... Cara Membuat Hiasan Dinding dari Sedotan: Kreasi Kerajinan Tangan DIY yang Unik dan Menarik

Kreasi Seni Dinding Unik dari Sedotan

Yuk, Olah Sedotan Tak Terpakai Menjadi 6 Hiasan Dinding Berikut!

Cermin

Jangan dulu buang sedotan plastik kamu di rumah. Kamu bisa mulai meminimalisir sampah satu ini dengan mengubahnya menjadi barang berdaya guna. Misalnya seperti cermin dengan bahan dan langkah berikut ini.

Bahan dan Alat yang Dibutuhkan

  • Sedotan plastik bekas.
  • Cermin berbentuk bulat.
  • Cat semprot warna emas.
  • Lem.
  • Spidol.

Starburst

Hiasan cantik tidak selalu sulit dibuat. Kamu bisa mengandalkan beberapa benda tak terpakai dan mempercantiknya dengan alat-alat yang ada di rumah. Selain lebih hemat karena minim mengeluarkan uang, membuat kerajinan juga bisa menjadi salah satu kegiatan bermanfaat yang dapat mengisi waktu luang kamu di rumah. Nah, jika memiliki sampah sedotan plastik yang tak terpakai, bisa digunakan untuk membuat penghias ruangan seperti starburst ini.

Alat dan Bahan yang Diperlukan

  • Sedotan plastik dalam jumlah banyak.
  • Kardus tebal tak terpakai.
  • Lem tembak.
  • Buat pola lingkaran dengan lubang di tengah pada kardus secara rapi.
  • Potong sedotan sehingga masing-masing sedotan memiliki panjang berbeda agar tampilannya lebih unik.
  • Rekatkan sedotan plastik pada kardus yang sudah berbentuk bulat secara bergantian dengan panjang berbeda. Ulangi sampai kardus tertutup sedotan.
  • Biarkan hingga lem mengering dan sedotan menempel kuat.
  • Hiasan starburst dapat kamu percantik lagi dengan pita tambahan kemudian ditempel pada dinding atau pintu kamar.

Snowflakes

Fakta Menarik Mengenai Sedotan

Sejarah Sedotan

Perkembangan sedotan yang kita pakai saat ini ternyata memiliki sejarah dan perjalanan yang cukup panjang. Bangsa Sumeria pada sekitar 3000 Sebelum Masehi sudah memakai sedotan yang terkesan mewah karena terbuat dari logam mulia seperti emas.

Rupanya, pada masa itu sedotan juga menjadi penanda kelas sosial sehingga semakin bagus material sedotan, diyakini semakin baik pula kehidupan pemakainya. Selain dari logam mulia, sedotan bangsa Sumeria juga terbuat dari tanaman. Umumnya, sedotan ini mereka gunakan kala meminum bir yang disediakan dalam tong besar.

Kemudian, sedotan berkembang lagi pada tahun 1870 yakni terbuat dari jerami yang berasal dari tanaman gandum hitam. Sedotan ini biasanya digunakan orang pada masa itu untuk meminum koktail. Sedotan jenis ini tidak terlalu memuaskan karena material sedotan yang mudah larut dalam cairan.

Barulah pada tahun 1888, Marvin C. Stone membuka perkembangan sedotan dengan membuatnya dari bahan kertas.

Berbahaya bagi Lingkungan

Ada alasan mengapa sampah plastik termasuk sedotan plastik menjadi momok bagi lingkungan. Pertama, bahan plastik sangat sulit terurai secara alami. Bahkan, meski dikubur, sampah plastik tetap dapat mengakibatkan kerusakan lingkungan dan bentuknya tidak akan mudah berubah meski puluhan atau ratusan terlewat.

Sampah sedotan plastik bahkan pernah melukai seekor penyu yang mengalami kesulitan bernapas karena sedotan plastik melukai salah satu hidungnya. Beruntung pada saat itu, penyu malang ini bertemu dengan beberapa orang yang berbaik hati membantunya melepas sedotan plastik sepanjang 10—12 sentimeter tersebut.

Kesulitan pernapasan yang dialami si penyu tentu akan berpengaruh terhadap keberlangsungan hidupnya. Hal ini berarti juga akan berdampak pada ekosistem termasuk manusia. Inilah mengapa sampah sedotan plastik menjadi salah satu isu lingkungan paling disorot karena berbahaya.


Tags: kerajinan dinding hiasan

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia