... 10 Ide Kerajinan Khas Kediri untuk Dicoba di Rumah - Panduan DIY

Kerajinan Khas Kediri - Pesona Seni Sulam dan Kreativitas DIY

Tenun Ikat Bandar

Tak Cuma batik, Kediri juga memiliki kain khas berupa tenun. Salah satu yang paling terkenal adalah tenun Ikat Bandar. Bandar adalah sebuah daerah yang menjadi pusat sentra pengrajin kain tenun ikat yang ada di Kediri. Para pelancong tidak akan kesulitan menemukan tenun ikat Bandar ini saat berkunjung ke sana.

Seperti batik, kain tenun ikat bandar ini juga punya beberapa motif menarik seperti misalnya adalah motif kawung, ceplok, motif es lilin, motif kali brantas, dan motif kuncup. Kain Tenun Ikat Bandar dihargai cukup mahal, akan tetapi tetap disenangi karena kualitasnya yang baik. Keunggulan lainnya adalah tidak menggunakan benang sintetis.

Kerajinan Jenitri

Satu lagi oleh-oleh khas Kediri yang tahan lama yang bisa Anda pilih yakni Jenitri. Biji jenitri ini sudah menjadi oleh-oleh khas Blitar dan Kediri yang terkenal hingga keluar negeri.

Berbagai macam aksesoris bisa Anda dapatkan dari hasil kerajinan biji bertekstur unik ini. Harganya bervariasi, mulai dari puluhan hingga mencapai jutaan rupiah tergantung kriteria dan kualitas bijinya.

Nah, itulah rekomendasi oleh-oleh khas Kediri murah yang bisa menjadi pilihan Anda. Jangan lupa untuk menyiapkan budget dan waktu untuk keliling Kota Kediri guna mencari buah tangan incaran Anda.

Jika Anda ingin berlibur bersama keluarga ke Kediri dan sekitarnya, gunakan saja paket city tour murah dari Salsa Wisata. Selain harganya terjangkau, Anda juga akan mendapatkan layanan terbaik sepanjang perjalanan.

Kopi Brontoseno

Selain kuliner khas, Kediri juga memiliki minuman yang cukup terkenal, yakni Kopi Brontoseno. Ini adalh merk dagang yang memang sudah terkenal sejak 1956.

Kpi Brontoseno menjadi pilihan kopi bubuk yang bisa dibawa pulang untuk oleh-oleh. Beberapa produk kopi brontoseno antara lain adalah kopi bubuk sachet, kopi botol, kopi gelas dan kopi kue.

Menurut Wikipedia, kopi Brontoseno termasuk jenis kopi house-blend kopi robusta. Bagi para pecinta kopi, kopi ini pun dinilai memiliki cita rasa tersendiri.

Kelebihan utamanya yakni ampas kopinya yang halus. Bahkan ampas kopi Brontoseno dapat dibuat gambar oleh seniman cethe karena kehalusan ampasnya. Tentu, kopi ini menjadi salah satu oleh-oleh khas Kediri yang cukup laris dipasaran.

Tempurung Kelapa

Di Kediri juga tersedia Kerajinan Tempurung (Batok) kelapa yang bisa menjadi berbagai produk untuk dijadikan oleh-oleh khas Kediri.

Pohon kelapa menjadi pohon yang bisa dimanfaatkan segala bagiannya.

Termasuk bagian tempurung (batoknya). Masyarakat Kediri memanfaatkan batok kelapa untuk dijadikan produk-produk bernilai ekonomi seperti mangkok, piring, sendok, sendok sayur dan bahkan gayung.

Sentra pembuatan kerajinan Batok Kelapa yang terkenal di Kediri adalah di Kecamatan Grogol. Para warga di sana banyak menggantungkan diri dengan bekerja sebagai pengrajin batok kelapa.

Soal harga, jangan khawatir karena produk kerajinan Batok Kelapa dibandrol terjangkau.

Wisatawan yang ingin melihat langsung pembuatan kerajinan batok kelapa, bisa langsung ke Kecamatan Grogol.

Desa Banyumulek

Desa Banyumulek adalah desa yang terletak di Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat. Desa Banyumulek merupakan sentra industri gerabah di Pulau Lombok sejak tahun 1990-an, di mana 80% penduduknya terjun dalam pekerjaan tersebut. Karya gerabah desa Banyumulek yang dihasilkan sangat bervariasi seperti vas bunga, gentong, celengan, kap lampu, hiasan dinding, dan lain sebagainya. Selain itu terdapat juga produk khas yang hanya anda bisa temui di Desa Banyumulek, yaitu Kendhil Maling.

Kendhil Maling memiliki bentuk yang unik yaitu lubang yang berada pada dasar Kendhil, lubang tersebut digunakan untuk memasukan air ke dalam kendhil. Filosofi dari kendi tersebut adalah seperti cara aneh seorang maling untuk memasuki sebuah rumah (lewat atap atau jendela, bukan lewat pintu). Uniknya, desain yang ada pada Kendhil Maling tidak membuat air yang ada dalam kendhil keluar saat kendhil tersebut diletakkan kembali.

Gerabah yang dihasilkan terbuat dari tanah liat dan air yang dengan mudah didapat di daerah sekitar desa. Begitu juga dengan pewarna yang digunakan, pewarna yang digunakan adalah pewarna alami seperti biji asam yang melalui proses pemasakan terlebih dahulu. Namun akhir-akhir ini, beberapa pengrajin juga mulai untuk menggunakan bahan pewarna buatan yang diperoleh dari desa tetangga.

Hasil kerajinan gerabah Desa Banyumulek ternyata sudah merambah sampai ke pasar internasional. Misalnya New Zeland dan beberapa negara di Eropa. Di desa ini, Anda bisa membawa pulang hasil seni tersebut dengan harga yang bervariatif. Tergantung dari bentuk, ukuran, motif hiasan, serta tingkat kesulitan saat proses pembuatannya.

Selain melihat hasil seni yang bewarna-warni tersebut, Anda juga bisa belajar dan ikut serta dalam proses pembuatannya. Anda akan terkejut pada saat peroses awal pembuatan gerabah. Karena para pengerajin tidak pernah menggunakan alat bantu ukur untuk menentukan diameter gerabah. Selain itu, alat-alat yang digunakan terbilang sederhana. Semuanya dilakukan dengan hati. Sehingga para pengerajin gerabah Desa Banyumulek ini mampu menghasilkan hasil seni yang berkualitas dan mengagumkan.


Tags: kerajinan

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia