... Kerajinan Khas Sulawesi Utara: Panduan dan Ide DIY Sulaman Terbaik

Kerajinan Sulawesi Utara - Keindahan Seni Sulam dan Kreativitas DIY

Kerajinan Kayu Hitam

Seperti namanya, kerajinan tangan khas Palu yang satu ini terbuat dari kayu berwarna hitam. Jenis kayu yang digunakan adalah kayu eboni ( Diospyros ebenum ) dengan karakteristik utamanya yang keras, berat, dan tahan lama. Kerajinan kayu hitam eboni sudah sejak lama dikembangkan oleh masyarakat Palu dan mulai populer di era 1960an.

Seiring dengan perkembangan zaman, kerajinan kayu hitam eboni yang awalnya diolah secara tradisional kini mulai mengalami proses modernisasi. Berbagai produk yang dihasilkannya pun memiliki tekstur permukaan yang lebih licin dan halus. Bentuk, rupa, serta ukirannya juga kian berkembang dan bervariasi.

Kayu eboni biasanya dibuat menjadi aneka hiasan, mulai dari hiasan dinding seperti jam dan bingkai, alat makan seperti mangkuk atau piring kayu, hingga suvenir seperti patung atau gantungan kunci. Berbagai bentuk kerajinan kayu hitam sangat cocok dijadikan sebagai pajangan di rumah. Harga kerajinan kayu hitam dari Palu cukup bervariasi, mulai dari yang termurah seharga puluhan ribu rupiah, hingga kerajinan dengan ukiran rumit yang harganya bisa mencapai ratusan ribu atau jutaan rupiah.

Upacara Adat Kabasaran di Watu Pinawetengan

Upacara adat ini biasa diselenggarakan di kawasan megalit Watu Pinawetengan dan Watu Tumotowo di Desa Pinabetengan, Kecamatan Tompaso, Kabupaten Minahasa. Desa Pinabetengan merupakan suatu desa megalit yang berada sekitar 50 kilometer arah selatan dari Kota Manado. Tujuan dari pelaksanaan ritual tahunan ini adalah untuk melakukan “pembersihan” dari semua yang jelek di tempat pelaksanaan ritual tahunan ini.

Dalam upacara ini tampak iring-iringan pasukan berkuda lengkap dengan segala peralatan perang, seperti: tombak besi, pedang tebal panjang (kolaborasi samurai dan peda – pedangnya orang Minahasa), dan terompet (sebagai alat perintah/penanda).

Selain itu, iring-iringan pasukan tersebut juga membawa simbol-simbol ilmu gaib, antara lain tengkorak kain merah, mulut burung taon (burung alo), dan bendera yang menghiasi pakaian pimpinan para pasukan Kabasaran dari sembilan etnis Minahasa.

Upacara Adat Mamu’a Ton’na

Upacara adat ini merupakan tradisi tahun baru Provinsi Sulawesi Utara. Upacara ini merupakan ucapan syukur dan doa permohonan kepada Tuhan Yang Mahakuasa agar diberi kedamaian, keberuntungan, dan keselamatan di dalam menjalani kehidupan pada tahun yang baru.

Kata mamu’a berarti membuka dan ton’na berarti tahun. Makna simbolisnya berkaitan dengan tradisi Mangunsi’n Ton’na (Mangunsi’n berarti mengunci dan Ton’na berarti tahun). Mangunsi’n Ton’na mengandung pengertian meninggalkan tahun lama, sedangkan Mamu’a Ton’na mengandung pengertian memasuki tahun baru.

Kata mangunsi’n dan kata mamu’a berkonotasi pintu/jalan hidup yang menunjuk pada bumi tempat berpijak atau tempat kehidupan manusia di mana ada jalan menuju pada kebaikan dan juga ada jalan menuju kepada kesengsaraan.

5 Karya Warisan Budaya Takbenda Indonesia Asal Sulawesi Utara

Karya budaya dari Sulawesi Utara turur ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia. Apa saja?

Diperbarui 14 Des 2021, 08:03 WIB Diterbitkan 14 Des 2021, 08:03 WIB

Liputan6.com, Jakarta - Keberagaman budaya Nusantara tercermin dalam karya budaya yang hadir beriringan dengan kehidupan masyarakat di daerah tertentu. Begitu pula dengan karya budaya asal Sulawesi Utara yang ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia 2021.

Ada sebanyak lima karya budaya Sulawesi Utara yang masuk daftar, seperti keterampilan dan kemahiran kerajinan tradisional, adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan, hingga tradisi lisan dan ekspresi. Simak rangkuman selengkapnya seperti dikutip dari laman Warisan Budaya Kemdikbud, Senin (13/12/2021), berikut ini.

3 Karya Warisan Budaya Takbenda Indonesia Asal Jambi

4 Karya Warisan Budaya Takbenda Indonesia Asal Bengkulu

6 Karya Warisan Budaya Takbenda Indonesia Asal DKI Jakarta

1. Nasi Jaha Minahasa

Nasi Jaha merupakan salah satu sajian khas di Minahasa. Sajian ini dapat disantap sebagai penganan atau kue pelengkap minuman teh atau kopi, namun, masyarakat juga dapat juga menyajikannya dengan lauk lainnya.

Keunikan dari Nasi Jaha ini adalah proses pembuatannya dimasak dan dipanggang melalui wadah bambu. Di daerah lain atau luar Minahasa menamakan jenis masakan ini dengan nasi bulu (bambu).

2. Saguer Minahasa

Saguer adalah fermentasi alami dan produk pertama air sadapan dari mayang pohon nira. Oleh warga lokal, pohon ini dikenal dengan pohon seho atau pohon saguer.


Tags: kerajinan lawe

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia