... Kerajinan Sulawesi Utara: Panduan Lengkap untuk Kerajinan Jahit dan DIY

Kerajinan Sulawesi Utara - Keindahan dan Kreativitas dalam Kesenian Sulam Tradisional

Kain Tenun Bentenan

Kain Tenun Bentenan adalah salah satu kerajinan tangan yang sangat khas dari Sulawesi Utara. Kain tenun ini berasal dari desa Bentenan, yang terletak di Pulau Bangka, Kabupaten Talaud.

Proses pembuatan Kain Tenun Bentenan dimulai dari memintal benang, yang kemudian diwarnai menggunakan bahan alami seperti akar, daun, dan kulit pohon untuk menciptakan warna-warna alami yang indah.

Selanjutnya, benang-benang ini dianyam menggunakan alat tenun tradisional yang disebut “tamar”. Tamar merupakan alat tenun horizontal yang dioperasikan dengan menggunakan tangan dan kaki, dengan pola dan motif yang ditentukan secara tradisional.

Kain Tenun Bentenan memiliki pola dan motif yang khas, seperti motif bintang, ikan, burung, dan alam sekitar.

Setiap pola dan motif ini mengandung makna dan simbolik yang dalam, seperti perlambangan keberuntungan, kekuatan, atau keseimbangan alam. Keahlian para pengrajin dalam menciptakan kain tenun ini sangat luar biasa, menghasilkan karya seni yang rumit dan indah.

Kain Tenun Bentenan bukan hanya sekadar karya seni, tetapi juga memiliki nilai sosial dan budaya yang tinggi. Kain tenun ini sering digunakan dalam upacara adat, pernikahan, atau sebagai busana tradisional dalam berbagai acara penting.

Kain Tenun Bentenan merupakan simbol keindahan, keahlian, dan warisan budaya Sulawesi Utara. Setiap kain tenun yang dihasilkan adalah bukti nyata kecerdasan seni dan ketekunan masyarakat Sulawesi Utara dalam mempertahankan tradisi tenun mereka.

Melalui kain tenun ini, kita dapat merasakan kekayaan budaya yang terpancar dari setiap jalinan benang yang indah dan kompleks.

5 Karya Warisan Budaya Takbenda Indonesia Asal Sulawesi Utara

Karya budaya dari Sulawesi Utara turur ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia. Apa saja?

Diperbarui 14 Des 2021, 08:03 WIB Diterbitkan 14 Des 2021, 08:03 WIB

Liputan6.com, Jakarta - Keberagaman budaya Nusantara tercermin dalam karya budaya yang hadir beriringan dengan kehidupan masyarakat di daerah tertentu. Begitu pula dengan karya budaya asal Sulawesi Utara yang ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia 2021.

Ada sebanyak lima karya budaya Sulawesi Utara yang masuk daftar, seperti keterampilan dan kemahiran kerajinan tradisional, adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan, hingga tradisi lisan dan ekspresi. Simak rangkuman selengkapnya seperti dikutip dari laman Warisan Budaya Kemdikbud, Senin (13/12/2021), berikut ini.

3 Karya Warisan Budaya Takbenda Indonesia Asal Jambi

4 Karya Warisan Budaya Takbenda Indonesia Asal Bengkulu

6 Karya Warisan Budaya Takbenda Indonesia Asal DKI Jakarta

1. Nasi Jaha Minahasa

Nasi Jaha merupakan salah satu sajian khas di Minahasa. Sajian ini dapat disantap sebagai penganan atau kue pelengkap minuman teh atau kopi, namun, masyarakat juga dapat juga menyajikannya dengan lauk lainnya.

Keunikan dari Nasi Jaha ini adalah proses pembuatannya dimasak dan dipanggang melalui wadah bambu. Di daerah lain atau luar Minahasa menamakan jenis masakan ini dengan nasi bulu (bambu).

2. Saguer Minahasa

Saguer adalah fermentasi alami dan produk pertama air sadapan dari mayang pohon nira. Oleh warga lokal, pohon ini dikenal dengan pohon seho atau pohon saguer.

Upacara Adat Kebudayaan Sulawesi Utara

Upacara adat yang ada di Sulawesi Utara ini masih kental dengan agama dan kepercayaan yang dianut masyarakat Sulawesi sendiri. Upacara adat di Sulawesi Utara dibagi menjadi dua bagian yaitu pertama upacara yang berhubungan dengan daur hidup dan yang berhubungan dengan aktivitas hidup sosial dan lingkungan.

Upacara Pernikahan Adat Minahasa

Ritual Bacoho (Mencuci Rambut)

Ritual ”bacoho” (mencuci rambut) bisa dilakukan dengan dua cara, yaitui cara tradisional atau hanya sekadar simbol.

Bahan-bahan ramuan tradisional yang dibutuhkan untuk ritual bacoho antara lain:

  1. Parutan kulit lemon atau jeruk nipis atau lemon bacoho (citrus limonellus) sebagai pewangi
  2. Air lemon popontolen (citrus lemetta) untuk membersihkan lemah kulit kepala
  3. Bunga menduru (melati hutan), atau bunga melati, bisa juga digunakan bunga mawar yang diremas dengan tangan untuk pewangi
  4. Pondang (pandan) yang ditumbuk halus juga untuk pewangi
  5. Minyak buah kemiri untuk melembutkan rambut dicampur sedikit perasan air buah kelapa yang diparut halus.

Untuk membasuh rambut ini bahan ramuan harus berjumlah sembilan (jenis tanaman). Lalu dicuci lagi dengan air bersih kemudian rambut dikeringkan.

Semua bahan di atas dimasukkan ke sehelai kain lalu dicelup ke dalam air hangat. Kain tersebut diremas dan airnya ditampung dengan tangan, lalu digosokkan ke rambut calon pengantin.

Ritual Lumele’ (Mandi Adat)
  • Pengantin diguyur dengan air yang sudah diberi bunga-bunga warna putih sebanyak sembilan kali.
  • Air itu diguyurkan dari batas leher ke bawah.
  • Secara simbolis dapat dilakukan sekadar membasuh muka oleh pengantin itu sendiri
  • Keringkan dengan handuk bersih yang belum pernah digunakan sebelumnya.

Upacara Adat Kabasaran di Watu Pinawetengan

Upacara adat ini biasa diselenggarakan di kawasan megalit Watu Pinawetengan dan Watu Tumotowo di Desa Pinabetengan, Kecamatan Tompaso, Kabupaten Minahasa. Desa Pinabetengan merupakan suatu desa megalit yang berada sekitar 50 kilometer arah selatan dari Kota Manado. Tujuan dari pelaksanaan ritual tahunan ini adalah untuk melakukan “pembersihan” dari semua yang jelek di tempat pelaksanaan ritual tahunan ini.

Dalam upacara ini tampak iring-iringan pasukan berkuda lengkap dengan segala peralatan perang, seperti: tombak besi, pedang tebal panjang (kolaborasi samurai dan peda – pedangnya orang Minahasa), dan terompet (sebagai alat perintah/penanda).

Selain itu, iring-iringan pasukan tersebut juga membawa simbol-simbol ilmu gaib, antara lain tengkorak kain merah, mulut burung taon (burung alo), dan bendera yang menghiasi pakaian pimpinan para pasukan Kabasaran dari sembilan etnis Minahasa.

Anyaman dari Bambu

Para pengrajin menggunakan bambu sebagai bahan dasar untuk menciptakan berbagai produk seperti keranjang, tempat penyimpanan, tikar, dan alas duduk.

Mereka menguasai berbagai teknik anyaman yang kompleks dan kreatif, menghasilkan pola-pola yang menawan dan detail yang halus. Setiap produk anyaman bambu memiliki karakteristiknya sendiri, baik dalam bentuk, ukuran, maupun motif.

Keunikan anyaman bambu dari Sulawesi Utara tidak hanya terletak pada keindahan visualnya, tetapi juga pada kekuatan dan daya tahan yang luar biasa. Karya-karya ini dibuat dengan memperhatikan keunggulan bambu sebagai bahan yang ringan, fleksibel, dan tahan terhadap cuaca dan serangga.

Selain itu, proses pembuatan anyaman bambu juga memperhatikan prinsip-prinsip keberlanjutan dan pelestarian lingkungan, menjadikannya sebagai kerajinan yang ramah lingkungan.

Anyaman bambu dari Sulawesi Utara tidak hanya menjadi benda dekoratif, tetapi juga memiliki nilai budaya dan tradisional yang tinggi. Masyarakat setempat menggunakan kerajinan ini dalam upacara adat, pernikahan, dan acara penting lainnya.

Selain itu, anyaman bambu juga menjadi produk ekonomi yang penting bagi para pengrajin lokal, membantu mereka untuk menciptakan mata pencaharian dan menjaga keberlanjutan budaya mereka.

Dengan keindahan, ketahanan, dan nilai budayanya yang kaya, anyaman bambu dari Sulawesi Utara adalah contoh sempurna dari kerajinan tangan yang memadukan keahlian tradisional dengan kebutuhan modern.

Melalui setiap anyaman yang tercipta, kita dapat melihat kekayaan warisan budaya dan kecerdasan seni yang melekat dalam masyarakat Sulawesi Utara.


Tags: kerajinan lawe

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia