... Kerajinan Khas Sumbawa: 5 Proyek DIY Sulaman dan Rajutan yang Harus Anda Coba!

Kerajinan Kreatif - Eksplorasi Keindahan dan Ketrampilan dalam Kerajinan Khas Sumbawa

Tarian Pasaji

Tarian Pasaji dengan gerakan nyema (persembahan) yang penuh santun dibawakan oleh penari perempuan dengan terampil mempersiapkan pasaji. Pasaji atau makanan yang sudah dimasak akan dipersembahan kepada Sultan Sumbawa.

Gerakan dasar tarian ini memperlihatkan bagaimana tata cara mempersiapkan pasaji, tatacara meletakan pasaji, dan menyerahkannya pasaji kepada Sultan. Gerakan nyema (sembah) menjadi bagian penting dalam tarian ini. Hampir setiap perpindahan gerak diawali dan diakhiri dengan nyema. Tarian ini sangat dikenal oleh masyarakat dikecamatan Alas yang mendiami wilayah bagian barat dari kabupaten Sumbawa.

Karaci

indonesiakaya.com

Karaci merupakan seni pertarungan yang melibatkan 2 orang lelaki yang saling pukul untuk menentukan siapa yang pantas menjadi juara di daerahnya. Pada awalnya, tradisi ini hanya sebagai hiburan bagi para raja di Sumbawa. Seiring dengan berjalannya waktu, tradisi ini dipertunjukkan sebagai tontonan bagi masyarakat luas sekaligus ajang unjuk gigi bagi para petarung.

Tradisi karaci dilakukan oleh 2 orang dewasa dari Suku Samawa, suku asli Sumbawa. Para petarung menggunakan sesambu dan empar yang merupakan tongkat dan perisai yang terbuat dari kulit kerbau. Ada pun gerak ngumang yang merupakan tradisi untuk mengawai pertarungan sambil berbalas pantun.

Kre Alang, Kain Tenun Khas Sumbawa

Seperti suku lain di Nusantara umumnya, perempuan suku Samawa, di Pulau Sumbawa Nusa Tenggara Barat, juga memiliki keterampilan menenun kain songket yaitu Kre Alang, yang didapat secara turun-temurun dari nenek moyang masyarakat Sumbawa. Kerajinan tenun yang dimiliki masyarakat Sumbawa berpusat Desa Poto, Kecamatan Moyo Hilir. Karena Tradisi menenun ditanah samawa sangat kuat menjadikan keterampilan tersebut sebagai jati diri kaum perempuan, hal itu tergambar dalam ungkapan lokal “siong tau swai, lamen no to nesek” artinya bukan perempuan, jika tidak bisa menenun.

2. Susu Kuda Liar

Oleh oleh khas Sumbawa yang satu ini wajib banget kamu bawa pulang. Susu kuda tidak banyak dijumpai di daerah lain. Produk susu kuda liar sangat terkenal, tak hanya di Indonesia tapi juga terkenal hingga mancanegara.

Susu kuda liar memang diambil dari perasan susu kuda yang tinggal di alam bebas. Memiliki rasa yang sangat gurih dan kandungan gulanya lumayan lebih tinggi, jadi lebih manis terasa. Meski demikin susu kuda liar sangat menyehatkan.

Baca juga : 14 Oleh Oleh Makanan Khas Jogja Wajib Bawa

Susu kuda liar ini memiliki segudang manfaat. Baik untuk menyembuhkan berbagai penyakit, juga bagus untuk kesehatan kulit. Dan paling terkenal adalah manfaatnya untuk membuat stamina pria lebih kuat dan tahan lama ketika berhubungan intim. Tertarik untuk mengkonsumsi?

Sejarah Kre Alang

Peradaban tradisi songket sudah dikenal dari awal Abad VII di Sumatera bagian Selatan dan mengalami persebaran ke bagian barat maupun timur nusantara hingga awal abad XIV. Diduga kuat bahwa menenun songket mendapat pengaruh Tradisi dan Budaya Melayu. Kata Alang dalam bahasa Melayu Kuno berarti Kemilau atau Gemerlap, sehingga Kre Alang dapat diartikan sebagai kain yang kemilau atau gemerlap. Tradisi menenun Songket banyak dimiliki oleh Bangsa Melayu baik yang mendiami Pulau Sumatera, Kalimantan maupun Semenanjung Malaysia. Teknik Sulam Jit Tahan Uji yang juga diterapkan pada tenun Kre Alang, dikenal sebagai sulam tertua yg berasal dari India.

Sementara Kata Songket yang dalam bahasa Sumbawa Songkat berasal dari Bahasa Melayu yg artinya mengait atau mencungkit. Hal ini berkaitan dengan cara pembuatan yakni mengait atau mengangkat sejumput benang tenun untuk menyelipkan benang emas. Tradisi ini kemudian menyebar dan dikenal hanya di beberapa lingkungan Budaya Melayu, seperti di Serawak, Kelantan dan Trengganu. Sedangkan Sulam Keringkam dikenal di Sambas, Pontianak, Riau dan Jambi. Lalu sulam Kalengkang/Kelingkan dikenal di Sambas, Pontianak, Riau dan Jambi. Di Kepulauan Riau, dikenal Sulam Manto, sementara di Lampung, Bengkulu dan Palembang dikenal Sulam Mudawaro/Maduwara. Hingga akhirnya sampai di sumbawa dengan ciri khas dari segi motif, ragam hias dan juga warna yang biasanya disesuaikan dengan sumber daya alam dan lingkungan di sumbawa. Pusat pembuatan Kre Alang di sumbawa ada di Desa Poto yang kemudian menyebar luas keseluruh daerah Sumbawa dan Sumbawa barat dengan memiliki ciri khas masing-masing.

Kre Alang berupa kain sarung berukuran lebih kecil dari sarung pada umumnya. Ukurannya setengah dari sarung biasa. Dan bedanya dengan kain tenun lainnya, Kre Alang memiliki motif yang dibuat dengan benang berwarna emas. Pada awalnya kerajinan tenun memiliki ragam hias dan warna yang terbatas. Dan juga beberapa ragam hias Kre Alang dan Sapu Alang hanya boleh dipakai oleh kalangan tertentu khususnya pada kesultanan dan para tokoh penting. Hal itu, karena motif Kre Alang dan Sapu Alang tidak terlepas dari pengruh-pengaruh seperti kebudayaan, kepercayaan, adat istiadat, tata kehidupan, alam (flora, fauna dan benda alam) yang dihubungkan dengan harapan dan maksud tertentu, yaitu dapat menghubungkan manusia dengan Tuhannya agar dijauhkan dari malapetaka, diberi kedamaian, kemenangan dan banyak lagi harapan lainnya. Seiring perkembangan kerajinan Kre Alang dan Sapu Alang sudah mulai banyak digunakan oleh masyarakat tidak terkecuali masyarakat kecil yang juga bisa merasakan.


Tags: kerajinan

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia