... Panduan Kerajinan Khas Toraja: 10 Ide DIY Sulam dan Rajut

Kerajinan Sulam Tradisional Toraja - Kecantikan dan Kreativitas dalam Karya Jarum dan Benang

7. Ukiran Khas Toraja

Toraja dikenal sebagai suku dengan seribu budaya dan memiliki banyak keunikan. Selain dikenal dengan tradisi budayanya, Toraja juga memiliki kesenian di bidang seni rupa, salah satunya adalah ukiran khas Toraja. Ukiran Toraja merupakan kesenian ukir Melayu yang menjadi ciri khas suku bangsa Toraja.

Ukiran Toraja dicetak menggunakan alat ukir khusus dan dibuat di atas sebuah papan kayu, jendela, pintu, dan tiang rumah adat. Terdapat 130 jenis ukiran atau disebut juga dengan passura’ dalam bahasa Toraja, dengan empat dasar ukiran diantaranya Pa’ Barre Allo, Pa’ Tedong, Pa’ Sussu’, serta Pa’ Manuk Londong.

Ukiran Toraja bisa kamu lihat langsung di rumah Tongkonan yang menjadi rumah adat suku Toraja. Selain itu, jika kamu ingin membawa kesenian ini menjadi buah tangan, kamu pun bisa membeli Ukiran Toraja ini.

Kearifan Budaya Lokal Suku Toraja: Tradisi, Ritual dan Pelestarian Warisan

TONDOK TORAYA - Dalam keberagaman Indonesia, setiap daerah menyimpan kekayaan budaya yang menginspirasi. Salah satunya adalah Masyarakat Toraja, sebuah komunitas yang hidup di dataran tinggi Sulawesi Selatan. Di tengah hamparan sawah dan lembah hijau, mereka menjaga warisan leluhur dengan penuh kebanggaan.

Melangkah ke Toraja, kita dihadapkan pada kehidupan sehari-hari yang dipenuhi oleh adat istiadat unik. Rumah panggung, Tongkonan, adalah ciri khas arsitektur mereka yang megah.

Masyarakat Toraja mempercayai bahwa alam semesta dan manusia saling terkait, menciptakan ritual adat yang kaya makna untuk menghormati roh nenek moyang.

Momen-momen sakral ini, seperti Rambu Solo, menggambarkan keharmonisan antara manusia dan alam, menjadi cermin kebijaksanaan Kearifan Budaya Lokal Suku Toraja yang diteruskan dari generasi ke generasi.

5. Bannang-Bannang

Bannang-Bannang merupakan salah satu cemilan khas Sulawesi Selatan yang juga dijual di Tana Toraja. Kue ini disebut juga sebagai Kue Rambut karena bentuknya seperti rambut yang silang menyilang dan sulit dipisahkan. Dalam bahasa Makassar, Bannang-Bannang artinya adalah benang-benang. Kue ini memiliki rasa yang manis dan gurih.

Tak hanya sekadar kue, Bannang-Bannang dimaknai sebagai simbol dari hubungan yang saling mengait satu sama lain. Maka dari itulah kue Bannang-Bannang selalu dihidangkan dalam upacara pernikahan di Sulawesi Selatan karena kue ini erat kaitannya dengan hubungan keluarga yang dipersatukan dalam upacara pernikahan.


Tags: kerajinan toraja

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia