Kerajinan Tangan Khas Sumatera Barat - Keindahan Seni Sulaman dan Kreativitas DIY
Mengenal Keterampilan dan Kemahiran Kerajinan Tradisional dari Sumatra Barat
Keterampilan dan Kemahiran Kerajinan Tradisional merupakan salah satu bidang yang termasuk dalam Warisan Budaya Tak Benda Indonesia yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Pendidikan Tinggi (Kemendikbud Ristek).
Menukil dari laman warisanbudaya.kemdikbud.go.id, keterampilan dan kemahiran kerajinan tradisional meliputi teknologi tradisional, arsitektur tradisional, pakaian tradisional, kerajinan tradisional, kuliner tradisional, transportasi tradisional, dan senjata tradisional.
Tahun 2021 ini, ada enam keterampilan dan kemahiran kerajinan tradisional dari daerah Sumatera Barat yang masuk dalam daftar Warisan Budaya Tak Benda Indonesia.
Kesenian Tradisional Khas Sumatera Barat
Berbicara tentang kesenian khas Sumatera Barat, maka kita tidak boleh lupa dengan berbagai lagu khas yang dimiliki oleh daerah satu ini. Mengapa? Karena lagu-lagu daerah biasanya tidak hanya diciptakan untuk didengarkan oleh masyarakat saja, melainkan juga menyiratkan makna yang cukup mendalam bagi siapapun yang mendengarkannya.
Gelang Sipaku Gelang
Lagu daerah yang menjadi salah satu kesenian tradisional khas Sumatera Barat yang pertama adalah lagu Gelang Sipaku Gelang yang sangat populer di kalangan anak-anak zaman dahulu dan sekarang. Bahkan, lagu satu ini juga sering diajarkan oleh para guru taman kanak-kanak kepada siswa untuk bisa memperkenalkan budaya Indonesia yang beraneka ragam.
Lagu Gelang Sipaku Gelang bercerita tentang perpisahan sehingga sering kali digunakan untuk mengajak pulang atau mengakhiri suatu acara. Tak jarang lagu ini juga digunakan sebagai pengganti lagu Sayonara.
Kampuang Nan Jauah di Mato
Bagi kamu kelahiran tahun 90 an, maka mungkin cukup familiar dengan kesenian tradisional khas Sumatera Barat satu ini. Lagu ini sempat dinyanyikan dengan begitu merdu dan nyaring oleh Chikita Meidy, seorang penyanyi anak-anak yang sangat sukses pada eranya.
Bahkan, dulu hampir setiap hari kita bisa mendengarkan dan menyanyikan lagu ini di lingkungan sekitar, baik itu bersama keluarga ataupun teman bermain, meskipun kita tidak lahir, tinggal, ataupun berasal dari suku Minang. Lagu Kampuang Nan Jauah di Mato bercerita tentang seseorang yang rindu dengan kampung halamannya ketika ia diharuskan untuk merantau ke kota atau provinsi lain untuk berbagai keperluan.
Kain Tenun Pandai Sikek
Pandai Sikek adalah nama daeran yang terletak diantara Bukittinggi dan Padang. Pandai Sikek terkenal dengan hasil kain tenunnya yang diberi nama tenunan Pandai Sikek. Pusat pengrajin tenun Pandai Sikek berada di Kecamatan Sepulu Koto, Tanah Datar, Sumatera Barat.
Kain tenun Pandai Sikek sangat mewah dan indah karena terbuat dari benang emas atau perak sepenuhnya. Tak heran jika tenun ini disebut sebagai ratunya kain tenun. Penggunaan benang emas dan perak menjadi ciri khas kain tenun Pandai Sikek.
Tidak ada yang mengetahui pasti kapan kain tenun ini mulai dibuat namun ada beberapa yang mengatakan kain tradisional in sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu. Diperkirakan masuknya komoditi benang emas dan sutera menjadi sejarah awak terciptanya kain songket ini.
Tags: kerajinan