... 10 Ide Kerajinan DIY yang Inspiratif dari Sumatera: Panduan Langkah demi Langkah!

Kerajinan Seni Sumatera - Keajaiban Kreativitas Budaya

Kerajinan Ukiran Khas Palembang

Ukiran Khas Palembang adalah salah satu kerajinan tangan yang mengagumkan dari Sumatera Selatan. Kerajinan ini menampilkan keahlian tinggi dalam mengukir kayu untuk menciptakan berbagai macam motif dan pola yang indah.

Ukiran Khas Palembang terkenal karena kehalusan detailnya, keanggunan desainnya, dan cerita yang terkandung di dalamnya.

Proses pembuatan Ukiran Khas Palembang dimulai dengan memilih kayu yang berkualitas tinggi, seperti kayu jati atau kayu mahoni.

Para pengrajin kemudian menggunakan berbagai alat ukir tradisional, seperti pahat dan gergaji, untuk membentuk dan mengukir kayu sesuai dengan motif yang diinginkan.

Motif yang ada pada Ukiran Khas Palembang sering kali terinspirasi oleh flora, fauna, mitologi, dan sejarah.

Motif-motif ini mencerminkan kekayaan budaya dan alam Sumatera Selatan. Selain itu, Ukiran Khas Palembang juga sering menggambarkan cerita-cerita tradisional atau simbol-simbol kehidupan masyarakat Palembang.

Keindahan Ukiran Khas Palembang tidak hanya terletak pada rancangan motifnya, tetapi juga pada warna dan pewarnaan yang digunakan.

Beberapa ukiran dihiasi dengan cat atau pewarna, sehingga memberikan nuansa yang lebih hidup dan menonjolkan detail ukiran.

Ukiran Khas Palembang memiliki nilai budaya yang tinggi dalam masyarakat Sumatera Selatan. Ukiran ini sering ditemukan pada bangunan tradisional, seperti rumah adat atau bangunan keagamaan, serta di dalam barang-barang hias dan furnitur.

Selain itu, Ukiran Khas Palembang juga menjadi salah satu bentuk seni yang sangat dihargai dan dijadikan koleksi oleh pecinta seni dan penggemar kerajinan tangan.

Kerajinan tangan Ukiran Khas Palembang dari Sumatera Selatan adalah hasil dari kepiawaian dan dedikasi para pengrajin dalam melestarikan warisan seni dan budaya mereka.

Keahlian mereka dalam mengukir kayu menghasilkan karya seni yang indah dan bernilai tinggi. Dengan kehalusan detail dan keindahan desainnya, Ukiran Khas Palembang menjadi simbol dari kekayaan budaya dan warisan tradisional Palembang yang terus hidup dan berkembang.

Lakuer (Leker)

Kerajinan tangan Lakuer, atau dikenal juga sebagai Leker, merupakan salah satu warisan budaya dari Sumatera Selatan yang memiliki keunikan dan keindahan tersendiri.

Leker merupakan topi tradisional yang terbuat dari anyaman daun pandan atau ilalang, dengan bentuk yang melengkung dan berukuran kecil.

Proses pembuatan Leker dimulai dengan memilih daun pandan yang berkualitas tinggi, kemudian daun tersebut dipotong dan direndam dalam air untuk membuatnya lebih fleksibel.

Leker memiliki fungsi praktis sebagai pelindung dari sinar matahari dan angin, serta memberikan kesejukan pada kepala penggunanya.

Selain itu, Leker juga memiliki makna budaya yang dalam. Topi ini sering digunakan dalam acara-acara adat dan upacara tradisional, sebagai simbol status sosial atau tanda penghormatan terhadap leluhur.

Kerajinan tangan Lakuer dari Sumatera Selatan merupakan bukti keahlian tangan para pengrajin dalam menghasilkan karya seni yang unik dan bernilai tinggi.

Leker tidak hanya menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Sumatera Selatan, tetapi juga menjadi daya tarik bagi wisatawan yang tertarik untuk mengenal lebih dalam tentang budaya dan seni kerajinan tradisional Sumatera Selatan.

Jenis-Jenis Tanaman Purun

1. Purun Tikus

Bernama latin Eleocharis dulcis, purun tikus adalah jenis tanaman purun yang dikenal berfungsi sebagai sumber bahan organik dan biofilter yang mampu menyerap racun dari logam berat seperti besi (Fe), aluminium (Al), sulfat (SO), timbal (Pb), merkuri (Hg), dan kadmium (Cd).

Dengan kemampuan tersebut, purun tikus mampu tumbuh pada kondisi tanah yang buruk dengan pH 3 dan menukar kandungan aluminium, kandungan sulfat larut tinggi, dan kandung besi larut.

2. Purun Danau

Mempunyai nama latin Lepironia articulata Retz. Domin., perbedaan jenis purun danau dengan purun tikus dan purun bajang adalah ukurannya yang jauh lebih besar, yang mana purun danau memiliki daun yang lebih keras menyerupai kayu dan berbuku dengan garis yang lebih jelas dibandingkan jenis purun lain.

Rongga pada bagian batang dari purun danau lebih mirip seperti batang bambu, dan bunga yang tidak terletak pada ujung batang seperti jenis purun tikus ataupun purun bajang.

3. Purun Bajang

Penelitian yang dilakukan oleh Dwi Harsono (2013) mengemukakan bahwa purun bajang sedikit berbeda dengan jenis purun tikus dan purun danau, yakni dilihat dari segi sifat fisis dan mekanis.

Ditemukan bahwa purun bajang relatif lebih licin dibandingkan jenis tanaman purun lainnya. Kendati demikian purun bajang masih bisa dimanfaatkan dalam usaha anyaman walaupun harus diperhatikan bahwa purun bajang memiliki nilai kuat tarik yang signifikan rendah, sehingga harus dilakukan proses pengeringan tanpa penumbukan.

Randang paku Dharmasraya

Randang paku merupakan masakan tradisional khas Kabupaten Dhamasraya. Proses pembuatannya hampir sama dengan rendang daging, tetapi keunikan kuliner ini adalah bahan bakunya yang berupa ikan dan sayur paku (pakis). Paku merupakan tumbuhan semak yang tumbuh di kaki bukit bersuhu lembap.

Kabupaten Dhamasraya yang berada di pinggir Sungai Batanghari membuat masyarakatnya mudah mendapatkan ikan. Untuk membuat randang paku, bumbu yang diperlukan antara lain, santan, cabai merah, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, jahe, kunyit, lengkuas, serai, daun salam, daun kunyit, daun jeruk, daun ruku-ruku.

Semua bahan dimasak sekitar enam jam sampai kering serupa abon. Hingga saat ini, proses memasak randang paku masih tradisional menggunakan tungku dan kayu bakar.


Tags: kerajinan dari

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia