Karya Seni Dari Ranting Pohon - Inspirasi dan Panduan DIY untuk Kesenian Sulaman Jarum
7 Contoh Limbah Keras Organik yang Dapat Kamu Olah Kembali
Sampah organik merupakan sampah yang mudah terurai dengan sendirinya tanpa bantuan dari tangan manusia. Mayoritas berasal dari limbah pasar maupun pemukiman masyarakat, sampah organik dapat diolah kembali menjadi sampah yang berguna. Sampah organik pun terbagi atas dua jenis, yaitu sampah organik basah/ lunak dan kering/ keras. Apa Pins tahu apa saja contoh limbah keras organik dan mana limbah organik basah?
Untuk sampah organik basah tentu Pins sudah banyak mengetahui dari ciri khas tekstur yang ada. Seperti sayur mayur, sisa buah, hingga sisa makanan yang berasal dari rumah tangga. Semua sampah yang cenderung basah dan memiliki kandungan air yang cukup tinggi dikategorikan sebagai sampah organik basah. Kotoran manusia dan hewan pun termasuk di dalamnya. Namun, untuk sampah kering, apa saja contoh limbah keras organik?
Dalam artikel di bawah ini, Pinhome akan menjabarkan lebih detail mengenai sampah yang merupakan limbah keras organik adalah sampah yang tingkat terurainya lebih lama dibandingkan limbah organik basah. Apa saja jenisnya? Simak yuk dalam ulasan di bawah ini!
10. Hiasan Dinding dari Piring Bekas
Sumber: Pinterest
Hiasan dinding dari piring bekas adalah cara yang menarik dan estetis untuk memanfaatkan piring kuno atau bekas yang memiliki corak cantik.
- Bersihkan piring bekas agar tampak mengkilap dan bebas dari debu.
- Gunakan palu untuk memasang dua paku secara horizontal di dinding, pastikan jarak antar paku cukup untuk menyangga piring.
- Letakkan piring di atas kedua paku tersebut sehingga piring bertumpu dengan stabil.
- Hiasan dinding dari piring bekas siap menghiasi ruangan Yupiers.
Bagian-Bagian Pohon dan Fungsinya
Pohon sebagai suatu kesatuan memiliki bagian-bagian yang penting. Bagian-bagian penting yang terdapat pada pohon tersebut menurut Dumanauw (1990) terdiri dari akar, batang, cabang, ranting, dan daun. Kelima bagian pohon tersebut merupakan bagian yang harus ada dan terdapat di dalam satu pohon. Bagian-bagian dari pohon tersebut di atas memiliki fungsi yang berbeda-beda dan saling berkaitan antara satu sama lain. Penghubung utama fungsi dari bagian-bagian pohon dapat dilihat dari proses menghasilkan makanan. Hal ini dikarenakan untuk mencapai proses fotosintesis atau menyuplai karbohidrat untuk pertumbuhannya maka harus dimulai dari akar hingga sampai ke daun.
5. Tempat Tisu dari Koran Bekas
Sumber: Pinterest
Koran bekas sudah sering menjadi limbah yang mengganggu lingkungan, karena hal tersebut, kita membuat kerajinan tangan dari bahan bekas yang satu ini, simak ya.
- Koran bekas
- Gunting
- Lem kertas
- Lakban hitam
- Siapkan semua alat dan bahan yang diperlukan.
- Gulung koran bekas hingga membentuk banyak gulungan.
- Buat dua ukuran gulungan: yang lebih panjang untuk bagian bawah dan atas kotak tisu, serta yang lebih pendek untuk bagian samping.
- Susun gulungan panjang membentuk persegi panjang untuk dasar dan tutup kotak tisu.
- Gunakan lem kertas untuk mengikat gulungan agar tetap bersatu.
- Buat dua rangkaian susunan, satu untuk bagian atas dan satu lagi untuk bawah kotak.
- Pada salah satu rangkaian, buat lubang di tengah untuk tempat mengeluarkan tisu.
- Rekatkan lakban hitam di sekeliling lubang untuk penguatan.
- Susun gulungan pendek di sekitar rangkaian dasar dan tutup, membentuk sisi kotak.
- Lem semua sambungan gulungan untuk kekuatan tambahan.
- Gabungkan bagian bawah dan samping dengan lakban.
- Pasang bagian atas dengan lakban, mengikat semua bagian menjadi satu.
- Tempat tisu dari koran bekas siap digunakan atau dijual.
1. Akar Pohon.
Akar pada pohon merupakan organ yang berperan sebagai penyerap air dan mineral (Hasnunidah, 2019). Akar pohon dikenal dengan sebutan radix dan terletak di bagian bawah batang serta secara umum berhubungan langsung dengan tanah.
Menurut Hasnunidah (2019), struktur akar dapat dibedakan menjadi tujuh bagian yakni leher akar (collum), ujung akar (apex radicis), batang akar (corpus radicis), cabang akar (radix lateralis), serabut akar (fibrilla radicalis), rambut akar (pilus radicalis), dan tudung akar (calyptra). Akar secara umum memiliki dua sistem perakaran yakni akar serabut dan akar tunggang. Pada pohon biasanya lebih banyak memiliki akar tunggang dari pada akar serabut.
Akar pada pohon berfungsi untuk menegakkan pohon pada tempat tumbuhnya, menyalurkan atau menghisap air, zat hara, dan garam serta mineral yang terdapat di dalam tanah yakni fosfor, kalsium, kalium, asam kersik, dan lain sebagainya untuk disalurkan ke daun dan diproses lebih lanjut. Selain itu, akar juga berfungsi sebagai media pernapasan pada pohon serta tempat penyimpanan makanan cadangan (Dumanauw, 1990).
Tags: kerajinan dari pohon