... Panduan Mudah: Cara Membuat Kerajinan Makanan dari Flour Clay untuk Hobi Sulam dan DIY

Kreasi Seni Clay Makanan - Ide Kreatif untuk Kerajinan Jarum dan DIY

Kerajinan dari flour clay

ilustrasi flour clay (Pexels.com/Jennifer Murray)

Last but not least, ada flour clay. Seperti namanya, clay yang satu ini terbuat dari tepung. Jenis tepung yang menjadi bahan bakunya bisa berupa tepung terigu, tepung tapioka, ataupun tepung beras. Tepung tersebut lantas dicampur dengan lem putih dan pewarna makanan sehingga terciptalah flour clay yang warna-warni.

Sama seperti clay pada umumnya, bahan lunak buatan ini juga mudah dibentuk. Contoh kerajinan flour clay antara lain miniatur hewan, miniatur buah-buahan, hingga gantungan kunci. Namun, perlu diperhatikan bahwa flour clay tidak tahan air sehingga mudah rusak.

Kelebihan dan Kelemahan Flour Clay

Kelebihan Flour Clay

1. Kemudahan penggunaan dan pemodelan yang memungkinkan seniman dan pengrajin untuk menciptakan karya seni dengan detail yang halus dan presisi.

2. Tidak memerlukan proses pemanggangan, sehingga menghemat waktu dan energi dalam proses pembuatan karya seni.

3. Dapat diwarnai dengan mudah menggunakan cat air, cat akrilik, atau pewarna makanan, memberikan fleksibilitas dalam mengekspresikan kreativitas.

4. Bahan alami dan ramah lingkungan, tidak mengandung bahan kimia berbahaya yang dapat merusak lingkungan.

5. Dapat dicampur dengan bahan lain, seperti serat atau bubuk logam, untuk menciptakan efek tekstur yang unik.

6. Mudah didapatkan dan terjangkau, sehingga cocok untuk semua kalangan seniman dan pengrajin.

7. Dapat digunakan untuk membuat berbagai jenis karya seni, seperti patung, perhiasan, lukisan, dan lain-lain.

Kelemahan Flour Clay

1. Kekuatan yang relatif rendah membuat karya seni dari flour clay lebih rentan terhadap kerusakan fisik.

2. Tidak tahan terhadap air, sehingga harus dijaga agar tidak terkena air agar tidak rusak.

3. Waktu pengeringan yang cukup lama dibandingkan dengan jenis tanah liat lainnya.


Tags: kerajinan clay flour

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia