"Jejak Sejarah Kerajinan Gerabah - Asal Usulnya!"
Asal Usul Kerajinan Gerabah Keramik Bandulu
Salah satu ciri khas keramik Bandulu adalah pengaruh budaya Tiongkok yang kuat dalam desain dan teknik pembuatannya. Ini dapat dilihat dalam motif-motif dan corak-corak yang sering kali menampilkan gambar-gambar flora, fauna, dan makhluk-makhluk mitologis yang mirip dengan keramik Tiongkok. Namun, meskipun terdapat pengaruh Tiongkok, kerajinan gerabah keramik Bandulu tetap memiliki identitas budaya yang unik dan khas.
Proses pembuatan keramik Bandulu adalah campuran antara tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi dan teknologi modern. Berikut adalah langkah-langkah umum dalam pembuatan keramik Bandulu:
Penggalian Tanah Liat
Proses dimulai dengan penggalian tanah liat berkualitas tinggi yang akan digunakan sebagai bahan dasar keramik. Tanah liat ini harus diolah dan disaring agar menjadi lempung yang halus dan bebas dari kotoran atau batu.
Pencetakan
Pengeringan
Keramik yang baru dicetak kemudian dijemur di bawah sinar matahari atau dalam ruang khusus untuk mengeringkannya. Proses pengeringan ini penting untuk menghilangkan kelembaban dari keramik sebelum proses pembakaran.
Pembakaran
Pewarnaan
Pemasaran dan Penjualan
Fungsi Dan Kegunaannya
Fungsi kerajinan gerabah bukan hanya sebagai hiasan atau proses kerajinan yang tekniknya diwariskan secara turun temurun. Selain sekedar sebagai sebuah wadah makanan atau tempat untuk menyimpan bunga, gerabah memiliki fungsi diantaranya:
- Dapat digunakan sebagai alat untuk ritual keagamaan. Terutama bagi yang berbentuk cawan atau kendi, biasanya digunakan sebagai sarana untuk upacara keagamaan.
- Berfungsi sebagai alat rumah tangga. Untuk menyimpan makanan, untuk memasak, dan untuk digunakan sebagai kebutuhan rumah tangga lainnya.
- Fungsi terakhir ini berlaku di masa lampau, tepatnya pada masa Jawa Kuno. Gerabah merupakan alat yang berfungsi sebagai penanda status. Terutama gerabah yang terbuat dari keramik. Keramik merupakan barang asing yang sangat mewah, hanya kaum bangsawan yang bisa memilikinya, contohnya raja dan keluarga-keluarganya. Pada bukti peninggalan sejarah, fungsi ini dapat dilihat dari masa Kerajaan Singasari dan Majapahit.
Pengertian dan Selayang Pandang Sejarah
Merupakan perkakas yang terbuat dari tanah liat yang dilakukan dengan diawali proses pembentukan dan dibakar agar bentuk bisa bertahan lama dan digunakan untuk berbagai kebutuhan. Secara harfiah, berdasarkan penjelasan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertianya adalah alat dapur yang digunakan untuk memasak dan lain sebagainya, yang dibuat dari tanah liat dengan cara dibakar.
Oleh karena itu biasanya alat ini sangat mengandung nilai seni, budaya dan sejarah yang tinggi. Bisa digunakan juga sebagai alat yang antik. Bagi Sedulur yang ingin berbeda dan eksentrik, Sedulur bisa menggunakan alat-alat ini untuk penggunaan kebutuhan dapur dan kebutuhan sehari-hari.
Teknik pembuatan tembikar dari masa tersebut masih sangat sederhana, yaitu dengan teknik tangan dan pembakaran tradisional. Pembakaran tradisional adalah pembakaran secara terbuka, dalam lubang dangkal beralas tanah liat dengan api rerumputan menyala. Teknik pembuatan tembikar seperti itu masih digunakan sampai sekarang oleh sebagian perajin keramik di Indonesia.
Untuk mendapatkan tembikar yang menarik, maka salah satu yang dilakukan oleh pembuat tembikar adalah dengan memberikan motif hias pada tembikar. Pada tembikar yang digunakan untuk rumah tangga biasanya bermotif sederhana atau polos, sedangkan untuk kepentingan lain tentunya memerlukan motif yang lebih menarik.
Hal yang membedakan penggunaan wadah untuk berbagai kebutuhan dibedakan dengan motif dan hiasan luarnya. Karena kerajinan gerabah berasal dari tanah liat, ketahanannya sangat lama. Semakin lama dibakar semakin tahan, semakin lama digunakan akan semakin kuat. Oleh karena itu, dalam setiap pertemuan arkeologis, gerabah salah satu peninggalan yang banyak ditemukan.
Tags: kerajinan dari