Kerajinan Khas Sunda - Keindahan Seni Sulam dan Kreativitas DIY
Anyaman Rajapolah
Rajapolah adalah nama dari sebuah kecamatan yang ada di Tasikmalaya. Di sana banyak sekali toko-toko kerajinan tangan di sepanjang jalan. Tidak heran jika tempat ini dijadikan sebagai pusat industry rumahan khususnya untuk kerajinan anyaman dan kompor.
Produk yang ditawarkan pun berbagai macam mulai dari tas, dompet, miniatur becak, miniatur mobil, gelang, wadah pensil, topi, dll. Hal yang menarik adalah kerajinan-kerajinan tersebut dijual dengan harga murah namun dapat bertahan lama.
Bahan baku yang digunakan pu cukup unik seperti mendong yaitu rerumputan yang ada di sekitar rawa-rawa. Warga memanfaatkan tanaman liar ini menjadi sesuatu yang berguna dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu bahan baku anyaman lainnya yaitu bambu, pandan, dan enceng gondok. Saat ini setidaknya ada 50 kios yang menjual anyaman-anyaman tersebut.
Kerajinan dari Sumedang yang Masih Bertahan di Tengah Modernisasi
Sumedang merupakan salah satu kabupaten di Jawa Barat yang terdiri dari 26 Kecamatan, 7 Kelurahan dan 270 Desa. Sebagian besar wilayah Sumedang didominasi oleh pegunungan dan sebagian kecil wilayah dataran rendah.
Keadaan alam yang masih terjaga menjadikan Kabupaten Sumedang memiliki berbagai kekayaan alam dan potensi wisata yang menarik untuk dikunjungi. Seperti obyek wisata Situ Cilembang yang berada di Desa Hariang, Kecamatan Buah Dua dan Curug Gorobog di Desa Citengah, Kecamatan Sumedang Selatan yang menjadi serbuan wisatawan akhir-akhir ini.
Selain dari sektor wisata, kabupaten yang terletak di sebelah barat Kota Bandung ini juga dikenal dengan julukan kota tahu. Dimana Tahu Sumedang merupakan makanan khas Sumedang yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu dan masih eksis dan digemari oleh masyarakat sampai saat ini.
Namun selain tahu Sumedang yang menjadi icon kabupaten ini, sebenarnya masih banyak makanan khas Sumedang yang cukup terkenal di wilayah Jawa Barat, seperti olahan dari ubi cilembu, soto bangko, tutug oncom, oncom, opak ketan, tape singkong dan makanan lain khas Sumedang yang pastinya siap memanjakan lidah.
Tidak hanya itu, selain berbagai olahan makanan dan obyek wisata, Kabupaten Sumedang juga mempunyai banyak pelaku ekonomi kreatif. Salah satunya adalah pengrajin yang tersebar di beberapa wilayah Kabupaten Sumedang yang sudah ada sejak puluhan hingga ratusan tahun yang lalu dan diwariskan secara turun temurun.
Sandal Cibaduyut
Cibadyut berada di bagian selatan kota Bandung. Tempat ini menjadi sentra industi sepatu Jawa Barat. Warga Cibaduyut mayoritas bekerja sebagai pengrajin sepatu sejak zaman sebelum kemerdekaan.
Dahuluterdapat pabrik sepatu di sana namun pabrik tersebut bangkrut. Berbekal dengan keahlian selama bekerja, para mantan pegawai pabrik sepatu tersebut membuka usaha sendiri yaitu dengan memproduksi sepatu.
Usaha mereka dilakukan di rumah masing-masing. Tak disangka sepatu produk mereka menarik banyak orang. Mereka sampai kewalahan memenuhi pesanan konsumen. Untuk itu mereka merekrut tenaga kerja.
Pengrajin sepatu di Cibaduyut pun semakin bertambah hingga berjumlah 89 unit pengrajin pada tahun 1940 dan 150 unit pada 1950. Hingga pada tahun 1978 tempat ini dianggap sebagai sentra industri kerajina sepatu bahkan menjadi destinasi wisata pada 1989.
Tidak hanya sepatu, Cibaduyut pun mulai memproduksi berbagai macam aksesoris yang terbuat dari kulit. Mereka memproduksi tas, jaket dan sebagainya.
Pengrajin sepatu Cibaduyut ini meredup ketika krisis moneter melanda negeri ini tahun 1998. Namun usaha mereka segera bangkit dan kembali bersinar pada tahun 2000 an. Kini Cibaduyut kembali menjadi destinasi wisata baik mancanegara maupun domestic.
Kualitas sepatu Cibaduyut tidak kalah bagus dengan merek-merek terkenal lainnya. Terdapat banyak macam sepatu dengan berbagai bentuk bahkan konsumen bisa memesan sepatu sesuai dengan keinginannya.
Harga sepatu yang ditawarkan pun bervariasi. Jika kamu pandai menawar kamu akan mendapat harga termurah namun jika tidak kamu akan mendapat harga termahal.
Ukiran dan kerajinan kayu Desa Cipacing dan Cibeusi
Kerajinan pertama adalah ukiran dan kerajinan kayu yang terdapat di Desa Cipacing dan Cibeusi. Sentra kerajinan ini bisa dibilang paling tua di tanah Sunda, yaitu sudah berdiri sejak tahun 1970.
Namun sentra kerajinan ini baru populer dan dikenal masyarakat luas sekitar tahun 1990-an yaitu ketika para pengrajin dari Desa Cipacing mendapat pelatihan dari Tanti Supiarno seorang mantan DPR tahun 1992 untuk membuat dan mengembangkan berbagai kerajinan kayu.
Pada saat itu para pengrajin Desa Cipacing diajarkan untuk membuat berbagai kerajinan yang berasal dari kayu, mulai dari aneka patung sampai alat musik yang berasal dari luar negeri. Tidak mengherankan jika sejak saat itu para pengrajin bisa membuat berbagai kerajinan dengan kualitas terbaik.
Hingga saat ini beragam produk ukiran dan kerajinan kayu masih diproduksi, mulai dari aneka souvenir, topeng, patung, rebana, marawis, wayang golek, gendang, busur panah, perkakas rumah tangga. Hingga berbagai kesenian khas Sunda seperti kendang jaipong, angklung arumba dan kecapi.
Selain memproduksi beberapa kerajinan diatas, para pengrajin di Desa Cipacing juga memproduksi beberapa kerajinan yang berasal dari luar tanah Sunda, bahkan luar negeri, seperti ukiran suku Dayak, patung suku Asmat, serta kerajinan internasional seperti boomerang, jimbe, dan didgeridoo yang merupakan kerajinan khas Aborigin Australia.
Ada ciri khas dari kerajinan yang dibuat para pengrajin Desa Cipacing, yaitu terdapat sebuah tambahan ukiran pada bagian kerajinan berupa lukisan titik-titik cat yang mempunyai warna kontras dan terang.
Untuk membuat berbagi kerajinan diatas para pengrajin Desa Cipacing menggunakan bahan kayu Mahoni dan Albasia. Waktu yang dibutuhkan untuk membuat berbagai kerajinan tersebut para pengrajin setidaknya membuatuhkan waktu 2 hari atau lebih, tergantung pada kerumitan kerajinan yang dikerjakan.
Kesenian Jawa Barat di Tanah Sunda
Dari sekian banyak kesenian yang dimiliki oleh jawa barat, berikut dibawah ini ada beberapa kesenian sunda yang akan disebutkan secara singkat diantaranya seperti Seni Musik, Suara, dan Seni Tarian, karena sebenarnya sangat banyak sekali apabila disebutkan semuanya.
Seni Musik dan Suara dari Jawa Barat
A. Alat Musik Angklung
Angklung merupakan sebuah alat atau dalam bahasa sunda disebut dengan waditra kesenian yang terbuat dari bambu, Alat musik ini pertama kali ditemukan oleh Bapak Daeng Soetigna pada tahun 1938.
Daeng Soetigna beliau adalah bangsawan sunda yang lahir di garut. Ketika awal penggunaannya angklung hanya digunakan sebatas untuk kepentingan kesenian lokal atau tradisional oleh masyarakat sunda.
B. Degung
Degung adalah salah satu kesenian sunda yang umumnya dimainkan dalam acara hajatan tradisional masyarakat sunda. Kesenian degung ini dimainkan sebagai alat musik pengiring atau pengantar lainnya. Degung adalah gabungan dari peralatan musik khas Jawa Barat lainnya seperti Rebab, Saron, Kempul, Kacapi, Bonang, Gendang, Goong, Suling, dan sebagainya.
Degung termasuk ke dalam salah-satu alat kesenian musik yang populer di Jawa Barat, karena iringan musik degung hampir selalu digunakan pada setiap acara pertunjukan seni tradisional dan hajatan terutama masyarakat sunda yang masih menganut adat tradisional.
Tags: kerajinan