Seni Lukis Kaca - Menghidupkan Kisah Mahabarata dalam Kerajinan Jarum dan DIY
KEUNIKAN SENI LUKIS KACA
Walaupun pernah sangat populer di Jawa, seni lukis kaca saat ini hanya bertahan di sebagian wilayah saja. Salah satu daerah itu adalah di Cirebon.
BACA JUGA Macam-macam Media Lukis (Contoh & Penjelasan)Ikatan budaya dan nilai agama yang kuat ini membuat seni lukis kaca masih menjadi salah satu budaya khas Cirebon. Bahkan hingga saat ini hasil kerajinan ini dianggap sebagai salah satu cinderamata khas Cirebon.
Berbeda dengan lukisan lainnya, seni lukis kaca Cirebon menggunakan teknik melukis terbalik. Sekilas mungkin terdengar sepele, tapi sebenarnya melukis terbalik tidak semudah yang dipikirkan banyak orang.
Salah satu tantangannya adalah pengelihatan manusia sebenarnya tidak selalu simetris. Saat bagian kanan dan kiri sebuah lukisan dibalik, belum tentu hasilnya akan sama dengan sebelumnya.
Anda bisa mencobanya dengan melihat kaca lukis untuk jendela . Bisa jadi saat kita lihat dari sisi belakang lukisan sudah terlihat bagus, tapi begitu dilihat dari sisi lainnya ternyata ada garis yang mencong, bengkok atau terdistorsi. Seringkali juga proporsi gambar ternyata tidak tepat, sehingga membuat komposisi lukisan menjadi kacau.
Tingkat kesulitan pembuatannya akan bertambah mengingat lukisan kaca harus jadi dalam sekali toreh. Hasil lukisan tidak bisa diperbaiki, jika ada kesalahan maka lukisan harus dibuat ulang dari awal. Hal inilah yang membuat harga kaca hias lukis cukup tinggi.
Selain teknik penggarapan, di era modern ini penggunaan berbagai bahan dan alat juga bisa menjadi keunikan seni lukis kaca. Pelukis kaca Indonesia sudah mulai bereksperimen dengan menggunakan macam-macam bahan yang sebelumnya tidak terpikirkan.
Misalnya menggunakan glitter untuk melukiskan kemilau perhiasan, cat outliner 3D untuk memberi efek timbul yang tegas pada batu, bahkan ada pula lukisan kaca yang menggunakan batu permata untuk memberikan efek kemilau pada lukisan dewa dewi.
Pita Maha
Dari interaksi antara seniman asing dan lokal di Bali itulah kemudian lahir sebuah kelompok bernama Pita Maha (pita berarti kreativitas dan maha berarti agung) pada 1936 yang dibidani Tjokorda Agung Sukawati (raja Ubud), Rudolf Bonnet, Walter Spies, I Gusti Nyoman Lempad, dan sederet pelukis lain. Dengan adanya organisasi ini, terdapat kontrol terhadap mutu karya dan program pameran yang diadakan.
Pita Maha pun berperan dalam memperkenalkan seni lukis Bali ke luar daerah dan bahkan ke mancanegara, salah satunya dalam sebuah pameran kelas dunia di Paris. Pita Maha pun kemudian melahirkan dua gaya lukisan, gaitu gaya Ubud dan gaya Batuan, di mana gaya Ubud cenderung menampilkan unsur fotografis, sedangkan gaya Batuan memadukan teknik Barat dengan seni lukis Kamasan.
Seni Lukis Kaca (Pengertian, Sejarah Kerajinan di Cirebon & Keunikannya)
Seni lukis kaca dianggap sebagai salah satu cabang seni lukis yang sempat populer di Indonesia.
Seni lukis kaca Cirebon dibuat dengan cara terbalik menggunakan media lembaran kaca. Jenis lukisan kaca Cirebon sendiri terkenal bernuansa Islami, disebabkan awal perkembangannya yang kental dengan pengaruh Wali Songo.
Berbeda dengan kaca patri yang digunakan sebagai kaca jendela hias, lukisan kaca Cirebon lebih memiliki peran spiritual bagi pemiliknya. Lukisan kaca Cirebon biasanya berhiaskan kaligrafi ayat Al-Quran, memiliki makna mengingatkan pemiliknya pada ajaran agama Islam.
Di artikel ini, kami akan menulis tentang seni lukis kaca dari sudut teoritis yaitu tentang pengertian lukisan kaca dan sejarahnya.
Jika Anda mencari cara membuat kerajinan lukis kaca, alat dan bahan lukisan kaca ataupun contoh lukisan kaca, Anda bisa melihatnya pada artikel kami lainnya melalui tautan berikut: Cara Membuat Kaca Hias.
Baliseering dan Efeknya
Memasuki awal abad 19, peperangan terjadi antara raja-raja Bali dengan Belanda melalui perang puputan Badung pada 1906, perang puputan Klungkung pada 1908, serta sederetan peperangan di Buleleng, Karangasem, dan masih banyak lagi. Perang membuat kerajaan-karajaan Bali tersebut hancur dan istana-istana terbakar, sehingga Belanda mengalami hujatan dari dunia internasional.
Untuk meredam kecaman internasional, Belanda kemudian menerapkan kebijakan politik untuk mengembalikan kemurnian Bali dalam program yang disebut Baliseering. Program ini kemudian melahirkan banyak dokumenter tentang Bali dan memboyong karya-karya seni lukis Bali ke museum di luar negeri, sehingga banyak wisatawan pun tertarik berkunjung ke Bali.
Masuknya Lukisan Kaca ke Indonesia
Tidak hanya menerima lukisan kaca impor, seniman di pulau Jawa mulai mempelajari cara untuk membuat lukisan kaca pada awal 1900-an. Mereka menggabungkan teknik lukisan kaca dengan ragam gaya wayang dan kaligrafi Islam. Keterampilan melukis di kaca pun menjadi pengetahuan rakyat yang diwariskan secara turun-menurun. Sayangnya, pada masa itu seniman lukisan kaca Indonesia belum menorehkan nama mereka pada karya. Jadi, tidak banyak yang kita ketahui mengenai mereka.
Seni lukis kaca di Bali sendiri muncul pada tahun 1840-an ketika Belanda menguasai Bali. Pada awalnya, seniman Bali membuat lukisan kaca bertema Putri Cina untuk memenuhi pesanan bangsawan lokal. Ragam gaya Bali sendiri baru muncul pada tahun 1927 ketika seorang pemahat wayang kulit bernama Jero Dalang Diah dari desa Nagasepaha mulai menggabungkan gaya wayang bali dengan teknik lukisan kaca. Nagasepaha kemudian menjadi pusat lukisan kaca Bali hingga sekarang.
Tags: kerajinan