... 7 Kerajinan Khas Papua Barat yang Dapat Anda Buat Sendiri: Panduan DIY dan Pola Jahit

"Ragam Kreatif Papua Barat - Pesona Kerajinan Khas"

Lukisan di Atas Kulit Kayu

Lukisan kayu di atas kulit kayu ini sudah menjadi tradisi sejak tahun 1600 an. Kerajinan tangan ini berpusat di kampung Asei, Sentani Timur, Kabupaten Jayapura. Tradisi ini dilakukan secara turun menurun dan tidak sembarang orang boleh melakukan tradisi ini. Pada awalnya, tradisi ini merupakan simbol sekaligus peringatan terhadap segala sesuatu yang berkaitan dengan kehidupan di desa tersebut. Mereka menggunakan kayu-kayu ini sebagai pakaian mereka.

Lukisan ini memiliki motif seperti ikan, burung cendrawasih, buaya, tifa, dan karang. Namun seiring berjalannya waktu tradisi ini mulai menghilang karena masyarakat beralih ke pakaian bahan kain. Beruntungnya sejak tahun 1975 tradisi ini dilestarikan kembali oleh seorang antropologi Papua bernama Corry Ohee. Kerajinan ini bahkan menjadi kerajinan tangan yang bernilai tinggi. Peminatnya pun tidak hanya dari domestik tetapi juga mancanegara.

Menggali Potensi Sumber Daya: Dari Tambang Hingga Kerajinan Lokal

Provinsi Papua Barat merupakan sebuah simfoni harmonis antara pesona alam yang luar biasa dan kekayaan sumber daya yang melimpah. Kawasan yang masih secara luas diselimuti oleh hutan belantara ini, menyembunyikan rahasia kekayaan alam di bawah permukaan tanahnya. Namun, tak hanya mineral dan logam berharga yang menjadi inti dari kemakmuran alam Papua Barat.

  • Tambang Emas dan Tembaga: Papua Barat dikenal secara global berkat tambang emas dan tembaga Grasberg, yang merupakan salah satu deposit terbesar di dunia. Kekayaan mineral ini menjadi tulang punggung ekonomi dan menawarkan potensi untuk terus dikembangkan dengan bertanggung jawab demi masa depan yang berkelanjutan.
  • Nikel dan Minyak Bumi: Di samping itu, beragam daerah di Papua Barat juga menyimpan cadangan nikel dan minyak bumi yang signifikan, membuka peluang kerjasama investasi dan percepatan pembangunan infrastruktur untuk menunjang penambangan dan pemanfaatan sumber energi.
  • Kerajinan Tangan Tradisional: Tak kalah pentingnya adalah keahlian tangan masyarakat Papua Barat dalam menghasilkan kerajinan. Beberapa di antaranya meliputi:
  • Ukiran kayu yang menggambarkan nilai-nilai budaya serta kepercayaan lokal.
  • Kerajinan tulang, seperti alat musik dan perhiasan, yang mencerminkan keunikan sumber daya alam dan kearifan lokal.
  • Anyaman rotan yang tidak hanya berfungsi sebagai perlengkapan kebutuhan sehari-hari, namun juga memiliki nilai estetika dan pasar yang luas.

Pengembangan dan pemasaran kerajinan lokal oleh komunitas asli tidak hanya bertujuan untuk melestarikan adat dan budaya, tetapi juga meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat setempat. Ini merupakan bentuk nyata pemberdayaan komunitas yang dapat berjalan seiring dengan usaha konservasi alam.

Pemanfaatan sumber daya alam oleh warga Papua Barat menunjukkan adanya harmonisasi antara penghormatan terhadap alam dan upaya peningkatan kesejahteraan melalui pemanfaatan sumber daya yang ada. Dengan pengelolaan yang arif, sumber daya alam dan potensi kerajinan tangan lokal bisa menjadi pilar penting bagi perekonomian Papua Barat, sekaligus menjadi bukti bahwa pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan pembangunan ekonomi.

10 Oleh-Oleh Khas Sorong dari Makanan sampai Kerajinan Tangan

Jika dilihat dari bentuknya kue lontar terlihat mirip dengan pie susu Bali yang banyak dijadikan oleh-oleh khas Bali oleh para wisatawan. Akan tetapi kue lontar yang menjadi oleh-oleh khas Sorong ini asalnya dari Belanda. Kue ini dihidangkan saat, natal, tahun baru, ulang tahun, atau acara adat lainnya.

Pie susu dari provinsi yang berada di timur Indonesia, begitu orang menyebut kue lontar ini. Konon katanya penamaan kue lontar asalnya dari bahasa Belanda yaitu "londtart" yang artinya kue bundar. Tekstur kue lontar lembut di bagian dalamnya, tapi renyah di bagian kulitnya dan manis rasanya.

Payung Geulis

Payung geulis adalah souvenir khas dari daerah Tasikmalaya. Payung ini digunakan digunakan dalam berbagai acara seni tradisional di Jawa Barat. Payung ini juga seringkali digunakan sebagai dekorasi ruangan. Bahkan pada tahun 1926 para noni Belanda banyak yang menggunakan payung ini.

Geulis dalam bahasa Sunda berarti “cantik” sehingga payung geulis memiliki arti payung cantik. Payung geulis terbuat dari bahan kertas dan kain yang bermotif. Motifnya terbagi menjadi dua macam yaitu motif geometris dan non geometris.

Pada motif geometris gambar yang menonjol adalah gambar garis lurus, lengkung, dan patah-patah. Sedangkan motif non geometris menonjolkan gambar seperti manusia, tumbuhan, ataupun manusia. Rangka dari payung ini terbuat dari bambu.

Untuk menambah kesan menarik bagian dalam payung diberi benang warna-warni. Namun payung ini mengalami penurunan peminat pada tahun 1955 hingga 1968. Pada saat itu Indonesia menganut sistem ekonomi terbuka.

Dengan begitu produk-produk luar negeri dapat masuk ke Indonesia termasuk produk payung import. Hal ini menggeser posisi payung geulis dan membuat pengrajin payung geulis mengalami kebangkrutan.

Mengetahui hal pemerintah kota Tasikmalaya tidak tinggal diam. Para pengrajin diberi bantuan berupa peralatan dan bahan untuk meningkatkan kualitas produk payung geulis mereka.

Payung geulis pun berangsur-angsur mulai kembali diminati pada tahun 1980 an. Hingga saat ini belum ada inovasi maupun modifikasi terhadap payung geulis sehingga bentuk payung ini masih sangat asli.


Tags: kerajinan

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia