... 10 Ide Kerajinan DIY yang Inspiratif dari Sumatera: Panduan Langkah demi Langkah!

Kerajinan Seni Sumatera - Keajaiban Kreativitas Budaya

Seni kriya Sumatera Utara

Berikut beberapa hasil seni kriya Sumatera Utara:

Ulos

Ulos merupakan sebutan bagi kain tenun dari Batak, Sumatera Utara. Ulos bercirikan motif geometris.

Ada berbagai jenis Ulos, di antaranya gorga. Gorga adalah selendang dengan jurai-jurai benang pada ujung-ujungnya.

Gorga digunakan sebagai perlengkapan busana adat Batak dan syal. Gorga sering pula ditemukan sebagai hiasan dinding.

Ukiran reret

Reret merupakan ukiran kayu dengan motif cecak. Ukiran reret oleh suk Batak dianggap bertuah karena dapat menolak bala atau musibah.

Ukiran reret terdepat pada pilar-pilar bangunan, kusen pintu dan jendela, serta dinding kayu.

Ukiran-ukiran reret dalam bentuk patung pun ditemukan. Banyak ukiran semacam ini dijual sebagai cenderamata.

Patung debata idup

Debata idup merupakan patung leluhur masyarakat Batak. Debata idup dibuat dalam berbagai posisi, sebagai jongkok, berdiri, dan duduk.

Debata idup dibuat dalam berbagai ukuran, dari kecil sampai besar.

Patung ini awalnya dibuat untuk keperluan upacara. Namun, sekarang debata idup juga dibuat untuk cenderamata dan dekorasi interior.

Anggita Muslimah Salah satu motif kain batik Garut, dalam acara Selisik Batik Pesisir, Pameran dan Pasar Batik di Bentara Budaya Jakarta, Rabu (5/10/2016).

Apa itu Tanaman Purun?

Memiliki nama latin Lepironia articulata, dan termasuk ke dalam divisi Spermatophyta, subdivisi Angiospermae, kelas Monocotyledoneae, ordo Cyperales, dan famili teki-tekian (Cyperaceae), tanaman purun adalah sejenis semak yang biasanya tumbuh liar di daerah lahan basah atau rawa gambut yang kerap tergenang air.

Berdasarkan penelitian Suprapto dan Yudha (2019), ciri-ciri dari tanaman purun adalah memiliki batang berongga tegak, dan tidak bercabang. Batangnya tidak berdaun karena daunnya tereduksi menjadi pelepah yang berbentuk buluh bagai membran yang menyelubungi pangkal batang.

Umumnya purun mempunyai panjang sekitar 50-200 cm, dan ketebalan 2-8 mm dengan warna keabu-abuan hingga hijau mengkilap. Selain itu, terdapat bunga bulir berbentuk silinder yang majemuk dan bersifat hermafrodit yang terletak di ujung batangnya, dengan panjang 2-6 cm dan lebar 3-6 mm.

Purun dapat tumbuh dengan baik bahkan sepanjang tahun di habitat lahan yang selalu berair seperti tawar tepian danau, saluran tersier, dan terutama di tanah gambut.

Hal ini karena tanaman purun mampu beradaptasi dengan baik pada lahan bersulfur masam dengan pH rendah seperti pada tanah lempung atau humus dengan Ph 6,9-7,3, lalu juga di dataran rendah dengan ketinggian 0-1.350 m di atas permukaan laut, dan juga pada suhu 30-35°C dengan kelembaban tanah 98-100%.

Tanaman Purun: Emas Hijau dari Rawa, Berikut Ciri, Habitat, dan Manfaatnya

Sebagai negara yang memiliki wilayah lahan gambut terluas di Asia Tenggara, Indonesia diberkahi oleh potensi kekayaan hutan hujan tropis yang sangat besar dan keanekaragaman hayati yang lebih banyak dibandingkan negara-negara lainnya.

Kondisi tanah gambut yang mempunyai tingkat keasaman dan unsur hara yang tinggi, menjadikan rawa-rawa yang ada sebagai rumah yang memungkinkan budidaya dari berbagai macam tumbuhan, termasuk purun.

Tanaman purun adalah komoditas yang sering dimanfaatkan oleh penduduk lokal dalam menunjang perekonomian, terutama bagi mereka yang tinggal di sekitar wilayah gambut di Indonesia seperti Sumatera Selatan, Jambi, atau Kalimantan Selatan dengan kondisi geografis cukup banyak rawa-rawa yang digenangi air sepanjang tahunnya.

Kain Tenun Pandai Sikek

Pandai Sikek adalah nama daeran yang terletak diantara Bukittinggi dan Padang. Pandai Sikek terkenal dengan hasil kain tenunnya yang diberi nama tenunan Pandai Sikek. Pusat pengrajin tenun Pandai Sikek berada di Kecamatan Sepulu Koto, Tanah Datar, Sumatera Barat.

Kain tenun Pandai Sikek sangat mewah dan indah karena terbuat dari benang emas atau perak sepenuhnya. Tak heran jika tenun ini disebut sebagai ratunya kain tenun. Penggunaan benang emas dan perak menjadi ciri khas kain tenun Pandai Sikek.

Tidak ada yang mengetahui pasti kapan kain tenun ini mulai dibuat namun ada beberapa yang mengatakan kain tradisional in sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu. Diperkirakan masuknya komoditi benang emas dan sutera menjadi sejarah awak terciptanya kain songket ini.

Budidaya Tanaman Purun

Budidaya tanaman purun berguna untuk ekologis karena dapat memelihara kondisi asli rawa sehingga fungsi hidrologisnya terjaga sekaligus melestarikan keseimbangan flora, fauna, dan mikroba yang berhabitat di sana.

Dari segi ekonomi, budidaya purun berguna untuk meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat lokal dengan usaha bahan kerajinan purun melalui anyaman purun.

Mengutip dari Kompas, cara budidaya purun pun sangat mudah dilakukan. Bahkan sangat didukung oleh pemerintah desa yang menyediakan lokasi budidaya purun di banyak tempat di Sumatera Selatan.

Adapun tata cara membudidayakan purun adalah dengan membuat lubang kecil sedalam 20 cm pada tanah gambut, yang kemudian diletakkan bibit tanaman purun ke dalam lubang tersebut dan dilanjutkan dengan menutup lubang tersebut dengan tanah. Diakhiri dengan mengikat batang purun setinggi hampir 1 meter supaya posisinya tetap tegak saat dipanen nantinya.

Total, LindungiHutan Menanam Lebih Dari 800 RIBU Pohon di 50 Lokasi Penanaman yang Tersebar di Indonesia Bersama 500+ Brand/Perusahaan!


Tags: kerajinan dari

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia