Kerajinan Khas Sumatera Selatan - Keindahan Budaya yang Terjaga
Budidaya Tanaman Purun
Budidaya tanaman purun berguna untuk ekologis karena dapat memelihara kondisi asli rawa sehingga fungsi hidrologisnya terjaga sekaligus melestarikan keseimbangan flora, fauna, dan mikroba yang berhabitat di sana.
Dari segi ekonomi, budidaya purun berguna untuk meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat lokal dengan usaha bahan kerajinan purun melalui anyaman purun.
Mengutip dari Kompas, cara budidaya purun pun sangat mudah dilakukan. Bahkan sangat didukung oleh pemerintah desa yang menyediakan lokasi budidaya purun di banyak tempat di Sumatera Selatan.
Adapun tata cara membudidayakan purun adalah dengan membuat lubang kecil sedalam 20 cm pada tanah gambut, yang kemudian diletakkan bibit tanaman purun ke dalam lubang tersebut dan dilanjutkan dengan menutup lubang tersebut dengan tanah. Diakhiri dengan mengikat batang purun setinggi hampir 1 meter supaya posisinya tetap tegak saat dipanen nantinya.
Total, LindungiHutan Menanam Lebih Dari 800 RIBU Pohon di 50 Lokasi Penanaman yang Tersebar di Indonesia Bersama 500+ Brand/Perusahaan!
7 Kerajinan Khas Banyuasin, Ada Gerabah Hingga Tanah Liat
Panen padi hitam di Desa Air Gading Banyuasin (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
Setiap kabupaten dan kota di Indonesia memiliki ciri khas sebagai ikon daerah masing-masing. Selain memiliki adat dan budaya istimewa, kerajinan tangan juga menjadi bukti nyata eksistensi sebuah wilayah.
Seperti di Banyuasin, Sumatra Selatan (Sumsel), kabupaten dengan pusat daerah di Pangkalan Balai, memiliki kerajinan khas yang dihasilkan dari masyarakat sekitar. Bahkan karya itu ada yang berbahan dasar tanah liat. berikut IDN Times bagikan informasinya, simak yuk!
Tags: kerajinan dari