Kerajinan Rotan Sintetis - Keindahan dalam Keterampilan Jahit dan DIY
Pelapis furniture.
Selain sebagai bahan utama dalam pembuatan meubel, rotan sintetis biasanya juga digunakan untuk melapisi furniture yang terbuat dari kayu dan bahan lainnya.
Banyak kegunaan rotan sintetis yang sudah terbukti dari semakin meningkatnya permintaan terhadap rotan sintetis tersebut. Penggunaan rotan sintetis juga mendukung gerakan ramah lingkungan.
Karena pemilihan rotan sintetis dapat mengurangi angka penebangan kayu di hutan. Hal ini menjadi pertimbangan dalam pembuatan produk dari plastik daripada dari tumbuhan. Selain itu, bahan rotan sintetis mudah didaur ulang dan juga tidak mengandung racun.
Hal ini dikarenakan, rotan sintetis dibuat dari plastik jenis HDPE (High Density Polyethylene) yang tidak memiliki pacticizer (pelembut yang berbahaya bagi kesehatan. Untuk lebih jelasnya tentang HDPE, silahkan baca artikel lainnya tentang arti kode plastik.
Demikian ulasan kami tentang aneka manfaat dan kegunaan rotan sintetis untuk bahan baku furniture rumah minimalis Anda, semoga bermanfaat.(ls), Editor: UN.
Produk Kerajinan Rotan Sintetis
Dari berbagai kekurangan dan kelebihannya, anyaman rotan sintetik faktanya lebih populer dan menjangkau seluruh kalangan dibanding rotan asli. Harga yang murah, tahan cuaca, dan antirayap adalah beberapa hal yang dipertimbangkan sebelum membeli produk anyaman berbahan plastik.
Tidak jauh berbeda dengan produk hasil kerajinan rotan alami, dengan bahan baku sintetis juga tercipta berbagai barang-barang menarik, seperti tas, dompet, keranjang dan sebagainya. Selain itu bermacam perabot juga dapat dihasilkan antara lain kursi, meja dan tempat tidur dengan kombinasi rangka kuat.
Produk luar ruangan berbahan rotan sintetis salah satunya adalah daybed outdoor yang ditempatkan di halaman rumah atau pinggir kolam renang untuk tempat bersantai.
Penggunaan rotan berbahan sintetik tidak kalah kualitasnya dengan rotan asli. Penggunaan material yang bisa di daur ulang ini juga mendukung upaya pencegahan pemanasan global akibat penebangan pohon secara liar.
Mengenal Rotan
Rotan adalah tanaman merambat atau tumbuh memanjat pada pohon-pohon sekitarnya. Kemampuan tumbuh tersebut didudukung oleh sulur pemanjat yang tumbuh pada ruas-ruas batangnya. Namun pada beberapa spesies tertentu tidak terdapat sulur melainkan duri yang memiliki fungsi sama.
Batang rotan berbuku-buku atau beruas-ruas, bulat atau segitiga dengan diameter bervariasi dan mampu tumbuh hingga puluhan meter. Bagian inilah yang nantinya diolah menjadi kerajinan rotan yang bernilai ekonomi tinggi.
Wilayah Asia, terutama Indonesia merupakan habitat rotan untuk tumbuh secara ideal. Oleh sebab itu, tidak heran beberapa daerah di Indonesia menjadi penghasil rotan sekaligus produsen beberapa berbagai jenis kerajinan rotan.
Meski tumbuh subur, ada beberapa jenis rotan Indonesia yang terancam punah dan harus dikendalikan pemanfaatannya. Berdasarkan PP No. 7 Tahun 1999 dan evaluasi oleh Budiarta dalam Kalima 2015, 21 jenis rotan yang terancam punah adalah:
- C. ciliaris
- C. melanoloma
- C. hispidulus
- C. impaar
- C. karuensis
- C. spectabilis
- C. robinsonianus
- C. kjelbergii
- C. minahassae
- C. melanoloma
- C. hispidulus
- C. pandanosmus
- C. pygmaeus
- Ceratolobus pseudoconcolor
- Daemonorops acamptostaachys
- D. monticola
- Korthalsia junghunii
- Plectocomia billitonensis
- P. lorzingii
- P. pygmaea
- P. longistigma
- P. lorzingii
- P. pygmaea
- Plectocomiopsis borneensis
Kerajinan Rotan Berbagai Daerah di Indonesia
Beberapa kota di Indonesia menjadi sentra kerajinan rotan yang hasil produksinya banyak dipasarkan di dalam negeri bahkan luar negeri, antara lain:
1. Katingan, Kalimantan Tengah
Sebagai salah satu kawasan hutan penghasil bahan baku rotan, kota Katingan yang berada provinsi Kalimantan Tengah juga menjadi daerah produsen kerajinan rotan. Kabupaten yang terdiri dari 14 kecaman dan beribukota di Kasongan ini 10 kecamatan diantaranya adalah wilayah penghasil rotan.
Tak ketinggalan pula kerajinan rotan dari Katingan yang mendapat dukungan dari pemerintah setempat. Hal tersebut bisa dilihat dari didirikannya sekolah menengah kejuruan yang fokus pada kerajinan rotan, serta jalinan kerjasama lembaga permodalan dengan apra pengrajin rotan.
Kerajinan rotan Katingan memiliki perbedaan dengan kerajinan dari Pulau Jawa. Sebab motif yang digunakan disini kental dengan unsur Dayak, seperti kemang atau burung tingang.
Beberapa hasil produksi produk rotan dari Katingan adalah meja, kursi, sekat ruangan, tas, keranjang dan sebagainya. Produk-produk tersebut dijual dengan harga variatif, mulai dari puluhan ribu hingga jutaan rupiah sesuai kualitasnya.
2. Jepara, Jawa Tengah
Desa ini berada di Kecamatan Welahan, Jepara. Perkembangan hingga hinggsa saat ini mencatat bahwa industri rotan Jepara diterima dengan baik oleh pasar Internasiona, khususnya Korea Selatan dan Tiongkok. Salah satu pemicunya adalah kemudahan konsumen untuk memesan barang dengan desain yang dikehendaki.
3. Bantul, Yogyakarta
Dikenal sebagai kota wisatan dan kota pelajar, nyatanya kesenian kerajinan rotan juga berkembang di Jogja. Salah satunya adalah pengusaha rotan di Desa Wukirsari, Kabupaten Bantul, DIY, dimana 40% hasil kerajinan rotan dari tempat diekspor ke beberapa negara seperti Jepang, Irak dan Iran.
11. Kotak atau Tempat Pensil
Tentunya mengkreasikan rotan untuk dibuat kotak atau tempat pensil sangatlah keren. Kotak atau tempat pensil yang terbuat dari rotan dinilai estetik, unik, dan ternyata juga tahan lama. Tempat pensil ini juga akan membuat peralatan tulis-menulis menjadi lebih tertata rapi. Tak hanya itu, bisa juga membuat semangat belajar semakin meningkat, lho.
Selain itu, kotak pensil dari anyaman rotan ini juga dapat diberi warna agar semakin menarik. Rotan-rotan ini direndam dalam air yang sudah diberi warna dan didiamkan beberapa waktu. Nah, jika sudah, keringkan, dan mulailah menganyam. Berbagai macam bentuk kotak atau tempat pensil juga dapat dibuat. Misalnya, bentuk tabung atau kotak.
Tags: kerajinan rotan sintetis