Keindahan Kerajinan Khas Palembang - Karya Tangan dan DIY
15 Referensi Souvenir Khas di Daerah Palembang Yang Unik Ini Wajib Kalian Masukkan Daftar Belanjaan!
Jika mendengar Palembang, apa yang ada dibenakmu? Tentulah makanan khas olahan daging tengiri yaitu Pempek kan? Selain itu apalagi kekhassan Kota terbesar kedua di Sumatera Selatan ini kalau bukan Jembatan Ampera.
Landmark populer ini bisa dibilang serupa dengan yang ada di luar negeri yaitu Golden Gate Bridge di San Fransiso. Keindahan Jembatan Ampera semakin cantik saat malam hari, apalagi jika dilihat dari ketinggian.
Selain dua point diatas, makanan khas dan Landmark Palembang, ternyata ada lagi yang menarik untuk dibahas dan wajib dibeli saat berkunjung ke Kota Pempek ini, yakni oleh-oleh.
Saat memutuskan untuk berkunjung ke Palembang entah itu untuk keperluan pekerjaan maupun sengaja berlibur, jika pulang dengan tangan kosong tidak ada tentengan kantong plastik akan terasa kurang lengkap rasanya.
Untuk membantumu dalam mencari referensi oleh-oleh khas Palembang yang tahan lama, berikut ini kami berikan ide oleh-oleh menarik dan wajib kamu baca sampai tuntas.
27 Oleh Oleh Khas Palembang Kekinian Yang Terkenal Tahan Lama, Murah, Dan Wajib Dibeli
Oleh Oleh Khas Palembang – Bingung mau bawa oleh-oleh apa dari Palembang? Ini daftar rekomendasi oleh oleh khas Palembang kekinian yang terkenal tahan lama, murah, dan wajib dibeli. Bukan hanya makanan khas tradisional saja, tapi beragam olahan kue modern juga bisa Anda temui.
Berkunjung ke suatu daerah, tentu belum lengkap rasanya bila pulang tanpa membawa buah tangan. Apalagi bila Anda liburan ke Kota Palembang, rugi banget deh bila tak berbelanja oleh-oleh. Pasalnya, kota ini punya sejumlah kuliner enak dan souvenir unik yang layak dibawa pulang.
Nah, buat Anda yang kebetulan sedang berada di Palembang, Sumatera Selatan, berikut ini rekomendasi pilihan oleh-oleh khas yang harus dibeli untuk keluarga, saudara, teman / sahabat, anak-anak, maupun pasangan halal. Kira-kira ada apa saja ya? Yuk, simak ulasannya berikut ini.
Songket Palembang
Songket kerap dikaitkan dengan Kemaharajaan Sriwijaya sebagai asal mula tradisi songket berasal, beberapa jenis Songket yang populer pun tak lepas dari lokasi-lokasi yang pernah berada dibawah kekuasaan Sriwijaya, salah satu lokasi dominan yang juga diyakini sebagai ibukota Kemaharajaan Sriwijaya di masa lampau yakni Palembang, yang terletak di Sumatera Selatan. Selain Palembang, beberapa daerah di Sumatra juga menjadi lokasi penghasil Songket terbaik dalam kelasnya, yakni meliputi daerah-daerah di Minangkabau atau Sumatera Barat seperti Pandai Sikek, Silungkang, Koto Gadang, dan Padang. Di luar Sumatra, kain songket juga dihasilkan oleh daerah-daerah seperti Bali, Lombok, Sambas, Sumba, Makassar, Sulawesi, dan daerah-daerah lain di Indonesia.
Karena faktor sejarah kekuasaan Kemaharajaan Sriwijaya, perdagangan, dan perkawinan campuran, Songket pun juga menjadi populer di Kawasan Maritim Asia Tenggara khususnya di negara-negara sekitar Indonesia seperti Brunei, Malaysia, dan Singapura. [2]
Patut diketahui bahwa kain songket memiliki banyak keistimewaan jika dibandingkan kain tenun jenis lain. Salah satunya corak dan ragamnya yang berbeda, masing-masing memiliki makna tersendiri.
Bahan dasar kain songket yang terbuat dari benang emas dan perak membuat harga songket melambung tinggi. Teknik pembuatan kain yang unik dan cenderung rumit membuat songket berbeda dengan kain jenis lainnya.
Dari cara memakainya, songket pria dan perempuan memiliki perbedaan mendasar. Kain songket untuk pria disebut Rumpak (bumpak) dengan motif yang tidak penuh dengan tumpal (kepala kain) berada di belakang badan.
Lakuer (Leker)
Kerajinan tangan Lakuer, atau dikenal juga sebagai Leker, merupakan salah satu warisan budaya dari Sumatera Selatan yang memiliki keunikan dan keindahan tersendiri.
Leker merupakan topi tradisional yang terbuat dari anyaman daun pandan atau ilalang, dengan bentuk yang melengkung dan berukuran kecil.
Proses pembuatan Leker dimulai dengan memilih daun pandan yang berkualitas tinggi, kemudian daun tersebut dipotong dan direndam dalam air untuk membuatnya lebih fleksibel.
Leker memiliki fungsi praktis sebagai pelindung dari sinar matahari dan angin, serta memberikan kesejukan pada kepala penggunanya.
Selain itu, Leker juga memiliki makna budaya yang dalam. Topi ini sering digunakan dalam acara-acara adat dan upacara tradisional, sebagai simbol status sosial atau tanda penghormatan terhadap leluhur.
Kerajinan tangan Lakuer dari Sumatera Selatan merupakan bukti keahlian tangan para pengrajin dalam menghasilkan karya seni yang unik dan bernilai tinggi.
Leker tidak hanya menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Sumatera Selatan, tetapi juga menjadi daya tarik bagi wisatawan yang tertarik untuk mengenal lebih dalam tentang budaya dan seni kerajinan tradisional Sumatera Selatan.
Tags: kerajinan