Seni Sulam Bali - Keindahan Kerajinan Tangan Tradisional untuk DIY yang Memukau
Kerajinan Khas Bali yang Unik
Kamu pasti sudah tidak asing dengan topeng barong, bukan? Kerajinan khas Bali yang satu ini bisa kamu temui hampir di seluruh sudut Pulau Bali. Pasalnya, Bali memang terkenal dengan seni pahatnya yang unik dan memiliki nilai seni tinggi.
Tidak hanya topeng barong, ada juga jenis topeng lainnya yang bisa kamu jadikan oleh-oleh saat kamu liburan di Bali, loh. Seperti topeng penari, topeng berbagai wajah yang ekspresif, dan masih banyak lagi.
Kerajinan topeng ukir khas Bali ini tidak hanya memiliki nilai seni, tetapi juga nilai sejarah dan kesakralan yang tinggi. Sebagian besar kerajinan topeng ukir Bali terinspirasi dari budaya Hindu kuno yang umumnya melambangkan dewa-dewa suci.
2. Patung Kayu
Kerajinan khas Bali selanjutnya adalah patung kayu. Sama halnya dengan topeng, patung kayu dari Bali juga terinspirasi dari budaya Hindu kuno, sehingga memiliki nilai seni, historis, dan kesakralan yang tinggi.
Kerajinan patung kayu ini menjadi oleh-oleh yang sangat populer, meskipun harganya terbilang cukup mahal jika dibandingkan dengan kerajinan lainnya. Sebab, patung khas Bali dibuat menggunakan kayu berkualitas tinggi seperti kayu suar atau mahoni. Tak hanya itu, kerajinan ini juga menggambarkan betapa terampilnya para pengukir di Bali.
Patung kayu khas Bali tersedia dalam berbagai ukuran yang dapat kamu pilih dan tentunya cocok untuk menjadi hiasan rumah atau dekorasi taman. Selain itu, dengan membeli patung kayu ini, kamu juga turut memberikan dukungan kepada pengrajin lokal, loh.
5 Kerajinan Tangan Khas Bali dan Penjelasannya
Bali terkenal dengan pantainya yang sangat canti. Keindahan alam di Pulau Bali mampu menarik banyak turis Internasional. Jika kamu berkunjung ke Bali kamu bisa membawa benda-benda kerajinan tangan khas Bali di bawah ini untuk keluarga di rumah.
Pusat industri seni ukir patung kayu khas Bali berada di Gianyar. Ukiran kayu Gianyar sudah tidak diragukan lagi. Turis-turis mancanegara yang datang ke Bali tidak hanya menikmati indahnya Pulau Dewata tetapi juga tertarik dengan proses pembuatan seni ukir mereka. Ukiran Gianyar terkenal dengan khasnya, detailnya yang rapi, serta bahan baku yang berkualitas tinggi.
Proses pembuatannya pun memakan waktu cukup lama yakni antara 1 hingga 4 bulan. Tak heran jika hasil karya mereka dihargai hingga puluhan juta rupiah. Harga yang dibandrol menyesuaikan dengan ukuran patung, tingkat kerumitan pahatan, dan juga kualitas kayu.
Umumnya kayu yang digunakan para pengrajin adalah kayu suar yang didapatkan dari Jawa dan Kalimantan. Namun tak jarang juga menggunakan kayu lain seperti meranti, waru, sonokeling, ebony, dan bonggol jati. Sedangkan kayu lokal yang digunakan adalah kayu panggal buaya.
Bentuk dari patung-patung Gianyar sangat beragam mulai dari dewa-dewa, binatang, hingga makhluk mitologi seperti naga.
Lokasi Pasar Seni Ubud
Pasar Seni Ubud berada di Jl. Raya Ubud, Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali (80571). Pasar seni ini dapat diakses dengan mudah menggunakan transportasi umum maupun kendaraan pribadi. Banyak juga tempat parkir yang tersedia di sekitar pasar seni.
Untuk menemukan lokasi pasar seni ini, Anda dapat menggunakan aplikasi navigasi seperti Google Maps atau Waze. Anda juga dapat menanyakan kepada penduduk setempat atau menanyakan kepada pengemudi taksi atau ojek untuk menemukan lokasi pasar seni ini.
Pastikan untuk memasukkan alamat yang tepat dan jangan ragu untuk mengecek lokasi pasar seni sebelum datang untuk menghindari kesulitan dalam menemukan lokasi.
Berikut lokasi yang dapat anda tuju jika menggunakan google maps.
Jika Anda ingin mencari penginapan yang menyenangkan dan unik di Pulau Bali Dewata ini, Kami merekomendasikan Anda untuk mencoba Sharma Springs Bamboo.
Salak Bali
Tak hanya Jogja yang terkenal dengan salak pondohnya, Bali juga terkenal akan salak Balinya yang sering diburu para wisatawan untuk oleh-oleh. Ada 2 jenis salak Bali yang dapat Anda bawa pulang yaitu salak biasa (rasanya asem kecut dengan tektur isi daging buah yang tebal) dan salak gula pasir (rasanya manis, tektur isi daging buah lebih tipis dari salak bali biasa).
Salak gula pasir adalah kultivar salak Bali. Seperti namanya, salak ini paling manis dibanding dua jenis salak lainnya meski ukurannya paling mungil. Bentuknya agak bulat dan terdapat semacam duri-duri kecil pada kulitnya. Biasanya salak Bali diijual dalam kemasan berupa besek yang isinya 5 kg.
Musim salak gula pasir sekitar bulan Februari. Jika sedang musim, harga per kilogram dengan isi sekitar 18 buah salak Rp 13.000-25.000. Namun kalau sedang tak musim, harganya bisa mencapai Rp 60.000-90.000/kg.
Di pasar Sindhu, Sanur, Denpasar, jika sedang tak musim salak gula pasir bisa dipesan dua hari sebelumnya. Namun, Anda juga bisa langsung membelinya di toko-toko oleh-oleh di Bandara Internasional Ngurah Rai dengan harga Rp 80.000 per bungkus ukuran 900 gram.
Tags: kerajinan