Kerajinan Sulaman Tradisional Suku Dayak - Karya Seni Benang yang Memikat
Sejarah Kain Tenun Ikat Sintang
Untuk diketahui, pada masa lampau suku Dayak membuat kain tenun menjadi sakral. Menurut kepercayaan leluhur, dunia terbagi menjadi dua kehidupan yaitu kehidupan atas dan kehidupan bawah. bentuk sakral dari kain tenun bagi masyarakat dayak terdapat pada benang dan motif. Karena kain tenun merupakan benda sakral, maka kain tenun menjadi pakaian wajib dalam setiap upacara adat masyarakat dayak.
- Penyiapan bahan baku berupa kapas.
- Proses pemintalan menjadi benang.
- Pembuatan pola benang dengan proses ikat.
- Mewarnai benang. Pewarnaan ada yang menggunakan pewarna kimia dan pewarna alam. Pewarna alam yang pengrajin gunakan berasal dari akar pohon, daun-daunan, kulit kayu serta tumbuhan.
- Menenun benang menjadi kain.
Tak hanya menggunakan teknik tradisional, peralatan tradisional pun tetap bertahan sampai sekarang. Alat pemintal dan penenun yang mereka pakai sangat sederhana, tidak seperti ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin) yang banyak pemakaiannya di berbagai daerah di Indonesia seperti Tenun Donggala atau Tenun Garut.
Blogger news
Kerajinan Tangan khas Dayak
Perisai/Kelembit/Keliau
Merupakan alat penangkis dalam peperangan melawan musuh. Perisai terbuat dari kayu yang ringan tapi tidak mudah pecah. Bagian depan perisai dihiasi dengan uki ran, namun sekarang ini kebanyakan dihiasi dengan lukisan yang menggunakan warna hitam putih atau merah putih. Motif yang digunakan untuk menghias perisai terdiri dari 3 motif dasar:
1. Motif Burung Enggang ( Kalung Tebengaang )
2. Motif Naga/Anjing ( Kalung Aso’ )
3. Motif Topeng ( Kalung Udo’ )
Selain sebagai a lat pelindung diri dari serangan musuh, perisai juga berfungsi sebagai:
- Alat pe nolong se waktu kebakaran / melindungi diri dari nyala api
- Perleng kapan men ari dalam tari perang
- Alat untuk melerai perkelahian
- Perlengkapan untuk upacara Belian
Kini perisai banyak dijual sebagai souvenir / penghias dekorasi rumah tangga.
Ulap Doyo
Kain dari serat daun doyo ini merupakan hasil kerajinan yang hanya dibuat oleh wanita-wanita suku Dayak Benuaq yang tinggal di Tanjung Isuy. Tanaman doyo yang menyerupai pandan tumbuh dengan subur di Tanjung Isuy. Serat daunnya kuat dan dapat dijadikan benang untuk ditenun. Tenunan doyo ini kemudian sering diolah menjadi pakaian, kopiah, dompet, tas, hiasan dinding dan lain sebagainya.
Anjat
Alat berbentuk seperti tas yang terbuat dari anyaman rotan dan memiliki dua atau tiga sangkutan. Anjat biasanya digunakan untuk menaruh barang-barang bawaan ketika bepergian.
Bening Aban
Alat untuk memanggul anak yang hanya terdapat pada masyarakat suku Dayak Kenyah. Alat ini terbuat darikayu yang biasanya dihiasi dengan ukiran atau dilapisi dengan sulaman manik-manik serta uang logam.
Sumpitan
Alat yang biasa digunakan untuk berburu atau berperang yang dikenal oleh hampir seluruh suku Dayak di Kalimantan. Alat ini terbuat dari kayu ulin atau sejenisnya yang berbentuk tongkat panjang yang diberi lubang kecil untuk memasukkan anak sumpitan. Sumpitan dilengkapi dengan sebuah mata tombak yang diikat erat pada ujungnya dan juga dilengkapi dengan anak sumpitan beserta wadahnya (selup).
Jenis Kerajinan Suku Dayak
Suku Dayak di Kalimantan, Indonesia memiliki berbagai jenis kerajinan tangan yang unik dan khas. Kerajinan tangan ini dihasilkan dari bahan-bahan alami yang ada di sekitar dan diproses dengan teknik tradisional.
1. Kerajinan Bambu
Bambu merupakan bahan yang banyak ditemukan di hutan Kalimantan, sehingga kerajinan bambu menjadi salah satu kerajinan tangan yang paling populer di kalangan masyarakat Dayak. Kerajinan bambu yang paling sering ditemukan adalah keranjang, gendongan, dan kerajinan pernak-pernik.
2. Kerajinan Kayu
Kayu juga merupakan bahan yang banyak ditemukan di hutan Kalimantan, sehingga kerajinan kayu menjadi salah satu kerajinan tangan yang populer di kalangan masyarakat Dayak. Kerajinan kayu yang paling sering ditemukan adalah pernak-pernik, alat makan, dan perabot rumah.
3. Kerajinan Kain
Kain ikat dan kain tenun merupakan kerajinan tangan yang populer di kalangan masyarakat Dayak. Kain ini dibuat dari bahan alami seperti sutra, rami, dan daun lontar.
Kain ikat dan kain tenun ini digunakan sebagai pakaian tradisional masyarakat Dayak, serta digunakan untuk berbagai keperluan seperti pernak-pernik rumah, alas meja, dan pernak-pernik lainnya.
4. Kerajinan Perhiasan
Kerajinan perhiasan dari bahan alami seperti emas, perak, dan logam lainnya juga merupakan kerajinan tangan yang populer di kalangan masyarakat Dayak. Perhiasan ini dibuat dengan teknik tradisional dan sering digunakan sebagai aksesoris dalam acara-acara adat masyarakat Dayak.
Dapat disimpulkan bahwa motif Dayak memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat. Motif-motif tersebut digunakan dalam berbagai keperluan, baik itu dalam ornamen rumah hingga peralatan yang digunakan dalam berbagai ritual.
Lanjung
Kerajinan tangan Lanjung adalah salah satu kekayaan budaya yang terdapat di Kalimantan Tengah. Lanjung merupakan seni anyaman yang menggunakan serat tumbuhan, seperti bambu atau rotan, untuk menciptakan produk-produk yang unik dan estetis.
Keunikan dari kerajinan Lanjung terletak pada teknik anyaman yang rumit dan pola-pola yang indah yang dihasilkan. Para pengrajin Lanjung Kalimantan Tengah dengan keahlian mereka menghasilkan berbagai macam produk, seperti topi, tas, tikar, dan keranjang.
Setiap produk Lanjung memiliki daya tarik estetis yang tinggi, dengan detail anyaman yang rumit dan motif-motif tradisional yang mencerminkan kebudayaan setempat.
Kerajinan tangan Lanjung Kalimantan Tengah bukan hanya sebuah seni, tetapi juga merupakan simbol kearifan lokal, kreativitas, dan kebanggaan dalam melestarikan warisan budaya yang kaya dan berharga.
Tags: kerajinan