... Kerajinan Khas Kalimantan Utara: 10 Inspirasi DIY Sulaman dan Rajut yang Harus Anda Coba

Kerajinan Cantik Kalimantan Utara - Panduan DIY untuk Keterampilan Sulam dan Rajut

Rumah Adat Kalimantan Utara

Rumah Baloy adalah rumah adat yang terkenal dari masyarakat Kalimantan Utara. Bentuk bangunan rumah ini terlihat lebih modern dan modis karena hasil pengembangan arsitektur Dayak dari Rumah adat Kalimantan Timur yaitu Rumah Panjang (Rumah Lamin) yang dibuat oleh Masyarakat suku Tidung yang tidak lain adalah suku di Kalimantan Utara.

Rumah Baloy

Rumah Baloy ini mempunyai keunikan yang tidak dimiliki oleh rumah adat dari provinsi lain. Rumah Baloy merupakan perpaduan kebudayaan seni arsitektur Suku Tidung. Rumah Baloy menggunakan bahan dasar kayu ulin.

Struktur Bangunan Rumah Adat Kalimantan Utara Baloy

  1. Rumah Baloy diban gun menghadap utara, sedangkan pintu utamanya dibuat menghadap ke arah selatan.
  2. Desain rumah panggung.
  3. Kayu ulin merupakan kayu khas dari Pulau Kalimantan yang struktur seratnya sangat kuat. Jika terkena air, kayu ulin ini justru menjadi semakin kuat.
  4. Terdapat ukiran yang menghiasi dinding yang menggambarkan kearifan lokal daerah pesisir.

Fungsi Rumah Adat Kalimantan Utara Baloy

Rumah Baloy sebenarnya tidak difungsikan sebagai tempat tinggal, tetapi sebagai berikut:

  1. Tempat dilaksanakannya kegiatan adat.
  2. Digunakan untuk tempat tinggal kepala adat.
  3. Digunakan untuk pertemuan, musyawarah terkait masalah-masalah yang terkait dengan adat.
  4. Untuk menampilkan kesenian Suku Tidung, seperti Tarian Jepen.

Masyarakat Tidung sangat cinta damai sehingga setiap ada permasalahan yang berhubungan dengan adat dan masyarakat pasti akan diselesaikan secara bermusyawarah.

Ciri Khas Rumah Adat Kalimantan Utara Baloy

Pakaian Adat Kebudayaan Kalimantan Utara

Suku Dayak yang tersebar di wilayah Kalimantan terdiri atas banyak sekali suku bagian. Adapun yang menjadi suku Dayak mayoritas di Kalimantan Utara yaitu suku Dayak Kenyah. Bagian suku yang orangnya dicirikan mirip keturunan Tionghoa ini mempunyai pakaian adat bernama Ta’ a dan Sapei Sapaq.

Ta’a dan Sapei Sapaq memang dikenal sebagai pakaian adat Kalimantan Timur. Namun, provinsi Kalimantan Utara juga mengakui bahwa kedua pakaian ini sebagai pakaian adat mereka. Adapun meski memiliki nama yang sama, Ta’a dan Sapei Sapaq khas Kalimantan Timur dan yang khas Kalimantan Utara memiliki beberapa perbedaan.

Sebelum membahas tentang perbedaan-perbedaan tersebut, terlebih dahulu mari kita mengenali apa itu pakaian Ta’a dan Sapei Sapaq.

Pakaian Adat Kalimantan Utara untuk Perempuan : Baju Ta’a

Pakaian Ta’a merupakan pakaian adat yang khusus dikenakan oleh kaum wanita Dayak di Kalimantan. Pakaian ini terbuat dari kain beludru berwarna hitam dengan pernik atau hiasan berupa manik-manik yang dijahit. baju Ta’a terdiri dari:

  • Atasan dengan model menyerupai rompi (tanpa lengan),
  • Bagian bawah berupa rok dengan warna dan motif yang sama,
  • Serta penutup kepala berhias bulu burung enggang, dan aksesoris lainnya seperti gelang, kalung, dan manik-manik.

Motif hiasan rompi dan rok Ta’a kental dengan campuran warna-warna mencolok seperti putih, hijau, biru, merah, dan warna kontras lainnya. Di bagian dada dan lengannya dilengkapi rumbai-rumbai dengan warna motif yang sama dengan rompi.

Perbedaan antara pakaian Sapei Sapaq dan Ta’a terletak pada motifnya. Untuk motif pakaian adat Kalimantan Utara, baik pada baju Ta’a maupun Sapei Sapaq sebenarnya terbagi menjadi 3, yaitu:


Tags: kerajinan kalimantan

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia