... Panduan Praktis: 10 Kerajinan Khas Maluku yang Mudah Dibuat Sendiri

Kerajinan Sulam Tradisional Maluku - Keindahan dalam Jarum dan Kreativitas

5. Tari Bambu Gila

Tidak berbeda jauh dengan tari Salai Jin, tari bambu gila yang berasal dari Ternate ini nyatanya juga menjadi tarian yang sarat akan magis. Hal itu dikarenakan tarian yang satu ini melibatkan kekuatan supranatural.

Tarian yang juga dikenal sebagai permainan rakyat Maluku ini, dibawakan oleh tujuh orang penari yang memegang sebatang bambu. Kemudian, bambu tersebut diberi mantra-mantra oleh seorang dukun.

Kompaknya gerakan para penari, sebagai lambang kebersamaan serta gotong royong, yang tertanam di dalam budaya masyarakat Maluku.

Kerajinan Tempat Pinang dan Sirih (kabilano)

Kerajinan Tempat Pinang dan Sirih (Kabilano) adalah salah satu kerajinan tangan khas Maluku Utara yang terbuat dari bahan dasar kayu. Kayu yang digunakan untuk membuat kerajinan ini biasanya berasal dari jenis kayu Nantu yang hanya tumbuh di daerah Maluku Utara.

Proses pembuatan Kerajinan Tempat Pinang dan Sirih (Kabilano) dimulai dengan memilih kayu yang berkualitas dan dipotong dengan ukuran tertentu.

Kerajinan Tempat Pinang dan Sirih (Kabilano) dihiasi dengan berbagai motif tradisional seperti motif daun, bunga, dan binatang laut yang berasal dari kearifan lokal masyarakat Maluku Utara.

Kerajinan Tempat Pinang dan Sirih (Kabilano) memiliki nilai estetika yang tinggi dan merupakan bagian dari tradisi adat dan budaya Maluku Utara. Tempat pinang dan sirih merupakan simbol dari kesatuan, persatuan, dan keharmonisan dalam kehidupan masyarakat Maluku Utara.

Oleh karena itu, Kerajinan Tempat Pinang dan Sirih (Kabilano) menjadi salah satu produk unggulan yang menarik minat wisatawan yang berkunjung ke daerah tersebut.

Selain itu, kerajinan ini juga dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat lokal karena dijadikan sebagai produk komersial yang dijual di pasar lokal maupun internasional.

Tenun Tanimbar Maluku : Sejarah dan Motif Khas Penuh Makna

Kain tenun Tanimbar Maluku memang memikat. Bukan hanya karena harmoni warnanya, namun motif khas penuh makna dan sejarah yang panjang menawarkan pesona yang lebih mendalam. Kain tenun berasal dari daerah Indonesia Timur ini memang mengagumkan.

Pada pandangan pertama, motif kain khas Maluku ini memang terkesan lebih sederhana. Setidaknya, bila kita bandingkan dengan motif tenun Sumba yang penuh motifnya. Namun sebenarnya, dalam kesederhanaannya motif tenun Tanimbar terbersit makna kehidupan yang tersembunyi di dalamnya.

Seperti kita ketahui, tenun Tanimbar berasal dari daerah Kabupaten Maluku Tenggara Barat yang terkenal dengan sebutan Kepulauan Tanimbar. Kepulauan Tanimbar merupakan bagian dari Provinsi Maluku, terletak di bagian tenggara Provinsi Maluku. Pulau Yamdena merupakan pulau terbesar dengan luas 3.333 km² yang membujur dari utara ke selatan. Pulau besar lainnya yaitu Pulau Larat, Pulau Selaru, Pulau Sera, Pulau Wuliaru, Nitu, Wetar, Labobar, Molu, Maru dan Fordata.

9. Tari Katreji

Tari yang dikenal sebagai tari pergaulan ini, umumnya dibawakan di beberapa acara besar, seperti pernikahan adat, penyambutan tamu serta upacara pelantikan Kepala Desa, Gubernur dan Bupati.

Selain itu, tari tradisional ini juga memiliki keunikan tersendiri dibanding tari-tari tradisional Maluku lainnya, karena merupakan hasil perpaduan dua budaya, yaitu budaya Eropa (Belanda dan Portugis) dengan budaya Maluku.

Tari katreji dibawakan oleh sekitar 12 penari pria dan wanita yang berpasangan, dengan ekspresi ceria dan bersemangat.

Para penari tersebut tentunya mengenakan kostum tradisional Maluku, dengan balutan kebaya dan rok panjang untuk wanita, serta satu pasang baju dan celana berwarna putih untuk penari laki-laki.

2. Tari Lenso

Berikutnya ada tari Lenso, yang masuk sebagai kesenian tradisional khas Maluku. Tari yang memiliki tema serupa dengan tari Tide-Tide ini, awalnya dibuat sebagai perekat hubungan persaudaraan dan kekerabatan masyarakat Maluku dalam berkehidupan sosial.

Tari tradisional ini diciptakan pada saat bangsa Portugis masuk ke Maluku pada 1612. Maka dari itu, nama “Lenso” yang digunakan pada tarian ini pun berasal dari bahasa Portugis, yang artinya sapu tangan.

Di mana, sapu tangan sendiri merupakan properti utama yang digunakan para penari saat menarikan tarian ini. Selain itu, sapu tangan yang digunakan pun umumnya berwarna merah ataupun putih.


Tags: kerajinan maluku

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia