... 10 Ide Kerajinan Khas Kediri untuk Dicoba di Rumah - Panduan DIY

Kerajinan Khas Kediri - Pesona Seni Sulam dan Kreativitas DIY

Desa Banyumulek, Sentra Kerajinan Gerabah di Lombok

Mengunjungi desa wisata dengan daya tarik produk kerajinan bisa menjadi salah satu aktivitas yang bermanfaat. Bukan hanya dapat merasakan sensasi berwisata dengan mengunjungi suatu tempat dan melihat keindahannya saja, namun juga mengetahui berbagai informasi seputar produk kerajinannya. Di Lombok, Anda bisa berkunjung ke desa Banyumulek yang terkenal dengan berbagai produk kerajinan gerabahnya.

Di Indonesia, desa wisata dengan produk kerajinan khasnya sebenarnya terdapat di banyak lokasi. Seperti Kasongan di Jogja yang juga merupakan sentra kerajinan gerabah, Kotagede di Jogja yang merupakan sentra kerajinan perak, Cepogo di Boyolali yang merupakan sentra pengrajin kerajinan tembaga dan banyak destinasi desa wisata lainnya. Nah, Apakah di Lombok yang terkenal dengan destinasi wisata baharinya juga terdapat desa wisata?

Tempurung Kelapa

Di Kediri juga tersedia Kerajinan Tempurung (Batok) kelapa yang bisa menjadi berbagai produk untuk dijadikan oleh-oleh khas Kediri.

Pohon kelapa menjadi pohon yang bisa dimanfaatkan segala bagiannya.

Termasuk bagian tempurung (batoknya). Masyarakat Kediri memanfaatkan batok kelapa untuk dijadikan produk-produk bernilai ekonomi seperti mangkok, piring, sendok, sendok sayur dan bahkan gayung.

Sentra pembuatan kerajinan Batok Kelapa yang terkenal di Kediri adalah di Kecamatan Grogol. Para warga di sana banyak menggantungkan diri dengan bekerja sebagai pengrajin batok kelapa.

Soal harga, jangan khawatir karena produk kerajinan Batok Kelapa dibandrol terjangkau.

Wisatawan yang ingin melihat langsung pembuatan kerajinan batok kelapa, bisa langsung ke Kecamatan Grogol.

Desa Banyumulek

Desa Banyumulek adalah desa yang terletak di Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat. Desa Banyumulek merupakan sentra industri gerabah di Pulau Lombok sejak tahun 1990-an, di mana 80% penduduknya terjun dalam pekerjaan tersebut. Karya gerabah desa Banyumulek yang dihasilkan sangat bervariasi seperti vas bunga, gentong, celengan, kap lampu, hiasan dinding, dan lain sebagainya. Selain itu terdapat juga produk khas yang hanya anda bisa temui di Desa Banyumulek, yaitu Kendhil Maling.

Kendhil Maling memiliki bentuk yang unik yaitu lubang yang berada pada dasar Kendhil, lubang tersebut digunakan untuk memasukan air ke dalam kendhil. Filosofi dari kendi tersebut adalah seperti cara aneh seorang maling untuk memasuki sebuah rumah (lewat atap atau jendela, bukan lewat pintu). Uniknya, desain yang ada pada Kendhil Maling tidak membuat air yang ada dalam kendhil keluar saat kendhil tersebut diletakkan kembali.

Gerabah yang dihasilkan terbuat dari tanah liat dan air yang dengan mudah didapat di daerah sekitar desa. Begitu juga dengan pewarna yang digunakan, pewarna yang digunakan adalah pewarna alami seperti biji asam yang melalui proses pemasakan terlebih dahulu. Namun akhir-akhir ini, beberapa pengrajin juga mulai untuk menggunakan bahan pewarna buatan yang diperoleh dari desa tetangga.

Hasil kerajinan gerabah Desa Banyumulek ternyata sudah merambah sampai ke pasar internasional. Misalnya New Zeland dan beberapa negara di Eropa. Di desa ini, Anda bisa membawa pulang hasil seni tersebut dengan harga yang bervariatif. Tergantung dari bentuk, ukuran, motif hiasan, serta tingkat kesulitan saat proses pembuatannya.

Selain melihat hasil seni yang bewarna-warni tersebut, Anda juga bisa belajar dan ikut serta dalam proses pembuatannya. Anda akan terkejut pada saat peroses awal pembuatan gerabah. Karena para pengerajin tidak pernah menggunakan alat bantu ukur untuk menentukan diameter gerabah. Selain itu, alat-alat yang digunakan terbilang sederhana. Semuanya dilakukan dengan hati. Sehingga para pengerajin gerabah Desa Banyumulek ini mampu menghasilkan hasil seni yang berkualitas dan mengagumkan.

Informasi Perjalanan

Akses menuju desa Banyumulek sangatlah mudah. Jika Anda menginap di daerah Kota Mataram, Anda akan membutuhkan waktu sekitar 20 menit perjalanan menggunakan kendaraan untuk sampai di Desa Banyumulek. Untuk lebih mudah mengetahui lokasi, Anda dapat menggunakan map atau menggunakan jasa sewa mobil. Ketika sampai di lokasi, akan tempat dengan jelas tanda desa Banymulek.

Untuk berkunjung, Anda tidak perlu mengeluarkan biaya retribusi masuk seperti kunjungan ke lokasi wisata. Namun disarankan berkunjung pada waktu antara 08.00 hingga 16.00 WITA. Karena pada jam tersebut berbagai sentra kerajinan gerabah masih buka dan melayani pengunjung.

Selain menikmati kunjungan, melihat berbagai bentuk kerajinan gerabah yang khas, tentu saja Anda juga dapat membeli dan membawanya pulang sebagai oleh-oleh. Namun sebagaimana diketahui, produk kerajinan gerabah merupakan produk yang mudah pecah. Maka, untuk perjalanan jauh Anda perlu berhati-hati untuk membawanya.

Itu dia berbagai informasi tentang berbagai tempat sentra kerajinan di Lombok dan sekitarnya seperti kerajinan kain tenun, kerajinan anyaman, kerajinan bambu serta kerajinan gerabah. Lebih khusus lagi, informasi seputar Desa Banyumulek yang menjadi sentra kerajinan produk gerabah di Lombok.

Simak terus berbagai informasi lainnya seputar obyek wisata di Lombok dan paket wisata Lombok di halaman firstlomboktour.com. Jaga kesehatan Anda agar tetap sehat selama melakukan perjalanan dan menikmati aktivitas wisata di Lombok.

Sambel Tumpang

Sambal Tumpang adalah semacam sayur yang dihasilkan dari proses fermentasi kedelai.

Sambel ini adalah salah satu makanan khas Kediri.

Tempe semangit (tempe kemarin) adalah bahan utamanya, Anda bahkan bisa membuat sambal tumpang sendiri, yakni dengan menghaluskan tempe semangit, kemudian tambah santan dan gula, dan aduk hingga merata.

Di Kediri sendiri, sambel tumpeng disajikan bersama Nasi.

Atau biasa disebut juga dengan menu pecel tumpeng.

Cita rasa sambal tumpang sangat khas, yang berasal dari aroma tempe semangit yang jadi campurannya.

Jika Anda berniat wisata kuliner di Kediri, maka jangan lewatkan untuk mencicipi Sambal Tumpang.


Tags: kerajinan

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia