... Cara Membuat Kerajinan Patung dari Batu: Panduan DIY untuk Kreativitas Batu yang Mengagumkan

Seni Ukir Batu - Inspirasi dan Panduan DIY untuk Kerajinan Patung

5 Contoh Kerajinan Bahan Campuran yang Mudah dibuat

Menggabungkan beberapa bahan untuk pembuatan kerajinan memang membutuhkan kreativitas khusus. Namun, hasil yang didapatkan bisa jadi memiliki nilai keunikan yang lebih tinggi.

Hal ini bisa kamu lakukan dengan membuat kerajinan bahan campuran. Contoh kerajinan bahan campuran ini bisa dibuat dengan mudah, bahkan dengan memanfaatkan bahan baku yang ada di sekitar.

Agar lebih mengenal mengenai kerajinan campuran, berikut akan ada penjelasan mengenai apa itu kerajinan bahan campuran hingga contoh yang mudah dibuat. Mari simak seluruh penjelasannya di bawah ini.

  • 1 Apa itu Kerajinan Bahan Campuran?
  • 2 Bahan Baku dan Prinsip Pembuatan Kerajinan Bahan Campuran
  • 3 Contoh Kerajinan Bahan Campuran
    • 3.1 Aksesoris
    • 3.2 Souvenir
    • 3.3 Vas Bunga
    • 3.4 Wayang
    • 3.5 Patung

    Patung: Pengertian, Jenis, Bahan, dan Teknik Membuatnya

    Oleh: Ani Rachman, Guru SDN 111/IX Muhajirin, Muaro Jambi, Provinsi Jambi KOMPAS.com - Sejak ribuan tahun lalu, manusia akrab dengan patung. Di Indonesia patung banyak digunakan untuk bermacam-macam keperluan. Patung dapat digunakan sebagai hiasan, monument, dan lain sebagainya. Patung diciptakan sebagai wujud ekspresi gagasan dari seorang seniman agar bisa dinikmati keindahan dan fungsinya. Patung adalah benda tiga dimensi karya manusia yang diakui secara khusus sebagai suatu karya seni, dan dibuat dengan metode subtraktif (mengurangi volume) atau metode aditif (penambahan volume). Orang yang membuat patung adalah pematung. Baca juga: Patung Deformatif: Pengertian dan Contohnya

    Jual Umpak Batu Alam Untuk Pondasi Rumah Limasan Dan Rumah Joglo

    Umpak atau dalam bahasa Jawa sering disebut ompak merupakan pondasi batu alam yang digunakan untuk penyangga tiang pada bangunan rumah adat atau rumah tradisional pada jaman dahulu. Di Jawa khususnya, umpak batu alam biasa digunakan untuk penyangga tiang pada rumah limasan atau rumah joglo.

    Pondasi umpak batu alam tersebut, penempatannya pada umumnya berada di atas tanah atau di atas lantai rumah. Sistim dan jenis pondasi ini sampai saat ini masih digunakan, akan tetapi sudah dimodifikasi dengan ditopang oleh pondasi batu kali yang berada di dalam tanah dan sloof sebagai pengikat struktur.

    Umpak Batu Alam Muntilan Magelang Jawa Tengah

    Bahan baku yang digunakan untuk pembuatan umpak batu alam berasal dari batu candi/batu lereng merapi atau biasa disebut batu andesit. Batuan ini dipilih karena selain selain kuat juga mudah dipahat dan bahan bakunya mudah didapatkan, terutama batu andesit yang berasal dari lereng Gunung Merapi. Bahan baku umpak batu alam tersebut harus berasal dari batu alam andesit pilihan agar hasilnya benar-benar kuat agar tidak mudah retak atau pecah.

    Adapun ukuran dari umpak batu alam tersebut disesuaikan dengan ukuran tiang sokonya. Ukuran umpak batu alam umumnya mulai 20 cm s.d 60 cm, sedangkan tingginya sesuai permintaan mulai dari 20 cm s.d 50 cm. Bentuk dan motifnya bisa disesuaikan dengan keinginan permintaan dari pembeli.

    Bagi Anda yang tertarik ingin membeli umpak batu alam produksi Raka Art Stone dengan kualitas terbaik bisa menghubungi kami,

    Teknik pembuatan patung

    Teknik adalah proses cara pembuatan yang ditetapkan dalam menciptakan suatu karya seni. Dalam seni membuat patung ada beberapa teknik yang dapat dilakukan, sebagai berikut:

    Teknik pahat yaitu teknik yang dilakukan dengan mengurangi obyek bahan yang ingin dibuat menjadi patung dengan cara memahat. Teknik ini biasanya digunakan untuk membuat patung dan relief berbahan dasar kayu ataupun batu. Alat yang digunakan dalam teknik pahat ini adalah palu dan pahat.

    Teknik butsir adalah teknik yang biasanya dipakai untuk membuat patung dengan bahan lunak, dengan cara mengurangi atau menambahkan bahan dengan menggunakan alat butsir.

    Teknik merakit merupakan teknik mematung dengan cara menggabungkan atau merangkai untuk mendapatkan bentuk patung yang diinginkan. Teknik ini biasanya dilakukan untuk merakit atau menggabungkan bahan-bahan logam dengan cara mengelas.

    Teknik cor adalah teknik mematung dengan cara membuat cetakan berbentuk patung terlebih dahulu, lalu bahan adonan cor dimasukan kedalam cetakan yang sudah disiapkan. Teknik ini akan menghasilkan patung dengan bentuk beton.

    Teknik cetak yaitu teknik mematung dengan cara membuat cetakannya terlebih dahulu. Teknik ini sama dengan teknik cor, tapi pembukaan tidak dengan bahan cor melainkan dengan bahan-bahan lunak yang dapat langsung dicetak

    Bahan Baku dan Prinsip Pembuatan Kerajinan Bahan Campuran

    Bahan baku yang digunakan untuk pembuatannya cukup bervariasi. Umumnya, contoh kerajinan campuran akan menggunakan bahan alami seperti kayu, keramik, batu, kulit, dan logam. Selain itu, digunakan pula bahan-bahan buatan seperti plastik, fiberglass , dan gips.

    Dalam proses pembuatannya, mengenal dan memahami bahan baku sangatlah penting dilakukan. Apalagi tiap bahan yang dipakai memiliki karakteristik yang berbeda dan akan memengaruhi hasil kerajinan itu sendiri.

    Ambil saja contoh kerajinan bahan campuran yang berasal dari kayu. Kamu harus mengetahui apakah jenis kayu yang akan dipakai sudah tepat dan apakah kayu tersebut mudah keropos atau tidak.

    Terkait dengan proses pembuatannya ini, kamu juga perlu mengetahui apa saja prinsip-prinsip dalam pembuatannya. Beberapa prinsip tersebut diantaranya:

    1. Kerajinan bahan campuran biasanya membutuhkan lebih dari dua jenis bahan, tetapi bisa saja jumlahnya bertambah bergantung pada produk yang akan dibuat.
    2. Kerajinan bahan campuran diketahui merupakan gabungan dari beberapa bahan. Namun, bahan yang digunakan tersebut lebih baik tidak memiliki reaksi kimia tertentu seperti berkarat.
    3. Kombinasi bahan yang digunakan bisa berupa bahan alam dan bahan alam, bahan buatan dan bahan buatan, maupun bahan alam dan bahan buatan.
    4. Bahan yang digabungkan tidak mengalami perubahan fisik pada salah satu bahannya. Misalnya, bahan mengalami lelehan saat akan direkatkan dengan bahan yang lain.
    5. Bahan-bahan yang digabungkan harus menyatu untuk menghasilkan kerajinan yang memiliki nilai harmonisasi dan keunikan.

    Seperti itulah prinsip yang perlu diketahui dan diperhatikan dalam pembuatannya. Prinsip tersebut perlu untuk diterapkan supaya bisa menghasilkan kerajinan yang menarik dan memiliki nilai estetika yang juga bernilai jual.


    Tags: kerajinan dari

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia