Kerajinan Seni Sumatera - Keajaiban Kreativitas Budaya
Budidaya Tanaman Purun
Budidaya tanaman purun berguna untuk ekologis karena dapat memelihara kondisi asli rawa sehingga fungsi hidrologisnya terjaga sekaligus melestarikan keseimbangan flora, fauna, dan mikroba yang berhabitat di sana.
Dari segi ekonomi, budidaya purun berguna untuk meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat lokal dengan usaha bahan kerajinan purun melalui anyaman purun.
Mengutip dari Kompas, cara budidaya purun pun sangat mudah dilakukan. Bahkan sangat didukung oleh pemerintah desa yang menyediakan lokasi budidaya purun di banyak tempat di Sumatera Selatan.
Adapun tata cara membudidayakan purun adalah dengan membuat lubang kecil sedalam 20 cm pada tanah gambut, yang kemudian diletakkan bibit tanaman purun ke dalam lubang tersebut dan dilanjutkan dengan menutup lubang tersebut dengan tanah. Diakhiri dengan mengikat batang purun setinggi hampir 1 meter supaya posisinya tetap tegak saat dipanen nantinya.
Total, LindungiHutan Menanam Lebih Dari 800 RIBU Pohon di 50 Lokasi Penanaman yang Tersebar di Indonesia Bersama 500+ Brand/Perusahaan!
Mengenal Keterampilan dan Kemahiran Kerajinan Tradisional dari Sumatra Barat
Keterampilan dan Kemahiran Kerajinan Tradisional merupakan salah satu bidang yang termasuk dalam Warisan Budaya Tak Benda Indonesia yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Pendidikan Tinggi (Kemendikbud Ristek).
Menukil dari laman warisanbudaya.kemdikbud.go.id, keterampilan dan kemahiran kerajinan tradisional meliputi teknologi tradisional, arsitektur tradisional, pakaian tradisional, kerajinan tradisional, kuliner tradisional, transportasi tradisional, dan senjata tradisional.
Tahun 2021 ini, ada enam keterampilan dan kemahiran kerajinan tradisional dari daerah Sumatera Barat yang masuk dalam daftar Warisan Budaya Tak Benda Indonesia.
Batik tanah liek
Prof Gusti Asnan, ahli sejarah dari Universitas Andalas menjelaskan bahwa batik di Sumatra dipengaruhi oleh orang Jawa yang berada di Minangkabau sebelum masuknya agama Islam. Seni membatik ini masuk sejalan dengan Ekspedisi Pamalayu dari Kerajaan Singosari dari Tanah Jawa.
Seperti dilansir Kompas.com, salah satu pelopor pengembangan batik kuno di Kota Padang, Wirda Hanim, mengatyakan bahwa penamaan batik tanah liek ini karena proses pewarnaannya menggunakan tanah liek alias tanah liat. Warna asli tanah liat yang kuning kecokalatan menjadi warna dasar batik tersebut sebelum diberi motif.
Untuk corak batik tanah liek sendiri biasanya menggunakan motif untuk ukiran Rumah Gadang, seperti itiak pulang patang, kaluak paku, dan pucuak rabuang.
Tags: kerajinan dari