Kreativitas dan Keahlian Tangan - Ide Kerajinan Gantungan Kunci DIY yang Memukau
Mengenal Akrilik dan Cara Membuat Gantungan Kunci Akrilik
Akrilik ternyata ada cukup banyak di sekitar, misalnya saja frame akrilik, jendela akrilik, gantungan kunci akrilik, hingga cat kuku akrilik. Namun, sebenarnya apa itu akrilik? Akrilik merupakan sebuah istilah yang dipakai untuk produk yang terdapat kandungan zat yang asalnya dari asam akrilik ataupun senyawa yang terkait. Bahan sintetis yang transparan ini pun dikenal dengan nama polyacrylate. Akrilik kelas tinggi pun terkadang disebut dengan Lucite (Perspex) ataupun Plexiglass (Acrylite).
Akrilik mempunyai banyak macam penggunaan akhir serta bisa untuk dicat memakai cat acrylic sehingga bisa untuk dibuat untuk pantulkan ataupun dibuat buram. Akrilik dapat dibuat jadi berbagai macam produk seperti jendela yang bahkan termasuk jendela pesawat, benang, kain, tangki akuarium publik, pintu kamar mandi hingga skylight.
Akrilik sendiri sebenarnya sudah menggabungkan antara estetika dan kekuatan. Tampaknya seperti kaca, namun hanya setengah berat kaca dan pastinya berkali lipat lebih kuat, tahan terhadap benturan, serta lebih aman dibandingkan kaca. Akan tetapi, akrilik juga lebih mahal dibandingkan dengan kaca.
Akrilik umumnya dibuat dalam bentuk lembaran. Akrilik tahan lama dan awet jika dibandingkan dengan plastik yang lainnya. Akrilik bisa untuk dibentuk dengan mudah pada finishing. Lalu goresan pada akrilik bisa dengan mudah digosok supaya menjadi jernih kembali. Akrilik bisa untuk dipotong, dibor, bahkan digergaji. Tentunya ini membuat akrilik ideal untuk diaplikasikan pada desain eksterior maupun interior rumah.
Akrilik adalah termoplastik, di mana ini artinya akrilik akan dapat melunak di suhu yang tinggi, namun tak akan meleleh hingga sampai suhu 160 derajat Celcius. Tak perlu khawatir apabila akrilik terkena atau terpapar oleh sinar matahari, karena akrilik memang benar-benar inert di bentuk padat serta tidak akan menguning di bawah sinar matahari. Akan tetapi, menempatkan akrilik dekat dengan api ataupun permukaan panas juga tak dianjurkan. Pembakaran akrilik bisa untuk lepaskan asap yang beracun serta berbahaya.
Berbagai Jenis Akrilik
1. Cast Acrylic atau Akrilik Cetak
Akrilik jenis yang satu ini dibuat dengan mencampur berbagai bahan yang diperlukan ke dalam bentuk cairan panas. Proses kimia terjadi ketika pelelehan berbagai bahan yang diperlukan, lalu dituangkan pada cetakan yang berbentuk lembaran. Saat suhu menjadi dingin, cairan itu akan mengeras. Akrilik ini memerlukan peran dari manusia di dalam pembuatannya.
2. Extruded Acrylic atau Akrilik Ekstrusi
Akrilik ini sedikit berbeda dengan akrilik yang sebelumnya. Akrilik Ekstrusi ini dibuat dengan memakai mesin, di mana mesin akan tekan akriliki hingga menjadi suatu bentuk, sedang proses kimia terjadi ketika terjadinya proses mekanik. Harga dari akrilik ini lebih murah jika dibandingkan akrilik cetak dikarenakan lebih sedikitnya membutuhkan peran manusia dalam pembuatannya.
3. Clear Acrylic Sheeting atau Akrilik Lembaran Transparan
Jenis akrilik yang lainnya adalah akrilik lembaran transparan. Akrilik jenis yang satu ini adalah jenis yang paling mudah dan paling umum untuk ditemui. Lembaran akrilik transparan ini dapat untuk Anda manfaat untuk berbagai macam kebutuhan, salah satunya adalah untuk dijadikan sebagai pengganti kaca meja makan.
4. Colored Acrylic Sheeting atau Akrilik Lembaran Berwarna
Apabila Anda ingin untuk membuat suasana rumah menjadi lebih berwarna, Anda bisa untuk memanfaatkan lembaran akrilik yang punya warna. Ada cukup banyak ragam lembaran akrilik berwarna serta Anda dapat untuk sesuaikan dengan keinginan serta kebutuhan.
Tips Memilih Resin yang Bagus untuk Kerajinan Tangan
Sebelum kita lanjut workshop, Molzania akan menjelaskan terlebih dahulu apa itu resin. Jadi resin adalah senyawa kimia alami yang berasal dari getah pohon dan campuran bahan kimia lain seperti alkohol, asam resnat dan resnotannol ester. Sifat bahan resin yaitu berwarna bening, mengkilat, mudah panas dan terbakar. Anak-anak yang mau melakukan percobaan ini mesti didampingi oleh orang tua.
Melalui penjelasan mbak Miuw, Molzania jadi paham. Mbak Miuw ini mentor workshop kali ini. Ternyata ada banyak jenis-jenis resin yang ada di pasaran. Ada harga, tentu ada kualitas. Semua memiliki kelebihan dan kekurangan. Mbak Miuw mengatakan bahwa ada empat jenis resin yang biasa dibuat kerajinan tangan, yaitu:
Resin Epoxy
Resin Epoxy biasa digunakan untuk kerajinan tangan yang lebih besar. Semisal untuk pembuatan meja, furniture, lantai, dan sebagainya. Resin jenis ini berwarna bening dan relatif lebih keras. Hati-hati menggunakan resin Epoxy. Jika terkena tangan, rasanya panas dan lengket. Relatif tidak aman dibandingkan jenis lain. Harga resin ini berkisar antara Rp. 200.000 per kilogram.
Resin Polyester
Bisa dibilang resin jenis polyester ini termasuk resin yang berkualitas rendah. Harga resin ini murah yaitu kisaran Rp. 35.000 per 500 gram. Relatif aman bila terkena tangan. Biasa digunakan untuk membuat gantungan kunci dan kerajinan kecil lainnya. Kelebihannya lebih mudah mencampur warna, Kekurangan resin Polyester ini warna beningnya tidak tahan lama. Harus hati-hati saat mengerjakannya. BIla terkena matahari, warnanya akan menjadi butek atau keruh.
Resin UV
Resin ini termasuk yang berkualitas tinggi. Warna beningnya paling jernih dan tahan sinar matahari. Resin UV saat ini masih termasuk barang impor dari negara Jepang. Kekurangannya harganya mahal. Mencapai Rp. 180.000 per 100 gram.
Tags: kerajinan kunci