Kerajinan Tangan yang Indah dari Riau - Inspirasi dan Panduan DIY
Rumah Tenun Wan Fitri
Instagram.com/tenun_wan_fitri
Nah, salah satu tempat penghasil kerajinan Riau yang paling terkenal adalah, Rumah Tenun Wan Fitri ini yang berlokasi di Jalan Kayumanis (Subrantas Lama), No. 44 Kelurahan Tirta Siak, Kota Pekanbaru, Riau.
Riau dikenal dengan songket Melayunya. Maka tak heran, kain tenun khas Riau ini selalu terlihat berseni tinggi dengan corak-corak yang rumit namun menawan. Dan bagi yang belum tahu, hasil karya Rumah Tenun Wan Fitri ini, pernah dipakai oleh para presiden Indonesia. Mulai dari BJ Habibie, Susilo Bambang Yudhoyono, hingga Joko Widodo, pernah memakai hasil karya rumah tenun ini.
Itulah lima rekomendasi tempat belanja kerajinan di Riau. Jangan lupa mampir saat kamu berkesampatan pergi ke Riau. Namun selalu perhatikan protokol kesehatan yang ada ya.
Kerajinan Tekat Riau
- Corak Bunga. Dalam corak bunga, biasanya yang digunakan adalah bentuk bunga seperti bunga bakung, melati, kundur, bunga hutan, bunga dari cengkeh, setaman, bunga serangkai, berseluk, dan beberapa bunga yang lain.
- Corak Kuntum. Kuntum juga sering digunakan sebagai motiv dalam Tetak. Beberapa corak kuntum yang biasa digunakan antara lain, kuntum kembar, kuntum serangkai, kuntum merekah, kuntum jeruju dan lain-lain.
- Corak daun, buah dan akar-akaran.. Daun buah dan akar-akaran biasa digunakan untuk menghiasi motiv Tetak ini. Dengan berbagai macam bentuk daun, buah dan akar-akaran. Pada buah misalnya, bisa digunakan corak buah delima, anggur dan pisang-pisangan.
- Corak Hewan. Selain tumbuhan, corak hewan juga sering digunakan dalam membuat motiv pada Tetak.
- Corak alam. Corak alam yang digunakan pada Tetak meliputi gambar awan, gasing-gasing, dan wajit-wajit.
Songket berasal dari kata sungkit yang artinya adalah mencungkil. Kain songket merupakan salah satu kerajinan tangan asli Riau yang populer dan sering diburu oleh orang yang bepergian ke Riau. Hal ini karena pada songket Riau terdapat motiv-motiv yang sangat khas dan tidak bisa ditemukan di tempat lain. Berdasarkan sejarahnya, songket dibawa pertama kali oleh seorang pengrajin yang berasal dari kerajaan Trengganu.
Pada masa awal perkembangannya, Tetak ini awalnya dibuat dengan menggunakan cara tenun tumpu. Kemudian berkembang menggunakan alat yang dinamakan Kik. Pada zaman dahulu, setiap pembuatan kain songket selalu menggunakan sutra dan untuk membuat motivnya menggunakan benang emas dan perak. Akan tetapi, sekarang hal itu dirasa terlalu mahal, maka orang-orang menggunakan bahan-bahan yang lebih sederhana akan tetapi tidak meninggalkan kualitas dan keindahan kain songket dari Riau tersebut. Riau terkenal dengan motiv-motiv songket yang khas. Beberapa di antaranya adalah, motiv kuntum bunga, siku awan, siku tunggal, daun tunggal, mata panah, dan tabir bintang.
KepulauAn RiaU
Kuil Budha Kstigarbha (foto: travelingyuk)
Ibukota Kepulauan Riau adalah Tanjungpinang yang dapat dicapai dari Singapura dalam waktu sekitar 1-2 jam dengan perahu. Sejarah Kepulauan Riau berevolusi dari masa Hindu-Budha ke zaman Islam. Prasasti Pasir Panjang di pulau Karimun menunjukkan keberadaan kuil Budha pada abad ke 9-10 Masehi. Setiap tahun wilayah ini merayakan Festival Maritim dan Kontes Perahu Naga yang menarik peserta internasional.
Fakta Tentang Kepulauan Riau
Provinsi Kepulauan Riau adalah salah satu provinsi kepulauan Indonesia, yang terletak dekat dengan Pulau Sumatra. Provinsi Kepulauan Riau terdiri dari sekitar 2.408 pulau besar dan kecil, dengan pulau-pulau utama seperti Pulau Bintan, Pulau Batam, Pulau Kundur, Pulau Karimun, dan Pulau Bunguran.
Posisi geografis Provinsi Kepulauan Riau membentang dari Selat Malaka ke Laut Cina Selatan (Natuna) dan berbatasan langsung dengan Vietnam, Malaysia, Kamboja, dan Singapura. Provinsi Kepulauan Riau membentang di wilayah seluas 251.810 km2, di mana 96% di antaranya adalah lautan dan 4% adalah daratan (foto: Bintan Trikora beach Indonesia).
Sorotan Budaya
Sejarah Kepulauan Riau berkembang dari masa Hindu-Budha ke zaman Islam. Prasasti bersejarah Pasir Panjang di pulau Karimun menunjukkan keberadaan kuil Budha pada abad ke 9-10 Masehi. Pada abad ke-19, wilayah itu berada di bawah kekuasaan Kerajaan Melayu Islam, yang disebut Kesultanan Riau-Lingga.
Setiap tahun wilayah ini merayakan Festival Bahari Kepulauan Riau, yang menampilkan berbagai budaya Kepulauan Riau yang unik, mulai dari Dangkong Dance, Kontes Perahu Naga, hingga Festival Sungai Carang (f oto: Tari Salam )
Tips Membuat Kerajinan Tangan dari Daerah Riau
Untuk mendapatkan hasil kerajinan tangan yang maksimal, ada beberapa tips yang bisa Anda ikuti. Pertama, pilihlah bahan-bahan berkualitas dan sesuai dengan jenis kerajinan yang akan Anda buat. Bahan yang baik akan mempengaruhi hasil akhir dan daya tahan kerajinan tersebut.
Kedua, pastikan Anda memiliki alat-alat yang dibutuhkan dalam proses pembuatan kerajinan tangan. Setiap jenis kerajinan biasanya membutuhkan alat-alat khusus, seperti pisau ukir atau alat pemanas untuk membentuk anyaman rotan.
Selanjutnya, perhatikan detail pada saat memotong atau mengerjakan bahan. Usahakan agar ukuran dan bentuknya rapi dan sesuai dengan desain yang diinginkan. Detail yang baik akan membuat kerajinan tangan terlihat lebih profesional.
Terakhir, jangan lupa untuk memberikan sentuhan personal dalam kerajinan tangan Anda. Tambahkan elemen dekoratif atau motif tradisional khas Riau untuk membuat kerajinan tangan tersebut menjadi lebih unik dan memiliki nilai jual yang tinggi.
Apa Itu Kerajinan Tangan dari Daerah Riau?
Kerajinan tangan dari daerah Riau merupakan hasil karya seni yang dibuat dengan tangan oleh masyarakat yang tinggal di provinsi Riau. Daerah ini terkenal dengan kekayaan budaya dan seni tradisionalnya, termasuk dalam bidang kerajinan tangan. Kerajinan tangan dari Riau menggunakan berbagai bahan alami seperti kayu, rotan, kulit, dan anyaman.
Untuk membuat kerajinan tangan dari daerah Riau, ada beberapa langkah yang perlu diikuti. Pertama, tentukan jenis kerajinan yang ingin Anda buat, seperti anyaman, ukiran kayu, atau pembuatan tas dari rotan. Selanjutnya, siapkan bahan-bahan yang dibutuhkan, seperti rotan, kayu, dan alat-alat seperti pisau ukir, jarum kayu, dan tali pengikat.
Terakhir, lakukan finishing pada kerajinan tangan tersebut. Hal ini bisa dilakukan dengan memberikan lapisan cat atau semprotan vernis agar hasilnya terlihat lebih menarik dan tahan lama.
Tags: kerajinan dari