... Kerajinan Jarum DIY dari Sumatera Barat: 7 Ide Kreatif untuk Dicoba!

Kerajinan Jarum Tradisional dari Sumatera Barat - Eksplorasi Kreatif dan Kesenian DIY

Karak Kaliang

Karak Kaliang merupakan salah satu oleh-oleh khas Sumatera Barat yang hampir selalu dibawa oleh orang yang habis pergi dari sana. Selain karena rasanya yang renyah dan enak, cemilan khas Sumatera Barat ini bisa tahan sampai berbulan-bulan.

Olahan kerupuk ini terbuat dari tepung upi dan bumbu penyedap alami seperti garam dan bawang putih. Sebelum digoreng adonan terlebih dahulu dibentuk seperti angka delapan.

Sebenarnya karak kaliang banyak ada di toko oleh-oleh Sumatera Barat. Namun jika ingin mendapatkan harga miring, Anda bisa langsung datang ke pabriknya. Salah satu pabrik pembuat karak kaliang ada di Kota Payakumbuh, Padang. Harga di pabrik pembuatannya hanya berkisar Rp5.000 per bungkusnya.

Oleh-oleh khas Sumatera Barat Terbaik

Biasanya rendang dimasak langsung menggunakan bumbu rempah. Namun ada olahan rendang yang unik, di Kota Padang terdapat satu produsen oleh-oleh khas Padang tahan lama dengan nama ‘Roti Randang Ninur’. Sesuai namanya produk ini berupa roti yang mencampurkan dengan daging rendang.

Memang terdengar aneh, melihat rasa rendang yang cenderung pedas berserat dan kontras dengan rasa roti yang lembut dan manis. Namun kombinasi dua komponen tersebut justru melahirkan inovasi baru dan menimbulkan keunikan tersendiri. Rasa dan aroma rendangnya masih kuat. Sehingga aroma rendang dengan citarasa yang pedas gurih akan terasa pada saat gigitan pertama.

Untuk menambah kelezatan, di bagian atas rotinya terdapat taburan daun oregano kering, daun bawang, dan keju mozarela. Dengan porsi yang tak terlalu besar, sepotong kue randang menjadi pilihan pas untuk menu sarapan yang mengenyangkan. Apa lagi harganya tak terlalu mahal, satu roti berukuran sedang dapat Anda dapatkan dengan harga Rp6.000.

Jika Anda ingin membelinya bisa datang langsung ke outletnya yang ada di Jalan Proklamasi, atau cabang lainnya di Bandara Minangkabau. Tersedia tiga varian yang bisa Anda pilih yaitu rendang ayam, rendang sapi, dan yang paling unik rendang kacang merah. Jika untuk oleh-oleh, kami sarankan membeli yang versi randang gulung karena berukuran lebih besar. Harganya cuma Rp60.000.

Kerancang, Kerajinan Bordir yang dibawa Belanda ke Sumatera Barat

Bekas tentara itu berasal dari Kalkutta, India dan memilih pergi Ke Pariaman daripada kembali ke daerah asal mereka saat Rafless mengakhiri kekuasaannya di Sumbar tahun 1822.

Dalam buku karya A.Wachid, Hajjah Rosma dan Nukilan Bordir Sumatera Barat tahun 1997, kerajinan bordir mulai berkembang di Sumbar tahun 1960. “Masa kejayaannya dicapai pada 1970 hingga awal 1990. Dan kerajinan yang terkenal itu adalah kerancang,” tulis buku itu.

BacaJuga

Inilah Bujang jo Gadih Bukittinggi 2024

Kabar Duka, Mantan Ketua PWI Bukittinggi Anasrul Tutup Usia

Bordir kerancang sangat unik karena merupakan kreasi bordir halus yang menggunakan metode lubang-lubang pada kain yang dibordir. “Untuk membordir, pada dasarnya semua kain bisa digunakan untuk kerancang, asalkan tidak kain yang berbahan sutra asli,” jelas buku tersebut.

Penggunaan bukan sutra asli untuk bordir kerancang karena proses meregangkan kain dalam kerancang. Hal ini dikhawatirkan merusak kain dan hasilnya tidak maksimal.

Batik tanah liek

Prof Gusti Asnan, ahli sejarah dari Universitas Andalas menjelaskan bahwa batik di Sumatra dipengaruhi oleh orang Jawa yang berada di Minangkabau sebelum masuknya agama Islam. Seni membatik ini masuk sejalan dengan Ekspedisi Pamalayu dari Kerajaan Singosari dari Tanah Jawa.

Seperti dilansir Kompas.com, salah satu pelopor pengembangan batik kuno di Kota Padang, Wirda Hanim, mengatyakan bahwa penamaan batik tanah liek ini karena proses pewarnaannya menggunakan tanah liek alias tanah liat. Warna asli tanah liat yang kuning kecokalatan menjadi warna dasar batik tersebut sebelum diberi motif.

Untuk corak batik tanah liek sendiri biasanya menggunakan motif untuk ukiran Rumah Gadang, seperti itiak pulang patang, kaluak paku, dan pucuak rabuang.

Pengerjaan [ sunting | sunting sumber ]

Pekerjaan membuat sulaman melalui beberapa tahap yakni membuat pola, memindahkan pola, memasang kain pada pamedangan, membuat sulaman, membuat renda, dan memasang renda. Setiap tahap dikerjakan oleh masing-masing orang karena orang yang ahli membuat sulaman kadang kurang mahir membuat renda. Oleh karena itu, pengerjaan sulam jarang sekali yang dilakukan oleh satu orang saja. Untuk selendang, pengerjaannya bisa melibatkan dua atau tiga orang. [24]

Pola dibuat di atas karton manila atau kertas minyak menggunakan pensil atau pena. Biasanya, karton manila lebih sering digunakan karena karena dapat digunakan berulang-ulang dibandingkan kertas minyak. Ukuran kertas yang digunakan untuk pola yakni mengikuti ukuran kain untuk memudahkan proses pemindahan pola ke dasar kain. Namun, secara umum, pola yang dibuat hanya untuk setengah kain. Jika kain yang akan disulam berukuran 200 x 60 cm, berarti ukuran pola dibuat yakni sepanjang 100 x 60 cm dan yang setengahnya lagi dijiplak dari pola yang sudah jadi. Lamanya proses pembuatan pola bergantung pada kepiawaian perancang pola. [25] [26]


Tags: kerajinan dari

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia