... Panduan lengkap Kerajinan Kulit Jogja: Ide Kreatif dan Tips DIY

Kerajinan Kulit Jogja - Keindahan Seni Sulaman Kulit dalam Dunia DIY

Blangkon

Jika kamu berkunjung ke keraton Yogyakarta dan daerah di Jawa Tengah lainnya kamu akan melihat para kaum pria mengenakan penutup kepala yang unik dan khas. Penutup kepala tersebut juga dapat kamu temui di berbagai tempat toko pakaian di Jogja. Lalu apa sebenarnya penutup kepala tersebut? Benda tersebut memiliki nama yaitu blangkon. Blangkon sudah ada sejak zaman kerajaan dan hanya dikenakan oleh kaum pria.

Blangkon juga kerap kali digunakan sebagai aksesoris penutup kepala dalam berpakaian adat. Namun tak sedikit pula yang mengenakannya dalam kehidupan sehari-hari. Pada awalnya blangkon tidak berbentuk topi bulat seperti saat ini melainkan berupa kain bermotif.

Kain tersebut kemudian akan diikatkan hingga menutupi kepala. Lama kelamaan masyarakat melakukan inovasi dengan membuat blangkon siap pakai sehingga lebih praktis dan cepat. Blangkon Jogja berbeda dengan blangkon yang ada di daerah lain dimana bagian belakang blangkon jogja memiliki “mondolan”.

Mondolan adalah tempat untuk menaruh rambut panjang yang umumnya dimiliki oleh orang-orang Jogja pada zaman dahulu. Menyimpan rambut pada “mondolan” dimaknai dengan manusia seharusnya pandai menyimpan rahasia terutama aib baik diri sendiri maupun orang lain.

Asal Usul Sentra Kerajinan Kulit Manding

Ketika kita berbicara tentang Sentra Kerajinan Kulit Manding yang terkenal, kita harus merenung tentang asal usulnya yang penuh sejarah. Sentra kerajinan kulit ini bukanlah hasil kebetulan, melainkan warisan dari perjuangan dan inovasi sejumlah individu yang berani mengambil langkah besar.

Cerita dimulai pada tahun 1947, ketika tiga pemuda berani dari dusun Manding, Yogyakarta, bernama Prapto Sudarmo, Ratno Suharjo, dan Wardi Utomo, memutuskan untuk mencari pekerjaan di pusat kota Yogyakarta. Mereka tidak hanya mencari pekerjaan biasa, tetapi mereka berakhir bekerja di sebuah perusahaan pengolahan kulit yang memproduksi berbagai barang, termasuk pakaian dan pelana untuk kuda.

Dari perusahaan inilah mereka memperoleh pengetahuan dasar tentang pengolahan kulit. Tidak puas hanya bekerja sebagai karyawan, ketiga pemuda tersebut akhirnya memutuskan untuk merintis usaha sendiri yang berbasis kulit. Mereka mengumpulkan bahan baku kulit bekas dan mulai menciptakan berbagai produk kerajinan kulit seperti sepatu, tas, ikat pinggang, dompet, jaket, dan lainnya.

Pada awalnya, usaha mereka berskala kecil, tetapi dengan waktu, semakin banyak warga dusun Manding yang tertarik untuk bergabung. Puncaknya, pada tahun 1970-an, bisnis kerajinan kulit Manding mulai melejit dan karya mereka dikenal oleh banyak orang.

Produk-produk kerajinan kulit dari Manding awalnya dijual di Pasar Ngasem, Yogyakarta, tetapi dengan meningkatnya minat wisatawan dalam dan luar negeri, serta semakin banyaknya perajin yang membuka usaha di dusun Manding, toko-toko mereka mulai menjamur di sekitar dusun Manding pada tahun 1980-an.

Selama perjalanan panjangnya, industri kerajinan kulit Manding menghadapi banyak tantangan, termasuk gempa bumi hebat yang melanda Yogyakarta pada tahun 2006. Namun, dengan bantuan dari berbagai pihak, termasuk Bank Indonesia yang menjadikan dusun Manding sebagai desa binaan, serta peningkatan lahan yang disewakan di sekitar dusun Manding, industri ini bangkit kembali dengan cepat.

Desa Wisata Manding

Pengalaman Membuat Kerajinan Kulit

Salah satu daya tarik utama Desa Wisata Manding adalah kesempatan untuk ikut merasakan bagaimana cara membuat kerajinan kulit yang istimewa. Anda dapat mengikuti program pelatihan natah timbul yang mengajarkan teknik khas dalam mengolah kulit menjadi karya seni. Pengunjung dapat belajar cara membuat gantungan kunci, dompet, atau barang-barang lain dari bahan baku kain perca dengan bantuan pengrajin berpengalaman. Pengalaman ini akan memberikan Anda pemahaman mendalam tentang proses kreatif di balik produk kerajinan kulit Manding yang luar biasa.

Paket Wisata Budaya

Desa Manding juga menawarkan paket wisata budaya yang mengungkapkan kekayaan budaya lokal. Anda dapat menikmati pertunjukan seni tradisional, termasuk tarian dan musik khas daerah. Ini adalah cara yang sempurna untuk mendalami budaya Jawa sambil menikmati hiburan yang mengesankan.

Wisata Belanja yang Memikat

Tidak ada yang bisa melewatkan pengalaman berbelanja di Desa Wisata Manding. Desa ini terkenal karena produk kerajinan kulitnya yang berkualitas tinggi. Pengunjung dapat menjelajahi berbagai toko yang menjual sepatu, tas, dompet, jaket, dan banyak lagi, semuanya terbuat dari kulit berkualitas tinggi. Berbelanja di Manding bukan hanya tentang mendapatkan produk yang luar biasa, tetapi juga mendukung komunitas pengrajin lokal yang berusaha mempertahankan warisan kerajinan kulit mereka.

Lokasi yang Mudah Diakses

Desa Wisata Manding mudah diakses karena terletak di jalan utama Jogja-Parangtritis Km 11. Ini membuatnya menjadi tujuan yang sangat nyaman bagi wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta. Anda dapat dengan mudah mencapai desa ini menggunakan berbagai jenis transportasi.

Alamat dan Cara Menuju Sentra Kerajinan Kulit Manding

Jika Anda tertarik untuk mengunjungi Sentra Kerajinan Kulit Manding di Yogyakarta, berikut adalah alamatnya beserta panduan cara menuju lokasi tersebut.


Tags: kerajinan kulit jogja

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia