... Kerajinan Jarum DIY dari Sumatera Barat: 7 Ide Kreatif untuk Dicoba!

Kerajinan Jarum Tradisional dari Sumatera Barat - Eksplorasi Kreatif dan Kesenian DIY

Randang paku Dharmasraya

Randang paku merupakan masakan tradisional khas Kabupaten Dhamasraya. Proses pembuatannya hampir sama dengan rendang daging, tetapi keunikan kuliner ini adalah bahan bakunya yang berupa ikan dan sayur paku (pakis). Paku merupakan tumbuhan semak yang tumbuh di kaki bukit bersuhu lembap.

Kabupaten Dhamasraya yang berada di pinggir Sungai Batanghari membuat masyarakatnya mudah mendapatkan ikan. Untuk membuat randang paku, bumbu yang diperlukan antara lain, santan, cabai merah, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, jahe, kunyit, lengkuas, serai, daun salam, daun kunyit, daun jeruk, daun ruku-ruku.

Semua bahan dimasak sekitar enam jam sampai kering serupa abon. Hingga saat ini, proses memasak randang paku masih tradisional menggunakan tungku dan kayu bakar.

Kerajinan Perak dan Songket Koto Gadang

Koto Gadang adalah sebuah desa yang berada di Kabupaten Agam , Sumatera Barat. Desa ini terkenal dengan hasil kerajinan peraknya. Orang-orang di Koto Gadang sudah menjadi pengrajin perak sejak masa penjajahan Belanda di Indonesia.

Hasil kerajinan mereka tidak hanya menarik masyarakat daerah tetapi juga memikat warga Belanda yang tinggal di sana. Kerajinan yang dihasilkan berupa kalung, gelang, cincin, atribut pakaian, hingga miniature rumah adat Minang. Para wanita Belanda juga banyak yang memaikan kerajinan ini.

Keunikan kerajinan perak Koto Gadang adalah warnanya yang tidak mengkilat seperti warna putih susu dan juga teksturnya yang halus sehingga serasi jika digunakan bersama dengan kain songket.

Kerajinan perak Koto Gadang terus mengalami peningkatan hingga pada tahun 1911 kerajinan ini banyak dilirik oleh bangsa Eropa. Saat ini jangkauan pasar Koto gadang sudah mencapai Malaysia, Singapura, dan negara-negara tetangga lainnya.

Selain hasil kerajinan peraknya. Koto Gadang juga terkenal dengan kain songketnya. Kain songket Koto Gadang merupakan yang terhalus di dunia. Bahkan baru-baru ini seorang warga Koto Gadang berhasil menggelar pameran kain songket Koto Gadang dan dari daerah Sumatera Barat lainnya di Moscow, Rusia.

Karya Seni Tinggi

Dilansir dari laman Indonesia.go.id, pembordir kerancang harus memperhitungkan tarikan benang ke kain sebagai bahan dasarnya. Jika tarikan benang terlalu tegang, maka kain disekitar kerancang akan mengkerut.

Namun jika tarikan benang tidak tegang, maka jalinan kerancang tidak padat dan rapat, sehingga rentan putus. Hal ini karena ketegangan benang bordir tidak sama. Produk yang dihasilkan oleh para perajin bahkan dinilai sebagai karya seni tinggi.

Bordir ini biasanya dijahit langsung pada wadah kain seperti mukena, kerundung, baju kurung dan baju koko. Selain itu, ada juga yang dibordir pada alaas meja, taplak piring dan gelas.

Motif kerancang biasanya terinspirasi dari tumbuhan, hewan, kaligrafi, dll. Sementara itu teknik yang digunakan yakni kerancang kursi, pahat, silang, sapu, papan, dll.


Tags: kerajinan dari

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia