Kerajinan Khas Kediri - Pesona Seni Sulam dan Kreativitas DIY
Pengrajin di Lombok
Untuk Anda yang sudah mulai terbiasa dengan pantai dan gili di Lombok, tidak ada salahnya untuk mencoba sensasi baru berwisata ke tempat-tempat yang memproduksi kerajinan di Lombok. Untuk kerajinan, beberapa tempat di Lombok dikenal dengan kerajinan tenun, bambu, anyaman dan juga gerabah seperti di Desa Banyumulek.
Untuk kerajinan seperti kain tenun khas Lombok, Anda dapat menemukannya di Desa Sade dan Sukarara. Terutama Desa Sade, dikenal sebagai lokasi desa wisata yang paling menjadi representasi dari suku Sasak yang merupakan suku asli setempat. Namun Desa Sukarara juga dapat menjadi pilihan untuk melihat produk kerajinan tenun khas Lombok.
Untuk kerajinan anyaman, terdapat Desa Beleka. Berbagai jenis anyaman dapat Anda temukan di Desa Beleka, Lombok Tengah, mulai dari peralatan rumah tangga, pernak-pernik dekorasi, hiasan dinding, dan masih banyak anyaman lainnya. Bahan dasar dari pembuatan anyaman tersebut adalah rotan dan ketek.
Untuk kerajinan lainnya yaitu produk kerajinan dari bambu, Anda bisa ke Desa Mambalan Gunung Sari. Anda akan menemukan penduduk setempat yang terdiri dari para pengrajin bambu. Berbagai jenis kerajinan dapat Anda temukan diantaranya seperti tempat tidur, kursi, meja, paga, dudukan lampu, tempat duduk, dan masih banyak lagi kerajinan lainnya.
Sambel Tumpang
Sambal Tumpang adalah semacam sayur yang dihasilkan dari proses fermentasi kedelai.
Sambel ini adalah salah satu makanan khas Kediri.
Tempe semangit (tempe kemarin) adalah bahan utamanya, Anda bahkan bisa membuat sambal tumpang sendiri, yakni dengan menghaluskan tempe semangit, kemudian tambah santan dan gula, dan aduk hingga merata.
Di Kediri sendiri, sambel tumpeng disajikan bersama Nasi.
Atau biasa disebut juga dengan menu pecel tumpeng.
Cita rasa sambal tumpang sangat khas, yang berasal dari aroma tempe semangit yang jadi campurannya.
Jika Anda berniat wisata kuliner di Kediri, maka jangan lewatkan untuk mencicipi Sambal Tumpang.
Tempurung Kelapa
Di Kediri juga tersedia Kerajinan Tempurung (Batok) kelapa yang bisa menjadi berbagai produk untuk dijadikan oleh-oleh khas Kediri.
Pohon kelapa menjadi pohon yang bisa dimanfaatkan segala bagiannya.
Termasuk bagian tempurung (batoknya). Masyarakat Kediri memanfaatkan batok kelapa untuk dijadikan produk-produk bernilai ekonomi seperti mangkok, piring, sendok, sendok sayur dan bahkan gayung.
Sentra pembuatan kerajinan Batok Kelapa yang terkenal di Kediri adalah di Kecamatan Grogol. Para warga di sana banyak menggantungkan diri dengan bekerja sebagai pengrajin batok kelapa.
Soal harga, jangan khawatir karena produk kerajinan Batok Kelapa dibandrol terjangkau.
Wisatawan yang ingin melihat langsung pembuatan kerajinan batok kelapa, bisa langsung ke Kecamatan Grogol.
Desa Banyumulek
Desa Banyumulek adalah desa yang terletak di Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat. Desa Banyumulek merupakan sentra industri gerabah di Pulau Lombok sejak tahun 1990-an, di mana 80% penduduknya terjun dalam pekerjaan tersebut. Karya gerabah desa Banyumulek yang dihasilkan sangat bervariasi seperti vas bunga, gentong, celengan, kap lampu, hiasan dinding, dan lain sebagainya. Selain itu terdapat juga produk khas yang hanya anda bisa temui di Desa Banyumulek, yaitu Kendhil Maling.
Kendhil Maling memiliki bentuk yang unik yaitu lubang yang berada pada dasar Kendhil, lubang tersebut digunakan untuk memasukan air ke dalam kendhil. Filosofi dari kendi tersebut adalah seperti cara aneh seorang maling untuk memasuki sebuah rumah (lewat atap atau jendela, bukan lewat pintu). Uniknya, desain yang ada pada Kendhil Maling tidak membuat air yang ada dalam kendhil keluar saat kendhil tersebut diletakkan kembali.
Gerabah yang dihasilkan terbuat dari tanah liat dan air yang dengan mudah didapat di daerah sekitar desa. Begitu juga dengan pewarna yang digunakan, pewarna yang digunakan adalah pewarna alami seperti biji asam yang melalui proses pemasakan terlebih dahulu. Namun akhir-akhir ini, beberapa pengrajin juga mulai untuk menggunakan bahan pewarna buatan yang diperoleh dari desa tetangga.
Hasil kerajinan gerabah Desa Banyumulek ternyata sudah merambah sampai ke pasar internasional. Misalnya New Zeland dan beberapa negara di Eropa. Di desa ini, Anda bisa membawa pulang hasil seni tersebut dengan harga yang bervariatif. Tergantung dari bentuk, ukuran, motif hiasan, serta tingkat kesulitan saat proses pembuatannya.
Selain melihat hasil seni yang bewarna-warni tersebut, Anda juga bisa belajar dan ikut serta dalam proses pembuatannya. Anda akan terkejut pada saat peroses awal pembuatan gerabah. Karena para pengerajin tidak pernah menggunakan alat bantu ukur untuk menentukan diameter gerabah. Selain itu, alat-alat yang digunakan terbilang sederhana. Semuanya dilakukan dengan hati. Sehingga para pengerajin gerabah Desa Banyumulek ini mampu menghasilkan hasil seni yang berkualitas dan mengagumkan.
Tags: kerajinan