... Panduan Praktis: 10 Kerajinan Khas Maluku yang Mudah Dibuat Sendiri

Kerajinan Sulam Tradisional Maluku - Keindahan dalam Jarum dan Kreativitas

5. Tari Bambu Gila

Tidak berbeda jauh dengan tari Salai Jin, tari bambu gila yang berasal dari Ternate ini nyatanya juga menjadi tarian yang sarat akan magis. Hal itu dikarenakan tarian yang satu ini melibatkan kekuatan supranatural.

Tarian yang juga dikenal sebagai permainan rakyat Maluku ini, dibawakan oleh tujuh orang penari yang memegang sebatang bambu. Kemudian, bambu tersebut diberi mantra-mantra oleh seorang dukun.

Kompaknya gerakan para penari, sebagai lambang kebersamaan serta gotong royong, yang tertanam di dalam budaya masyarakat Maluku.

2. Tari Lenso

Berikutnya ada tari Lenso, yang masuk sebagai kesenian tradisional khas Maluku. Tari yang memiliki tema serupa dengan tari Tide-Tide ini, awalnya dibuat sebagai perekat hubungan persaudaraan dan kekerabatan masyarakat Maluku dalam berkehidupan sosial.

Tari tradisional ini diciptakan pada saat bangsa Portugis masuk ke Maluku pada 1612. Maka dari itu, nama “Lenso” yang digunakan pada tarian ini pun berasal dari bahasa Portugis, yang artinya sapu tangan.

Di mana, sapu tangan sendiri merupakan properti utama yang digunakan para penari saat menarikan tarian ini. Selain itu, sapu tangan yang digunakan pun umumnya berwarna merah ataupun putih.

9. Tari Katreji

Tari yang dikenal sebagai tari pergaulan ini, umumnya dibawakan di beberapa acara besar, seperti pernikahan adat, penyambutan tamu serta upacara pelantikan Kepala Desa, Gubernur dan Bupati.

Selain itu, tari tradisional ini juga memiliki keunikan tersendiri dibanding tari-tari tradisional Maluku lainnya, karena merupakan hasil perpaduan dua budaya, yaitu budaya Eropa (Belanda dan Portugis) dengan budaya Maluku.

Tari katreji dibawakan oleh sekitar 12 penari pria dan wanita yang berpasangan, dengan ekspresi ceria dan bersemangat.

Para penari tersebut tentunya mengenakan kostum tradisional Maluku, dengan balutan kebaya dan rok panjang untuk wanita, serta satu pasang baju dan celana berwarna putih untuk penari laki-laki.

Makna Kain Tenun Tanimbar sebagai Kain Khas Maluku

Tenun tanimbar berasal dari Kepulauan Tanimbar, Maluku Tenggara Barat.

Jika Moms sekilas melihatnya, motif kain khas Maluku ini tampak sederhana.

Akan tetapi, di baliknya penuh dengan makna kehidupan.

Bahkan karena begitu sederhananya, keindahan kain tenun tanimbar kadang sulit dimengerti.

Untuk memahami keindahannya, Moms harus paham terlebih dulu motif-motifnya.

Selain itu, meski setiap daerah di Tanimbar memiliki tenun dengan ciri khasnya masing-masing, tetapi motif tenun tanimbar pada umumnya memiliki filosofi yang sama di baliknya.

Sumber inspirasi motif tenun tanimbar bisa datang dari lingkungan sekitar, seperti dari detail-detail terkecil dalam kehidupan.

Sebab, mereka yakin para leluhur mencoba melihat keindahan dari alam, sekecil apa pun bentuknya.

Mulai dari jentik nyamuk, ulat, hingga hati jagung.

Salah satu daerah penghasil tenun di Kepulauan Tanimbar adalah Yamdena.

Di sana, Moms bisa melihat terdapat empat jenis kain, yakni Tais Matan, Tais Anday, Tais Maran, dan Ule Rati.

Berikut ini penjelasan dari masing-masing motif kain tenun tanimbar:

  • Tais Matan identik dengan motif utama di ujung kain. Sementara, sisanya didominasi oleh garis.
  • Tais Anday memiliki bagian ujung yang dihiasi garis hitam-putih dan motif utama di tengah.
  • Tais Maran menampilkan garis di bagian tengah dan motif utama di ujung.
  • Ule Rati hadir dengan motif berbentuk ulat yang tersebar di seluruh kain.

Selain itu empat jenis kain tersebut, ada juga beberapa motif lainnya.

Seperti misalnya motif Lelemuke atau bunga anggrek merupakan salah satu motif utamanya.

Bagi masyarakat Tanimbar, bunga anggrek adalah perlambang kecantikan, keagungan, dan keuletan.

Tenun Tanimbar Maluku : Sejarah dan Motif Khas Penuh Makna

Kain tenun Tanimbar Maluku memang memikat. Bukan hanya karena harmoni warnanya, namun motif khas penuh makna dan sejarah yang panjang menawarkan pesona yang lebih mendalam. Kain tenun berasal dari daerah Indonesia Timur ini memang mengagumkan.

Pada pandangan pertama, motif kain khas Maluku ini memang terkesan lebih sederhana. Setidaknya, bila kita bandingkan dengan motif tenun Sumba yang penuh motifnya. Namun sebenarnya, dalam kesederhanaannya motif tenun Tanimbar terbersit makna kehidupan yang tersembunyi di dalamnya.

Seperti kita ketahui, tenun Tanimbar berasal dari daerah Kabupaten Maluku Tenggara Barat yang terkenal dengan sebutan Kepulauan Tanimbar. Kepulauan Tanimbar merupakan bagian dari Provinsi Maluku, terletak di bagian tenggara Provinsi Maluku. Pulau Yamdena merupakan pulau terbesar dengan luas 3.333 km² yang membujur dari utara ke selatan. Pulau besar lainnya yaitu Pulau Larat, Pulau Selaru, Pulau Sera, Pulau Wuliaru, Nitu, Wetar, Labobar, Molu, Maru dan Fordata.


Tags: kerajinan maluku

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia