanda yang tinggal di sana. Kerajinan yang dihasilkan berupa kalung, gelang, cincin, atribut pakaian, hingga miniature rumah adat Minang. Para wanita Belanda juga banyak yang memaikan kerajinan ini.
Keunikan kerajinan perak Koto Gadang adalah warnanya yang tidak mengkilat seperti warna putih susu dan juga teksturnya yang halus sehingga serasi jika digunakan bersama dengan kain songket.
Kerajinan perak Koto Gadang terus mengalami peningkatan hingga pada tahun 1911 kerajinan ini banyak dilirik oleh bangsa Eropa. Saat ini jangkauan pasar Koto gadang sudah mencapai Malaysia, Singapura, dan negara-negara tetangga lainnya.
Selain hasil kerajinan peraknya. Koto Gadang juga terkenal dengan kain songketnya. Kain songket Koto Gadang merupakan yang terhalus di dunia. Bahkan baru-baru ini seorang warga Koto Gadang berhasil menggelar pameran kain songket Koto Gadang dan dari daerah Sumatera Barat lainnya di Moscow, Rusia.
Tags: kerajinan dari