Kerajinan Khas Kepulauan Riau - Seni Sulam dan DIY yang Memikat
Macam-Macam Kerajinan Tangan dari Riau dan Gambarnya
Setiap daerah di dunia memiliki kerajinan tangan mereka masing-masing. Kerajinan tangan yang mereka miliki bermacam-macam dan memiliki identitas yang otentik dan tidak bisa ditemukan di tempat lain. Salah satu kerajinan tangan yang memukau adalah kerajinan tangan dari daerah Riau.
Riau
Riau adalah salah satu provinsi di Indonesia yang terletak di pulau Sumatera tepatnya di bagia tengah dari pulau Sumatera tersebut. Provinsi ini terletak di sepanjang pesisir selat Malaka. Secara garis besar, pulau ini terbagi menjadi dua pulau besar yakni pulau Batam dan Bintan. Ibu kota Riau adalah Pekanbaru, yang merupakan kota terbesar di provinsi tersebut. Riau memiliki kebudayaan dan kesenian yang sangat menarik. Selain itu, Riau juga memiliki kerajinan tangan yang sangat indah.
Kerajinan Tangan Riau
Riau memiliki banyak sekali hasil kerajinan tangan. Berikut adalah beberapa kerajinan tangan yang khas dari Riau dan menjadi salah satu komoditi bagi sebagian rakyat Riau.
Mengandung Nilai-Nilai Luhur
Masyarakat Riau percaya terdapat nilai-nilai luhur yang terkandung di dalam motif tenun Siak ini. Nilai tersebut mengacu pada sifat-sifat dari setiap benda atau mahluk yang dijadikan corak di kain tenun Siak tersebut.
Dari nilai-nilai setiap sifat tadi, dipadukan dengan nilai-nilai kepercayaan dan budaya tempatan, kemudian dikaitkan dengan nilai luhur agama Islam.
Contoh dari nilai-nilai luhur di kain tenun Siak ini yaitu nilai-nilai ketakwaan yang tertuang pada motif bintang-bintang. Lalu nilai kerukunan tertuang pada motif Balam Dua Setengget, Akar berpilin dan Kembang Setaman.
Kemudian, nilai kasih sayang tertuju pada motif seluruh corak bunga-bungaan atau flora seperti Bunga Kundur, Bunga Melati, Kembang Setaman, dan lain sebagainya.
Terakhir, nilai kesuburan yang menggambarkan corak Kaluk Paku dan juga Awan Larat.
Corak dari Alam
Tenun Siak diadaptasi atau bersumber dari alam, seperti flora, fauna, dan juga benda-benda angkasa. Corak itulah yang menjadi pola utama, lalu dibuat dalam bentuk-bentuk tertentu.
Misalnya, Bunga Kundur, Bunga Hutan, maupun dalam bentuk yang sudah diabstrakkan atau diubah sehingga tak lagi berbentuk wujud aslinya.
Bentuk-bentuk yang sudah diabstrakkan tersebut, contohnya seperti Itik Pulang Petang, Semut Beriring, dan Lebah Bergantung.
Dari keseluruhan corak yang ada, lazimnya masyarakat Riau cenderung menggunakan corak flora atau tumbuhan. Hal ini dikarenakan corak tersebut biasa digunakan oleh orang Melayu yang mayoritas beragama Islam.
Selain itu, penggunaan corak flora ini menghindari dari maksud yang terkait dengan hal-hal yang berbau "berhala".
- Mengenal Dongkrek, Kesenian Tradisional dari Madiun yang Hampir Punah
- Mengenal Tari Tanduak, Tarian Tradisional Warisan Kerajaan Jambu Lipo di Sumatra Barat
- Tradisi Nirok Nanggok, Cara Masyarakat Belitung Mencari Ikan di Sungai Ketika Musim Kemarau Tiba
- Tinggal Dekat dengan Perbatasan Malaysia, Begini Kehidupan Masyarakat Suku Dayak Iban
- Kejagung Buka Suara soal Peluang Panggil Sandra Dewi di Kasus Korupsi Harvey Moeis
- VIDEO: Timnas U 23 Kalahkan Korsel, STY Ternyata Jadi Ancaman Besar & Dianggap Punya Mata-Mata?
Tags: kerajinan