Seni Renda Makrame - Eksplorasi Kreatif dalam Dunia Kerajinan Tangan dan DIY
Cara Merawat Produk dari Kerajinan Makrame
Jika sudah memiliki produk makrame di rumah, atau berencana membuatnya, Minto sudah mengumpulkan berbagai tips untuk merawatnya:
Debu dan kotoran bisa menumpuk pada makrame, terutama pada karya yang digantung seperti hiasan dinding atau gantungan tanaman. Gunakan sikat lembut atau penyedot debu dengan ujung yang lebih kecil untuk menghilangkan debu secara rutin.
Jika makrame perlu dicuci, cuci dengan tangan menggunakan air dingin dan sabun lembut. Hindari menggunakan pemutih atau detergen keras yang dapat merusak serat tali. Untuk kerajinan makrame yang lebih kecil, bisa juga dimasukkan ke dalam sarung bantal atau tas jaring untuk dicuci di mesin cuci dengan setting paling rendah.
Saat tidak digunakan atau ingin disimpan, lipat makrame dengan hati-hati untuk menghindari kemungkinan simpul dan tali kusut. Simpan di tempat yang kering dan bebas dari serangga atau hama yang bisa merusak serat tali.
Untuk simpul atau fringe yang terlihat kusut, gunakan sisir dengan gigi yang jarang untuk merapikannya. Ini akan membantu Knittopreneurs dalam menjaga tampilan makrame tetap rapi.
Hindari menempatkan makrame di area yang lembab atau terkena sinar matahari langsung untuk waktu yang lama. Kelembaban bisa menyebabkan tumbuhnya jamur, sementara paparan matahari bisa memudarkan warna.
Untuk makrame yang terbuat dari benang atau tali berwarna (selain putih), pastikan untuk tes kestabilan warna sebelum mencuci. Pertimbangkan juga untuk menggunakan spray pelindung warna yang aman untuk tekstil.
Jadi bagaimana, Knittopreneurs? Sudah tertarik untuk membeli kerajinan makrame, atau bahkan membuatnya sendiri di rumah? Nantikan pembahasan lebih lanjut mengenai makrame di artikel selanjutnya ya!
Jl. Kebon Jukut No. 15, Bandung, Jawa Barat, Indonesia
Jl. Holis No. 35, Bandung, Jawa Barat, Indonesia
Jl. HOS Cokroaminoto 162A, Yogyakarta
Jl. Jenderal Sudirman No. 300 – 302, Semarang
Kerajinan Cetak Saring
Kerajinan tenun adalah salah satu teknik untuk membuat kain. Di Indonesia sendiri pada setiap daerahnya memiliki kain tradisionalnya masing-masing. Pada proses pengerjaannya pun menggunakan teknik tenun yang beragam. Sehingga dihasilkan ciri khas tersendiri dalam membuat kain tenun itu.
Sehingga, dengan melihat motif dan warna kain tertentu orang sudah dapat mengetahui dari mana asal kain tenun tersebut dibuat. Ada rasa bangga jika menggunakan kain tenun yang berasal dari daerahnya.
Masyarakat Timor contohnya mereka lebih menonjolkan corak motif burung, cecak, buata, dan motif kaif pada kain-kain yang dibuatnya. Untuk daerah lain pun corak motif bunga-bunga atau daun-daun lebih ditonjolkan dan corak motif binatang hanya sebagai pemanis semata.
Cara Membuat Makrame
Ada beberapa jenis bahan yang umumnya digunakan untuk membuat makrame, yaitu serat alami dan serat sintetis.
Pada umumnya, kerajinan tangan ini membutuhkan tali dengan ketebalan 3-6 mm.
Sedangkan untuk pembuatan perhiasan dan barang-barang dekorasi kecil dibuat dengan benang yang memiliki ketebalan 0,5-2 mm.
Dilansir dari The Spruce Crafts, sebelum memulai cara membuat makrame, ada hal yang perlu disiapkan, yaitu:
- Tali makrame, tentukan bahan yang ingin digunakan seperti jenis benang, atau tali terbuat dari kapas, rami, atau bahan sintetis. Tentukan juga ukurannya
- Alat pendukung yang dapat membantu membuat simpulan. Biasanya alat pendukung yang digunakan dapat berupa batang kayu, cabang pohon, dan cincin
- Gunting
Kemudian, Moms perlu memahami beberapa istilah dalam cara membuat makrame, yaitu:
- Tali utama: Tali inti yang akan digunakan untuk membuat simpul sebenarnya.
- Tali pengisi: tali atau set tali yang menjadi pengikat simpul.
- Sennit: Simpul atau sekumpulan simpul yang dikerjakan secara berulang-ulang.
Terdapat cara membuat makrame melalui susunan-susunan simpul yang sering digunakan, beberapa di antaranya:
1. Simpul Kepala Burung (Lark’s Head)
Simpul ini dibuat dengan mengikat tali ke alat bantu seperti batang kayu, atau tali tambang.
Cara membuatnya, lipat tali menjadi dua dan buat rongga/loop di atas batang kayu.
Kemudian masukkan tali pada rongga/loop dari belakang lalu tarik kedua ujung tali melalui rongga/loop untuk mengencangkannya.
2. Simpul Kepala Burung Terbalik
Tags: kerajinan