... Kerajinan Jarum DIY dari Sumatera Barat: 7 Ide Kreatif untuk Dicoba!

Kerajinan Jarum Tradisional dari Sumatera Barat - Eksplorasi Kreatif dan Kesenian DIY

Mengenal Keterampilan dan Kemahiran Kerajinan Tradisional dari Sumatra Barat

Keterampilan dan Kemahiran Kerajinan Tradisional merupakan salah satu bidang yang termasuk dalam Warisan Budaya Tak Benda Indonesia yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Pendidikan Tinggi (Kemendikbud Ristek).

Menukil dari laman warisanbudaya.kemdikbud.go.id, keterampilan dan kemahiran kerajinan tradisional meliputi teknologi tradisional, arsitektur tradisional, pakaian tradisional, kerajinan tradisional, kuliner tradisional, transportasi tradisional, dan senjata tradisional.

Tahun 2021 ini, ada enam keterampilan dan kemahiran kerajinan tradisional dari daerah Sumatera Barat yang masuk dalam daftar Warisan Budaya Tak Benda Indonesia.

Rendang Runtiah

Ada banyak sekali olahan rendang di provinsi Sumatera Barat, salah satunya ada rendang runtiah, atau juga disebut dengan rendang suwir. Perbedaan olahan rendang ini dengan rendang yang biasanya yaitu pada penyajiannya dengan disuwir memanjang.

Perbedaan lainnya yang cukup mencolok yaitu rendang runtiah mempunyai kadar air yang lebih sedikit dengan daging yang kering. Sehingga tekstur dari rendang runtiah lebih renyah dan lebih kering. Bahan utama rendang runtiah tentu saja dari suwiran daging sapi, dan bumbu rendang pada umumnya.

Salah satu penjual rendang runtiah yang cukup terkenal yaitu Rendang Nikmat yang terletak di Payakumbuh. Anda bisa mampir sejenak saat berkunjung ke tempat wisata Padang terkenal. Namun, Anda juga bisa mendapatkannya di toko oleh-oleh khas Sumatera Barat terdekat.

Batik tanah liek

Prof Gusti Asnan, ahli sejarah dari Universitas Andalas menjelaskan bahwa batik di Sumatra dipengaruhi oleh orang Jawa yang berada di Minangkabau sebelum masuknya agama Islam. Seni membatik ini masuk sejalan dengan Ekspedisi Pamalayu dari Kerajaan Singosari dari Tanah Jawa.

Seperti dilansir Kompas.com, salah satu pelopor pengembangan batik kuno di Kota Padang, Wirda Hanim, mengatyakan bahwa penamaan batik tanah liek ini karena proses pewarnaannya menggunakan tanah liek alias tanah liat. Warna asli tanah liat yang kuning kecokalatan menjadi warna dasar batik tersebut sebelum diberi motif.

Untuk corak batik tanah liek sendiri biasanya menggunakan motif untuk ukiran Rumah Gadang, seperti itiak pulang patang, kaluak paku, dan pucuak rabuang.

Peralatan dan bahan [ sunting | sunting sumber ]

Teknologi pembuatan sulaman Koto Gadang masih menggunakan teknologi tradisional. [15] Peralatan utama untuk menyulam dikenal dengan nama pamedangan. Ukurannya yakni 200 x 60 cm. Pamedangan terbuat dari kayu pada bagian kerangkanya. Keempat kayu dirangkaikan menjadi empat persegi panjang dengan paku. Tinggi pamedangan yakni sekitar 30 cm mengikuti ukuran standar yang memudahkan bagi penyulam untuk duduk bersimpuh ataupun meluruskan kakinya di bawah pamedangan pada saat menyulam. [16] [17]

Untuk menyulam kain yang berukuran kecil, seperti saputangan, bunga baju, dan sarung bantal maka digunakan alat bernama ram. [18] Ram berbentuk bundar dengan diameter berkisar 20 cm sampai 50 cm. Ram terbuat dari dua buah besi ataupun kayu yang dibentuk melingkar dengan menggunakan alat pengunci. [19]

Peralatan utama dalam menyulam berikutnya yakni kelos. Kelos berfungsi untuk menggulung benang. Kelos terbuat dari batang kulit manis dengan panjang berkisar 15 cm sampai 20 cm. Jumlah kelos bergantung pada banyak warna benang yang akan digunakan. [20]

Adapun alat bantu dalam membuat sulaman yakni karton manila atau kertas minyak untuk membuat pola, kertas karbon untuk memindahkan pola, jarum jahit untuk membuat aneka tusukan pada kain, dan gunting untuk memutus benang. Kesederhaan peralatan membuat proses pembuatan sulaman Koto Gadang menjadi lama dan rumit serta membutuhkan kepiawaian atau keahlian dari penyulam karena semata-mata mengandalkan pekerjaan tangan dan bukan mesin. [16] [21]

Sementara itu, bahan-bahan yang digunakan untuk menyulam yakni kain dan benang. Kain yang digunakan yakni semua jenis kain seperti katun, linen, sutra, atau wol. [16] Ukuran kain yang standar adalah dua meter untuk panjang dan lebar yang bervariasi dari 50 cm hingga 75 cm, tetapi ukuran lebar yang standar adalah 50 cm. [22] Adapun benang sulam dapat berupa benang mauline dan benang katun. [23]


Tags: kerajinan dari

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia