... Kerajinan Sulawesi Tengah: Panduan Praktis dan Inspirasi DIY untuk Keterampilan Sulam

Kerajinan Sulawesi Tengah - Keindahan dan Kreativitas dalam Seni Sulam Tradisional

Kerajinan Anyaman Daun Silar

Anyaman daun silar merupakan kerajinan tangan dari Palu yang diprakarsai dan dikembangkan oleh masyarakat lokal. Silar merupakan bahasa Minahasa untuk pohon gebang, yakni sejenis pohon palem yang banyak tumbuh di daerah dataran rendah dengan batang yang besar dan tinggi. Umumnya, daun silar yang sudah mengering hanya berakhir di tempat pembuangan sampah atau dibakar untuk mengurangi tumpukannya.

Namun, dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir, masyarakat Palu dan sekitarnya mulai memanfaatkan dan mengembangkan daun silar kering menjadi kerajinan tangan bernilai jual tinggi. Produk-produk hasil kerajinan ini bahkan diumumkan oleh Pemerintah Kota Palu sebagai salah satu produk unggulan dari ibu kota Sulawesi Tengah ini.

Demikian ulasan mengenai sejumlah kerajinan tangan dari Palu, Sulawesi Tengah, yang tidak hanya memiliki nilai seni, tetapi juga menyimpan nilai manfaat yang tinggi. Dengan pengelolaan yang baik dan efektif, berbagai produk kerajinan tangan tersebut juga memiliki nilai jual dan dapat dimanfaatkan sebagai sumber mata pencaharian. Tentu saja, hal ini dilakukan tanpa mengurangi unsur budaya dan tradisional yang dimilikinya.

Read next

Jam Kerja, Buka dan Tutup Museum Negeri Provinsi Sulawesi Tengah - Palu

Museum Negeri Provinsi Sulawesi Tengah - Palu adalah salah satu tujuan wisata yang menarik di Kota Palu. Museum ini memiliki jam operasional yang berbeda-beda setiap harinya. Pada hari Rabu, Kamis, Senin, dan Selasa, Museum Negeri Provinsi Sulawesi Tengah - Palu buka mulai pukul 07.30 hingga 16.00. Pada hari Jumat, museum ini buka mulai pukul 07.30 hingga 16.30. Namun, pada hari Sabtu dan Minggu, museum ini tutup. Dengan jam operasional yang jelas, pengunjung dapat merencanakan kunjungan mereka dengan baik. Jangan lewatkan kesempatan untuk menjelajahi koleksi yang menarik di Museum Negeri Provinsi Sulawesi Tengah - Palu!

Day Working Hour
Rabu 07.30-16.00
Jumat 07.30-16.30
Kamis 07.30-16.00
Sabtu Tutup
Senin 07.30-16.00
Minggu Tutup
Selasa 07.30-16.00

Tradisi dan Kain Tenun Donggala

Suku Donggala sering memakai kain tenun ini untuk keperluan perlengkapan pakaian adat Suku Pamona dan Suku Kaili. Konon, tenun ikat Donggala terlebih dulu ada sebelum Suku Bugis bermigrasi ke Donggala.

Menurut legenda tradisi Donggala zaman dahulu, kain tenun ini adalah hasil kerajinan dari wanita asli Donggala yang mendapat keahlian dari Dewa Tomanurun. Menurut legenda Dewa Tomanurun turun dari langit ke bumi dan mulai mengajarkan beberapa kepandaian – kepandaian yang potensial seperti halnya menenun kain.

Kegiatan menenun ini dilakukan banyak kaum wanita di suku Donggala sebagai selingan saja. Disamping itu juga melakukan kegiatan lain seperti mengasuh anak dan juga mengelola rumah. Para suami mereka melakukan kegiatan melaut dalam jangka waktu yang cukup lama, istri sibuk dengan kegiatan menenun. Aktifitas ini dapat menjadi kegiatan mengisi waktu luang istri yang ditinggal melaut oleh suami mereka.

Dalam tradisi Donggala, kain tenun ini memiliki makna yang mendalam. Karena melalui kegiatan menenun inilah para istri mencurahkan isi hatinya dan emosi mereka selama suami mereka

berlayar. Inilah sebabnya banyak tenun di berbagai daerah yang erat kaintannya dengan kondisi dan situasi tata kehidupan masyarakat setempat.

Penulis : Nur Aziz


Tags: kerajinan lawe

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia