... Kerajinan Suku Dayak: Panduan Langkah demi Langkah untuk Kerajinan Jarum dan DIY

Kerajinan Sulaman Tradisional Suku Dayak - Karya Seni Benang yang Memikat

Jenis Motif Dayak

Motif khas Dayak adalah salah satu ciri khas budaya masyarakat Dayak di Kalimantan, Indonesia. Motif ini digunakan dalam berbagai karya seni tradisional, seperti kerajinan tangan, batik, dan lukisan.

Dalam artikel ini, kami akan mengulas beberapa jenis motif unik Dayak yang paling populer dan banyak digunakan dalam karya seni.

1. Motif Tumbuhan

Tumbuhan merupakan sumber inspirasi utama dalam pembuatan motif Dayak Kaltim atau daerah lainnya. Motif ini menampilkan berbagai jenis tumbuhan seperti padi, jagung, bambu, dan lain-lain. Motif tumbuhan dianggap sebagai simbol kehidupan, kesejahteraan, dan kebahagiaan.

2. Motif Hewan

Hewan juga menjadi sumber inspirasi dalam pembuatan motif khas Dayak. Motif hewan yang paling sering digunakan adalah burung enggang. Motif hewan dianggap sebagai simbol kekuatan, kesaktian, dan keberanian.

3. Motif Geometris

Motif geometris merupakan bentuk-bentuk geometris yang digunakan dalam motif khas Dayak. Contohnya, motif garis-garis, lingkaran, dan segitiga. Motif geometris dianggap sebagai simbol ketentuan dan keseimbangan.

4. Motif Kombinasi

Motif kombinasi adalah gabungan dari beberapa jenis motif yang digabungkan menjadi satu karya seni. Motif ini menampilkan kombinasi dari tumbuhan, hewan, mitologi dan geometris.

Jenis Tenun Ikat Sintang

Berdasarkan teknik pewarnaan jenis kain tenun ikat Dayak dapat terbagi menjadi dua macam yaitu, tenun ikat menggunakan pewarnaan kimia (bahan kimia) dan tenun ikat menggunakan pewarnaan alami (tumbuh-tumbuhan). Dalam proses pewarnaan kain tenun biasanya seorang penenun suku Dayak harus mengenakan kain adat berbentuk tating untuk menghormasti leluhur atau nenek moyang mereka.

Banyak motif tenun ikat yang merupakan buatan masyarakat Dayak. Motif paling banyak beredar adalah motif geometris. Beberapa motif adalah motif sakral dan suci. Karena itu, tidak sembarang orang boleh membuatnya. Hanya orang tua yang sudah banyak berpengalaman yang boleh membuat motif tersebut.

Konon jika terjadi kesalahan dalam membuat motif tersebut dapat mengakibatkan kematian. Motif yang sakral biasanya yang menggambarkan mahluk hidup seperti manusia, naga, dan buaya. Mereka percaya motif tersebut juga harus mendapat “makanan”, yakni melakukan ritual khusus dalam proses pembuatannya.

Berdasarkan hasil pengerjaan, kain tenun ikat sintang terbagi menjadi dua jenis yakni kebat dan kumbu. Tenun kebat merupakan jenis kain tenun yang berukuran agak kecil dan hanya cukup untuk menjadi busana wanita dan anak-anak. Sedangkan tenun ikat kumbu merupakan kain tenu ikat yang berukuran lebih besar sehingga cukup untuk menjadi bahan pakaian dewasa baik pria, wanita, maupun anak-anak.

Sejarah Motif Dayak

Motif-motif yang digunakan oleh masyarakat Dayak pada awalnya hanya digunakan dalam keperluan ritual saja. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, motif-motif tersebut juga mulai digunakan dalam berbagai keperluan lainnya, seperti dalam ornamen rumah.

Setiap motif yang digunakan memiliki makna yang berbeda-beda. Beberapa motif yang digunakan dalam ritual dipercayai dapat memberikan keberuntungan, kekuatan, atau bahkan kesejahteraan. Sedangkan motif yang digunakan dalam ornamen rumah dipercayai dapat melindungi rumah.

Sejarah motif khas Dayak juga sangat erat kaitannya dengan kearifan lokal yang dimiliki oleh masyarakat Dayak. Mereka mengetahui dan memahami setiap motif yang digunakan dan makna yang terkandung di dalamnya.

Hal ini menunjukkan bahwa motif khas Dayak bukan hanya sekedar desain yang indah, tetapi juga merupakan simbol yang menyimpan makna yang dalam dan penting bagi masyarakat Dayak. Jadi, mari kita semua menghargai dan menjaga kekayaan budaya tersebut.


Tags: kerajinan

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia