... 5 Ide Kerajinan Clay Gantungan Kunci DIY: Cara Mudah Membuat Kerajinan Clay yang Unik!

Seni Kreatif dan Panduan Membuat Gantungan Kunci dari Tanah Liat Berbasis Tepung

15 Ancaman (Threats)

1. Persaingan yang Ketat: Industri gantungan kunci memiliki persaingan yang ketat, dengan banyak pesaing yang menawarkan produk serupa dengan harga yang lebih murah.

2. Perubahan Perilaku Konsumen: Konsumen mungkin beralih ke produk promosi yang lebih modern atau relevan, meninggalkan gantungan kunci tradisional.

3. Perubahan Tren Desain: Tren desain dapat berubah dengan cepat, membuat beberapa desain gantungan kunci menjadi ketinggalan zaman dan kurang diminati.

4. Masalah Lingkungan: Peraturan lingkungan yang ketat dapat mempengaruhi biaya produksi atau membatasi penggunaan bahan tertentu dalam pembuatan gantungan kunci.

5. Pencurian Desain: Ada risiko pencurian desain atau pelanggaran hak cipta yang dapat merugikan keunggulan kompetitif perusahaan.

6. Ketergantungan pada Pemasok Bahan Baku: Jika satu atau beberapa pemasok utama mengalami masalah, dapat mempengaruhi produksi dan kualitas gantungan kunci.

7. Perang Harga: Persaingan untuk menawarkan harga yang lebih murah dapat merusak margin keuntungan perusahaan.

8. Krisis Ekonomi: Dalam masa resesi atau krisis ekonomi, konsumen cenderung mengurangi pengeluaran pada produk promosi seperti gantungan kunci.

9. Perbandingan Produk yang Mudah: Konsumen dapat dengan mudah membandingkan gantungan kunci dari berbagai produsen dan memilih yang terbaik.

10. Ketidakstabilan Pasar: Gejolak politik atau perubahan kebijakan pemerintah dapat mempengaruhi stabilitas pasar dan permintaan gantungan kunci.

11. Peraturan Perdagangan Internasional: Peraturan perdagangan internasional yang kompleks dapat membatasi akses ke pasar global atau meningkatkan biaya ekspor.

12. Pelanggaran Privasi Pelanggan: Jika ada pelanggaran privasi pelanggan yang terkait dengan gantungan kunci, reputasi perusahaan dapat terpengaruh secara negatif.

13. Kultur dan Adat yang Berbeda: Dalam pasar global, perusahaan harus mempertimbangkan perbedaan budaya dan adat istiadat yang mungkin mempengaruhi preferensi pelanggan.

15 Kelemahan (Weaknesses)

1. Kurangnya Pemasaran Digital: Perusahaan belum sepenuhnya memanfaatkan kekuatan pemasaran digital untuk mempromosikan gantungan kunci mereka.

2. Keterbatasan Kapasitas Produksi: Perusahaan memiliki kapasitas produksi terbatas, yang membatasi kemampuan mereka untuk memenuhi pesanan dalam jumlah besar.

3. Ketergantungan pada Pemasok Utama: Perusahaan tergantung pada pemasok utama untuk memasok bahan baku, yang bisa menjadi masalah jika ada gangguan pasokan.

4. Ketidakhadiran di Pasar Global: Meskipun memiliki jaringan distribusi luas, perusahaan belum secara aktif memasuki pasar global untuk mempromosikan gantungan kunci mereka.

5. Kurangnya Inovasi Produk: Beberapa desain gantungan kunci perusahaan terbilang kuno dan kurang menarik bagi pelanggan yang lebih memilih inovasi dan kebaruan.

6. Rendahnya Kesadaran Merek: Perusahaan belum mencapai tingkat kesadaran merek yang diharapkan di pasar, yang bisa mempengaruhi penjualan mereka.

7. Keterbatasan Modal: Perusahaan terbatas dalam hal modal untuk mengembangkan operasi mereka, seperti meningkatkan fasilitas produksi atau inovasi desain baru.

8. Kurangnya Keahlian Pemasaran: Tim pemasaran perusahaan belum memiliki keahlian yang cukup dalam memasarkan gantungan kunci secara efektif.

9. Tergantung pada Pasar Lokal: Meskipun memiliki potensi pasar global, perusahaan masih sangat tergantung pada pasar lokal untuk penjualan gantungan kunci.

10. Kurangnya Adaptasi Terhadap Perubahan Pasar: Perusahaan kadang-kadang lambat mengadaptasi diri terhadap perubahan tren dan preferensi pasar.

11. Keterbatasan Penetrasi Pasar: Perusahaan belum sepenuhnya merasuki semua segmen pasar yang potensial, seperti perusahaan kecil atau organisasi nirlaba.

12. Kurangnya Kualitas Layanan Purna Jual: Beberapa pelanggan mengeluh tentang layanan purna jual yang kurang responsif dan kurang memuaskan.

13. Kurangnya Pelatihan Karyawan: Beberapa karyawan perusahaan belum menerima pelatihan yang memadai dalam hal pemasaran, penjualan, atau keterampilan layanan pelanggan.

Kerajinan dari getah nyatu

ilustrasi kerajinan dari getah nyatu (belanjakalteng.com/Karya Warnarupa)

Pernah dengar getah nyatu? Jadi, getah tersebut berasal dari pohon kayu nyatu. Uniknya, pohon tersebut hanya ada di dua daerah saja, yakni Kabupaten Pangkalan Bun dan Kecamatan Bukit Tengkiling, Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Material yang satu ini sering dijadikan sebagai kerajinan, mulai dari patung hingga dekorasi. Namun, kerajinan paling terkenal dari getah nyatu adalah replika perahunya.

Hasil akhir yang tercipta memang cantik, tapi proses pengerjaan di baliknya tidaklah mudah. Terlebih dahulu, batang pohon nyatu dipisahkan dari kulit, lalu direbus sebanyak tiga kali. Cara tersebut dilakukan supaya mendapatkan getah yang berkualitas.


Ciri-ciri Bahan Lunak Buatan

Bahan lunak buatan adalah sesuatu yang diolah manusia dari bahan kimia dan paduannya. Bukan asli dari alam dengan maksud mendapatkan efek duplikasi bahan alam dan bersifat lunak.

a. Polymer Clay dan Plastisin

- Polymer clay dan plastisin memiliki ciri-ciri yang serupa, memiliki aneka warna yang cerah, dan bertekstur padat lunak.
- Yang membedakan hanya pada polymer clay tidak mengandung minyak, sedangkan plastisin mengandung minyak.
- Pada saat pengeringan, polymer clay dapat mengeras, sedangkan plastisin tetap seperti semula.

b. Fiberglass

- Fiberglass memiliki struktur cair, dan jika mengering akan mengeras.
- Fiberglass juga dapat dibentuk ketika setengah mengeras.
- Kerajinan fiberglass dibuat dengan cara dicetak/dicor.
- Campuran fiberglass adalah katalis. Katalis inilah yang membuat fiberglass dapat cepat mengeras.
- Pewarnaan fiberglass dilakukan saat masih keadaan cair maupun saat bahan mengering.
- Fiberglass tahan lama dan kuat. Wujudnya bening sebening kaca atau air, sehingga dapat dibentuk kerajinan yang menyerupai air.

c. Lilin dan Parafin

- Lilin dan parafin berwujud padat, namun jika dipanaskan akan mencair.
- Pengolahan kerajinan dengan bahan lilin dan parafin dilakukan dengan cara cetak/cor.
- Pewarnaan dilakukan saat lilin mencair.
- Lilin atau parafin dapat dicampur dengan aroma pewangi tertentu untuk menambah sensasi saat digunakan.
- Lelehan lilin atau parafin yang terbuang dapat dipanaskan dan dicetak kembali.

d. Gips

- Wujud bahan gips adalah bubuk, dicampur dengan air menjadi adonan yang kental. Adonan inilah yang akan mengeras jika didiamkan.

- Oleh karena itu, mengolah gips harus dengan cara dicor atau dicetak.

- Gips mudah pecah sehingga harus berhati-hati saat berkarya dengan bahan ini.

e. Sabun

-Kerajinan bahan lunak buatan berikutnya yakni sabun. Sabun berwujud padat sehingga dapat langsung diukir saat padat.

Kerajinan gedebok pisang

ilustrasi pohon pisang (pexels.com/NastyaSensei)

Gedebok pisang adalah sebuah bahan lunak alami yang diperoleh dari daun pisang yang dipanen sebelum masak. Daun pisang yang dipanen dicuci bersih, kemudian dibersihkan dari serat-seratnya dan diolah dengan cara di keringkan.

Gedebok pisang pun dapat digunakan untuk berbagai keperluan seperti kerajinan tangan. Contoh kerajinan dari gedebok pisang yang populer di antaranya:

  • Kotak/wadah serbaguna
  • Tas, tas ransel, tas kerja
  • Keranjang
  • Tempat pensil
  • Tempat kacamata
  • Lampu hias

Tags: kerajinan clay kunci flour

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia