Seni Renda Makrame - Eksplorasi Kreatif dalam Dunia Kerajinan Tangan dan DIY
Manfaat Membuat Seni Tali Simpul Kerajinan Makrame
Perlu sahabat Rekreative ketahui, ternyata meluangkan sebagian waktu untuk membuat kerajinan tali simpul ini banyak mendatangkan manfaat bagi kesehatan kita. Diantaranya adalah : dapat melemaskan oto-otot tubuh, mengurangi depresi dan sarana hiburan yang menghasilkan karya yang berguna. Bahkan, Menurut CNN, hasil kajian The British Journal of Occupational Therapy menyebutkan
Ketika tangan sibuk dan otak fokus, kita tidak akan sempat memikirkan persoalan hidup orang lain, apalagi “masalah tetangga”. Maka, merajut, menenun, atau bermain simpul dikatakan salah satu tips untuk membuat kita lebih tenang dan tidak cemas. Sebaliknya, aktivitas repetitif ini membuat kita semakin percaya diri. Mempelajari hal baru, kita merasa produktif dan bermanfaat. Jadi, selain menjadi wadah untuk berekspresi, teknik membuat simpul bisa kita ajarkan kepada orang lain ketika kita sudah mahir.
Berbagai Macam Hasil Kerajinan Tangan Makrame
Seni makrame adalah seni kerajinan tangan yang cukup luas. Karya yang dihasilkan dari teknik makrame dapat digunakan bermacam-macam. Selain memiliki fungsi yang variatif tergantung hasil karya dari makrame, hasil karya makrame pun sangatlah indah dan cocok untuk menghiasi rumah minimalis Anda.
Kerajinan Makrame untuk Hiasan Dinding
Hiasan dinding makrame sangatlah populer dewasa ini. Seni menyimpul tali temali ini dapat membuat berbagai hiasan dinding yang cantik dan juga unik. Pemilihan warna benang dan juga bentuk pola yang beragam dapat membuat hasil dari tiap kerajinan menjadi berbeda dan lebih personal. Hiasan dinding makrame ini sangat cocok untuk ditempatkan di area ruang tamu, kamar tidur, maupun dapur.
Baca Juga Apa itu Taman Kering? Simak Tips Membuat Taman Kering di SiniJika Anda penggemar desain bohemian, menggunakan hiasan dinding makrame sangatlah cocok untuk tema bohemian di rumah Anda. Rumah minimalis sederhana pun sangat cocok untuk diberi hiasan makrame seperti ini. Sebaiknya pilihlah warna cat dinding yang netral dan polos agar hiasan makrame yang akan Anda pasang dapat lebih terlihat.
Kerajinan Makrame untuk Wadah Pot
Membuat makrame untuk dijadikan sebagai wadah pot gantung adalah salah satu cara untuk memiliki pot gantung yang terlihat cantik dan estetis. Paduan warna makrame yang dipilih sebagai wadah pot gantung dengan tanaman hijau yang segar tentu dapat membuat rumah Anda terlihat lebih indah.
Pot gantung cocok untuk ditaruh di area teras rumah minimalis Anda. Jika Anda menyukai tanaman hias indoor, Anda juga bisa menggantung tanaman hias indoor di dalam rumah Anda. Tampilan rumah Anda menjadi lebih segar dan juga unik, bukan?
Cara Membuat Makrame
Ada beberapa jenis bahan yang umumnya digunakan untuk membuat makrame, yaitu serat alami dan serat sintetis.
Pada umumnya, kerajinan tangan ini membutuhkan tali dengan ketebalan 3-6 mm.
Sedangkan untuk pembuatan perhiasan dan barang-barang dekorasi kecil dibuat dengan benang yang memiliki ketebalan 0,5-2 mm.
Dilansir dari The Spruce Crafts, sebelum memulai cara membuat makrame, ada hal yang perlu disiapkan, yaitu:
- Tali makrame, tentukan bahan yang ingin digunakan seperti jenis benang, atau tali terbuat dari kapas, rami, atau bahan sintetis. Tentukan juga ukurannya
- Alat pendukung yang dapat membantu membuat simpulan. Biasanya alat pendukung yang digunakan dapat berupa batang kayu, cabang pohon, dan cincin
- Gunting
Kemudian, Moms perlu memahami beberapa istilah dalam cara membuat makrame, yaitu:
- Tali utama: Tali inti yang akan digunakan untuk membuat simpul sebenarnya.
- Tali pengisi: tali atau set tali yang menjadi pengikat simpul.
- Sennit: Simpul atau sekumpulan simpul yang dikerjakan secara berulang-ulang.
Terdapat cara membuat makrame melalui susunan-susunan simpul yang sering digunakan, beberapa di antaranya:
1. Simpul Kepala Burung (Lark’s Head)
Simpul ini dibuat dengan mengikat tali ke alat bantu seperti batang kayu, atau tali tambang.
Cara membuatnya, lipat tali menjadi dua dan buat rongga/loop di atas batang kayu.
Kemudian masukkan tali pada rongga/loop dari belakang lalu tarik kedua ujung tali melalui rongga/loop untuk mengencangkannya.
2. Simpul Kepala Burung Terbalik
Ragam Motif Batik
Batik Semen
Asal kata semen yaitu semi yang mempunyai arti tumbuh, yang memiliki makna kehidupan yang semi atau kehidupan yang terus tumbuh atau berkembang. Ornamen pada motif semen ada 3 bagian. Pertama yaitu ornamen yang memiliki hubungan dengan daratan, seperti binatang kaki empat dan tumbuh-tumbuhan. Kedua yatu ornamen yang mempunyai hubungan dengan udara, seperti burung, garuda, dan mega mendung. Ketiga ialah ornamen yang ada hubungannya dengan air atau laut, ikan, ular, dan katak.
Motif semen memiliki hubungan dengan pemahaman Tribawana atau Triloka. Pemahaman itu memiliki ajaran mengenai tiga dunia yaitu dunia bawah tempat orang yang jalannya sesat, dunia tengah tempat manusia hidup, dan dunia atas tempat dewa.
Motif Semen memiliki berbagai motif lagi yaitu:
Semen gurdo, biasa dipakai untuk pesta. Motif ini memiliki sebuah makna bahwa yang memkainya akan terlihat berwibawa dan memperoleh keberkahan.
Semen romo(baca:rama) dihubugkan dengan cerita ramayana yang kental dengan ajaran keutamaan melalui delapan jalan (Hastha Brata). Ini merupakan wejangan dari Ramawijaya untuk Wibisana saat dinobatkan menjadi seorang raja Alengka. Jadi seme romo memilki kandungan ajaran sifat yang harus dimiliki seorang pemimpin atau raja. Nasihat itu termaktub dalam delapan keutamaan untuk seorang pemimpin (asta brata).
Semen mentul, dipakai untuk pakaian sehari-hari. Biasanya orang yang memakai motif ini keinginannya tidak pasti.
Semen rante, arti dari rante ini adalah rantai yang bermakna ikatan. Makna lebih dalam dari motif ini memiliki arti cinta antara kedua pasangan yang terus tumbuh.
Cara Merawat Produk dari Kerajinan Makrame
Jika sudah memiliki produk makrame di rumah, atau berencana membuatnya, Minto sudah mengumpulkan berbagai tips untuk merawatnya:
Debu dan kotoran bisa menumpuk pada makrame, terutama pada karya yang digantung seperti hiasan dinding atau gantungan tanaman. Gunakan sikat lembut atau penyedot debu dengan ujung yang lebih kecil untuk menghilangkan debu secara rutin.
Jika makrame perlu dicuci, cuci dengan tangan menggunakan air dingin dan sabun lembut. Hindari menggunakan pemutih atau detergen keras yang dapat merusak serat tali. Untuk kerajinan makrame yang lebih kecil, bisa juga dimasukkan ke dalam sarung bantal atau tas jaring untuk dicuci di mesin cuci dengan setting paling rendah.
Saat tidak digunakan atau ingin disimpan, lipat makrame dengan hati-hati untuk menghindari kemungkinan simpul dan tali kusut. Simpan di tempat yang kering dan bebas dari serangga atau hama yang bisa merusak serat tali.
Untuk simpul atau fringe yang terlihat kusut, gunakan sisir dengan gigi yang jarang untuk merapikannya. Ini akan membantu Knittopreneurs dalam menjaga tampilan makrame tetap rapi.
Hindari menempatkan makrame di area yang lembab atau terkena sinar matahari langsung untuk waktu yang lama. Kelembaban bisa menyebabkan tumbuhnya jamur, sementara paparan matahari bisa memudarkan warna.
Untuk makrame yang terbuat dari benang atau tali berwarna (selain putih), pastikan untuk tes kestabilan warna sebelum mencuci. Pertimbangkan juga untuk menggunakan spray pelindung warna yang aman untuk tekstil.
Jadi bagaimana, Knittopreneurs? Sudah tertarik untuk membeli kerajinan makrame, atau bahkan membuatnya sendiri di rumah? Nantikan pembahasan lebih lanjut mengenai makrame di artikel selanjutnya ya!
Jl. Kebon Jukut No. 15, Bandung, Jawa Barat, Indonesia
Jl. Holis No. 35, Bandung, Jawa Barat, Indonesia
Jl. HOS Cokroaminoto 162A, Yogyakarta
Jl. Jenderal Sudirman No. 300 – 302, Semarang
Tags: kerajinan