Seni Sulam Bali - Keindahan Kerajinan Tangan Tradisional untuk DIY yang Memukau
Salak Bali
Tak hanya Jogja yang terkenal dengan salak pondohnya, Bali juga terkenal akan salak Balinya yang sering diburu para wisatawan untuk oleh-oleh. Ada 2 jenis salak Bali yang dapat Anda bawa pulang yaitu salak biasa (rasanya asem kecut dengan tektur isi daging buah yang tebal) dan salak gula pasir (rasanya manis, tektur isi daging buah lebih tipis dari salak bali biasa).
Salak gula pasir adalah kultivar salak Bali. Seperti namanya, salak ini paling manis dibanding dua jenis salak lainnya meski ukurannya paling mungil. Bentuknya agak bulat dan terdapat semacam duri-duri kecil pada kulitnya. Biasanya salak Bali diijual dalam kemasan berupa besek yang isinya 5 kg.
Musim salak gula pasir sekitar bulan Februari. Jika sedang musim, harga per kilogram dengan isi sekitar 18 buah salak Rp 13.000-25.000. Namun kalau sedang tak musim, harganya bisa mencapai Rp 60.000-90.000/kg.
Di pasar Sindhu, Sanur, Denpasar, jika sedang tak musim salak gula pasir bisa dipesan dua hari sebelumnya. Namun, Anda juga bisa langsung membelinya di toko-toko oleh-oleh di Bandara Internasional Ngurah Rai dengan harga Rp 80.000 per bungkus ukuran 900 gram.
Topeng Khas Bali
Topeng adalah salah satu buah tangan yang paling banyak diburu oleh wisatawan Bali. Topeng dalam tradisi Bali adalah komponen pelengkap baik untuk ritual keagamaan, ritual tradisional lainnya, maupun pentas drama tari. Bali yang kental dengan tradisi sehingga mempunyai beragam jenis topeng.
Bentuk dari topeng ini antara lain manusia, tokoh pewayangan, hingga makhluk tak kasat mata. Topeng-topeng ini biasanya terbuat dari kayu dan juga tanah liat. Kayu yang digunakan yaitu kayu kenanga dan kayu pule.
Dalam pentas drama tari topeng ini memiliki strata sosial berdasarkan lakon yang diperagakan. Strata sosial tersebut antara lain topeng keras untuk lakon petarung, topeng tua untuk lakon sesepuh, topeng bondres untuk kalok rakyat biasa, dan topeng ratu untuk lakon bangsawan.
5 Kerajinan Tangan Khas Bali dan Penjelasannya
Bali terkenal dengan pantainya yang sangat canti. Keindahan alam di Pulau Bali mampu menarik banyak turis Internasional. Jika kamu berkunjung ke Bali kamu bisa membawa benda-benda kerajinan tangan khas Bali di bawah ini untuk keluarga di rumah.
Pusat industri seni ukir patung kayu khas Bali berada di Gianyar. Ukiran kayu Gianyar sudah tidak diragukan lagi. Turis-turis mancanegara yang datang ke Bali tidak hanya menikmati indahnya Pulau Dewata tetapi juga tertarik dengan proses pembuatan seni ukir mereka. Ukiran Gianyar terkenal dengan khasnya, detailnya yang rapi, serta bahan baku yang berkualitas tinggi.
Proses pembuatannya pun memakan waktu cukup lama yakni antara 1 hingga 4 bulan. Tak heran jika hasil karya mereka dihargai hingga puluhan juta rupiah. Harga yang dibandrol menyesuaikan dengan ukuran patung, tingkat kerumitan pahatan, dan juga kualitas kayu.
Umumnya kayu yang digunakan para pengrajin adalah kayu suar yang didapatkan dari Jawa dan Kalimantan. Namun tak jarang juga menggunakan kayu lain seperti meranti, waru, sonokeling, ebony, dan bonggol jati. Sedangkan kayu lokal yang digunakan adalah kayu panggal buaya.
Bentuk dari patung-patung Gianyar sangat beragam mulai dari dewa-dewa, binatang, hingga makhluk mitologi seperti naga.
Tags: kerajinan