... 10 Kerajinan Khas Bali DIY yang Menakjubkan: Panduan dan Inspirasi

Seni Sulam Bali - Keindahan Kerajinan Tangan Tradisional untuk DIY yang Memukau

8. Kerajinan Keramik

Kerajinan khas Bali terakhir yang dapat kamu jadikan oleh-oleh adalah keramik Bali. Meskipun tergolong kerajinan modern, keramik Bali memiliki corak yang khas yang membuatnya diminati hingga pasar mancanegara.

Untuk mendapatkan kerajinan khas Bali ini, kamu dapat mengunjungi wilayah Gianyar dan Tabanan, di mana kamu bisa membeli langsung dari pengrajin sekaligus membantu UMKM wilayah setempat.

Tidak hanya itu, di beberapa bengkel kerajinan keramik, kamu juga bisa ikut workshop belajar membuat keramik dari ahlinya langsung, loh. Sangat menarik, bukan?

Nah, itu dia delapan rekomendasi kerajinan khas Bali yang unik dan cocok untuk dijadikan oleh-oleh. Setiap kerajinan tangan memiliki keunikan dan nilai seninya masing-masing, kira-kira mana saja yang akan kamu beli saat liburan ke Bali nanti?

Apabila kamu masih merencanakan liburan ke Bali, kini kamu tidak perlu khawatir lagi masalah penginapan. Sebab, Cove menyediakan berbagai rekomendasi penginapan di Bali yang nyaman, memiliki fasilitas lengkap, dan tentunya memiliki harga terjangkau. Untuk informasi lebih lanjut, klik tautan di bawah ini!

Baca Juga:

Tips Berbelanja di Pasar Seni Ubud

Untuk membuat pengalaman belanja Anda di Pasar Seni Ubud menjadi lebih menyenangkan, berikut adalah beberapa tips yang dapat Anda ikuti:

Tips bernegosiasi

Bernegosiasi adalah hal yang umum dilakukan di pasar-pasar di Bali, termasuk di Ubud Art Market. Namun, untuk mendapatkan harga yang wajar, Anda perlu tahu cara bernegosiasi yang tepat. Berikut adalah beberapa tips bernegosiasi di Pasar Seni Ubud:

  1. Bersikaplah ramah dan sopan
    Pedagang di Ubud Art Market umumnya ramah dan sopan. Dengan bersikap yang sama, Anda dapat menciptakan suasana yang nyaman dan membuat pedagang lebih siap untuk bernegosiasi.
  2. Jangan tergesa-gesa
    Bernegosiasi memerlukan waktu dan kesabaran. Jangan terlalu tergesa-gesa untuk membeli barang dan jangan ragu untuk melihat barang di tempat lain sebelum membuat keputusan akhir.
  3. Bernegosiasi dengan baik
    Selalu bernegosiasi dengan baik dan sopan. Jangan terlalu keras atau terlalu lembut dalam bernegosiasi. Ingatlah bahwa pedagang juga ingin mendapatkan keuntungan.
  4. Gunakan bahasa yang baik
    Gunakan bahasa yang baik dan jelas saat bernegosiasi. Jangan menggunakan bahasa yang kasar atau tidak sopan.
  5. Bernegosiasi dengan angka
    Saat bernegosiasi, selalu gunakan angka dan pastikan Anda memiliki dasar harga yang baik.
  6. Jangan terlalu keras kepala
    Jangan terlalu keras kepala dalam bernegosiasi. Ingatlah bahwa pedagang juga ingin mendapatkan keuntungan dan Anda harus memberikan ruang untuk kedua belah pihak untuk bernegosiasi.
  7. Jangan takut untuk pergi
    Jika Anda merasa tidak puas dengan harga yang ditawarkan, jangan takut untuk pergi dan mencari di tempat lain.

Salak Bali

Tak hanya Jogja yang terkenal dengan salak pondohnya, Bali juga terkenal akan salak Balinya yang sering diburu para wisatawan untuk oleh-oleh. Ada 2 jenis salak Bali yang dapat Anda bawa pulang yaitu salak biasa (rasanya asem kecut dengan tektur isi daging buah yang tebal) dan salak gula pasir (rasanya manis, tektur isi daging buah lebih tipis dari salak bali biasa).

Salak gula pasir adalah kultivar salak Bali. Seperti namanya, salak ini paling manis dibanding dua jenis salak lainnya meski ukurannya paling mungil. Bentuknya agak bulat dan terdapat semacam duri-duri kecil pada kulitnya. Biasanya salak Bali diijual dalam kemasan berupa besek yang isinya 5 kg.

Musim salak gula pasir sekitar bulan Februari. Jika sedang musim, harga per kilogram dengan isi sekitar 18 buah salak Rp 13.000-25.000. Namun kalau sedang tak musim, harganya bisa mencapai Rp 60.000-90.000/kg.

Di pasar Sindhu, Sanur, Denpasar, jika sedang tak musim salak gula pasir bisa dipesan dua hari sebelumnya. Namun, Anda juga bisa langsung membelinya di toko-toko oleh-oleh di Bandara Internasional Ngurah Rai dengan harga Rp 80.000 per bungkus ukuran 900 gram.

Lukisan Kamasan

Tak hanya disuguhkan dengan pemandangan yang cantik, wisatawan Bali pun disuguhkan lukisan-lukisan yang indah di sepanjang jalan Kuta, Sanur, Nusa Dua, Seminyak, dan juga pasar seni.

Lukisan di sana disebut dengan lukisan gaya kamasan karena muncul pada masa keemasan kerajaan Bali Kuno. Tema-tema dari lukisan ini pun bermacam-macam seperti kisah tentang kehidupan dewa-dewa, bangsawan, serta dongen-dongen binatang.

Warna yang digunakan untuk lukisan kamasan terbuat dari bahan-bahan alami seperti warna hitam menggunakan arang. Warna biru menggunakan rumput taum, babakan kayu sunti untuk warna merah, warna putih menggunakan tulang yang dihancurkan, dan minyak kemiri untuk warna kuning.

Pada awalnya lukisan ini tidak untuk diperjualbelikan tetapi hanya untuk pajangan atau hiasan di tempat-tempat suci. Para pelukis menjadi pekerja tetap untuk para raja dan bangsawan Bali.


Tags: kerajinan

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia