... Kerajinan Sulawesi Tengah: Panduan Praktis dan Inspirasi DIY untuk Keterampilan Sulam

Kerajinan Sulawesi Tengah - Keindahan dan Kreativitas dalam Seni Sulam Tradisional

Jenis dan Harga Kerajinan Kayu Hitam Palu

Kerajinan kayu hitam Palu memiliki berbagai jenis dan harga yang bervariasi. Beberapa jenis kerajinan yang populer adalah:

  1. Gantungan kunci
    Kerajinan ini berbentuk hewan, tumbuhan, atau simbol yang bisa digunakan sebagai hiasan kunci. Kerajinan ini memiliki harga sekitar Rp 5.000 pe biji.
  2. Pajangan
    Kayu hitam juga bisa digunakan untuk kerajinan dekoratif. Seperti patung, topeng, atau hiasan dinding yang bisa digunakan sebagai hiasan rumah. Kerajinan ini memiliki harga sekitar Rp 50.000 hingga Rp 500.000 per buah, tergantung ukuran dan tingkat kesulitan.
  3. Jam
    Banyak juga dijumpai kerajinan kayu hitam dalam bentuk jam dinding atau jam meja. Keduanya berfungsi selain sebagai alat penunjuk waktu juga untuk hiasan. Kerajinan ini memiliki harga sekitar Rp 100.000 hingga Rp 1.000.000 per buah, tergantung ukuran dan desain.
  4. Kotak perhiasan
    Kerajinan yang satu ini berbentuk kotak. Fungsinya untuk menyimpan perhiasan atau barang-barang kecil lainnya. Kerajinan ini memiliki harga sekitar Rp 50.000 hingga Rp 300.000 per buah, tergantung ukuran dan motif.
  5. Tas
    Dunia fashion tak mau ketinggalan berinovasi menggunakan kayu hitam. Terdapat kerajinan kayu hitam yang berbentuk tas wanita. Pastinya bisa digunakan untuk membawa barang-barang sehari-hari. Kerajinan ini memiliki harga sekitar Rp 200.000 hingga Rp 500.000 per buah, tergantung ukuran dan model.

Batik Bomba

Batik Bomba adalah kerajinan tangan yang berasal dari suku Kaili, salah satu suku adat yang mendiami wilayah Kota Palu. Kata bomba sendiri berasal dari bahasa Minahasa yang dimaknai sebagai keterbukaan atau kebersamaan, dua nilai yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Palu.

Proses pembuatan batik Bomba tidak banyak berubah sejak dahulu. Dengan menggunakan kain sutra pilihan, batik ditenun menggunakan alat tenun tradisional. Untuk menggambarkan corak atau motifnya, tinta yang digunakan pun adalah pewarna alami yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. Sementara itu, alat-alat membatik seperti canting dan cetakan kayu juga digunakan dalam proses pembuatan batik khas Palu ini.

Kain batik biasanya dihias dengan berbagai bentuk motif yang menggambarkan kebudayaan Kota Palu, Donggala, dan Provinsi Sulawesi Tengah pada umumnya. Motif batik Bomba yang banyak dibuat meliputi motif bunga cengkih, rumah adat souraja, burung maleo, rumah adat Kalli, lekatu, serta motif sambulugana yang merupakan perpaduan tumbuhan pinang dan sirih.

Batik Bomba kerap digunakan sebagai simbolis dalam berbagai perayaan dan upacara adat, termasuk dalam acara pernikahan. Batik Bomba dengan motif sambulugana, misalnya, biasa digunakan sebagai persembahan simbolis untuk meminang pengantin wanita.

Kerajinan Kayu Hitam

Seperti namanya, kerajinan tangan khas Palu yang satu ini terbuat dari kayu berwarna hitam. Jenis kayu yang digunakan adalah kayu eboni ( Diospyros ebenum ) dengan karakteristik utamanya yang keras, berat, dan tahan lama. Kerajinan kayu hitam eboni sudah sejak lama dikembangkan oleh masyarakat Palu dan mulai populer di era 1960an.

Seiring dengan perkembangan zaman, kerajinan kayu hitam eboni yang awalnya diolah secara tradisional kini mulai mengalami proses modernisasi. Berbagai produk yang dihasilkannya pun memiliki tekstur permukaan yang lebih licin dan halus. Bentuk, rupa, serta ukirannya juga kian berkembang dan bervariasi.

Kayu eboni biasanya dibuat menjadi aneka hiasan, mulai dari hiasan dinding seperti jam dan bingkai, alat makan seperti mangkuk atau piring kayu, hingga suvenir seperti patung atau gantungan kunci. Berbagai bentuk kerajinan kayu hitam sangat cocok dijadikan sebagai pajangan di rumah. Harga kerajinan kayu hitam dari Palu cukup bervariasi, mulai dari yang termurah seharga puluhan ribu rupiah, hingga kerajinan dengan ukiran rumit yang harganya bisa mencapai ratusan ribu atau jutaan rupiah.

Sejarah dan Ciri Khas Kerajinan Kayu Hitam Palu

Kerajinan kayu hitam Palu sudah ada sejak zaman Belanda. Saat itu, kayu eboni banyak diekspor ke Eropa untuk dijadikan bahan mebel dan alat musik. Namun, ada juga kayu eboni yang tidak memenuhi standar ekspor karena bentuknya yang tidak rata atau cacat. Kayu-kayu ini kemudian dimanfaatkan oleh para pengrajin lokal untuk dijadikan produk lain yang lebih bernilai jual.

Kerajinan kayu hitam Palu memiliki ciri khas yang berbeda dari lainnya. Meski hitam, namun kayu tersebut tidak menggunakan cat atau pewarna. Melainkan mengandalkan warna asli dari kayu eboni. Selain itu, dalam membentuk kerajinan juga tidak menggunakan paku atau lem, melainkan mengandalkan teknik sambungan kayu yang kuat. Uniknya lagi, prosesnya tidak menggunakan mesin, cukup mengandalkan keterampilan tangan yang cekatan dari pengrajin.


Tags: kerajinan lawe

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia