... Kerajinan Rajutan: 10 Ide Kreatif DIY untuk Menginspirasi Anda!

Kerajinan Rajutan - Kreativitas Menenun Kecantikan dalam Dunia Kerajinan dan DIY

Batik Tanah Liek

Mungkin kita hanya mengetahui batik berasal dari tanah Jawa. Ternyata Sumatera Barat mempunyai batik sendiri yaitu batik Tanah Liek. “Tanah liek” dalam bahasa Indonesia artinya adalah tanah list. Di beri nama ini karena proses pewarnaan kain batik menggunakan tanah liat.

Batik tanah like memang meredup seiring dengan meroketnya kain songket sehingga batik tanah like ini sempat hilang dari peredaran. Namun saat ini batik khas Minang ini mulai kembali hadir. Saat ini ada tiga daerah yang memproduksi batik tanah like yaitu di Dhamasraya, Pesisir Selatan, dan Tanah Datar.

Pada zaman dahulu batik ini hanya boleh dipakai oleh pemimpin adat, pemimpin perempuan Minangkabau yang disebut Budo Kanduang serta sebagai aksesoris kerajaan Pagaruyuang.

Lem Phaethon

Dari berbagai jenis lem di pasaran, kami memiliki rekomendasi sendiri atas lem yang sebaiknya digunakan. Lem yang kami sarankan adalah lem Phaethon. Lem Phaethon terdiri atas dua jenis atau varian adhesive. Yang pertama adalah Eva Phaethon dan yang kedua adalah Ultra Phaethon. Eva Phaethon bisa digunakan untuk merekatkan media beda karakter dari organik sampai sintetis. Lem ini menggunakan bahan dasar ethylene vinyl acetate atau EVA. Sedangkan Ultra Phaethon adalah lem polyvinyl acetate atau PVAc. Lem ini didesain untuk perekatan media dengan karakter organik atau natural.

Kedua lem Phaethon tersebut sama-sama bisa digunakan untuk pembuatan tas meski untuk kebutuhan yang berbeda.

Agar lebih rinci, berikut ini kedua jenis lem Phaethon yang bisa Anda gunakan untuk membuat tas rajut.

Lem Eva Phaethon Lem Ultra Phaethon
Eva atau Ethylene vinyl acetate Polyvinyl acetate atau PVA / PVAc
merupakan lem yang dibuat secara khusus untuk mengelem material atau media berbagai jenis termasuk yang karakternya berbeda merupakan lem yang dibuat secara khusus untuk mengelem material organik / kaya selulosa seperti serat alam serta untuk menguatkan anyaman bahan organik

Kerajinan Perak dan Songket Koto Gadang

Koto Gadang adalah sebuah desa yang berada di Kabupaten Agam , Sumatera Barat. Desa ini terkenal dengan hasil kerajinan peraknya. Orang-orang di Koto Gadang sudah menjadi pengrajin perak sejak masa penjajahan Belanda di Indonesia.

Hasil kerajinan mereka tidak hanya menarik masyarakat daerah tetapi juga memikat warga Belanda yang tinggal di sana. Kerajinan yang dihasilkan berupa kalung, gelang, cincin, atribut pakaian, hingga miniature rumah adat Minang. Para wanita Belanda juga banyak yang memaikan kerajinan ini.

Keunikan kerajinan perak Koto Gadang adalah warnanya yang tidak mengkilat seperti warna putih susu dan juga teksturnya yang halus sehingga serasi jika digunakan bersama dengan kain songket.

Kerajinan perak Koto Gadang terus mengalami peningkatan hingga pada tahun 1911 kerajinan ini banyak dilirik oleh bangsa Eropa. Saat ini jangkauan pasar Koto gadang sudah mencapai Malaysia, Singapura, dan negara-negara tetangga lainnya.

Selain hasil kerajinan peraknya. Koto Gadang juga terkenal dengan kain songketnya. Kain songket Koto Gadang merupakan yang terhalus di dunia. Bahkan baru-baru ini seorang warga Koto Gadang berhasil menggelar pameran kain songket Koto Gadang dan dari daerah Sumatera Barat lainnya di Moscow, Rusia.


Tags: kerajinan dari

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia