... Panduan Praktis: 10 Kerajinan Khas Maluku yang Mudah Dibuat Sendiri

Kerajinan Sulam Tradisional Maluku - Keindahan dalam Jarum dan Kreativitas

F. Senjata Tradisional Daerah Maluku

Masyarakat Maluku mengenal beberapa senjata tradisional, misalnya panah, tombak, dan parang salawaku. Sejak zaman dahulu tombak dan panah mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat Nuaulu, khususnya untuk berburu dan berperang.

Makanan dan minuman khas daerah Maluku yaitu makanan dan minuman yang dibuat dengan bahan-bahan yang berasal dari hasil pertanian, perkebunan, perikanan, atau kehutanan. Beberapa makanan dan minuman tradisional Maluku yang dapat ditemukan diantaranya seperti pepeda, kohu-kohu, dabu-dabu, dan beberapa jajanan yang terbuat dari sagu seperti talam manis, talam asin, ongol-ongol, sagu kenari, sagu kelapa, bubur mutiara, sagon kukus, sagu embal, sagu bakar, cendol, dan lain-lain. Pembahasan secara lengkap silahkan klik Makanan Khas Maluku, Lengkap Penjelasannya.

Demikian pembahasan tentang "Mengenal Kebudayaan Daerah Maluku" yang dapat kami sajikan. Artikel ini dirangkum dari buku"Selayang Pandang Maluku: Ir. Nugroho Y". Baca juga artikel kebudayaan daerah di Indonesia lainnya di situs SeniBudayaku.com.

Tenun Tanimbar Maluku : Sejarah dan Motif Khas Penuh Makna

Kain tenun Tanimbar Maluku memang memikat. Bukan hanya karena harmoni warnanya, namun motif khas penuh makna dan sejarah yang panjang menawarkan pesona yang lebih mendalam. Kain tenun berasal dari daerah Indonesia Timur ini memang mengagumkan.

Pada pandangan pertama, motif kain khas Maluku ini memang terkesan lebih sederhana. Setidaknya, bila kita bandingkan dengan motif tenun Sumba yang penuh motifnya. Namun sebenarnya, dalam kesederhanaannya motif tenun Tanimbar terbersit makna kehidupan yang tersembunyi di dalamnya.

Seperti kita ketahui, tenun Tanimbar berasal dari daerah Kabupaten Maluku Tenggara Barat yang terkenal dengan sebutan Kepulauan Tanimbar. Kepulauan Tanimbar merupakan bagian dari Provinsi Maluku, terletak di bagian tenggara Provinsi Maluku. Pulau Yamdena merupakan pulau terbesar dengan luas 3.333 km² yang membujur dari utara ke selatan. Pulau besar lainnya yaitu Pulau Larat, Pulau Selaru, Pulau Sera, Pulau Wuliaru, Nitu, Wetar, Labobar, Molu, Maru dan Fordata.

2. Tari Lenso

Berikutnya ada tari Lenso, yang masuk sebagai kesenian tradisional khas Maluku. Tari yang memiliki tema serupa dengan tari Tide-Tide ini, awalnya dibuat sebagai perekat hubungan persaudaraan dan kekerabatan masyarakat Maluku dalam berkehidupan sosial.

Tari tradisional ini diciptakan pada saat bangsa Portugis masuk ke Maluku pada 1612. Maka dari itu, nama “Lenso” yang digunakan pada tarian ini pun berasal dari bahasa Portugis, yang artinya sapu tangan.

Di mana, sapu tangan sendiri merupakan properti utama yang digunakan para penari saat menarikan tarian ini. Selain itu, sapu tangan yang digunakan pun umumnya berwarna merah ataupun putih.

C. Pakaian Tradisional Daerah Maluku

Pakaian Tradisional Manimbar

Pada dasarnya pakaian adat masyarakar Manimbar kini tidak lagi digunakan pada kehidupan mereka sehari-hari. Kalaupun ada yang memakai, itupun terbatas pada kaum yang sudah berumur. Pakaian tersebut diantaranya kutang liman malawan, yaitu sejenis kebaya yang berlengan pendek atau panjang, untuk bagian atas, dan bagian bawah mengenakan kain sarung (tais maran).

Pakaian adat wanita Tanimbar terdiri atas kebaya dan kain tenun yang disebut tais matau atau tais wangin. Sementara itu kaum pria Tanimbar memakai kemeja panjang dan celana panjang dengan kelengkapan berupa umpan, yaitu selembar kain tenun yang diikat di pinggang, sinune, tutuban ulu, kain penutup kepala, berhiaskan somalea. Pembahasan lengkapnya silahkan klik Pakaian Adat Maluku Lengkap, Gambar dan Penjelasannya

9. Tari Katreji

Tari yang dikenal sebagai tari pergaulan ini, umumnya dibawakan di beberapa acara besar, seperti pernikahan adat, penyambutan tamu serta upacara pelantikan Kepala Desa, Gubernur dan Bupati.

Selain itu, tari tradisional ini juga memiliki keunikan tersendiri dibanding tari-tari tradisional Maluku lainnya, karena merupakan hasil perpaduan dua budaya, yaitu budaya Eropa (Belanda dan Portugis) dengan budaya Maluku.

Tari katreji dibawakan oleh sekitar 12 penari pria dan wanita yang berpasangan, dengan ekspresi ceria dan bersemangat.

Para penari tersebut tentunya mengenakan kostum tradisional Maluku, dengan balutan kebaya dan rok panjang untuk wanita, serta satu pasang baju dan celana berwarna putih untuk penari laki-laki.


Tags: kerajinan maluku

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia