... 10 Inspirasi Kerajinan Sapu Lidi untuk Karya DIY yang Unik dan Kreatif

Kerajinan Sapu Lidi - Kreativitas Alami dalam Seni Sulaman dan Kerajinan DIY

Alat makan pengganti plastik

Banyak dijumpai piring plastik yang digunakan oleh pedagang kaki lima. Untuk mengurangi limbah plastik, ada salah satu elternatif piring yang terbuat dari lidi yang dianyam. Limbah piring plastik sulit diuraikan dalam tanah dan kandungan mikroplastik yang membahayakan tubuh. Sedangkan piring tenun dari lidi kelapa sawit mudah terurai dengan tanah dan tidak menimbulkan bahaya bagi tubuh. Piring dari lidi kelapa sawit dapat dijual hingga Rp 8.000/buah.

Lidi kelapa sawit juga dapat dijadikan sebagai produk fashion seperti tas, sandal, clutch, dan sampul agenda. Jangan salah, produk fashion dari lidi kelapa sawit banyak peminatnya dari kalangan peduli lingkungan dan penggiat tren ecofriendly. Harga jualnya pun tergolong murah untuk barang ekspor yang hanya Rp 130.000 – Rp 380.000. Tentu lebih murah dibandingkan tas lainnya yang terbuat dari kulit hewan sintetis.

Tawarkan daring

Imam kemudian menceritakan, awal mula produk kerajinan sapu lidi yang dikerjakan sampai menembus luar negeri, baik sampai Brunei maupun Timor Leste. Di mana order tersebut, didapatkan Imam usai coba memasarkan melalui dunia maya. Saat 2016, Imam yang sedang memasang kerajinan sapu lidi hasil kreasinya di blog, tiba-tiba dihubungi oleh warga Timor Leste yang tertarik. Selang satu tahun berikutnya pada 2017, giliran ada warga Brunei yang tertarik dengan kerajinan tersebut. "Untuk Brunei, awalnya itu ada orang dari Lamongan, pria, menikah dengan orang Brunei dan tinggal di sana. Pertama kali pesan sekitar 2.000 biji, kemudian berlanjut hingga tiga kali order. Sebelumnya, pesanan dari Timor Leste yang lebih dulu," tutur ayah satu anak ini. Baca juga: Kasus Korupsi Pupuk Bersubsidi Madiun, Jaksa Periksa 3 Staf Pemasaran Petrokimia Gresik Menurut Imam, pesanan antara kedua pembeli dari luar negeri tersebut berbeda. Jika dengan pembeli asal Timor Leste hanya sebatas pertemuan online, namun pria asal Lamongan yang tinggal di Brunei sempat mendatangi tempatnya di Desa Karangsemanding.

"Bahkan dua kali beliau ke sini, untuk melihat langsung barangnya," ucap Ratna, istri Imam. Imam juga tidak menyangka, kerajinan sapu lidi yang dijalankan olehnya sampai menarik perhatian dari warga di luar negeri. Terlebih sejauh ini, kerajinan yang dilakukan masih sebatas konvensional tanpa bantuan peralatan mesin yang mumpuni. "Awalnya ya tidak menyangka (bisa sampai ekspor), sebab sebelumnya paling banyak ya untuk lokalan sini dan luar Jawa saja. Tapi Alhamdulillah, saya taruh di blog ada orang luar negeri yang suka," ujar Imam. Hanya saja intensitas dari pembeli asal luar negeri belum begitu rutin, meskipun ada. Imam mengakui, saat ini order rutin baru didapatkan untuk pasaran lokal dan luar Jawa. Meski ia berharap, pembeli asal luar negeri dapat bertambah di kemudian hari. "Kalau keinginan nambah (berkembang) ya pasti ada. Pengen merambah ke negara lainnya," ucap Imam. Baca juga: 5 Fakta Kasus Pria Nikahi Domba di Gresik: Cari Like untuk Konten, Status Tersangka Didapat


Tags: kerajinan

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia