... Kerajinan Jarum DIY dari Sumatera Barat: 7 Ide Kreatif untuk Dicoba!

Kerajinan Jarum Tradisional dari Sumatera Barat - Eksplorasi Kreatif dan Kesenian DIY

Teknik sulaman [ sunting | sunting sumber ]

Adapun kapalo samek adalah teknik sulaman yang terbentuk dari bulatan-bulatan kecil pada kain. Proses pembuatannya yakni benang dililitkan pada jarum baru ditusukan pada kain sehingga benang lilitan itu timbul pada kain. Biasanya, bagian pinggir bunga dijahitkan benang emas, agar bentuk bunganya lebih nyata. [5]

Berhubung proses pembuatan sulaman baik suji caia maupun kapalo samek berlangsung dalam waktu lama, selama rentang waktu pengerjaankain bahan tetap dibiarkan pada pamedangan. Oleh sebab itu, agar kain bahan tidak kena debu atau kotoran lain, maka ditutup dengan plastik. Plastik hanya dibuka ketika menyulam dan itu hanya pooa bagian yang sedang dikerjakan, sedangkan yang lainnya tetap tertutup plastik. [5]

Rendang Runtiah

Ada banyak sekali olahan rendang di provinsi Sumatera Barat, salah satunya ada rendang runtiah, atau juga disebut dengan rendang suwir. Perbedaan olahan rendang ini dengan rendang yang biasanya yaitu pada penyajiannya dengan disuwir memanjang.

Perbedaan lainnya yang cukup mencolok yaitu rendang runtiah mempunyai kadar air yang lebih sedikit dengan daging yang kering. Sehingga tekstur dari rendang runtiah lebih renyah dan lebih kering. Bahan utama rendang runtiah tentu saja dari suwiran daging sapi, dan bumbu rendang pada umumnya.

Salah satu penjual rendang runtiah yang cukup terkenal yaitu Rendang Nikmat yang terletak di Payakumbuh. Anda bisa mampir sejenak saat berkunjung ke tempat wisata Padang terkenal. Namun, Anda juga bisa mendapatkannya di toko oleh-oleh khas Sumatera Barat terdekat.

Sulaman Koto Gadang

Sulaman Koto Gadang adalah teknik kerajinan tangan menghias kain dengan benang yang dikerjakan secara tradisional oleh masyarakat Koto Gadang, salah satu nagari di Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Sulaman ini dihasilkan dari pengetahuan masyarakat Koto Gadang dalam membentuk jalinan benang di atas kain yang diwariskan secara turun-temurun. Pengerjaannya sama sekali tidak menggunakan teknologi mesin, melainkan menggunakan peralatan sederhana dan bergantung pada keterampilan tangan. [1]

Di antara teknik sulaman Koto Gadang yang masih digunakan saat ini yakni teknik sulaman "suji caia" dan "kapalo samek". Sulam suji caia menampilkan permainan gradasi warna benang yang saling menyatu (bahasa Minang: caia, artinya cair) sehingga menghasilkan bentuk bunga yang tampak hidup. [4] Adapun sulam kapalo samek (dari bahasa Minang, artinya kepala peniti) karena dalam pembuatannya benang dikait dan ditarik sampai ujung peniti sehingga menghasilkan bentuk bulat di atas kain. [5]

Pengetahuan dan keterampilan membuat sulaman Koto Gadang diwariskan secara turun-temurun, umumnya dari ibu ke anak perempuan. Saat ini, masih banyak ditemukan perempuan Koto Gadang yang menekuni sulaman dan bahkan menjadikannya sebagai mata pencaharian tambahan. Kekhasan sulaman Koto Gadang terletak dari proses pembuatan, motif, dan detail pengerjaan. Oleh karena itu, sulaman ini memiliki nilai jual yang relatif tinggi, hingga mencapai jutaan rupiah per helainya. [6] [7] Namun, rumitnya pengerjaan membuat sulaman Koto Gadang bisa membutuhkan waktu penyelesaian hingga dua bulan. [8]

Kue Sapik

Namun pada kenyataannya dua makanan tersebut berbeda. Dari bentuknya kue semprong berbentuk gulungan, sementara kue sapik berbentuk segitiga. Kedua makanan tersebut sering ada dalam momen perayaan Idul Fitri ataupun acara besar lainnya seperti arisan, pengajian, atau nikahan.

Kue Sapik bisa Anda jadikan sebagai buah tangan karena rasanya yang enak dan lezat. Sesampinya di rumah Anda bisa berikan oleh-oleh khas Sumatera Barat ini kepada kerabat ataupun tetangga sekitar. Kue Sapik banyak tersedia di seluruh toko oleh-oleh Sumatera Barat. Silahkan minta driver dari layanan rental bus Padang murah untuk mengantarkan ke pusat oleh-oleh Padang terkenal.

Karya Seni Tinggi

Dilansir dari laman Indonesia.go.id, pembordir kerancang harus memperhitungkan tarikan benang ke kain sebagai bahan dasarnya. Jika tarikan benang terlalu tegang, maka kain disekitar kerancang akan mengkerut.

Namun jika tarikan benang tidak tegang, maka jalinan kerancang tidak padat dan rapat, sehingga rentan putus. Hal ini karena ketegangan benang bordir tidak sama. Produk yang dihasilkan oleh para perajin bahkan dinilai sebagai karya seni tinggi.

Bordir ini biasanya dijahit langsung pada wadah kain seperti mukena, kerundung, baju kurung dan baju koko. Selain itu, ada juga yang dibordir pada alaas meja, taplak piring dan gelas.

Motif kerancang biasanya terinspirasi dari tumbuhan, hewan, kaligrafi, dll. Sementara itu teknik yang digunakan yakni kerancang kursi, pahat, silang, sapu, papan, dll.


Tags: kerajinan dari

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia