Kerajinan DIY Jakarta - Menemukan Keindahan dalam Seni Jahit dan Kreativitas Sendiri
Pengelolaan Sampah dari Hulu ke Hilir
Sejumlah petugas membersihkan sampah di kolam penampungan air kawasan Muara Angke, Jakarta. Foto: Pemprov DKI Jakarta
Kepala Dinas LH DKI Jakarta Asep Kuswanto menyadari bahwa lingkungan kawasan perusahaan tentu sangat banyak. Jika seluruh sampah di DKI Jakarta tidak lebih dulu dipilah dan dikelola dengan benar, kawasan Bantar Gebang akan segera penuh.tinggal menghitung hari
“Kewajiban pengelolaan sampah di kawasan dan perusahaan,termasuk sampah plastik, pelaku usaha wajib mengelolanya,” kata Asep kepada Kumparan.
Konsep tersebut adalah penanganan dan pengelolaan sampah di hulu. Lalu bagaimana dengan di hilir yang melibatkan masyarakat langsung?
Sejak 2020, Pemprov DKI menerapkan kebijakan zero waste, dengan tidak menggunakan kantong plastik kresek lagi. Pemprov DKI mengarahkan masyarakat untuk menggunakan wadah daur ulang yang tidak membuat sampah semakin menumpuk.
15 Rekomendasi Souvenir Khas di Daerah Jakarta Yang Antimainstream, Wajib Untuk Oleh-oleh Liburanmu!
Jakarta adalah Ibukota Negara Indonesia sekaligus Kota Metropolitan terbesar di Nusantara. Transmigran dari berbagai daerah berkumpul menjadi satu di Jakarta untuk mengadu nasib.
Tak hanya dijadikan sebagai tempat mencari nafkah, Jakarta pun sering didatangi untuk berlibur bersama orang-orang terkasih.
Serangkaian aktivitas liburan pasti tak jauh-jauh dari mengunjungi tempat-tempat wisata baik bersejarah maupun modern dan mencicipi kuliner khas hits nan kekinian.
Bingung pengen cari oleh-oleh tahan lama?Coba aja beli souvenir khas Jakarta yang akan kami bahas ini. Penasaran? Simak rangkumannya berikut ini.
Pengrajin Kulit Murah Dengan Proses Penyamakan Berkualitas
Pengrajin Kulit Billion Tawarkan Desain Terbaik Pengrajin Jaket, Dompet, Tas, Berbagai Aksesoris, Ikat Pinggang, strap Jam Tangan, dan berbagai kerajinan berbahan Kulit.
Pengrajin kulit murah pasti menjadi incaran setiap orang yang menggemari produk-produk dari kulit. Misalnya, tas, dompet, sepatu, dan lainnya. Apalagi manakala pihak pengrajin tersebut memberikan kualitas terbaik. Tentunya Anda menjadi sangat puas terhadap produk yang dihasilkan oleh pengrajin yang tersebut.
Kampung Pengrajin Batik Betawi di Jakarta
Motif batik yang diciptakan masyarakat Terogong ada sekitar 40 corak. Semuanya terbagi atas tiga kelompok, yaitu ikon Kota Jakarta, flora, dan fauna.
Hingga kini produksi kain Batik Betawi Terogong masih dilakukan secara konvensional dan jumlah produksinya setiap bulan bisa mencapai 100-200 potong. Coba saja berkunjung ke sini untuk melihat secara langsung proses pembuatannya.
Ciri Khas dan Makna yang Terkandung pada Kerajinan Batik
Awalnya, motif yang digunakan pada batik khas Betawi persis seperti batik dari pesisir utara Pulau Jawa, yaitu pesisiran. Tapi kemudian, mulai berkembang dengan dipengaruhi kebudayaan Tionghoa dan Timur Tengah.
Batik khas Betawi banyak menggunakan warna dasar cerah. Corak pada motifnya juga banyak menggambarkan budaya Betawi, seperti misalnya Ondel-ondel, tarian Jail-jali, Sungai Ciliwung, Tanjidor hingga Peta Ceila.
Setiap warna, corak dan motif batik tersebut memiliki makna yang berbeda dan dalam yang menggambarkan nilai-nilai kehidupan masyarakat Betawi, serta harapan mereka akan keseimbangan alam semesta dan kehidupan yang sejahtera di dunia.
Secara umum, batik banyak digunakan sebagai busana resmi. Misalnya, seragam atau acara formal di kantor atau sekolah, pernikahan, khitanan, acara kebudayaan, dan sebagainya.
Artikel Terkait: Fakta Menarik Kain Sasirangan Khas Banjar, Asal Usul hingga Arti Warnanya
Asal-usul Terciptanya Batik Betawi
Tiap kain tradisional memiliki makna filosofisnya sendiri yang tertuang dalam warna dan coraknya, begitu juga dengan kain batik asal Betawi.
Motif Batik Betawi Ondel-ondel (Image: Lifestyle Okezone)
Batik Betawi mulai dikerjakan di abad ke-19 di Batavia. Entah siapa yang pertama kali menciptakannya, tapi rumah mode Met Zellar dan Van Zuylen yang waktu itu menjadi satu penghasil batik paling popular di kalangan masyarakat kelas atas Batavia, keturunan Belanda, China dan pribumi elit.
Melansir Museum Nusantara, pusat produksi batik di masa itu ada di wilayah Tanah Abang, mulai dari Karet Tengsin, Kebayoran hingga Tebet.
Waktu itu pengusahanya didominasi oleh orang-orang keturunan Tionghoa. Seiring berjalannya waktu, pengrajin batik di Jakarta semakin banyak, hingga masuk ke perkampungan-perkampungan Betawi. Salah satu wilayah yang masih eksis memproduksi Batik khas Betawi adalah Kampung Batik Betawi Terogong, Jakarta.
Artikel Terkait: Kain Ulos, Si Penghangat Tubuh yang Menjadi Benda Sakral dalam Adat
Tags: kerajinan jakarta