... Panduan Lengkap Kerajinan Tangan dari Kalimantan Utara: Inspirasi Unik untuk Pecinta DIY dan Sulam

Kerajinan Tangan Memukau dari Kalimantan Utara - Seni Sulam dan DIY

Sekilas tentang Kalimantan Utara

Sebelum membahas lebih jauh tentang kesenian tradisional Kalimantan Utara, ada baiknya kamu mengetahui terlebih dahulu sekilas tentang Kalimantan Utara.

Sejatinya, provinsi yang menjadi daerah bekas jajahan Kesultanan Bulungan ini, resmi terbentuk pada 16 November 2012.

Yang mana, Kalimantan Utara tersebut dinyatakan resmi terbentuk sejak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, menandatangani Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2012 tentang Pembentukan Provinsi Kalimantan Utara.

Provinsi yang kerap kali disebut dengan Kaltara ini, memiliki wilayah yang berbatasan langsung dengan negara Malaysia, tepatnya di bagian Sabah dan Serawak.

Tidak hanya itu, pusat pemerintahan provinsi termuda di Indonesia ini terletak di kecamatan Tanjung Selor, bersama dengan pusat pemerintahan Kabupaten Bulungan.

(Baca Juga: Kesenian Tradisional Kalimantan Tengah)

Pakaian Adat Kebudayaan Kalimantan Utara

Suku Dayak yang tersebar di wilayah Kalimantan terdiri atas banyak sekali suku bagian. Adapun yang menjadi suku Dayak mayoritas di Kalimantan Utara yaitu suku Dayak Kenyah. Bagian suku yang orangnya dicirikan mirip keturunan Tionghoa ini mempunyai pakaian adat bernama Ta’ a dan Sapei Sapaq.

Ta’a dan Sapei Sapaq memang dikenal sebagai pakaian adat Kalimantan Timur. Namun, provinsi Kalimantan Utara juga mengakui bahwa kedua pakaian ini sebagai pakaian adat mereka. Adapun meski memiliki nama yang sama, Ta’a dan Sapei Sapaq khas Kalimantan Timur dan yang khas Kalimantan Utara memiliki beberapa perbedaan.

Sebelum membahas tentang perbedaan-perbedaan tersebut, terlebih dahulu mari kita mengenali apa itu pakaian Ta’a dan Sapei Sapaq.

Pakaian Adat Kalimantan Utara untuk Perempuan : Baju Ta’a

Pakaian Ta’a merupakan pakaian adat yang khusus dikenakan oleh kaum wanita Dayak di Kalimantan. Pakaian ini terbuat dari kain beludru berwarna hitam dengan pernik atau hiasan berupa manik-manik yang dijahit. baju Ta’a terdiri dari:

  • Atasan dengan model menyerupai rompi (tanpa lengan),
  • Bagian bawah berupa rok dengan warna dan motif yang sama,
  • Serta penutup kepala berhias bulu burung enggang, dan aksesoris lainnya seperti gelang, kalung, dan manik-manik.

Motif hiasan rompi dan rok Ta’a kental dengan campuran warna-warna mencolok seperti putih, hijau, biru, merah, dan warna kontras lainnya. Di bagian dada dan lengannya dilengkapi rumbai-rumbai dengan warna motif yang sama dengan rompi.

Perbedaan antara pakaian Sapei Sapaq dan Ta’a terletak pada motifnya. Untuk motif pakaian adat Kalimantan Utara, baik pada baju Ta’a maupun Sapei Sapaq sebenarnya terbagi menjadi 3, yaitu:


Tags: kerajinan kalimantan

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia