Kerajinan Cantik Kalimantan Utara - Panduan DIY untuk Keterampilan Sulam dan Rajut
Kerajinan Tangan dari Kalimantan Tengah
Kalimantan Tengah, salah satu provinsi yang kaya akan kebudayaan dan keindahan alamnya, juga terkenal dengan kerajinan tangan yang memikat hati.
Dari pegunungan yang hijau hingga sungai-sungai yang meliuk, seni dan keterampilan berkebudayaan Kalimantan Tengah tercermin dalam kerajinan tangan yang unik dan memikat.
Para pengrajin setempat menghasilkan berbagai karya seni, seperti anyaman rotan yang anggun, ukiran kayu yang rumit, dan tenunan kain tradisional yang berwarna-warni.
Dalam setiap kerajinan tangan yang mereka ciptakan, terdapat cerita yang mendalam dan kekayaan budaya yang terjalin erat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Kalimantan Tengah.
Melalui kerajinan tangan mereka, para pengrajin ini menjaga warisan budaya mereka tetap hidup dan menginspirasi kita untuk menjaga dan menghargai keindahan kreativitas manusia.
Pakaian Adat Kebudayaan Kalimantan Utara
Suku Dayak yang tersebar di wilayah Kalimantan terdiri atas banyak sekali suku bagian. Adapun yang menjadi suku Dayak mayoritas di Kalimantan Utara yaitu suku Dayak Kenyah. Bagian suku yang orangnya dicirikan mirip keturunan Tionghoa ini mempunyai pakaian adat bernama Ta’ a dan Sapei Sapaq.
Ta’a dan Sapei Sapaq memang dikenal sebagai pakaian adat Kalimantan Timur. Namun, provinsi Kalimantan Utara juga mengakui bahwa kedua pakaian ini sebagai pakaian adat mereka. Adapun meski memiliki nama yang sama, Ta’a dan Sapei Sapaq khas Kalimantan Timur dan yang khas Kalimantan Utara memiliki beberapa perbedaan.
Sebelum membahas tentang perbedaan-perbedaan tersebut, terlebih dahulu mari kita mengenali apa itu pakaian Ta’a dan Sapei Sapaq.
Pakaian Adat Kalimantan Utara untuk Perempuan : Baju Ta’a
Pakaian Ta’a merupakan pakaian adat yang khusus dikenakan oleh kaum wanita Dayak di Kalimantan. Pakaian ini terbuat dari kain beludru berwarna hitam dengan pernik atau hiasan berupa manik-manik yang dijahit. baju Ta’a terdiri dari:
- Atasan dengan model menyerupai rompi (tanpa lengan),
- Bagian bawah berupa rok dengan warna dan motif yang sama,
- Serta penutup kepala berhias bulu burung enggang, dan aksesoris lainnya seperti gelang, kalung, dan manik-manik.
Motif hiasan rompi dan rok Ta’a kental dengan campuran warna-warna mencolok seperti putih, hijau, biru, merah, dan warna kontras lainnya. Di bagian dada dan lengannya dilengkapi rumbai-rumbai dengan warna motif yang sama dengan rompi.
Perbedaan antara pakaian Sapei Sapaq dan Ta’a terletak pada motifnya. Untuk motif pakaian adat Kalimantan Utara, baik pada baju Ta’a maupun Sapei Sapaq sebenarnya terbagi menjadi 3, yaitu:
Tikar Pandan
Tikar Pandan terbuat dari daun pandan yang diolah dengan hati-hati menjadi serat-serat halus, kemudian dianyam secara tradisional oleh para pengrajin terampil.
Proses pembuatan tikar ini melibatkan teknik anyaman yang rumit dan membutuhkan kesabaran serta keahlian yang tinggi.
Tikar Pandan memiliki beragam ukuran dan desain yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan.
Tikar ini sering digunakan sebagai alas duduk, alas tidur, atau hiasan dinding. Kelebihan tikar pandan terletak pada kekuatannya yang tahan lama, serat pandan yang tahan terhadap cuaca, serta tampilan yang indah dan alami.
Kerajinan tangan Tikar Pandan tidak hanya merupakan bentuk seni, tetapi juga merupakan simbol kearifan lokal dalam memanfaatkan sumber daya alam yang tersedia di sekitar mereka.
Proses pembuatan tikar juga melibatkan nilai-nilai kebersamaan dan kebersahajaan, karena seringkali dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat setempat.
Dalam konteks ekonomi, kerajinan tangan Tikar Pandan memberikan manfaat bagi masyarakat lokal sebagai sumber penghidupan dan pelestarian tradisi.
Di sisi lain, tikar pandan juga memiliki daya tarik bagi wisatawan dan kolektor seni karena nilai seni dan keaslian budaya yang terkandung di dalamnya.
Kerajinan tangan Tikar Pandan adalah bukti nyata kekayaan budaya Kalimantan Barat yang perlu dilestarikan.
Melalui karya-karya tikar pandan, para pengrajin tidak hanya menjaga warisan budaya mereka, tetapi juga mempromosikan keindahan dan keunikan seni tradisional Kalimantan Barat kepada dunia.
Rumah Adat Kalimantan Utara
Rumah Baloy adalah rumah adat yang terkenal dari masyarakat Kalimantan Utara. Bentuk bangunan rumah ini terlihat lebih modern dan modis karena hasil pengembangan arsitektur Dayak dari Rumah adat Kalimantan Timur yaitu Rumah Panjang (Rumah Lamin) yang dibuat oleh Masyarakat suku Tidung yang tidak lain adalah suku di Kalimantan Utara.
Rumah Baloy
Rumah Baloy ini mempunyai keunikan yang tidak dimiliki oleh rumah adat dari provinsi lain. Rumah Baloy merupakan perpaduan kebudayaan seni arsitektur Suku Tidung. Rumah Baloy menggunakan bahan dasar kayu ulin.
Struktur Bangunan Rumah Adat Kalimantan Utara Baloy
- Rumah Baloy diban gun menghadap utara, sedangkan pintu utamanya dibuat menghadap ke arah selatan.
- Desain rumah panggung.
- Kayu ulin merupakan kayu khas dari Pulau Kalimantan yang struktur seratnya sangat kuat. Jika terkena air, kayu ulin ini justru menjadi semakin kuat.
- Terdapat ukiran yang menghiasi dinding yang menggambarkan kearifan lokal daerah pesisir.
Fungsi Rumah Adat Kalimantan Utara Baloy
Rumah Baloy sebenarnya tidak difungsikan sebagai tempat tinggal, tetapi sebagai berikut:
- Tempat dilaksanakannya kegiatan adat.
- Digunakan untuk tempat tinggal kepala adat.
- Digunakan untuk pertemuan, musyawarah terkait masalah-masalah yang terkait dengan adat.
- Untuk menampilkan kesenian Suku Tidung, seperti Tarian Jepen.
Masyarakat Tidung sangat cinta damai sehingga setiap ada permasalahan yang berhubungan dengan adat dan masyarakat pasti akan diselesaikan secara bermusyawarah.
Ciri Khas Rumah Adat Kalimantan Utara Baloy
Tags: kerajinan kalimantan