Kerajinan Sulam Khas Aceh - Eksplorasi Kecantikan dan Keterampilan
Songket Aceh
Sebagai kain tradisional, songket Aceh tidak hanya diburu untuk keperluan koleksi saja, melainkan kebanyakan dibeli untuk dimanfaatkan. Misalnya adalah kain songket berupa pakaian, tak terkecuali pakaian adat, hiasan meja atau taplak, hiasan dinding, dan bentuk lainnya. Kain dengan arti mengait dari bahasa Melayu ini tercatat memiliki motif beraneka ragam, namun didominasi oleh motif bewarna emas dan perak, sesuai warna benang yang paling sering digunakan.
Kupiah Meukeutop adalah salah satu jenis peci yang sekarang ini kerap dikenakan oleh para mempelai pria kota serami mekah dalam pernikahan yang mereka laksanakan. Lebih jauh lagi, dulunya kupiah ini hanya boleh dipakai oleh para pembesar istana alias raja atau para bangsawan.
Pahlawan Indonesia asal Aceh, yaitu Teuku Umar menjadikan kupiah Meukeutop sebagai aksesoris favoritnya. Selain dinamakan Meukeutop, banyak orang menyebut oleh-oleh khas Aceh ini dengan nama yang berbeda seperti kupiah Tungkop karena terdapat tugu kupiah tungkop yang juga berada di daerah bernama Tungkop, Pidie.
Kupiah ini sering dipakai oleh para raja kala itu karena memiliki maksud di dalamnya. Secera keseluruhan, kupiah ini memiliki 4 bagian dengan makna yang berbeda-beda antara satu bagian dengan lainnya. Empat bagian tadi melambangkan hukum, adat, qanun, dan reusam sehingga harus dipakai di kepala agar diharapkan pemakainya menjunjung tinggi hal tersebut.
Begitu pula dengan sekarang, para penganting yang mengenakannya juga harus bisa bisa melaksanakan aturan di atas saat nanti berumah tangga. Ada juga aksesoris penunjang yang bisa didapatkan, misalnya kalung dan bros serta senjata tradisional aceh, Rencong.
Serune Kalee
Aceh memiliki banyak koleksi alat musik tradisional salah satunya Serune Kalee. Alat musik ini seringkali dijadikan sebagai oleh-oleh khas Aceh karena bisa kita temukan dengan mudah diberbagai gerai pusat oleh-oleh yang ada di Aceh.
Serune sendiri memiliki arti alat musik tradisional Aceh dan Kalee merujuk pada salah satu daerah yang ada di Aceh bernama Kalee. Serune Kalee ini terbuat dari kayu, kuningan serta tembaga yang mana memiliki bentuk ramping dibagian peniupnya dan lebar di bagian ujungnya. Terdapat 7 lubang yang mirip seperti alat musik seruling.
Biasanya Serune Kalee ini digunakan untuk acara-acara seperti hiburan, pementasan tari hingga penyambutan tamu kehormatan. Di gerai pusat oleh-oleh yang ada di Aceh, kita bisa menemukan Serune Kalee yang dijual mulai dari harga Rp 35.000 hingga Rp 100.000.
Tags: kerajinan aceh