... Kerajinan dari Riau: Ide Kreatif dan Panduan DIY untuk Kerajinan Rajutan

Kerajinan Tangan yang Indah dari Riau - Inspirasi dan Panduan DIY

Kerajinan Anyaman dari Riau

Salah satu kerajinan tangan dari Riau yang terkenal hingga ke seluruh dunia adalah anyamannya. Kerajinan anyam dari Riau ini sejatinya sudah dikenal sejak lama. Bahkan sejak masa kerajaa Riau yang pertama, kerajinan anyaman ini sudah dikenal. Dalam perkembangannya, kerajinan ini diturunkan secara turun temurun dari tiap generasi hingga sekarang. Di Riau, untuk masalah anyaman, terdapat beberapa jenis anyaman. Jenis-jenis anyaman itu antara lain,

  • Anyaman Pandan. Anyaman pandan adalah anyaman yang dibuat dari daun pandan yang dikeringkan kemudian di anyam sesuai dengan bentuk yang diinginkan.
  • Anyaman Bambu. Berikutnya adalah anyaman bambu. Anyaman bambu adalah anyaman yang dibuat dari bambu yang dipilah tipis-tipis sehingga lentur dan bisa dianyam.
  • Anyaman Rotan. Rotan adalah salah satu bagian tumbuhan yang bisa ditemukan dengan mudah di Riau. Rotan juga merupakan bagian tumbuhan yang kuat sehingga ketika dijadikan sebagai salah satu karya kerajinan tangan, rotan bisa tahan lama.

Kerajinan anyaman ini awalnya digunakan sebagai peralatan untuk upacara-upacara adat untuk acara tertentu. Akan tetapi, seiring berkembangnya zaman, kerajinan tangan itu kini menjadi sebuah komoditi yang membantu ekonomi beberapa kelompok masyarakat di Riau. Kerajinan tangan ini utamanya terdapat di daerah Pelalawan, Rakan, Rokan Hulu, dan Kuanta Senggigi.

Rumah Tenun Wan Fitri

Instagram.com/tenun_wan_fitri

Nah, salah satu tempat penghasil kerajinan Riau yang paling terkenal adalah, Rumah Tenun Wan Fitri ini yang berlokasi di Jalan Kayumanis (Subrantas Lama), No. 44 Kelurahan Tirta Siak, Kota Pekanbaru, Riau.

Riau dikenal dengan songket Melayunya. Maka tak heran, kain tenun khas Riau ini selalu terlihat berseni tinggi dengan corak-corak yang rumit namun menawan. Dan bagi yang belum tahu, hasil karya Rumah Tenun Wan Fitri ini, pernah dipakai oleh para presiden Indonesia. Mulai dari BJ Habibie, Susilo Bambang Yudhoyono, hingga Joko Widodo, pernah memakai hasil karya rumah tenun ini.

Itulah lima rekomendasi tempat belanja kerajinan di Riau. Jangan lupa mampir saat kamu berkesampatan pergi ke Riau. Namun selalu perhatikan protokol kesehatan yang ada ya.

Kerajinan Tekat Riau

  • Corak Bunga. Dalam corak bunga, biasanya yang digunakan adalah bentuk bunga seperti bunga bakung, melati, kundur, bunga hutan, bunga dari cengkeh, setaman, bunga serangkai, berseluk, dan beberapa bunga yang lain.
  • Corak Kuntum. Kuntum juga sering digunakan sebagai motiv dalam Tetak. Beberapa corak kuntum yang biasa digunakan antara lain, kuntum kembar, kuntum serangkai, kuntum merekah, kuntum jeruju dan lain-lain.
  • Corak daun, buah dan akar-akaran.. Daun buah dan akar-akaran biasa digunakan untuk menghiasi motiv Tetak ini. Dengan berbagai macam bentuk daun, buah dan akar-akaran. Pada buah misalnya, bisa digunakan corak buah delima, anggur dan pisang-pisangan.
  • Corak Hewan. Selain tumbuhan, corak hewan juga sering digunakan dalam membuat motiv pada Tetak.
  • Corak alam. Corak alam yang digunakan pada Tetak meliputi gambar awan, gasing-gasing, dan wajit-wajit.

Songket berasal dari kata sungkit yang artinya adalah mencungkil. Kain songket merupakan salah satu kerajinan tangan asli Riau yang populer dan sering diburu oleh orang yang bepergian ke Riau. Hal ini karena pada songket Riau terdapat motiv-motiv yang sangat khas dan tidak bisa ditemukan di tempat lain. Berdasarkan sejarahnya, songket dibawa pertama kali oleh seorang pengrajin yang berasal dari kerajaan Trengganu.

Pada masa awal perkembangannya, Tetak ini awalnya dibuat dengan menggunakan cara tenun tumpu. Kemudian berkembang menggunakan alat yang dinamakan Kik. Pada zaman dahulu, setiap pembuatan kain songket selalu menggunakan sutra dan untuk membuat motivnya menggunakan benang emas dan perak. Akan tetapi, sekarang hal itu dirasa terlalu mahal, maka orang-orang menggunakan bahan-bahan yang lebih sederhana akan tetapi tidak meninggalkan kualitas dan keindahan kain songket dari Riau tersebut. Riau terkenal dengan motiv-motiv songket yang khas. Beberapa di antaranya adalah, motiv kuntum bunga, siku awan, siku tunggal, daun tunggal, mata panah, dan tabir bintang.

Daftar Oleh-Oleh Souvenir dari Riau

Batik Gonggong

Batik Gonggong memperoleh namanya dari makanan khas Kepulauan Riau, yaitu “gonggong,” sejenis kerang laut. Corak dan motif batik ini diilhami oleh kekayaan laut yang melimpah di sekitar kepulauan ini. Sejak pengakuan hak cipta, batik Gonggong tak hanya dikenal secara lokal, tetapi juga merambah hingga mancanegara. Sebuah sampel dari batik Gonggong bahkan diabadikan di Museum Tekstil di Jakarta.

Untuk memperoleh batik ini, Anda bisa mengunjungi butik Selaras di Tanjung Pinang. Di sana, Anda akan diberi kesempatan untuk memilih dari beragam motif yang memukau.

Batik Motif Tikar Serasan

Selain Batik Gonggong, ada satu lagi Batik yang tak kalah menarik di Kepulauan Riau, yaitu Batik Motif Tikar Serasan. Batik ini memiliki motif unik yang terinspirasi oleh tikar anyaman dari pandan, yang hanya dapat Anda temukan di Kepulauan Riau. Namanya pun diambil dari Serasan, salah satu kecamatan di Kabupaten Natuna.

Saat berkunjung ke Kepulauan Riau, jangan lupa untuk membawa pulang Batik Tikar Serasan ini sebagai kenang-kenangan.

Kain Cual

Jika Anda tertarik untuk memiliki Kain Cual sebagai oleh-oleh atau sebagai bagian dari koleksi pribadi Anda, Anda bisa mengunjungi kantor Dekranasda Kabupaten Anambas, yang terletak di depan gedung DPRD Kabupaten Anambas di Kota Tarempa. Di sana, Anda dapat menemukan berbagai jenis Kain Cual dengan berbagai motif yang tersedia.

Harga dari Kain Cual bervariasi tergantung pada jenis kain dan motif yang Anda pilih. Kualitas dan keindahan Kain Cual membuatnya menjadi salah satu pilihan yang sangat baik sebagai oleh-oleh dari Kepulauan Anambas.

Tudung Manto

Harga Tudung Manto bervariasi, tergantung pada berbagai faktor, termasuk jenis kain, motif, dan ukuran. Harganya juga dapat dipengaruhi oleh faktor ekonomi, seperti nilai tukar mata uang. Sebagian bahan dasar untuk membuat Tudung Manto diimpor dari Singapura, sehingga fluktuasi harga mungkin terjadi.

KepulauAn RiaU

Kuil Budha Kstigarbha (foto: travelingyuk)

Ibukota Kepulauan Riau adalah Tanjungpinang yang dapat dicapai dari Singapura dalam waktu sekitar 1-2 jam dengan perahu. Sejarah Kepulauan Riau berevolusi dari masa Hindu-Budha ke zaman Islam. Prasasti Pasir Panjang di pulau Karimun menunjukkan keberadaan kuil Budha pada abad ke 9-10 Masehi. Setiap tahun wilayah ini merayakan Festival Maritim dan Kontes Perahu Naga yang menarik peserta internasional.

Fakta Tentang Kepulauan Riau

Provinsi Kepulauan Riau adalah salah satu provinsi kepulauan Indonesia, yang terletak dekat dengan Pulau Sumatra. Provinsi Kepulauan Riau terdiri dari sekitar 2.408 pulau besar dan kecil, dengan pulau-pulau utama seperti Pulau Bintan, Pulau Batam, Pulau Kundur, Pulau Karimun, dan Pulau Bunguran.
Posisi geografis Provinsi Kepulauan Riau membentang dari Selat Malaka ke Laut Cina Selatan (Natuna) dan berbatasan langsung dengan Vietnam, Malaysia, Kamboja, dan Singapura. Provinsi Kepulauan Riau membentang di wilayah seluas 251.810 km2, di mana 96% di antaranya adalah lautan dan 4% adalah daratan (foto: Bintan Trikora beach Indonesia).

Sorotan Budaya

Sejarah Kepulauan Riau berkembang dari masa Hindu-Budha ke zaman Islam. Prasasti bersejarah Pasir Panjang di pulau Karimun menunjukkan keberadaan kuil Budha pada abad ke 9-10 Masehi. Pada abad ke-19, wilayah itu berada di bawah kekuasaan Kerajaan Melayu Islam, yang disebut Kesultanan Riau-Lingga.
Setiap tahun wilayah ini merayakan Festival Bahari Kepulauan Riau, yang menampilkan berbagai budaya Kepulauan Riau yang unik, mulai dari Dangkong Dance, Kontes Perahu Naga, hingga Festival Sungai Carang (f oto: Tari Salam )


Tags: kerajinan dari

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia