Kerajinan Sulaman Tradisional Suku Dayak - Karya Seni Benang yang Memikat
Tenun Ikat Sintang : Mengenal Kain Dayak Khas Kalimantan Barat
Kain ini dikenal mempunyai kekhasan dalam motif, kehalusan, dan cara pembuatan yang tetap mempertahankan teknik tradisional. Dalam berbagai lomba kain tenun, kain tenun Sintang kerap menjadi juara. Bahkan dalam sebuah lomba kain tenun se-Provinsi Kalimantan Barat, kain tenun Sintang menyabet semua gelar juara.
Kain tenun ikat sintang merupakan jenis kain tenun ikat yang hasilkan oleh masyarakat suku Dayak dari Kalimantan Barat. Tepatnya, berasal dari dua daerah kecil dikabupaten sintang yakni Ensaid panjang dan Bukit kelam. Dalam sistem kebudayaan leluhur Dayak, tekstil berperan penting dalam kehidupan sehari-hari dan upacara adat.
Suku Dayak membuat tenunan dengan motif yang indah untuk baju, rok, cawat dan selimut. Terdapat perbedaan dekorasi teksnik dalam pembuatan kain tenun khas suku dayak kabupaten sintang yaitu ikat, sungkit, pilin dan idan.
Harga Kain Tenun Sintang
Kegiatan menenun yang pengerjaannya oleh kaum wanita Dayak ini sangat berguna dalam menunjang perekonomian keluarga. Padahal sebelumnya kegiatan menenun ini sempat hampir punah. Adalah seorang Pastur Belanda bernama Jacques Maessen yang mempunyai andil besar dalam pelestarian tenun ikat Dayak ini.
Selama 30 tahun beliau mengajak masyarakat Dayak untuk kembali menenun. Kemudian membentuk sebuah koperasi Jasa Menenun Mandiri yang menjadi usaha bersama dalam penyediaan bahan hingga penjualan hasil tenunan. Tidak hanya itu, Koperasi ini juga mempunyai kegiatan pelestarian menenun pada generasi muda. Kini terdapat sekitar 400 wanita Dayak yang menenun.
Koperasi ini menempati sebuah bangunan kayu dengan gaya arsitektur khas nan unik. Bangunan ini juga difungsikan sebagai galeri tenun dan kerajinan khas yang juga menjadi salah satu tujuan wisata wajib di Sintang.
Di galeri ini Anda dapat menemui banyak ragam dari produk kerajinan tenun ikat dan kerajinan khas Sintang lainnya seperti manik-manik, anyaman, dan mandau. Tenun ikat yang mereka jual juga beragam ukuran dan jenis. Harga kain tenun juga tak terlampau mahal, dari sekitar Rp. 25.000 untuk slayer hingga Rp. 3 juta untuk kain panjang.
Sementara Anastasia, Koordinator Kelompok Kapas Desa Umin Jaya mengatakan kelompoknya jual kain tenun dengan harga Rp 1 juta per lembar. Namun, pihaknya juga sering menjualnya dengan harga sekitar Rp 800 ribu saja.
Sumber:
Corner Alvan
Panglima dayak Iban
11 Votes JL. DIPONEGORO 1974 Kalimantan Barat adalah sebuah provinsi di Indonesia yang terletak di Pulau .
Perisai/Kelembit/Keliau Merupakan alat penangkis dalam peperangan melawan musuh. Perisai terbuat dari kayu yang ri.
1. Andrew Darwis Siapa yang tidak tahu Mimin Darwis? Tokoh satu ini merupakan pendiri Kaskus yang sangat populer di Indonesia. Kaskus.
Sejak, virus komputer pertama di dunia , yang disebut Elk Cloner, keluar dari laboratorium pada tahun 1981, jutaan lebih virus komputer te.
Mandau Senjata Keramat Suku Daya Mandau adalah salah satu senjata suku Dayak yang merupakan pusaka turun temu.
Tamambaloh adalah nama salah satu subsuku dayak yang berdiam di kabupaten Kapuas Hulu. Komunitas mereka berdomisili di daratan di dekat b.
Panglima Angsa konon, orang2 Dayak percaya apabila beliau “turun gunung” dari pertapaannya akan disertai suara gemuruh d.
Tradisi Ngayau (Mengayau) Kayau itu adalah kata-kata yang sangat.Virus komputer merupakan program komputer yang dapat menggandakan atau menyalin dirinya sendiri [1] dan menyebar dengan cara menyisipkan.
Wakil Ketua Persekutuan Lembaga Adat Dayak Punan Kaltim, Dollop Mamung (54) sangat yakin legenda itu bukan isapan jempol. Selain dirinya.
Tags: kerajinan