... 5 Kerajinan Kreatif Kepulauan Riau: Panduan DIY Menenun dengan Sentuhan Lokal

Kerajinan Khas Kepulauan Riau - Seni Sulam dan DIY yang Memikat

Mengandung Nilai-Nilai Luhur

Masyarakat Riau percaya terdapat nilai-nilai luhur yang terkandung di dalam motif tenun Siak ini. Nilai tersebut mengacu pada sifat-sifat dari setiap benda atau mahluk yang dijadikan corak di kain tenun Siak tersebut.

Dari nilai-nilai setiap sifat tadi, dipadukan dengan nilai-nilai kepercayaan dan budaya tempatan, kemudian dikaitkan dengan nilai luhur agama Islam.

Contoh dari nilai-nilai luhur di kain tenun Siak ini yaitu nilai-nilai ketakwaan yang tertuang pada motif bintang-bintang. Lalu nilai kerukunan tertuang pada motif Balam Dua Setengget, Akar berpilin dan Kembang Setaman.

Kemudian, nilai kasih sayang tertuju pada motif seluruh corak bunga-bungaan atau flora seperti Bunga Kundur, Bunga Melati, Kembang Setaman, dan lain sebagainya.

Terakhir, nilai kesuburan yang menggambarkan corak Kaluk Paku dan juga Awan Larat.

KepulauAn RiaU

Kuil Budha Kstigarbha (foto: travelingyuk)

Ibukota Kepulauan Riau adalah Tanjungpinang yang dapat dicapai dari Singapura dalam waktu sekitar 1-2 jam dengan perahu. Sejarah Kepulauan Riau berevolusi dari masa Hindu-Budha ke zaman Islam. Prasasti Pasir Panjang di pulau Karimun menunjukkan keberadaan kuil Budha pada abad ke 9-10 Masehi. Setiap tahun wilayah ini merayakan Festival Maritim dan Kontes Perahu Naga yang menarik peserta internasional.

Fakta Tentang Kepulauan Riau

Provinsi Kepulauan Riau adalah salah satu provinsi kepulauan Indonesia, yang terletak dekat dengan Pulau Sumatra. Provinsi Kepulauan Riau terdiri dari sekitar 2.408 pulau besar dan kecil, dengan pulau-pulau utama seperti Pulau Bintan, Pulau Batam, Pulau Kundur, Pulau Karimun, dan Pulau Bunguran.
Posisi geografis Provinsi Kepulauan Riau membentang dari Selat Malaka ke Laut Cina Selatan (Natuna) dan berbatasan langsung dengan Vietnam, Malaysia, Kamboja, dan Singapura. Provinsi Kepulauan Riau membentang di wilayah seluas 251.810 km2, di mana 96% di antaranya adalah lautan dan 4% adalah daratan (foto: Bintan Trikora beach Indonesia).

Sorotan Budaya

Sejarah Kepulauan Riau berkembang dari masa Hindu-Budha ke zaman Islam. Prasasti bersejarah Pasir Panjang di pulau Karimun menunjukkan keberadaan kuil Budha pada abad ke 9-10 Masehi. Pada abad ke-19, wilayah itu berada di bawah kekuasaan Kerajaan Melayu Islam, yang disebut Kesultanan Riau-Lingga.
Setiap tahun wilayah ini merayakan Festival Bahari Kepulauan Riau, yang menampilkan berbagai budaya Kepulauan Riau yang unik, mulai dari Dangkong Dance, Kontes Perahu Naga, hingga Festival Sungai Carang (f oto: Tari Salam )

Kerajinan Anyaman dari Riau

Salah satu kerajinan tangan dari Riau yang terkenal hingga ke seluruh dunia adalah anyamannya. Kerajinan anyam dari Riau ini sejatinya sudah dikenal sejak lama. Bahkan sejak masa kerajaa Riau yang pertama, kerajinan anyaman ini sudah dikenal. Dalam perkembangannya, kerajinan ini diturunkan secara turun temurun dari tiap generasi hingga sekarang. Di Riau, untuk masalah anyaman, terdapat beberapa jenis anyaman. Jenis-jenis anyaman itu antara lain,

  • Anyaman Pandan. Anyaman pandan adalah anyaman yang dibuat dari daun pandan yang dikeringkan kemudian di anyam sesuai dengan bentuk yang diinginkan.
  • Anyaman Bambu. Berikutnya adalah anyaman bambu. Anyaman bambu adalah anyaman yang dibuat dari bambu yang dipilah tipis-tipis sehingga lentur dan bisa dianyam.
  • Anyaman Rotan. Rotan adalah salah satu bagian tumbuhan yang bisa ditemukan dengan mudah di Riau. Rotan juga merupakan bagian tumbuhan yang kuat sehingga ketika dijadikan sebagai salah satu karya kerajinan tangan, rotan bisa tahan lama.

Kerajinan anyaman ini awalnya digunakan sebagai peralatan untuk upacara-upacara adat untuk acara tertentu. Akan tetapi, seiring berkembangnya zaman, kerajinan tangan itu kini menjadi sebuah komoditi yang membantu ekonomi beberapa kelompok masyarakat di Riau. Kerajinan tangan ini utamanya terdapat di daerah Pelalawan, Rakan, Rokan Hulu, dan Kuanta Senggigi.

Daftar Oleh-Oleh Souvenir dari Riau

Batik Gonggong

Batik Gonggong memperoleh namanya dari makanan khas Kepulauan Riau, yaitu “gonggong,” sejenis kerang laut. Corak dan motif batik ini diilhami oleh kekayaan laut yang melimpah di sekitar kepulauan ini. Sejak pengakuan hak cipta, batik Gonggong tak hanya dikenal secara lokal, tetapi juga merambah hingga mancanegara. Sebuah sampel dari batik Gonggong bahkan diabadikan di Museum Tekstil di Jakarta.

Untuk memperoleh batik ini, Anda bisa mengunjungi butik Selaras di Tanjung Pinang. Di sana, Anda akan diberi kesempatan untuk memilih dari beragam motif yang memukau.

Batik Motif Tikar Serasan

Selain Batik Gonggong, ada satu lagi Batik yang tak kalah menarik di Kepulauan Riau, yaitu Batik Motif Tikar Serasan. Batik ini memiliki motif unik yang terinspirasi oleh tikar anyaman dari pandan, yang hanya dapat Anda temukan di Kepulauan Riau. Namanya pun diambil dari Serasan, salah satu kecamatan di Kabupaten Natuna.

Saat berkunjung ke Kepulauan Riau, jangan lupa untuk membawa pulang Batik Tikar Serasan ini sebagai kenang-kenangan.

Kain Cual

Jika Anda tertarik untuk memiliki Kain Cual sebagai oleh-oleh atau sebagai bagian dari koleksi pribadi Anda, Anda bisa mengunjungi kantor Dekranasda Kabupaten Anambas, yang terletak di depan gedung DPRD Kabupaten Anambas di Kota Tarempa. Di sana, Anda dapat menemukan berbagai jenis Kain Cual dengan berbagai motif yang tersedia.

Harga dari Kain Cual bervariasi tergantung pada jenis kain dan motif yang Anda pilih. Kualitas dan keindahan Kain Cual membuatnya menjadi salah satu pilihan yang sangat baik sebagai oleh-oleh dari Kepulauan Anambas.

Tudung Manto

Harga Tudung Manto bervariasi, tergantung pada berbagai faktor, termasuk jenis kain, motif, dan ukuran. Harganya juga dapat dipengaruhi oleh faktor ekonomi, seperti nilai tukar mata uang. Sebagian bahan dasar untuk membuat Tudung Manto diimpor dari Singapura, sehingga fluktuasi harga mungkin terjadi.

Ragam dan Makna Motif Batik Riau

Motif batik Riau sendiri terdiri dari flora dan florist. Hal itu sebagai wujud bahwa keberagaman hayati atau kekayaan alam di Riau masih terjaga.

Tidak hanya itu, ada banyak motif batik lainnya yang terkenal. Seperti batik motif tabur dengan pucuk rebung.

Selain pucuk rebung, nama motif lainnya pun terbilang cukup unik. Ada motif itik pulang petang, bunga kiambang, kuntum bujang, kuntum bersusun hingga tampuk manggis. Berikut ini adalah beberapa motif batik riau yang terkenal. Berikut ulasannya.

1. Motif Awan Larat

Motif ini biasanya dikaitkan dengan kelembutan, kebijaksanaan, dan pengetahuan diri. Karakteristik ini adalah pendidikan moral dasar yang diperkenalkan oleh orang tua Riau kepada anak-anak mereka.

Bunga dan kuncup adalah simbol cinta, kemurnian, ketulusan, kerendahan hati, persahabatan, dan persaudaraan. Orang tua berharap saran yang terkandung dalam motif ini dapat selalu diingat dan dipraktikkan oleh anak-anak mereka.

2. Motif Tabir Tanjung

Bunga Tanjung adalah jenis bunga pohon ceri, yang banyak ditemukan di Indonesia. Diadopsi dari tekstil tenun Riau (Songket), motif ini berarti ketulusan, keramahan, dan sikap ramah terhadap tamu.

3. Motif Pucuk Rebung Riau

Pucuk Rebung melambangkan tekad hati dalam mencapai tujuan, keberuntungan, dan harapan. Ini juga mewakili hati dan semangat persatuan yang terbuka di masyarakat Riau.

Motif ini diklasifikasikan sebagai motif Melayu, yang mewakili pohon bambu yang tidak mudah roboh, bahkan ketika terkena angin kencang.

4. Motif Kasih Tak Sampai

‘Kasih Tak Sampai’ adalah ungkapan dalam bahasa Indonesia yang merujuk pada dua arti berbeda, yakni “cinta dalam kesabaran” dan “cinta tak berbalas”.

Dalam konteks Batik Riau, motif ini berarti kasih sayang orang tua terhadap anak. Orang tua Riau diharapkan tidak merusak dan menunjukkan cinta yang berlebihan kepada anak-anak mereka untuk membangun mental dan ketahanan yang kuat.


Tags: kerajinan

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia