Kerajinan Cantik Kalimantan Utara - Panduan DIY untuk Keterampilan Sulam dan Rajut
Tikar Pandan
Tikar Pandan terbuat dari daun pandan yang diolah dengan hati-hati menjadi serat-serat halus, kemudian dianyam secara tradisional oleh para pengrajin terampil.
Proses pembuatan tikar ini melibatkan teknik anyaman yang rumit dan membutuhkan kesabaran serta keahlian yang tinggi.
Tikar Pandan memiliki beragam ukuran dan desain yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan.
Tikar ini sering digunakan sebagai alas duduk, alas tidur, atau hiasan dinding. Kelebihan tikar pandan terletak pada kekuatannya yang tahan lama, serat pandan yang tahan terhadap cuaca, serta tampilan yang indah dan alami.
Kerajinan tangan Tikar Pandan tidak hanya merupakan bentuk seni, tetapi juga merupakan simbol kearifan lokal dalam memanfaatkan sumber daya alam yang tersedia di sekitar mereka.
Proses pembuatan tikar juga melibatkan nilai-nilai kebersamaan dan kebersahajaan, karena seringkali dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat setempat.
Dalam konteks ekonomi, kerajinan tangan Tikar Pandan memberikan manfaat bagi masyarakat lokal sebagai sumber penghidupan dan pelestarian tradisi.
Di sisi lain, tikar pandan juga memiliki daya tarik bagi wisatawan dan kolektor seni karena nilai seni dan keaslian budaya yang terkandung di dalamnya.
Kerajinan tangan Tikar Pandan adalah bukti nyata kekayaan budaya Kalimantan Barat yang perlu dilestarikan.
Melalui karya-karya tikar pandan, para pengrajin tidak hanya menjaga warisan budaya mereka, tetapi juga mempromosikan keindahan dan keunikan seni tradisional Kalimantan Barat kepada dunia.

12 Kesenian Tradisional Kalimantan Utara
Alat Musik
Kesenian tradisional Kalimantan Utara yang pertama adalah alat musik. Seperti yang diketahui, alat musik Kalimantan Utara sangat beragam.
Ada alat musik yang bentuknya menyerupai gendang, ada yang bentuknya menyerupai saron pada gamelan Jawa dan lain sebagainya.
Semua alat musik tradisional tersebut tentu memiliki alunan nada dan fungsi yang berbeda. Lantas, apa saja alat musik yang masuk ke dalam kesenian tradisional Kalimantan Utara? Berikut ulasannya.
1. Alat Musik Jatung Utang
Alat musik pertama yang menjadi kesenian tradisional Kalimantan Utara adalah Jatung Utang. Alat musik yang memiliki bentuk seperti saron pada gamelan ini, merupakan alat musik tradisional yang berasal dari Suku Dayak Kenyah.
Di mana, Suku Dayak Kenyah sendiri hingga kini sudah tersebar di seluruh wilayah Kalimantan, termasuk Kalimantan Utara.
Maka dari itu, tidak heran apabila alat musik ini masuk ke dalam kesenian tradisional Kalimantan Utara.
Alat musik yang juga disebut sebagai, geng galeng atau ting galing ini dibuat dari beberapa batangan kayu lempung dengan panjang sekitar 20-50 cm dan lebar sekitar 5-10 cm.
Masing-masing batangan kayu tersebut, nantinya akan dirangkai dan diikat menggunakan tali rotan.
Sehingga, susunan kayu dari alat musik ini menghasilkan bunyi yang berbeda-beda yang sangat indah.
Meski jatung utang kerap kali disebut sebagai geng galeng, namun penyebutan ini nyatanya dipengaruhi oleh posisi alat musik ini dimainkan.
Apabila alat musik dimainkan saat berdiri dengan posisi alat musik horizontal, maka alat musik ini disebut dengan jatung utang.
Tetapi jika alat musik dimainkan saat duduk dengan posisi alat musik sedikit vertikal, maka alat musik ini disebut dengan geng galeng.
Perlu diketahui, jatung utang dimainkan dengan cara dipukul menggunakan alat pemukul bernama petit.
Dan biasanya, jatung utang dimainkan bersama dengan alat musik sambe’ untuk mengiringi beberapa lagu daerah dan tarian Suku Dayak Kenyah.

Tags: kerajinan kalimantan