Kerajinan Khas Sunda - Keindahan Seni Sulam dan Kreativitas DIY
Pakaian Adat Sunda (Jawa Barat) Beserta Gambar dan Penjelasannya [Lengkap]
Pakaian Adat Sunda – Budaya Sunda termasuk dalam salah satu kebudayaan tertua di Indonesia. Banyak sekali bentuk dan ragam budaya Sunda yang sangat khas. Dan beberapa diantaranya merupakan warisan leluhur yang tak ternilai harganya. Selain dari pada nilai-nilai kesopanan luhur yang dijunjung tinggi, kita mengenal begitu peninggalan budaya yang tentu harus senantiasa dilestarikan. Seperti kesenian tradisional, alat musik Sunda, huruf sunda (aksara Sunda) dan lain sebagainya.
Selain yang disebutkan di atas, suku Sunda juga memiliki warisan adat yang juga tak kalah berharganya. Tidak lain dan tidak bukan yaitu Pakaian Adat Sunda. Ya seperti daerah-daerah lain di Indonesia di Sunda juga tentu memiliki pakaian adat yang khas dan tersendiri. Artinya berbeda dengan pakaian adat dari daerah lainnya yang tentu punya keunikan masing-masing.
Sebagai masyarakat Sunda khususnya, pengetahuan tentang Pakaian Adat ini dirasa cukup penting. Dalam rangka upaya kita melestarikan budaya daerah sendiri. Karena kalau bukan kita, siapa lagi yang mau melestarikan budaya daerah di tengah-tengah gempuran budaya asing pada zaman sekarang ini.
Adapun di artikel ini inspirilo akan membahas secara lebih dekat dan mendalam tentang pakaian adat Sunda. Disertai dengan penjelasan dan gambar pelengkap terkait nama-nama pakaian adat dari Jawa Barat ini. Sehingga Insya Allah akan mudah dipahami. Jadi mari kita mulai pembahasannya.
Sandal Cibaduyut
Cibadyut berada di bagian selatan kota Bandung. Tempat ini menjadi sentra industi sepatu Jawa Barat. Warga Cibaduyut mayoritas bekerja sebagai pengrajin sepatu sejak zaman sebelum kemerdekaan.
Dahuluterdapat pabrik sepatu di sana namun pabrik tersebut bangkrut. Berbekal dengan keahlian selama bekerja, para mantan pegawai pabrik sepatu tersebut membuka usaha sendiri yaitu dengan memproduksi sepatu.
Usaha mereka dilakukan di rumah masing-masing. Tak disangka sepatu produk mereka menarik banyak orang. Mereka sampai kewalahan memenuhi pesanan konsumen. Untuk itu mereka merekrut tenaga kerja.
Pengrajin sepatu di Cibaduyut pun semakin bertambah hingga berjumlah 89 unit pengrajin pada tahun 1940 dan 150 unit pada 1950. Hingga pada tahun 1978 tempat ini dianggap sebagai sentra industri kerajina sepatu bahkan menjadi destinasi wisata pada 1989.
Tidak hanya sepatu, Cibaduyut pun mulai memproduksi berbagai macam aksesoris yang terbuat dari kulit. Mereka memproduksi tas, jaket dan sebagainya.
Pengrajin sepatu Cibaduyut ini meredup ketika krisis moneter melanda negeri ini tahun 1998. Namun usaha mereka segera bangkit dan kembali bersinar pada tahun 2000 an. Kini Cibaduyut kembali menjadi destinasi wisata baik mancanegara maupun domestic.
Kualitas sepatu Cibaduyut tidak kalah bagus dengan merek-merek terkenal lainnya. Terdapat banyak macam sepatu dengan berbagai bentuk bahkan konsumen bisa memesan sepatu sesuai dengan keinginannya.
Harga sepatu yang ditawarkan pun bervariasi. Jika kamu pandai menawar kamu akan mendapat harga termurah namun jika tidak kamu akan mendapat harga termahal.
21+ Kesenian Jawa Barat, Seni Musik, Suara, dan Seni Tari Sunda
Kesenian Jawa Barat – Kesenian sunda merupakan salah satu bagian budaya yang harus terus kita lestarikan keberadaannya. Secara umum, pengertian dari kesenian itu sendiri merupakan sarana yang dapat digunakan untuk mengekspresikan rasa keindahan pada jiwa manusia.
Jawa Barat sendiri merupakan salah satu daérah yang kaya akan budaya kesenian, sumber daya alam, destinasi tempat wisata alam serta jumlah penduduk yang terbanyak di negara kita Indonesia ini.
Tanah Pasundan memiliki aneka macam seni kebudayaan mulai dari adat istiadat sehari-hari seperti kesenian seni musik, suara, tarian, lagu daerah, acara ritual, dan lain sebagainya. Hal ini membuktikan bahwa jawa barat adalah salah satu daérah yang kaya akan budaya dan kesenian daerahnya .
Pakaian Adat Jawa Barat
Berbicara mengenai pakaian Adat di daerah Sunda atau Jawa Barat itu tidak bisa terlepas dari aspek sejarahnya. Dahulu kala, yang namanya pakaian di daerah Sunda dibedakan berdasarkan strata sosial masyarakatnya. Setidaknya ada 3 kelompok yang menjadi pembeda. Pertama yaitu pakaian adat yang diperuntukkan untuk kalangan rakyat biasa atau bisa juga dibilang jelata. Kemudian ada juga yang dipakai untuk kalangan masayarakat menengah dan terakhir yang paling tinggi yaitu untuk kaum bangsawan (kelas atas).
Adapun untuk zaman sekarang ini tentu pengelompokan pakaian adat Sunda berdasar pada strata sosial di masyarakat tersebut sudah tidak relevan. Karena sekarang kita lebih mengenal jenis dan nama-nama pakaian adat Sunda berdasar pada fungsi dan tujuan pakainya. Contohnya yaitu seperti kebaya, celana pangsi, baju salontreng, baju pengantin Sunda, dan lain-lain. Ada juga pakaian adat Sunda untuk anak-anak, baik laki-laki maupun perempuan dan contoh lainnya yang beragam.
Namun kendati begitu, marilah sedikit kita menengok sejarah. Bagaimana sebenarnya perwujudan dan penjelasan pakaian Sunda dalam 3 jenis kelompok strata sosial seperti yang disebutkan tadi. Rakyat biasa (jelata), menengah dan menak atau bangsawan. Lengkap dengan nama-nama pakaian adat Sunda yang berkaitan.
#1. Baju Pangsi dan Kebaya Sunda + Kain Kebat – Pakaian Untuk Rakyat Biasa
Pengelompokan pakaian adat Jawa Barat yang pertama adalah untuk kalangan rakyat biasa. Seperti namanya, tampilan luar pakaian Sunda ini tentu sangatlah sederhana dan terkesan usang. Kaum jelata di daerah Sunda itu identik dengan kaum petani yang seperti sudah punya gaya pakaian yang khas.
Ukiran dan kerajinan kayu Desa Cipacing dan Cibeusi
Kerajinan pertama adalah ukiran dan kerajinan kayu yang terdapat di Desa Cipacing dan Cibeusi. Sentra kerajinan ini bisa dibilang paling tua di tanah Sunda, yaitu sudah berdiri sejak tahun 1970.
Namun sentra kerajinan ini baru populer dan dikenal masyarakat luas sekitar tahun 1990-an yaitu ketika para pengrajin dari Desa Cipacing mendapat pelatihan dari Tanti Supiarno seorang mantan DPR tahun 1992 untuk membuat dan mengembangkan berbagai kerajinan kayu.
Pada saat itu para pengrajin Desa Cipacing diajarkan untuk membuat berbagai kerajinan yang berasal dari kayu, mulai dari aneka patung sampai alat musik yang berasal dari luar negeri. Tidak mengherankan jika sejak saat itu para pengrajin bisa membuat berbagai kerajinan dengan kualitas terbaik.
Hingga saat ini beragam produk ukiran dan kerajinan kayu masih diproduksi, mulai dari aneka souvenir, topeng, patung, rebana, marawis, wayang golek, gendang, busur panah, perkakas rumah tangga. Hingga berbagai kesenian khas Sunda seperti kendang jaipong, angklung arumba dan kecapi.
Selain memproduksi beberapa kerajinan diatas, para pengrajin di Desa Cipacing juga memproduksi beberapa kerajinan yang berasal dari luar tanah Sunda, bahkan luar negeri, seperti ukiran suku Dayak, patung suku Asmat, serta kerajinan internasional seperti boomerang, jimbe, dan didgeridoo yang merupakan kerajinan khas Aborigin Australia.
Ada ciri khas dari kerajinan yang dibuat para pengrajin Desa Cipacing, yaitu terdapat sebuah tambahan ukiran pada bagian kerajinan berupa lukisan titik-titik cat yang mempunyai warna kontras dan terang.
Untuk membuat berbagi kerajinan diatas para pengrajin Desa Cipacing menggunakan bahan kayu Mahoni dan Albasia. Waktu yang dibutuhkan untuk membuat berbagai kerajinan tersebut para pengrajin setidaknya membuatuhkan waktu 2 hari atau lebih, tergantung pada kerumitan kerajinan yang dikerjakan.
Tags: kerajinan