... 10 Kerajinan Khas Bali DIY yang Menakjubkan: Panduan dan Inspirasi

Seni Sulam Bali - Keindahan Kerajinan Tangan Tradisional untuk DIY yang Memukau

Lukisan Kamasan

Tak hanya disuguhkan dengan pemandangan yang cantik, wisatawan Bali pun disuguhkan lukisan-lukisan yang indah di sepanjang jalan Kuta, Sanur, Nusa Dua, Seminyak, dan juga pasar seni.

Lukisan di sana disebut dengan lukisan gaya kamasan karena muncul pada masa keemasan kerajaan Bali Kuno. Tema-tema dari lukisan ini pun bermacam-macam seperti kisah tentang kehidupan dewa-dewa, bangsawan, serta dongen-dongen binatang.

Warna yang digunakan untuk lukisan kamasan terbuat dari bahan-bahan alami seperti warna hitam menggunakan arang. Warna biru menggunakan rumput taum, babakan kayu sunti untuk warna merah, warna putih menggunakan tulang yang dihancurkan, dan minyak kemiri untuk warna kuning.

Pada awalnya lukisan ini tidak untuk diperjualbelikan tetapi hanya untuk pajangan atau hiasan di tempat-tempat suci. Para pelukis menjadi pekerja tetap untuk para raja dan bangsawan Bali.

Pie Susu

Bagi Anda yang sedang berburu oleh-oleh khas Bali yang berupa makanan, jangan sampai melewatkan Pie Susu. Pie susu punya bentuk ceper, lalu bagian pinggirannya agak keras. Yang manis legit tentu saja di bagian tengah karena ada fla susu yang rasanya creamy banget. Semanis wingko babat yang merupakan oleh-oleh khas Semarang .

Adonan tepung dan susu dibakar dalam oven. Lalu dikemas dalam plastik satuan. Rasanya legit di tengah dan rasa polos tepung di pinggir. Secara keseluruhan teksturnya begitu lembut dan lumer di lidah. Rasa manis juga berpadu apik, sehingga tidak terasa terlalu manis menghentak.

Pie Susu termasuk salah satu oleh oleh makanan khas Bali yang menjadi favorit wisatawan. Selain pie susu original, ada juga pie susu dengan rasa beragam. Pie susu tersedia dalam berbagai topping seperti keju, almond, kismis dan choco chips.

Dilansir dari travel.kompas.com, ternyata ada banyak merek Pie Susu yang beredar di Bali. Tetapi merek yang paling terkenal adalah “Pie Susu Asli Enaaak” yang sudah ada sejak tahun 1989. Sesuai namanya, rasanya memang benar-benar enak. Agak susah mendapatkan Pie Susu merek ini di toko-toko bebas.

Toko pusatnya berada di Jalan Nangka Selatan Nomor 163, Denpasar. Namun, walau datang langsung, bukan jaminan Anda bisa langsung membelinya. Jika nekat langsung datang tanpa memesan, sebaiknya datang di pagi hari. Saat itu, masih ada beberapa stok Pie Susu yang tersedia. Kalau datang siang, sudah dipastikan stok Pie Susu sudah habis.

Cabang lainnya ada di Jalan Wahidin Nomor 35, Denpasar, dan Jalan Dewi Sri VIII Blok B-8, Pertokoan Kuta Plaza. Harga per kotak Rp 25.000 untuk isi 10 buah. Paling laku tentu saja rasa original. Pie Susu yang dibeli sebaiknya langsung dimasukkan ke kulkas agar awet dan bisa tahan hingga seminggu.

Selain, Pie Susu Asli “Enaaak”, pilihan merek lain bisa Pie Susu Dhian. Alamat pie susu dhian Bali berada di Jalan Nangka, tak jauh dari “Pie Susu Asli Enaak”. Nah, jika berlibur ke Bali, jangan lupa segera pesan Pie Susu sebelum kehabisan.

2. Patung Kayu

Kerajinan khas Bali selanjutnya adalah patung kayu. Sama halnya dengan topeng, patung kayu dari Bali juga terinspirasi dari budaya Hindu kuno, sehingga memiliki nilai seni, historis, dan kesakralan yang tinggi.

Kerajinan patung kayu ini menjadi oleh-oleh yang sangat populer, meskipun harganya terbilang cukup mahal jika dibandingkan dengan kerajinan lainnya. Sebab, patung khas Bali dibuat menggunakan kayu berkualitas tinggi seperti kayu suar atau mahoni. Tak hanya itu, kerajinan ini juga menggambarkan betapa terampilnya para pengukir di Bali.

Patung kayu khas Bali tersedia dalam berbagai ukuran yang dapat kamu pilih dan tentunya cocok untuk menjadi hiasan rumah atau dekorasi taman. Selain itu, dengan membeli patung kayu ini, kamu juga turut memberikan dukungan kepada pengrajin lokal, loh.

5. Kain Endek

Kain endek adalah jenis kain tenun khas Bali yang paling banyak peminatnya. Kain ini awal mula berkembang di desa Gelgel Klungkung tepatnya pada masa kerajaan Dalem Waturenggong. Kain-kain ini kemudian terus berkembang dan menyebar ke desa-desa sekitarnya.

Kata Endek berasal dari bahasa Bali yang arti nya berdiam atau tidak berubah. Nam ini didapat dari proses pembuatannya yaitu pada bagian kain diikat kemudian dicelup. Benang-benang yang diikat tidak berubah warna sehingga disebut dengan ”ngendek”.

Kain ini dianggap oleh masyarakat Bali sebagai identitas mereka bahkan sejak tahun 2011 kain endek digunakan sebagai seragam untuk acara pemilihan putra dan putri duta endek.

Motif kain endek bermacam-macam bahkan ada yang dianggap sakral yaitu motif patra dan motif encak saji. Motif-motif tersebut hanya digunakan pada kegiatan-kegiatan keagamaan. Selai itu ada motif-motif tertentu lainnya seperti motif yang hanya boleh digunakan oleh bangsawan dan sesepuh. Sementara itu untuk kegiatan-kegiatan lainnya motif kain endek yang digunakan adalah motif alam.


Tags: kerajinan

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia