... 7 Ide Kerajinan Listrik Sederhana untuk Proyek DIY Menarik

Kerajinan Listrik Sederhana - Merajut Kreativitas dengan Keajaiban DIY

Cara Membuat Bel Listrik Sederhana

Seperti judul yang kami sematkan, cara membuat bel listrik sederhana ini memang benar-benar sederhana. Pengerjaan yang harus dilakukan tidak terlalu kompleks, kamu hanya perlu mengikuti langkah-langkah berikut ini:

1. Pembuatan Kumparan

  1. Langkah pertama adalah membuat kumparan yang nantinya berperan sebagai sumber medan magnet. Caranya dengan melilitkan kawat tembaga ke paku paku ukuran 9 inci. Silakan sesuaikan banyaknya lilitan dengan kebutuhanmu.
  2. Jumlah lilitan minimal untuk membuat kumparan dengan bahan kawat tembaga berdiameter 1 mm pada paku 9 inci dan sumber tegangan 9-18 volt adalah sekitar 200-300 lilitan. Jika ingin menghasilkan medan magnet yang lebih kuat, kamu bisa menambah jumlah lilitannya, namun daya listrik yang dibutuhkan akan lebih banyak.

2. Pembuatan Pemukul Bel

  1. Lempengan baja akan digunakan sebagai pegas dan lempengan besi sebagai lengan pemukul. Buat dudukan yang nantinya menjadi tempat pemukul lonceng menempel di papan. Dudukan dibuat dari besi siku-siku tipis (atau dapat dibuat dari membengkokkan lempeng besi).
  2. Pasang siku-siku tersebut ke papan dengan sekrup (atau bisa dipaku), gunakan dua buah sekrup agar lebih kokoh. Kemudian satukan lempengan baja dan lempengan besi pemukul ke dudukan dengan menggunakan sekrup, agar lebih kuat kamu bisa mensolder keduanya ke sekrup (agar lebih jelas perhatikan gambar di atas).
  3. Kemudian solder kawat tembaga yang berasal dari kumparan dengan lempengan baja yang terhubung ke interuptor (sekrup berukuran 1,5 inci).

3. Proses Perangkaian

  1. Siapkan papan sebagai tempat menempel semua komponen yang akan dirangkai
  2. Pasang baterai atau sumber daya lain dekat dengan saklar. Sambungkan sumbu positif baterai ke saklar dan negatif ke kumparan.
  3. Tempelkan kumparan yang sebelumnya sudah kamu buat ke papan. Kamu dapat menempelkannya menggunakan penahan yang dibuat dari lembar alumunium dari kaleng bekas minuman. Potong dan lipat, kemudian simpan aluminum tersebut di atas kumparan dan paku atau sekrup tiap ujungnya ke papan (lihat gambar).
  4. Pasang paku yang lebih kecil sebagai interuptor dengan menggunakan penahan yang terbuat dari kayu. Sekrup atau paku penahan tersebut agar kuat menyatu dengan papan. Solder kawat tembaga dari saklar ke interuptor.
  5. Pasang saklar di dekat baterai, kemudian solder kawat tembaga untuk menghubungkan saklar dengan baterai.
  6. Pasang pemukul di dudukannya.
  7. Terakhir pasang bel atau lonceng di tempat yang bisa dijangkau oleh pemukul saat bergerak oleh tarikan medan magnet (lihat gambar).

Cara Kerja Bel Listrik

Saat saklar ditekan dalam keadaan on hingga menutup rangkaian yang sebelumnya sudah di hubungkan ke sumber arus listrik (baterai atau adaptor), maka arus listrik mengalir dari sumber arus listrik menuju interuptor (sekrup pada batang kayu) melalui kawat tembaga.

Lalu arus dilanjutkan menuju ke lempengan baja dan selanjutnya menuju ke kumparan (paku yang dililitkan kawat tembaga).

Dengan arus listrik yang mengalir lewat kumparan maka paku berubah menjadi magnet dan menarik lempengan logam atau besi tipis yang dilekatkan pada lempengan baja.

Di lempengan logam atau besi kemudian dilekatkan dengan lempengan besi yang berfungsi untuk pemukul bel.

Dengan tertariknya lempengan logam dan lempengan baja maka kawat pemukul bergetar dan memukul bel atau lonceng hingga berbunyi.

Di saat yang sama hubungan lempengan baja dengan interuptor terputus sehingga arus listrik akan berhenti mengalir.

Terhentinya arus listrik akan menyebabkan paku kumparan kehilangan sifat magnetnya. Hasilnya, lempengan baja kembali ke posisi awal.

Lempengan baja kembali terhubung dengan interuptor dan arus listrik mengalir kembali, sifat magnet pada kumparan muncul lagi. Demikian seterusnya hingga saklar dimatikan atau dalam keadaan off.

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

1. Apakah pembangkit listrik tenaga air sederhana ramah lingkungan?

Ya, pembangkit listrik tenaga air sederhana termasuk dalam sumber energi terbarukan dan ramah lingkungan. Sistem ini tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca dan tidak menghasilkan limbah berbahaya. Selain itu, air yang digunakan sebagai sumber energi dapat diperbaharui melalui siklus hidrologi alami.

2. Berapa biaya untuk membangun pembangkit listrik tenaga air sederhana?

Biaya membangun pembangkit listrik tenaga air sederhana dapat bervariasi tergantung pada skala dan kebutuhan sistem. Pembangkit listrik tenaga air sederhana skala kecil untuk rumah tangga umumnya lebih terjangkau dibandingkan dengan pembangkit skala besar. Faktor lain yang memengaruhi biaya adalah kondisi geografis dan infrastruktur yang dibutuhkan.

3. Apakah pembangkit listrik tenaga air sederhana bisa digunakan di daerah yang tidak memiliki sungai besar?

Ya, pembangkit listrik tenaga air sederhana dapat digunakan di daerah yang tidak memiliki sungai besar. Selain sungai besar, ada juga sumber air lain yang dapat digunakan, seperti aliran air di lereng bukit, mata air, atau bahkan air hujan yang dikumpulkan dalam waduk. Dalam kondisi yang memadai, pembangkit listrik tenaga air sederhana masih dapat menghasilkan listrik dengan efisien.


Tags: kerajinan sederhana

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia