Kerajinan Jarum Tradisional dari Sumatera Barat - Eksplorasi Kreatif dan Kesenian DIY
Kain Tenun Pandai Sikek
Pandai Sikek adalah nama daeran yang terletak diantara Bukittinggi dan Padang. Pandai Sikek terkenal dengan hasil kain tenunnya yang diberi nama tenunan Pandai Sikek. Pusat pengrajin tenun Pandai Sikek berada di Kecamatan Sepulu Koto, Tanah Datar, Sumatera Barat.
Kain tenun Pandai Sikek sangat mewah dan indah karena terbuat dari benang emas atau perak sepenuhnya. Tak heran jika tenun ini disebut sebagai ratunya kain tenun. Penggunaan benang emas dan perak menjadi ciri khas kain tenun Pandai Sikek.
Tidak ada yang mengetahui pasti kapan kain tenun ini mulai dibuat namun ada beberapa yang mengatakan kain tradisional in sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu. Diperkirakan masuknya komoditi benang emas dan sutera menjadi sejarah awak terciptanya kain songket ini.
Oleh-oleh khas Sumatera Barat Terbaik
Biasanya rendang dimasak langsung menggunakan bumbu rempah. Namun ada olahan rendang yang unik, di Kota Padang terdapat satu produsen oleh-oleh khas Padang tahan lama dengan nama ‘Roti Randang Ninur’. Sesuai namanya produk ini berupa roti yang mencampurkan dengan daging rendang.
Memang terdengar aneh, melihat rasa rendang yang cenderung pedas berserat dan kontras dengan rasa roti yang lembut dan manis. Namun kombinasi dua komponen tersebut justru melahirkan inovasi baru dan menimbulkan keunikan tersendiri. Rasa dan aroma rendangnya masih kuat. Sehingga aroma rendang dengan citarasa yang pedas gurih akan terasa pada saat gigitan pertama.
Untuk menambah kelezatan, di bagian atas rotinya terdapat taburan daun oregano kering, daun bawang, dan keju mozarela. Dengan porsi yang tak terlalu besar, sepotong kue randang menjadi pilihan pas untuk menu sarapan yang mengenyangkan. Apa lagi harganya tak terlalu mahal, satu roti berukuran sedang dapat Anda dapatkan dengan harga Rp6.000.
Jika Anda ingin membelinya bisa datang langsung ke outletnya yang ada di Jalan Proklamasi, atau cabang lainnya di Bandara Minangkabau. Tersedia tiga varian yang bisa Anda pilih yaitu rendang ayam, rendang sapi, dan yang paling unik rendang kacang merah. Jika untuk oleh-oleh, kami sarankan membeli yang versi randang gulung karena berukuran lebih besar. Harganya cuma Rp60.000.
Sulaman Koto Gadang
Sulaman Koto Gadang adalah teknik kerajinan tangan menghias kain dengan benang yang dikerjakan secara tradisional oleh masyarakat Koto Gadang, salah satu nagari di Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Sulaman ini dihasilkan dari pengetahuan masyarakat Koto Gadang dalam membentuk jalinan benang di atas kain yang diwariskan secara turun-temurun. Pengerjaannya sama sekali tidak menggunakan teknologi mesin, melainkan menggunakan peralatan sederhana dan bergantung pada keterampilan tangan. [1]
Di antara teknik sulaman Koto Gadang yang masih digunakan saat ini yakni teknik sulaman "suji caia" dan "kapalo samek". Sulam suji caia menampilkan permainan gradasi warna benang yang saling menyatu (bahasa Minang: caia, artinya cair) sehingga menghasilkan bentuk bunga yang tampak hidup. [4] Adapun sulam kapalo samek (dari bahasa Minang, artinya kepala peniti) karena dalam pembuatannya benang dikait dan ditarik sampai ujung peniti sehingga menghasilkan bentuk bulat di atas kain. [5]
Pengetahuan dan keterampilan membuat sulaman Koto Gadang diwariskan secara turun-temurun, umumnya dari ibu ke anak perempuan. Saat ini, masih banyak ditemukan perempuan Koto Gadang yang menekuni sulaman dan bahkan menjadikannya sebagai mata pencaharian tambahan. Kekhasan sulaman Koto Gadang terletak dari proses pembuatan, motif, dan detail pengerjaan. Oleh karena itu, sulaman ini memiliki nilai jual yang relatif tinggi, hingga mencapai jutaan rupiah per helainya. [6] [7] Namun, rumitnya pengerjaan membuat sulaman Koto Gadang bisa membutuhkan waktu penyelesaian hingga dua bulan. [8]
Randang paku Dharmasraya
Randang paku merupakan masakan tradisional khas Kabupaten Dhamasraya. Proses pembuatannya hampir sama dengan rendang daging, tetapi keunikan kuliner ini adalah bahan bakunya yang berupa ikan dan sayur paku (pakis). Paku merupakan tumbuhan semak yang tumbuh di kaki bukit bersuhu lembap.
Kabupaten Dhamasraya yang berada di pinggir Sungai Batanghari membuat masyarakatnya mudah mendapatkan ikan. Untuk membuat randang paku, bumbu yang diperlukan antara lain, santan, cabai merah, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, jahe, kunyit, lengkuas, serai, daun salam, daun kunyit, daun jeruk, daun ruku-ruku.
Semua bahan dimasak sekitar enam jam sampai kering serupa abon. Hingga saat ini, proses memasak randang paku masih tradisional menggunakan tungku dan kayu bakar.
Kue Sapik
Namun pada kenyataannya dua makanan tersebut berbeda. Dari bentuknya kue semprong berbentuk gulungan, sementara kue sapik berbentuk segitiga. Kedua makanan tersebut sering ada dalam momen perayaan Idul Fitri ataupun acara besar lainnya seperti arisan, pengajian, atau nikahan.
Kue Sapik bisa Anda jadikan sebagai buah tangan karena rasanya yang enak dan lezat. Sesampinya di rumah Anda bisa berikan oleh-oleh khas Sumatera Barat ini kepada kerabat ataupun tetangga sekitar. Kue Sapik banyak tersedia di seluruh toko oleh-oleh Sumatera Barat. Silahkan minta driver dari layanan rental bus Padang murah untuk mengantarkan ke pusat oleh-oleh Padang terkenal.
Tags: kerajinan dari