Kerajinan Kayu Mahoni - Seni Rajut dan DIY yang Memukau
Habitat Pohon Mahoni
Cakupan pertumbuhan mahoni sungguh luas, pohon ini mampu hidup di tanah yang memiliki kadar air rendah hingga tanah yang gersang.
Bahkan, pohon mahoni dapat bertahan di lingkungan dengan tanah yang kadang-kadang tergenang air.
Tanaman mahoni juga tumbuh subur di daerah payau yang berada di dekat pantai yang selalu diberi berlimpah sinar matahari.
Pohon mahoni mampu tumbuh di daerah dengan ketinggian berkisar antara 0 hingga 1500 meter di atas permukaan laut, di mana curah hujan berkisar antara 1600 hingga 4000 milimeter setiap tahunnya, dan suhu yang cocok berkisar antara 11 hingga 36 derajat Celsius. Iklim yang paling sesuai bagi pertumbuhan mahoni adalah tipe iklim A hingga D.
Berkat sifat adaptasinya yang luar biasa, mahoni seringkali ditanam sebagai pohon peneduh di pinggir jalan.
Sebagai contoh sejarah, pada masa pemerintahan Hindia Belanda, mahoni dan pohon asam banyak ditanam di sepanjang jalan Dendels yang membentang dari Anyer hingga Panarukan.
Kekurangan Kayu Mahoni
Di samping berbagai kelebihannya, kayu mahoni juga memiliki beberapa kekurangan. Mendapatkan kayu mahoni yang benar-benar matang dan berkualitas tidaklah mudah. Dalam masa pertumbuhannya, pohon mahoni sangat rentan terhadap hama sehingga sulit untuk mendapatkan mahoni yang tua atau matang dan berkualitas. Proses pengeringan dan pengolahannya dalam oven untuk menjadi kayu mahoni yang berkualitas tinggi pun lama.
Selain itu, spektrum warna mahoni begitu beragam, tergantung usia dari kayu mahoni. Meskipun hal ini dapat dianggap sebagai kelebihan, warna yang beragam akan memberikan kesulitan saat menginginkan satu tipe warna tertentu dalam jumlah besar.
Jenis-Jenis Kayu untuk Kerajinan Kayu
Tahukah kamu bahwa tidak semua jenis kayu dapat digunakan sebagai bahan utama kerajinan kayu? Kayu yang digunakan sebagai bahan kerajinan haruslah dari jenis kayu yang tahan lama, kuat serta tidak mudah lapuk jika terkena kelembaban yang tinggi.
Apalagi ada banyak pengrajin yang masih memilih kayu sebagai bahan pembuatan berbagai jenis kerajinan, karena lebih kuat jika dibanding dengan produk lainnya. Tergantung pada tingkat kesulitan serta jenis kayu yang digunakan untuk menentukan harga, mulai dari kayu dengan harga yang terjangkau hingga kayu dengan harga ratusan juta rupiah.
Jenis kayu yang digunakan untuk kerajinan kayu juga memiliki jenis yang beragam. Masing-masing kayu memiliki keunikan tersendiri, mulai dari serat, tekstur, berat, serta daya tahan. Berikut ini beberapa jenis kayu yang kerap digunakan untuk kerajinan kayu.
1. Kerajinan Kayu Snorkeling
Rosewood atau Kayu Sonokeling memiliki serat-serat yang sangat unik dan khas. Warnanya juga tampak lebih hitam yang kemudian menjadikan kayu ini mampu diolah menjadi karya tangan yang menarik untuk dilihat sebab serat yang indah dan tampak mewah.
Dengan warna gelap dan kualitasnya yang tinggi, jenis kayu ini kerap dipilih sebagai bahan furniture. Untuk Pengolahannya sendiri akan lebih baik jika menggunakan mesin, sebab akan cukup sulit dikerjakan jika dipahat dengan menggunakan tangan.
2. Kerajinan Kayu Akasia
Kayu Akasia jika diamati sekilas sesungguhnya memiliki serat dan warna menyerupai kayu jati. Perbedaan utamanya adalah pada tekstur dari kayu yang jauh lebih lembut serta mudah dibentuk menjadi berbagai kerajinan kayu.
Di Balik Pena: dr. Andreas Kurniawan Berbagi Tutorial Melalui Duka dan Mencuci Piring
Morfologi Pohon Mahoni
Pohon mahoni, tumbuhan berbatang keras dengan ukuran yang begitu besar, mampu mencapai ketinggian luar biasa, hingga 40 meter dengan diameter batang mencapai 120 cm.
Mahoni menampilkan batang yang tak lain adalah keanggunan silindrisnya, penuh dengan cabang-cabang yang melingkar, dan tanpa cela.
Kulit batang pohon mahoni muda memancarkan keabu-abuan yang halus, namun seiring waktu, berubah menjadi cokelat kehitaman dengan alur-alur dangkal yang menyerupai sisik yang dengan mudah mengelupas.
Mahoni memamerkan sistem perakaran yang unik, akarnya berwujud tunggang yang tenggelam dalam tanah yang kekurangan air, namun berani menyentuh permukaan tanah yang lebih lembap.
Mereka berkilau dalam hijau muda ketika masih muda, dan seiring waktu, berubah menjadi hijau kecokelatan yang menggoda saat tua.
Di musim kemarau, pohon mahoni mengikuti kebijaksanaan pohon jati dengan menggugurkan daun-daunnya, upaya bijaksana untuk mengurangi penguapan.
Segepok daun dari pohon mahoni ini dapat dijadikan bahan berharga untuk menciptakan pupuk kompos secara alami.
Ketika pohon mahoni beranjak menuju usia 7 atau 8 tahun, ia memutuskan saat yang tepat untuk membunga dan berbuah.
Cangkang mahoni begitu keras, dan ketika dibuka, biji-biji mahoni pun terungkap, menyuguhkan rasa yang amat pahit, dipercaya memiliki manfaat untuk pengobatan berbagai penyakit.
Biji-biji itu tersebar dengan begitu banyaknya, berbentuk pipih, dan memperlihatkan warna cokelat kehitaman yang mendalam.
Penyebaran alami biji-biji ini terjadi ketika buah mahoni tua meledak dengan kemegahan dan menyebarkan biji-bijinya yang terbawa angin, menghampiri tempat-tempat baru untuk berakar dan tumbuh.
Tags: kerajinan kayu