Kerajinan Jarum Tradisional dari Sumatera Barat - Eksplorasi Kreatif dan Kesenian DIY
Rendang Runtiah
Ada banyak sekali olahan rendang di provinsi Sumatera Barat, salah satunya ada rendang runtiah, atau juga disebut dengan rendang suwir. Perbedaan olahan rendang ini dengan rendang yang biasanya yaitu pada penyajiannya dengan disuwir memanjang.
Perbedaan lainnya yang cukup mencolok yaitu rendang runtiah mempunyai kadar air yang lebih sedikit dengan daging yang kering. Sehingga tekstur dari rendang runtiah lebih renyah dan lebih kering. Bahan utama rendang runtiah tentu saja dari suwiran daging sapi, dan bumbu rendang pada umumnya.
Salah satu penjual rendang runtiah yang cukup terkenal yaitu Rendang Nikmat yang terletak di Payakumbuh. Anda bisa mampir sejenak saat berkunjung ke tempat wisata Padang terkenal. Namun, Anda juga bisa mendapatkannya di toko oleh-oleh khas Sumatera Barat terdekat.
Sulaman Koto Gadang
Sulaman Koto Gadang adalah teknik kerajinan tangan menghias kain dengan benang yang dikerjakan secara tradisional oleh masyarakat Koto Gadang, salah satu nagari di Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Sulaman ini dihasilkan dari pengetahuan masyarakat Koto Gadang dalam membentuk jalinan benang di atas kain yang diwariskan secara turun-temurun. Pengerjaannya sama sekali tidak menggunakan teknologi mesin, melainkan menggunakan peralatan sederhana dan bergantung pada keterampilan tangan. [1]
Di antara teknik sulaman Koto Gadang yang masih digunakan saat ini yakni teknik sulaman "suji caia" dan "kapalo samek". Sulam suji caia menampilkan permainan gradasi warna benang yang saling menyatu (bahasa Minang: caia, artinya cair) sehingga menghasilkan bentuk bunga yang tampak hidup. [4] Adapun sulam kapalo samek (dari bahasa Minang, artinya kepala peniti) karena dalam pembuatannya benang dikait dan ditarik sampai ujung peniti sehingga menghasilkan bentuk bulat di atas kain. [5]
Pengetahuan dan keterampilan membuat sulaman Koto Gadang diwariskan secara turun-temurun, umumnya dari ibu ke anak perempuan. Saat ini, masih banyak ditemukan perempuan Koto Gadang yang menekuni sulaman dan bahkan menjadikannya sebagai mata pencaharian tambahan. Kekhasan sulaman Koto Gadang terletak dari proses pembuatan, motif, dan detail pengerjaan. Oleh karena itu, sulaman ini memiliki nilai jual yang relatif tinggi, hingga mencapai jutaan rupiah per helainya. [6] [7] Namun, rumitnya pengerjaan membuat sulaman Koto Gadang bisa membutuhkan waktu penyelesaian hingga dua bulan. [8]
Tags: kerajinan dari