... Panduan Kerajinan Khas Sumatera Barat: Inspirasi dan Tips DIY

Kerajinan Tangan Khas Sumatera Barat - Keindahan Seni Sulaman dan Kreativitas DIY

Kesenian Tradisional Khas Sumatera Barat

Berbicara tentang kesenian khas Sumatera Barat, maka kita tidak boleh lupa dengan berbagai lagu khas yang dimiliki oleh daerah satu ini. Mengapa? Karena lagu-lagu daerah biasanya tidak hanya diciptakan untuk didengarkan oleh masyarakat saja, melainkan juga menyiratkan makna yang cukup mendalam bagi siapapun yang mendengarkannya.

Gelang Sipaku Gelang

Lagu daerah yang menjadi salah satu kesenian tradisional khas Sumatera Barat yang pertama adalah lagu Gelang Sipaku Gelang yang sangat populer di kalangan anak-anak zaman dahulu dan sekarang. Bahkan, lagu satu ini juga sering diajarkan oleh para guru taman kanak-kanak kepada siswa untuk bisa memperkenalkan budaya Indonesia yang beraneka ragam.

Lagu Gelang Sipaku Gelang bercerita tentang perpisahan sehingga sering kali digunakan untuk mengajak pulang atau mengakhiri suatu acara. Tak jarang lagu ini juga digunakan sebagai pengganti lagu Sayonara.

Kampuang Nan Jauah di Mato

Bagi kamu kelahiran tahun 90 an, maka mungkin cukup familiar dengan kesenian tradisional khas Sumatera Barat satu ini. Lagu ini sempat dinyanyikan dengan begitu merdu dan nyaring oleh Chikita Meidy, seorang penyanyi anak-anak yang sangat sukses pada eranya.

Bahkan, dulu hampir setiap hari kita bisa mendengarkan dan menyanyikan lagu ini di lingkungan sekitar, baik itu bersama keluarga ataupun teman bermain, meskipun kita tidak lahir, tinggal, ataupun berasal dari suku Minang. Lagu Kampuang Nan Jauah di Mato bercerita tentang seseorang yang rindu dengan kampung halamannya ketika ia diharuskan untuk merantau ke kota atau provinsi lain untuk berbagai keperluan.

2. Alat Musik Tradisional

Alat musik tradisional Sumatera Barat dapat dikatakan memiliki sejarah yang cukup panjang dan begitu erat dengan nuansa religi Islam. Dimana, diawali pada era musik melayu Qasidah dan Gurindam pada tahun 635-160 ketika penyebaran agama Islam dimulai.

Alat musik Sumatera Barat sebagian besar berasal dari suku Minang yang memiliki ciri khas gayanya yang sering kali disebut dengan nama rentak Minang.

Bansi

Alat musik pertama yang masuk ke dalam salah satu kesenian tradisional khas Sumatera Barat adalah Bansi yang dimainkan dengan cara ditiup dan memiliki bentuk seperti silinder layaknya seruling.

Bansi dalam hal ini sebenarnya memiliki dua jenis, yaitu Bansi dari Sumatera Barat dan Bansi dari Aceh. Hanya saja, yang membedakan keduanya adalah Bansi dari Aceh yang memiliki ukuran lebih kecil.

Bansi terbuat dari bahan bambu talang atau bisa juga menggunakan bambu sariak yang merupakan jenis bambu kecil dan cukup tipis, yaitu sekitar 33,5 – 36 cm dengan diameter 2,5 – 3 cm. Jenis alat musik satu ini memiliki tujuh buah lubang yang masing-masing memiliki fungsinya tersendiri.

6 buah lubang sebagai pengatur nada dan 1 buah lubang udara yang digunakan sebagai tempat meniup alat musik itu sendiri agar mengeluarkan alunan indah.

Pupuik Tanduak

Alat musik tradisional dari Sumatera Barat selanjutnya adalah Pupuik Tanduak. Pupuik Tanduak itu sendiri berasal dari kata Pupuik yang berarti peluit dan Tanduak yang berarti tanduk. Maka, apabila disimpulkan maka Pupuik Tanduak merupakan salah satu alat musik tradisional peluit yang terbuat dari tanduk.

Terbuat dari tanduk kerbau, pupuik tanduak sebenarnya bukanlah sebuah alat musik yang digunakan untuk mengiringi nyanyian ataupun tarian. Karena suaranya yang memiliki nada tunggal, maka jenis alat musik satu ini biasanya digunakan sebagai penanda sholat Magrib, Isya, dan Subuh, ataupun sebagai adanya pengumuman dari pemuka kampung yang perlu didengarkan oleh para warga.

12 Oleh-Oleh khas Sumatera Barat, Karupuak Sanjai sampai Baluik Kariang

KOMPAS.com – Sumatera Barat atau ranah Minang mempunyai beragam kuliner. Salah satu yang paling dikenal sampai ranah internasional adalah rendang. Baca juga: 5 Makanan Khas Sumatera Barat Selain Rendang, Lengkap dengan Resepnya Dua daerah di Sumatera Barat yang kerap menjadi tujuan kuliner adalah Padang dan Bukittinggi. Selain makanan berat, terdapat 12 jajanan dari Sumatera Barat yang cocok untuk oleh-oleh. Jajanan ini dapat ditemukan di Padang dan Bukittinggi. Berikut 12 oleh-oleh khas Sumatera Barat, mulai dari karupuak sanjai sampai baluik kariang.

Kain Tenun Pandai Sikek

Pandai Sikek adalah nama daeran yang terletak diantara Bukittinggi dan Padang. Pandai Sikek terkenal dengan hasil kain tenunnya yang diberi nama tenunan Pandai Sikek. Pusat pengrajin tenun Pandai Sikek berada di Kecamatan Sepulu Koto, Tanah Datar, Sumatera Barat.

Kain tenun Pandai Sikek sangat mewah dan indah karena terbuat dari benang emas atau perak sepenuhnya. Tak heran jika tenun ini disebut sebagai ratunya kain tenun. Penggunaan benang emas dan perak menjadi ciri khas kain tenun Pandai Sikek.

Tidak ada yang mengetahui pasti kapan kain tenun ini mulai dibuat namun ada beberapa yang mengatakan kain tradisional in sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu. Diperkirakan masuknya komoditi benang emas dan sutera menjadi sejarah awak terciptanya kain songket ini.

Kerajinan Perak dan Songket Koto Gadang

Koto Gadang adalah sebuah desa yang berada di Kabupaten Agam , Sumatera Barat. Desa ini terkenal dengan hasil kerajinan peraknya. Orang-orang di Koto Gadang sudah menjadi pengrajin perak sejak masa penjajahan Belanda di Indonesia.

Hasil kerajinan mereka tidak hanya menarik masyarakat daerah tetapi juga memikat warga Belanda yang tinggal di sana. Kerajinan yang dihasilkan berupa kalung, gelang, cincin, atribut pakaian, hingga miniature rumah adat Minang. Para wanita Belanda juga banyak yang memaikan kerajinan ini.

Keunikan kerajinan perak Koto Gadang adalah warnanya yang tidak mengkilat seperti warna putih susu dan juga teksturnya yang halus sehingga serasi jika digunakan bersama dengan kain songket.

Kerajinan perak Koto Gadang terus mengalami peningkatan hingga pada tahun 1911 kerajinan ini banyak dilirik oleh bangsa Eropa. Saat ini jangkauan pasar Koto gadang sudah mencapai Malaysia, Singapura, dan negara-negara tetangga lainnya.

Selain hasil kerajinan peraknya. Koto Gadang juga terkenal dengan kain songketnya. Kain songket Koto Gadang merupakan yang terhalus di dunia. Bahkan baru-baru ini seorang warga Koto Gadang berhasil menggelar pameran kain songket Koto Gadang dan dari daerah Sumatera Barat lainnya di Moscow, Rusia.


Tags: kerajinan

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia