Kreativitas Jarum dan DIY - Ide Kerajinan Kelas 4 yang Memukau
Contoh Modul Projek P5 SD Kelas 4 Fase B LENGKAP
Modul Projek P5 SD Kelas 4 Fase B - Modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dalam kurikulum merdeka adalah pelajar yang memahami nilai-nilai Pancasila dan mempraktikannya, serta memahami pentingnya Pancasila dalam masyarakat. Pelajar harus dapat memahami dan menerapkan prinsip-prinsip pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Tujuan dari modul P5 proyek adalah untuk meningkatkan profil siswa Pancasila dalam kurikulum merdeka dengan mempromosikan budaya dan nilai-nilai Pancasila, membantu mereka memahami pentingnya Pancasila, dan memberi mereka kesempatan untuk menyelesaikan masalah dengan cara yang berdasarkan Pancasila.
Modul P5 biasanya dikerjakan minimal dua kali dalam satu tahun, dan dapat dilakukan setiap semester atau sekali setahun.
Pemerintah Indonesia membuat program pendidikan yang disebut Kurikulum Merdeka untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Kurikulum Merdeka, yang menggunakan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada pengalaman, memberikan kesempatan kepada siswa untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan mereka. Kurikulum ini dapat membuat siswa lebih siap untuk menghadapi tantangan di masa depan.
Kurikulum Merdeka juga menekankan pentingnya penerapan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini akan membantu pelajar untuk memahami dan mengaplikasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan Pembelajaran di Kelas
Idealnya, saya seharusnya memang memulai pembelajaran dengan menjelaskan masalah plastik dan lingkungan, dengan pertanyaan-pertanyaan pemantik, misalnya:
"Menurutmu, bagaimana dampak limbah atau sampah plastik terhadap lingkungan?"
Namun, hari ini saya tidak melakukannya. hehehe. Maaf ya. Karena waktu yang tersedia tidak cukup banyak dan ditambah lagi dengan anak-anak rupanya sudah tidak cukup sabar untuk segera memulai praktek.
Maka saya memutuskan, anak-anak boleh segera memulai pekerjaan mereka. Untuk penjelasan dan pemahaman tentang limbah plastik, saya akan menyelipkannya di sela-sela obrolan saat membimbing dan memeriksa hasil karya anak-anak.
Hasil kerajinan seni kriya yang dibuat oleh anak-anak pada hari ini mayoritas adalah wadah tisu. Karya-karya lainnya adalah bunga plastik, figura foto, tempat pensil/alat tulis, miniatur kursi, dan ternyata ada juga yang membuat mobil dari sedotan.
Waktu yang dibutuhkan oleh anak-anak untuk menyelesaikan pekerjaan mereka hari ini adalah selama 3 jam pelajaran.
Saya senang dengan aktivitas hari ini. Semoga anak-anak pun juga senang, dan tampaknya mereka memanglah senang dengan aktivitas hari ini.
Alhamdulillah, terima kasih untuk hari ini. Terima kasih juga untuk orang tua siswa yang pastinya ikutan repot mempersiapkan alat, bahan, dan melatih anak-anak demi tugas ini. Matur nuuwuun.
Berikut ini adalah beberapa foto dokumentasi kegiatan anak-anak hari ini.
Materi Seni Rupa Kelas 4 Unit 3 Bereksperimen dengan Tekstur
Materi Seni Rupa Kelas 4 Kurikulum Merdeka Unit 3 Bereksperimen dengan Tekstur yang akan kita pelajari terdiri dari 3 sub unit :
Ketika memegang permukaan benda, ada yang rasanya kasar, halus, licin, bergelombang, dan sebagainya. Sifat dari suatu benda itulah yang dinamakan tekstur. Jadi, tekstur adalah sifat permukaan bidang atau benda yang bisa dilihat dan diraba.
Tekstur dapat terbentuk melalui proses alam dan buatan. Tekstur proses alam seperti tekstur pasir, kulit kayu. Sementara itu, tekstur buatan bisa dibuat dengan bermacam cara dan bahan.
Jenis tekstur dalam seni rupa ada 2 yaitu nyata dan semu. Tekstur raba/nyata, yaitu keadaan permukaan yang dapat dirasakan lewat indra peraba (ujung jari) yang bersifat nyata, misalnya kasar-halus, licin-kasar, keras-lunak, rata bergelombang, dan lainnya. Tekstur visual/semu, yaitu tekstur yang dirasakan lewat indra penglihatan yang bersifat semu, seperti bertekstur jika dilihat namun aslinya tidak.
Tekstur nyata dapat dibuat dengan bahan dengan semen, kayu, pasir, bubuk bata merah, pasir, serbuk gergaji, tanah, dan masih banyak lagi yang lainnya. Agar bisa melekat, biasanya unsur-unsur alam yang bertekstur tersebut dicampur dengan lem kayu, kemudian diletakkan pada kanvas, kertas atau bidang tertentu sesuai keinginan dan kebutuhan.
B. Teknik dan Bahan Pembuatan Tekstur
Menguaskan cat minyak warna gelap pada papan hingga kering lalu ditimpa warna terang selanjutnya digores-gores menggunakan benda runcing, seperti paku, sendok garpu, sisir.
Membuat tekstur nyata dari lempengan tanah liat dengan cara dipukul-pukul/ditekan menggunakan batu bertekstur, atau dengan menempelkan daun, digores dengan sisir, parut, dan lain sebagainya.
Tags: kerajinan