Kerajinan Sulam Tradisional Maluku - Keindahan dalam Jarum dan Kreativitas
12. Tari Loliyana
Kesenian tradisional yang terakhir adalah tari Loliyana. Tari yang juga dikenal dengan tari Panen Lola ini, merupakan tari kreasi yang mengangkat upacara panen lola ke dalam bentuk pertunjukan tari.
Pertunjukan tersebut sejatinya menggunakan tradisi dan kebudayaan masyarakat Kepulauan Teon Nila Serua sebagai patokan.
(Baca Juga: Kesenian Tradisional Khas Jawa Timur)
Itulah 12 kesenian tradisional khas Maluku yang mungkin belum kamu ketahui. Kamu bisa mencari informasi menarik lainnya dari buku, baik buku digital maupun konvensional.
Jika kamu menggunakan buku digital dan ingin berlangganan, kamu bisa memakai kartu kredit sebagai metode pembayaran agar proses transaksi lebih mudah.
Kamu jangan khawatir apabila belum memiliki kartu kredit. Langsung saja ajukan di CekAja.com. Karena di sana, tersedia berbagai macam produk kartu kredit yang bisa kamu pilih sesuai kebutuhan. Jadi, tunggu apalagi? Yuk ajukan sekarang!
Mengenal Kain Tenun Tanimbar, Kain Khas Maluku yang Bernilai Tinggi
Berkat keanekaragaman budaya yang dimiliki Indonesia, tiap daerah pun memiliki produk tekstil yang mencerminkan filosofi kehidupan masyarakat setempat. Tidak ketinggalan dengan kain khas Maluku, yaitu kain tenun Tanimbar.
Kain khas Maluku ini bukan hanya indah karena kombinasi warna-warnanya.
Motif-motif yang ada di dalamnya menceritakan filosofi kehidupan masyarakat setempat sehingga ia menawarkan pesona tersendiri.
Jika Moms ingin tahu lebih dalam mengenai kain tenun tanimbar, boleh untuk menyimak ulasan lengkapnya berikut ini!
F. Senjata Tradisional Daerah Maluku
Masyarakat Maluku mengenal beberapa senjata tradisional, misalnya panah, tombak, dan parang salawaku. Sejak zaman dahulu tombak dan panah mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat Nuaulu, khususnya untuk berburu dan berperang.
Makanan dan minuman khas daerah Maluku yaitu makanan dan minuman yang dibuat dengan bahan-bahan yang berasal dari hasil pertanian, perkebunan, perikanan, atau kehutanan. Beberapa makanan dan minuman tradisional Maluku yang dapat ditemukan diantaranya seperti pepeda, kohu-kohu, dabu-dabu, dan beberapa jajanan yang terbuat dari sagu seperti talam manis, talam asin, ongol-ongol, sagu kenari, sagu kelapa, bubur mutiara, sagon kukus, sagu embal, sagu bakar, cendol, dan lain-lain. Pembahasan secara lengkap silahkan klik Makanan Khas Maluku, Lengkap Penjelasannya.
Demikian pembahasan tentang "Mengenal Kebudayaan Daerah Maluku" yang dapat kami sajikan. Artikel ini dirangkum dari buku"Selayang Pandang Maluku: Ir. Nugroho Y". Baca juga artikel kebudayaan daerah di Indonesia lainnya di situs SeniBudayaku.com.
Kerajinan Tempat Pinang dan Sirih (kabilano)
Kerajinan Tempat Pinang dan Sirih (Kabilano) adalah salah satu kerajinan tangan khas Maluku Utara yang terbuat dari bahan dasar kayu. Kayu yang digunakan untuk membuat kerajinan ini biasanya berasal dari jenis kayu Nantu yang hanya tumbuh di daerah Maluku Utara.
Proses pembuatan Kerajinan Tempat Pinang dan Sirih (Kabilano) dimulai dengan memilih kayu yang berkualitas dan dipotong dengan ukuran tertentu.
Kerajinan Tempat Pinang dan Sirih (Kabilano) dihiasi dengan berbagai motif tradisional seperti motif daun, bunga, dan binatang laut yang berasal dari kearifan lokal masyarakat Maluku Utara.
Kerajinan Tempat Pinang dan Sirih (Kabilano) memiliki nilai estetika yang tinggi dan merupakan bagian dari tradisi adat dan budaya Maluku Utara. Tempat pinang dan sirih merupakan simbol dari kesatuan, persatuan, dan keharmonisan dalam kehidupan masyarakat Maluku Utara.
Oleh karena itu, Kerajinan Tempat Pinang dan Sirih (Kabilano) menjadi salah satu produk unggulan yang menarik minat wisatawan yang berkunjung ke daerah tersebut.
Selain itu, kerajinan ini juga dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat lokal karena dijadikan sebagai produk komersial yang dijual di pasar lokal maupun internasional.
Tags: kerajinan maluku