Seni Sulam Bali - Keindahan Kerajinan Tangan Tradisional untuk DIY yang Memukau
Lukisan Kamasan
Tak hanya disuguhkan dengan pemandangan yang cantik, wisatawan Bali pun disuguhkan lukisan-lukisan yang indah di sepanjang jalan Kuta, Sanur, Nusa Dua, Seminyak, dan juga pasar seni.
Lukisan di sana disebut dengan lukisan gaya kamasan karena muncul pada masa keemasan kerajaan Bali Kuno. Tema-tema dari lukisan ini pun bermacam-macam seperti kisah tentang kehidupan dewa-dewa, bangsawan, serta dongen-dongen binatang.
Warna yang digunakan untuk lukisan kamasan terbuat dari bahan-bahan alami seperti warna hitam menggunakan arang. Warna biru menggunakan rumput taum, babakan kayu sunti untuk warna merah, warna putih menggunakan tulang yang dihancurkan, dan minyak kemiri untuk warna kuning.
Pada awalnya lukisan ini tidak untuk diperjualbelikan tetapi hanya untuk pajangan atau hiasan di tempat-tempat suci. Para pelukis menjadi pekerja tetap untuk para raja dan bangsawan Bali.
Pasar Seni Ubud, Pusat Belanja Kerajinan Khas dan Unik di Bali
Pasar Seni Ubud adalah salah satu pasar terkenal di Bali yang menyediakan beragam kerajinan tradisional yang dibuat oleh seniman lokal. Pasar ini terletak di Jalan Sukawati, Ubud dan merupakan tempat yang tepat untuk menikmati pengalaman belanja kerajinan khas Bali serta menikmati suasana pasar seni yang autentik.
Dalam artikel ini, kami akan memberikan informasi tentang Pasar Seni Ubud, termasuk apa yang dapat Anda harapkan saat mengunjungi pasar ini, tips bernegosiasi, rekomendasi item yang dibeli, dan panduan untuk berkunjung ke pasar ini.
Kami juga akan memberikan tips untuk membuat pengalaman belanja Anda di Pasar Seni Ubud menjadi lebih menyenangkan. Jadi, jika Anda ingin menikmati pengalaman belanja kerajinan tradisional Bali yang autentik, jangan lupa untuk mengunjungi Pasar Seni Ubud saat Anda berada di Bali.
Salak Bali
Tak hanya Jogja yang terkenal dengan salak pondohnya, Bali juga terkenal akan salak Balinya yang sering diburu para wisatawan untuk oleh-oleh. Ada 2 jenis salak Bali yang dapat Anda bawa pulang yaitu salak biasa (rasanya asem kecut dengan tektur isi daging buah yang tebal) dan salak gula pasir (rasanya manis, tektur isi daging buah lebih tipis dari salak bali biasa).
Salak gula pasir adalah kultivar salak Bali. Seperti namanya, salak ini paling manis dibanding dua jenis salak lainnya meski ukurannya paling mungil. Bentuknya agak bulat dan terdapat semacam duri-duri kecil pada kulitnya. Biasanya salak Bali diijual dalam kemasan berupa besek yang isinya 5 kg.
Musim salak gula pasir sekitar bulan Februari. Jika sedang musim, harga per kilogram dengan isi sekitar 18 buah salak Rp 13.000-25.000. Namun kalau sedang tak musim, harganya bisa mencapai Rp 60.000-90.000/kg.
Di pasar Sindhu, Sanur, Denpasar, jika sedang tak musim salak gula pasir bisa dipesan dua hari sebelumnya. Namun, Anda juga bisa langsung membelinya di toko-toko oleh-oleh di Bandara Internasional Ngurah Rai dengan harga Rp 80.000 per bungkus ukuran 900 gram.
Tags: kerajinan