Kreativitas Mengagumkan - Kerajinan Hewan Cantik dari Kerang untuk Proyek DIY Rajutan
Kerajinan Bingkai Cermin Kerang
Inilah kerajinan kerang bingkai cermin yang terlapisi dengan berbagai macam cangkang kerang dengan penataan yang sangat rapi.
Penataan cangkang yang rapi membuat cermin itu semakin menarik dan ngak bikin bosan ketika sedang bersolek di depannya.
Pembuatannya cukup mudah, siapapun bisa melakukanya tinggal menyusun saja sesuai selera, bisa dibuat campur antara jenis kerang atau bisa dikelompokkan sesuai jenis cangkang yang sama.
Buat Anda yang pengen menghias sisi kosong cermin, supaya tidak bosen ngaca, bisa dengan menempelkan kulit kerang hias ini mengikuti bentuk frame kaca sesuai yang kamu inginkan.
Kamu bisa membeli kulit kerang hias di toko souvenir atau langsung ke pantai tempat banyak pengepul kerang.
Dijamin tampilan cerminmu makin kece dan cantik menawan enak dipandang.

Kerajinan dari Kulit Kerang Sampai Pasar Eropa
Info ini berasal dari hasil wawancara kepada Yitno Pribadi, terdapat seorang pengrajin kulit atau cangkang kerang asal dari Desa Sumber Beras, Banyuwangi, Jawa Timur, yang saat itu memutuskan balik ke kampung karena misi untuk memperluas workshop Husna Art sekaligus membantu ekonomi masyarakat desanya.
Penggemar kerajinan yang dibuat oleh Yitno ini tidak cuma dari pribumi saja, tetapi juga banyak yang berasal dari luar negeri.
Dan di luar negeri juga ternyata kerajinan yang dibuat dari cangkang kerang itu banyak yang suka, terutama di negara Australia, Jepang serta Jerman.
Tidak hanya itu saja, ada yang lebih mengejutkan dan membuat bangga lagi dari salah satu karya anak bangsa ini yaitu Lampu hias bermerk Paul Neuhaus berasal dari Jerman yang merupakan besutan dari Yitno yang dibikin di Banyuwangi.
Penghasilan dari Pengrajin Kulit Kerang
Setiap harinya Yitno ini bisa membuat 150 produk kerajinan lampu hias dari cangkang atau kulit kerang ini, dan omset yang dihasilkan dalam sebulan itu bisa mencapai sekitar RP.100 juta-an.
Dan rata-rata pada tiap bulan itu terdapat satu kontainer khusus mengekspor keluar negeri.
Dia juga sempat menceritakan kesuksesan dari bisnisnya itu tidak luput dari peran sebuah PT Permodalan Nasional Madani (PNM). PT PNM ini yang memberikan sebuah pinjaman modal melalui suatu program pembiayaan dalam Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (Ulamm).
Dia sendiri menerima pinjaman modal sebanyak Rp. 200 juta-an dengan lama kredit itu sekitar tiga tahun lamanya dan bunga sebanyak 1,2%.
Yitno ini juga mengaku bahwa selain dari bantuan modal yang diberikan PT PNM tadi, dia juga mendapat pelayanan customer care dari PNM.
Berbeda dengan bank, sesudah dananya itu cari ditinggal. Nah, kalau di PNM ini dia mendapatkan pendamping, kata dia.
Bahkan di setiap minggunya dia selalu didatangi oleh Account Officer Micro (AOM) Ulamm yang bertanya seputar perkembangan pada bisnis dia. Sehingga pada saat kunjungan itu hadir, dia suka berdialog, konsultasi atau bahkan juga bisa sekedar silaturahmi.

Tags: kerajinan dari hewan