... Kumpulan Kerajinan Khas Sulawesi Tengah: Panduan DIY Sulaman dan Rajutan

Seni Sulam dan DIY - Eksplorasi Kerajinan Khas Sulawesi Tengah

Batik Bomba

Batik Bomba adalah kerajinan tangan yang berasal dari suku Kaili, salah satu suku adat yang mendiami wilayah Kota Palu. Kata bomba sendiri berasal dari bahasa Minahasa yang dimaknai sebagai keterbukaan atau kebersamaan, dua nilai yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Palu.

Proses pembuatan batik Bomba tidak banyak berubah sejak dahulu. Dengan menggunakan kain sutra pilihan, batik ditenun menggunakan alat tenun tradisional. Untuk menggambarkan corak atau motifnya, tinta yang digunakan pun adalah pewarna alami yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. Sementara itu, alat-alat membatik seperti canting dan cetakan kayu juga digunakan dalam proses pembuatan batik khas Palu ini.

Kain batik biasanya dihias dengan berbagai bentuk motif yang menggambarkan kebudayaan Kota Palu, Donggala, dan Provinsi Sulawesi Tengah pada umumnya. Motif batik Bomba yang banyak dibuat meliputi motif bunga cengkih, rumah adat souraja, burung maleo, rumah adat Kalli, lekatu, serta motif sambulugana yang merupakan perpaduan tumbuhan pinang dan sirih.

Batik Bomba kerap digunakan sebagai simbolis dalam berbagai perayaan dan upacara adat, termasuk dalam acara pernikahan. Batik Bomba dengan motif sambulugana, misalnya, biasa digunakan sebagai persembahan simbolis untuk meminang pengantin wanita.

Tradisi dan Kain Tenun Donggala

Suku Donggala sering memakai kain tenun ini untuk keperluan perlengkapan pakaian adat Suku Pamona dan Suku Kaili. Konon, tenun ikat Donggala terlebih dulu ada sebelum Suku Bugis bermigrasi ke Donggala.

Menurut legenda tradisi Donggala zaman dahulu, kain tenun ini adalah hasil kerajinan dari wanita asli Donggala yang mendapat keahlian dari Dewa Tomanurun. Menurut legenda Dewa Tomanurun turun dari langit ke bumi dan mulai mengajarkan beberapa kepandaian – kepandaian yang potensial seperti halnya menenun kain.

Kegiatan menenun ini dilakukan banyak kaum wanita di suku Donggala sebagai selingan saja. Disamping itu juga melakukan kegiatan lain seperti mengasuh anak dan juga mengelola rumah. Para suami mereka melakukan kegiatan melaut dalam jangka waktu yang cukup lama, istri sibuk dengan kegiatan menenun. Aktifitas ini dapat menjadi kegiatan mengisi waktu luang istri yang ditinggal melaut oleh suami mereka.

Dalam tradisi Donggala, kain tenun ini memiliki makna yang mendalam. Karena melalui kegiatan menenun inilah para istri mencurahkan isi hatinya dan emosi mereka selama suami mereka

berlayar. Inilah sebabnya banyak tenun di berbagai daerah yang erat kaintannya dengan kondisi dan situasi tata kehidupan masyarakat setempat.

Penulis : Nur Aziz

Tempat Membeli Kerajinan Kayu Hitam Palu

Jika Kawanjo tertarik untuk membeli kerajinan kayu hitam Palu, cobalah mengunjungi beberapa tempat berikut:

  1. Toko Sumber Urip Eboni
    Toko ini merupakan salah satu toko kerajinan kayu hitam terbesar dan terlengkap di Palu. Toko ini memiliki dua cabang, yaitu di Jalan Raya Palu-Donggala KM 9 dan di Jalan Raya Palu-Parigi KM 15.
  2. Pasar Inpres Palu
    Pasar ini merupakan salah satu pasar tradisional terbesar di Palu. Pasar ini menjual berbagai macam barang, termasuk kerajinan kayu hitam. Pasar ini berlokasi di Jalan Sam Ratulangi, Kelurahan Lolu Utara, Kecamatan Palu Timur.
  3. Toko Online
    Selain rekomendasi di atas, Kawanjo juga bisa membeli kerajinan kayu hitam Palu melalui toko online atau market place. Ketik saja kata kuncinya dan temukan toko yang pas.

Tags: kerajinan lawe

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia