Seni Sulam Bali - Keindahan Kerajinan Tangan Tradisional untuk DIY yang Memukau
Pasar Seni Ubud, Pusat Belanja Kerajinan Khas dan Unik di Bali
Pasar Seni Ubud adalah salah satu pasar terkenal di Bali yang menyediakan beragam kerajinan tradisional yang dibuat oleh seniman lokal. Pasar ini terletak di Jalan Sukawati, Ubud dan merupakan tempat yang tepat untuk menikmati pengalaman belanja kerajinan khas Bali serta menikmati suasana pasar seni yang autentik.
Dalam artikel ini, kami akan memberikan informasi tentang Pasar Seni Ubud, termasuk apa yang dapat Anda harapkan saat mengunjungi pasar ini, tips bernegosiasi, rekomendasi item yang dibeli, dan panduan untuk berkunjung ke pasar ini.
Kami juga akan memberikan tips untuk membuat pengalaman belanja Anda di Pasar Seni Ubud menjadi lebih menyenangkan. Jadi, jika Anda ingin menikmati pengalaman belanja kerajinan tradisional Bali yang autentik, jangan lupa untuk mengunjungi Pasar Seni Ubud saat Anda berada di Bali.
Topeng
bp-guide.id
Salah satu oleh-oleh yang paling diminati para wisatawan di Bali adalah topeng. Topen Bali ini dapat dibuat dari beberapa bahan seperti kayu atau tanah liat. Para wisatawan dapat memilih bentuk topek sesuai yang diinginkan seperti binatang, manusia, makhluk halus, pewayangan, dan lainnya.
Topeng-topeng yang dibuat juga sering digunakan untuk upacara adat atau pertunjukan seni oleh masyarakat setempat. Beberapa topeng Bali yang populer ialah Pajegan, Prembon, dan Panca.
Nah, itu dia lima kerajinan tangan khas Bali yang wajib kamu ketahui. Ternyata banyak sekali kerajinan tangan dari Pulau Dewata ini yang sangat unik ya. Jadi, apakah kamu tertarik untuk memiliki salah satu dari kerajinan tangan tersebut?
Salak Bali
Tak hanya Jogja yang terkenal dengan salak pondohnya, Bali juga terkenal akan salak Balinya yang sering diburu para wisatawan untuk oleh-oleh. Ada 2 jenis salak Bali yang dapat Anda bawa pulang yaitu salak biasa (rasanya asem kecut dengan tektur isi daging buah yang tebal) dan salak gula pasir (rasanya manis, tektur isi daging buah lebih tipis dari salak bali biasa).
Salak gula pasir adalah kultivar salak Bali. Seperti namanya, salak ini paling manis dibanding dua jenis salak lainnya meski ukurannya paling mungil. Bentuknya agak bulat dan terdapat semacam duri-duri kecil pada kulitnya. Biasanya salak Bali diijual dalam kemasan berupa besek yang isinya 5 kg.
Musim salak gula pasir sekitar bulan Februari. Jika sedang musim, harga per kilogram dengan isi sekitar 18 buah salak Rp 13.000-25.000. Namun kalau sedang tak musim, harganya bisa mencapai Rp 60.000-90.000/kg.
Di pasar Sindhu, Sanur, Denpasar, jika sedang tak musim salak gula pasir bisa dipesan dua hari sebelumnya. Namun, Anda juga bisa langsung membelinya di toko-toko oleh-oleh di Bandara Internasional Ngurah Rai dengan harga Rp 80.000 per bungkus ukuran 900 gram.
8. Kerajinan Keramik
Kerajinan khas Bali terakhir yang dapat kamu jadikan oleh-oleh adalah keramik Bali. Meskipun tergolong kerajinan modern, keramik Bali memiliki corak yang khas yang membuatnya diminati hingga pasar mancanegara.
Untuk mendapatkan kerajinan khas Bali ini, kamu dapat mengunjungi wilayah Gianyar dan Tabanan, di mana kamu bisa membeli langsung dari pengrajin sekaligus membantu UMKM wilayah setempat.
Tidak hanya itu, di beberapa bengkel kerajinan keramik, kamu juga bisa ikut workshop belajar membuat keramik dari ahlinya langsung, loh. Sangat menarik, bukan?
Nah, itu dia delapan rekomendasi kerajinan khas Bali yang unik dan cocok untuk dijadikan oleh-oleh. Setiap kerajinan tangan memiliki keunikan dan nilai seninya masing-masing, kira-kira mana saja yang akan kamu beli saat liburan ke Bali nanti?
Apabila kamu masih merencanakan liburan ke Bali, kini kamu tidak perlu khawatir lagi masalah penginapan. Sebab, Cove menyediakan berbagai rekomendasi penginapan di Bali yang nyaman, memiliki fasilitas lengkap, dan tentunya memiliki harga terjangkau. Untuk informasi lebih lanjut, klik tautan di bawah ini!
Baca Juga:
7. Lukisan Khas Bali
Jika kamu penikmat seni lukis, maka jangan sampai terlewat untuk membeli lukisan khas Bali sebagai oleh-oleh. Salah satu desa yang terkenal akan kepiawaian masyarakatnya dalam melukis adalah Desa Kamasan, Kabupaten Klungkung.
Menengok ke belakang, sejarah lukisan di Bali berawal dari kebutuhan religius dari suatu lingkungan sosial. Lukisan kala itu digunakan sebagai sebuah persembahan dalam ruang lingkup keagamaan dan persembahan kepada raja. Namun kini, siapa saja dapat membeli lukisan khas Bali ini.
Biasanya, seniman tradisional Bali akan menggunakan pigmen alami, pena, dan kuas buatan agar menghasilkan gambar yang bernilai seni tinggi. Sementara cerita yang dilukis terinspirasi dari cerita Arjuna Wiwaha, Ramayana, dan Mahabhrata.
Tags: kerajinan