Seni Sulam Bali - Keindahan Kerajinan Tangan Tradisional untuk DIY yang Memukau
Daya Tarik Pasar Seni Ubud
Beragam kerajinan tradisional
Pasar Seni Ubud menawarkan beragam kerajinan tradisional Bali yang dibuat oleh para seniman lokal. Anda dapat menemukan patung, lukisan, kerajinan tangan, dan banyak lagi. Selain itu, pasar ini juga menawarkan suasana pasar tradisional yang autentik, dengan pedagang yang ramah dan suasana yang menyenangkan.
- Patung
Di Ubud Art Market, Anda dapat menemukan patung-patung khas Bali yang dibuat dari berbagai jenis bahan seperti kayu, batu, dan tanah liat. Patung-patung ini dapat digunakan sebagai hiasan rumah atau sebagai kenang-kenangan dari Bali. - Lukisan
Pasar Seni Ubud juga menawarkan beragam lukisan yang dibuat oleh seniman lokal. Anda dapat menemukan lukisan tradisional Bali yang menggambarkan kebudayaan dan kekayaan alam Bali. - Kerajinan tangan
Pasar ini juga memiliki beragam kerajinan tangan yang dibuat oleh seniman lokal seperti kerajinan kulit, kerajinan batik, kerajinan perak, kerajinan tembikar, kerajinan tenun dan masih banyak lagi.
Pedagang yang ramah
Pedagang di Pasar Seni Ubud umumnya ramah dan selalu siap untuk menjawab pertanyaan Anda. Mereka juga akan senang untuk bernegosiasi dengan Anda dan membantu Anda menemukan barang yang Anda cari.
Suasana Pasar yang khas
Ubud Art Market juga menawarkan suasana pasar tradisional yang autentik. Anda dapat merasakan suasana pasar yang hidup dan sibuk, dengan pedagang yang ramah dan siap membantu Anda dalam mencari barang yang Anda inginkan. Pasar ini juga menawarkan pemandangan yang indah dari sekitar pasar. Anda dapat merasakan hawa pasar seni yang khas Bali dan menikmati suasana yang menyenangkan.
Harga yang bervariasi
Harga barang di Pasar Seni Ubud bervariasi tergantung pada kualitas dan jenis barang yang Anda cari. Anda dapat menemukan barang yang murah atau mahal, tergantung pada keinginan dan budget Anda.
2. Patung Kayu
Kerajinan khas Bali selanjutnya adalah patung kayu. Sama halnya dengan topeng, patung kayu dari Bali juga terinspirasi dari budaya Hindu kuno, sehingga memiliki nilai seni, historis, dan kesakralan yang tinggi.
Kerajinan patung kayu ini menjadi oleh-oleh yang sangat populer, meskipun harganya terbilang cukup mahal jika dibandingkan dengan kerajinan lainnya. Sebab, patung khas Bali dibuat menggunakan kayu berkualitas tinggi seperti kayu suar atau mahoni. Tak hanya itu, kerajinan ini juga menggambarkan betapa terampilnya para pengukir di Bali.
Patung kayu khas Bali tersedia dalam berbagai ukuran yang dapat kamu pilih dan tentunya cocok untuk menjadi hiasan rumah atau dekorasi taman. Selain itu, dengan membeli patung kayu ini, kamu juga turut memberikan dukungan kepada pengrajin lokal, loh.
Tips Berbelanja di Pasar Seni Ubud
Untuk membuat pengalaman belanja Anda di Pasar Seni Ubud menjadi lebih menyenangkan, berikut adalah beberapa tips yang dapat Anda ikuti:
Tips bernegosiasi
Bernegosiasi adalah hal yang umum dilakukan di pasar-pasar di Bali, termasuk di Ubud Art Market. Namun, untuk mendapatkan harga yang wajar, Anda perlu tahu cara bernegosiasi yang tepat. Berikut adalah beberapa tips bernegosiasi di Pasar Seni Ubud:
- Bersikaplah ramah dan sopan
Pedagang di Ubud Art Market umumnya ramah dan sopan. Dengan bersikap yang sama, Anda dapat menciptakan suasana yang nyaman dan membuat pedagang lebih siap untuk bernegosiasi. - Jangan tergesa-gesa
Bernegosiasi memerlukan waktu dan kesabaran. Jangan terlalu tergesa-gesa untuk membeli barang dan jangan ragu untuk melihat barang di tempat lain sebelum membuat keputusan akhir. - Bernegosiasi dengan baik
Selalu bernegosiasi dengan baik dan sopan. Jangan terlalu keras atau terlalu lembut dalam bernegosiasi. Ingatlah bahwa pedagang juga ingin mendapatkan keuntungan. - Gunakan bahasa yang baik
Gunakan bahasa yang baik dan jelas saat bernegosiasi. Jangan menggunakan bahasa yang kasar atau tidak sopan. - Bernegosiasi dengan angka
Saat bernegosiasi, selalu gunakan angka dan pastikan Anda memiliki dasar harga yang baik. - Jangan terlalu keras kepala
Jangan terlalu keras kepala dalam bernegosiasi. Ingatlah bahwa pedagang juga ingin mendapatkan keuntungan dan Anda harus memberikan ruang untuk kedua belah pihak untuk bernegosiasi. - Jangan takut untuk pergi
Jika Anda merasa tidak puas dengan harga yang ditawarkan, jangan takut untuk pergi dan mencari di tempat lain.
7. Lukisan Khas Bali
Jika kamu penikmat seni lukis, maka jangan sampai terlewat untuk membeli lukisan khas Bali sebagai oleh-oleh. Salah satu desa yang terkenal akan kepiawaian masyarakatnya dalam melukis adalah Desa Kamasan, Kabupaten Klungkung.
Menengok ke belakang, sejarah lukisan di Bali berawal dari kebutuhan religius dari suatu lingkungan sosial. Lukisan kala itu digunakan sebagai sebuah persembahan dalam ruang lingkup keagamaan dan persembahan kepada raja. Namun kini, siapa saja dapat membeli lukisan khas Bali ini.
Biasanya, seniman tradisional Bali akan menggunakan pigmen alami, pena, dan kuas buatan agar menghasilkan gambar yang bernilai seni tinggi. Sementara cerita yang dilukis terinspirasi dari cerita Arjuna Wiwaha, Ramayana, dan Mahabhrata.
Salak Bali
Tak hanya Jogja yang terkenal dengan salak pondohnya, Bali juga terkenal akan salak Balinya yang sering diburu para wisatawan untuk oleh-oleh. Ada 2 jenis salak Bali yang dapat Anda bawa pulang yaitu salak biasa (rasanya asem kecut dengan tektur isi daging buah yang tebal) dan salak gula pasir (rasanya manis, tektur isi daging buah lebih tipis dari salak bali biasa).
Salak gula pasir adalah kultivar salak Bali. Seperti namanya, salak ini paling manis dibanding dua jenis salak lainnya meski ukurannya paling mungil. Bentuknya agak bulat dan terdapat semacam duri-duri kecil pada kulitnya. Biasanya salak Bali diijual dalam kemasan berupa besek yang isinya 5 kg.
Musim salak gula pasir sekitar bulan Februari. Jika sedang musim, harga per kilogram dengan isi sekitar 18 buah salak Rp 13.000-25.000. Namun kalau sedang tak musim, harganya bisa mencapai Rp 60.000-90.000/kg.
Di pasar Sindhu, Sanur, Denpasar, jika sedang tak musim salak gula pasir bisa dipesan dua hari sebelumnya. Namun, Anda juga bisa langsung membelinya di toko-toko oleh-oleh di Bandara Internasional Ngurah Rai dengan harga Rp 80.000 per bungkus ukuran 900 gram.
Tags: kerajinan