Kerajinan Jarum Tradisional dari Sumatera Barat - Eksplorasi Kreatif dan Kesenian DIY
Batik tanah liek
Prof Gusti Asnan, ahli sejarah dari Universitas Andalas menjelaskan bahwa batik di Sumatra dipengaruhi oleh orang Jawa yang berada di Minangkabau sebelum masuknya agama Islam. Seni membatik ini masuk sejalan dengan Ekspedisi Pamalayu dari Kerajaan Singosari dari Tanah Jawa.
Seperti dilansir Kompas.com, salah satu pelopor pengembangan batik kuno di Kota Padang, Wirda Hanim, mengatyakan bahwa penamaan batik tanah liek ini karena proses pewarnaannya menggunakan tanah liek alias tanah liat. Warna asli tanah liat yang kuning kecokalatan menjadi warna dasar batik tersebut sebelum diberi motif.
Untuk corak batik tanah liek sendiri biasanya menggunakan motif untuk ukiran Rumah Gadang, seperti itiak pulang patang, kaluak paku, dan pucuak rabuang.
Teknik sulaman [ sunting | sunting sumber ]
Adapun kapalo samek adalah teknik sulaman yang terbentuk dari bulatan-bulatan kecil pada kain. Proses pembuatannya yakni benang dililitkan pada jarum baru ditusukan pada kain sehingga benang lilitan itu timbul pada kain. Biasanya, bagian pinggir bunga dijahitkan benang emas, agar bentuk bunganya lebih nyata. [5]
Berhubung proses pembuatan sulaman baik suji caia maupun kapalo samek berlangsung dalam waktu lama, selama rentang waktu pengerjaankain bahan tetap dibiarkan pada pamedangan. Oleh sebab itu, agar kain bahan tidak kena debu atau kotoran lain, maka ditutup dengan plastik. Plastik hanya dibuka ketika menyulam dan itu hanya pooa bagian yang sedang dikerjakan, sedangkan yang lainnya tetap tertutup plastik. [5]
Kerupuk Jangek
Kerupuk merupakan cemilan yang paling pas untuk menemani makan makanan apapun. Mulai dari bakso, soto, nasi goreng, mie ayam, dan lain sebagainya. Oleh sebab itu warga Minang mengeluarkan satu produk kerupuk yang terbuat dari kulit sapi atau kerbau. Kalau olahan kulit rebus atau kikil banyak ada di makanan khas Jawa terkenal, seperti gudeg, soto mie Bogor, mie kocok, cungkring, dan masih banyak lagi.
Di Sumatera Barat ada kerupuk jangek, cemilan ini juga menjadi oleh-oleh khas Sumatera Barat yang unggulan. Cara pembuatannya cukup mudah, bahan-bahannya yaitu kulit kerbau atau sapi, garam, minyak goreng, dan panas matahari.
Pertama jemur kulit sampai kering dan bersih, kemudian rebus sampai teksturnya empuk dan bulu-bulunya berkurang. Selanjutnya, potong kecil-kecil dan taburi dengan garam. Terakhir jemur potongan kulit selama 3 sampai 7 hari sampai benar-benar kering, baru kemudian digoreng di minyak panas.
Kerajinan Perak dan Songket Koto Gadang
Koto Gadang adalah sebuah desa yang berada di Kabupaten Agam , Sumatera Barat. Desa ini terkenal dengan hasil kerajinan peraknya. Orang-orang di Koto Gadang sudah menjadi pengrajin perak sejak masa penjajahan Belanda di Indonesia.
Hasil kerajinan mereka tidak hanya menarik masyarakat daerah tetapi juga memikat warga Belanda yang tinggal di sana. Kerajinan yang dihasilkan berupa kalung, gelang, cincin, atribut pakaian, hingga miniature rumah adat Minang. Para wanita Belanda juga banyak yang memaikan kerajinan ini.
Keunikan kerajinan perak Koto Gadang adalah warnanya yang tidak mengkilat seperti warna putih susu dan juga teksturnya yang halus sehingga serasi jika digunakan bersama dengan kain songket.
Kerajinan perak Koto Gadang terus mengalami peningkatan hingga pada tahun 1911 kerajinan ini banyak dilirik oleh bangsa Eropa. Saat ini jangkauan pasar Koto gadang sudah mencapai Malaysia, Singapura, dan negara-negara tetangga lainnya.
Selain hasil kerajinan peraknya. Koto Gadang juga terkenal dengan kain songketnya. Kain songket Koto Gadang merupakan yang terhalus di dunia. Bahkan baru-baru ini seorang warga Koto Gadang berhasil menggelar pameran kain songket Koto Gadang dan dari daerah Sumatera Barat lainnya di Moscow, Rusia.
Karya Seni Tinggi
Dilansir dari laman Indonesia.go.id, pembordir kerancang harus memperhitungkan tarikan benang ke kain sebagai bahan dasarnya. Jika tarikan benang terlalu tegang, maka kain disekitar kerancang akan mengkerut.
Namun jika tarikan benang tidak tegang, maka jalinan kerancang tidak padat dan rapat, sehingga rentan putus. Hal ini karena ketegangan benang bordir tidak sama. Produk yang dihasilkan oleh para perajin bahkan dinilai sebagai karya seni tinggi.
Bordir ini biasanya dijahit langsung pada wadah kain seperti mukena, kerundung, baju kurung dan baju koko. Selain itu, ada juga yang dibordir pada alaas meja, taplak piring dan gelas.
Motif kerancang biasanya terinspirasi dari tumbuhan, hewan, kaligrafi, dll. Sementara itu teknik yang digunakan yakni kerancang kursi, pahat, silang, sapu, papan, dll.
Tags: kerajinan dari