10 Ide Kerajinan Cantik dari Tali Rami untuk Proyek DIY Anda!
DIY 10 Ragam Kerajinan Tangan dari Kaleng Bekas
Kaleng bekas merupakan salah satu limbah yang banyak ditemui di rumah, baik digunakan sebagai wadah rokok, wadah susu dan lain sebagainya.Sampah tidak selamanya menjadi barang yang tidak berguna. Dengan berbagai ide kreative, banyak beragam kerajinan dari barang bekas yang memiliki nilai jual tinggi.
Baca Lainnya
Kerajinan Tangan Khas Mojokerto Cocok untuk Souvenir dan Oleh-oleh
Membuat Kerajinan Dari Kertas HVS
Dengan mengkreasikan sampah maupun limbah rumah tangga menjadi barang yang berguna, kita sama artinya andil dalam menjaga bumi dari tumpukan limbah plastik yang kian lama kian bertambah dan terurai dalam kurun waktu yang sangat lama.
Salah satunya adalah kaleng bekas. Baik kaleng bekas dari kaleng susu, kaleng snack, kaleng rokok, dan kaleng lebaran yang kadang kala setiap sudah habis dibuang begitu saja. Siapa sangka, kaleng bekas dapat diubah menjadi barang yang berguna dan bermanfaat dalam kehidupan kita sehari-hari. Penasaran ? yuk simak, berikut ulasannya :
Kaca hias (kaca patri, kaca inlay, kaca grafir, dan lain-lain)
Karya seni kaca yang satu ini berbeda dari kerajinan kaca yang ditulis di atas. Kaca hias biasa digunakan sebagai hiasan rumah berupa kaca jendela, kaca pintu atau kaca hias ruang tamu.
Jika kamu pernah datang ke masjid atau gereja yang besar, kamu biasanya bisa melihat contoh kaca patri terpasang di sana. Tempat-tempat ibadah tersebut umumnya memiliki kaca-kaca hias yang indah dan megah.
Berbagai jenis karya bisa diciptakan dengan teknik kaca hias yang satu ini. Misalnya kaca bermotif mozaik, lukisan kaca bercorak Naturalisme dan Realisme, atau karya abstrak seperti Kubisme.
Selain ukuran dan kerumitannya berbeda dengan kerajinan kaca yang dijelaskan sebelumnya, seni kerajinan yang satu ini perlu pendalaman khusus untuk dapat membuatnya.
Saking istimewanya, pembuatan kerajinan kaca yang satu ini bahkan dijadikan mata pencaharian bagi banyak pengrajin.
Tidak hanya proses pembuatan kaca hias yang sulit, tapi teknik yang digunakan pun bermacam-macam.
Ada teknik kaca patri yang menggunakan bingkai logam, teknik kaca grafir yang dibuat dengan menyemprotkan pasir, ataupun kaca bevel yang digerinda berkali-kali.
Tidak heran hal ini membuat harga kaca jendela bergambar pun cukup tinggi. Bisa mencapai jutaan rupiah per meternya lho.
Walaupun begitu, ada juga kaca hias yang relatif mudah dibuat yaitu kaca lukis. Jenis kaca hias yang satu ini bisa dibuat dalam ukuran kecil. Alat dan bahan yang diperlukan pun hanya cat minyak dan kuas saja, seperti saat menggunakan teknik melukis dinding untuk membuat mural.
Contoh Kerajinan dari Tali Rami
| ">No | ">Hasil Kerajinan dari Tali Rami |
| ">1 | ">Kerajinan Alas Gelas atau Cangkir dari Tali Rami |
| ">2 | ">Kerajinan Alas Pot dari Tali Rami |
| ">3 | ">Kerajinan Box Storage dari Tali Rami |
| ">4 | ">Kerajinan Hiasan Dinding dari Tali Rami |
| ">5 | ">Kerajinan Hiasan Meja dari Tali Rami |
| ">6 | ">Kerajinan Rope Basket dari Tali Rami |
| ">7 | ">Kerajinan Tas Bundar dari Tali Rami |
| ">8 | ">Kerajinan Tempat Pensil dari Tali Rami |
| ">9 | ">Kerajinan Toples Unik dari Tali Rami |
Tali rami, atau yang lebih dikenal dengan tali goni merupakan bentuk tali yang mempunyai ukuran cukup tipis dan dibuat dari bahan serat alami.
Lampu Tidur atau Lampu Belajar dari Kaleng Bekas
Peralatan yang dibutuhkan :
- kaleng bekas baik kaleng susu, kaleng snack lebaran dan lain sebagainya
- cat pylox dengan warna bebas,
- bor/paku untuk melubanginya.
- Seperangkat Lampu yang sudah tersambung dengan kabel\
Cara membuatnya :
- Bersihkan kaleng dari labelnya, cuci dan keringkan
- Semprotkan pylox pada bagian luar kaleng secara merata, dan keringkan
- Lubangi bagian tengah kaleng, sebagai media merekatkan lampu
- Kemudian, pasang dop lampu pada lubang tersebut lengkap engan kabelnya
- Lampu Tidur atau Lampu Belajar dari Kaleng Bekas siap difungsikan
Sejarah Tali Natural
Jenis-jenis tali natural umumnya dibuat dengan cara mengelompokkan masing-masing benang, serat atau untaian menjadi satu, kemudian memelintir atau mengepangnya agar kekuatan dari masing-masing serat dapat disatukan.
Catatan penggunaan tali paling awal yaitu sejak zaman prasejarah dan berasal dari sekitar 28.000 tahun lalu. Awalnya tali dibuat dengan cara mengelompokkan serat tumbuhan. Di sepanjang sejarah, tali natural digunakan di berbagai peradaban, termasuk peradaban Mesir kuno, dinati China dan akhirnya menyebar hingga ke seluruh Asia, Eropa, dan India.
Selama abad pertengahan, teknologi pembuatan tali mengalami kemajuan yang signifikan sehingga mampu menghasilkan tali yang lebih kuat dan panjang, bahkan ada yang sampai 300 yard atau lebih.
Selama bertahun-tahun, ada banyak kemajuan dalam konstruksi jenis-jenis tali, namun pada akhirnya tali masih seputar menggabungkan kekuatan tiap-tiap individu serat ke dalam konstruksi.
Beberapa jenis tali masih dibuat menggunakan serat alami, tapi sebagiannya lagi pembuatan tali semakin diperluas dengan menggabungkan serat sintetis yang menghasilkan tali lebih kokoh,kuat dan tahan lama. Jenis-jenis tali sintetis pada saat itu seperti polyester dan nilon.
Untuk membuat jenis-jenis tali itu sendiri, bahan seratnya harus diproses terlebih dahulu. Pada jenis-jenis tali natural, serat harus dilapisi minyak alami, dibersihkan, dioleskan, kemudian disisir untuk membuat pita serat yang saling berkesinambungan, dan dikenal dengan istilah sliver . Kemudian potongan tersebut dipelintir membentuk benang, yang dibungkus ke dalam gulungan atau kumparan.
Pada jenis jenis tali serat sintetis, resin diekstrusi menggunakan mesin ke dalam berbagai macam ukuran serat. Pada kasus tali sintetis berwarna, biasanya warna sering ditambahkan ke dalam resin sebelum diekstrusi, memberikan warna menjadi lebih tahan lama.
Tags: kerajinan dari