Kerajinan Jarum Tradisional dari Jambi - Mengulas Seni Rajut Khas dengan Sentuhan DIY
Mengenal Batik Jambi: Sejarah, Jenis Motif, dan Maknanya
Menjelang Idul Fitri, sejumlah perajin memproduksi batik untuk pakaian gamis. Hal itu untuk menyiasati pemasaran agar tetap stabil di masa Lebaran. Siti Hajir, perajin di sentra batik kawasan Seberang, Kota Jambi, menjemur hasil pewarnaan batik, Jumat (16/6/2017). (KOMPAS/IRMA TAMBUNAN)
Oleh: Yopi Nadia, Guru SDN 106/IX Muaro Sebapo, Muaro Jambi, Provinsi Jambi KOMPAS.com - Batik merupakan salah satu bentuk keragaman budaya di Indonesia. Kegiatan membatik sudah diajarkan secara turun temurun di berbagai daerah di Indonesia. Bahkan UNESCO sudah mengakui batik sebagai salah satu warisan budaya asli Indonesia. Setiap daerah memiliki ciri khas motif batik yang dilatarbelakangi oleh sejarah pada suatu daerah tertentu. Ragam hias motifnya pun memiliki makna filosofis yang mendalam tentang kehidupan serta apa yang diharapkan bagi si pengguna. Begitupun dengan motif batik dari Daerah Jambi yang kaya akan sejarah dan makna filosofi di setiap motifnya. Baca juga: 5 Obyek Wisata di Kota Jambi
Tenun
Tenun merupakan hasil kerajinan yang berupa bahan kain yang dibuat dari benang, serat kayu, sutra, dan lain-lain. Teknik membuatnya menggunakan alat tenun tangan yang disebut lungsin.
Lungsin adalah jajaran benang yang terpasang membujur. Pada saat sekarang penggunaan alat tenun sudah dikembangkan menjadi alat tenun yang lebih modern, seperti ATBM (alat tenun bukan mesin) yang dibuat dari kayu dan peralatan yang menghasilkan tenunan lebih cepat. Baca juga: Kerajinan Bahan Lunak: Definisi, Jenis, dan Contohnya Untuk pewarnaan pada kain tenun, dilakukan dengan cara khusus sehingga warna tidak mudah pudar karena waktu atau terkena sinar matahari. Salah satu cara memberi pewarnaan adalah dengan merendam kain ke dalam minyak kemiri yang dicampur abu kayu serta cairan alkali. Selain itu juga dapat menggunakan tumbuh-tumbuhan dan akar-akaran. Seperti warna merah yang dihasilkan oleh akar mengkudu.
Sejarah Batik Jambi
Berdasarkan catatan yang ada, sejarah batik Jambi berasal dari masa kesultanan Melayu di Jambi. Belum diketahui tanggal dan tahun pasti kapan kesenian membatik mulai lahir di Jambi. Motif utama batik Jambi berupa flora dan fauna. Dulu, batik hanya digunakan oleh keluarga sultan saja. Hal itu disebabkan karena dulu masih sangat jarang orang yang mampu membuat seni kerajinan batik Jambi. Selain itu, penyebaran batik Jambi juga kurang diperhatikan sehingga terjadi kesenjangan sosial antara masyarakat bangsawan dan rakyat biasa. Salah satu keunikan pada Batik Jambi adalah motifnya yang berdiri sendiri dan tidak membentuk suatu rangkaian. Jika dilihat secara umum, ragam hias batik Jambi adalah suatu kesenian dari elemen-elemen yang terdiri dari titik, warna, dan tekstur. Kombinasi elemen tersebut kemudian mewujudkan keindahan melalui pengulangan, pusat perhatian, keseimbangan, dan kekontrasan yang mempunyai bobot kultur setempat, opini, dan nilai-nilai filosofis. Baca juga: Tempat Wisata Menarik dan Unik di Provinsi Jambi
- Motif Angso Duo
- Motif Batanghari
- Motif Kaca Piring
- Motif Bungo Melati
- Motif Durian Pecah
- Motif Tampuk Manggis
- Motif Kapal Sanggat
Motif Angso Duo
tokopedia.com/VS Craft Batik Jambi Motif Angso Duo
Salah satu motif batik Jambi yang paling terkenal adalah motif angso duo. Motif ini memiliki penggambaran dua ekor hewan angsa yang sedang berhadapan atau beriringan pada beberapa modifikasi motif lainnya.
Makna yang terkandung di dalam motif ini adalah bahwa setiap orang harus selalu berusaha untuk mencari tempat yang lebih baik.
Batik
DOK. SHUTTERSTOCK/RADITYA Ilustrasi batik Solo.
Batik adalah seni tradisional asli Indonesia. Berdasarkan teknik pembuatannya, batik dibedakan menjadi tiga kategori, yaitu batik tulis, batik cetak, dan kombinasi dari keduanya. Batik tulis dikerjakan dengan menggambar motif lebih dahulu pada kain putih, lalu diberi lilin dengan menggunakan alat yang disebut canting. Canting terbuat dari kuningan. Sementara, cara membuat batik cetak menggunakan cap dari tembaga yang sudah diukir sesuai dengan motif. Kemudian diisi lilin cair dan dicap pada kain putih. Sedangkan, batik kombinasi adalah batik yang dihasilkan dengan cara perpaduan antara alat canting dan cetakan. Kualitas batik ditentukan oleh tingkat kesulitan, motif, teknik pembuatan, dan bahan dasar kain. Baca juga: Alat, Bahan, dan Teknik-Teknik Pembuatan Batik
Tags: kerajinan jambi