Kerajinan Sulawesi Utara - Keindahan dan Kreativitas dalam Kesenian Sulam Tradisional
Kebudayaan Sulawesi Utara
Masyarakat Sulawesi Utara secara garis besar terbagi menjadi beberapa bagian suku besar diantaranya yaitu:
- Suku Sangihe dan talaud
- Suku Minahasa
- Suku Bolaang monggondow.
Ketiga suku atau etnis besar tersebut mempunyai bagian suku yang mempunyai bahasa dan tradisi yang cukup berbeda-beda.
Masyarakat Sulawesi Utara memegang semboyan “torang samua basudara” yang berarti kita semua bersaudara, mereka hidup rukun dan berdampingan meskipun berbeda-beda keyakinan. Masyarakat yang ada di Sulawesi Utara ini menganut beberapa agama yakni:
Masyarakat Sulawesi Utara memegang semboyan “torang samua basudara” yang berarti kita semua bersaudara
Bahasa Daerah Sulawesi Utara
Karena Sulawesi Utara ini mempunyai beragam suku tak heran jika Sulawesi Utara memiliki beberapa bahasa daerah, berikut ini berbagai macam bahasa daerah yang ada di Sulawesi Utara
- Bahasa Toulour
- Bahasa Tombulu
- Bahasa Tonsea
- Bahasa Tontemboan
- Bahasa Tonsawang
- Bahasa Ponosakan
- Bahasa Bantik (dari Suku Minahasa),
- Bahasa Sangie Besar
- Bahasa Siau
- Bahasa Talaud (dari Sangihe dan Talaud) dan Mongondow,
- Bahasa Bolaang
- Bahasa Bintauna
- Bahasa Kaidipang (dari Bolaang Mongondow)
Berikut ini berbagai macam kebudayaan yang ada di Sulawesi Utara, mari kita bahas satu per satu secara singkat padat dan jelas.
Kesenian Tradisional Kebudayaan Sulawesi Utara
Berikut ini merupakan beberapa kesenian yang terdapat di provinsi Sulawesi Utara. Kesenian di Sulawesi Utara di bagi menjadi beberapa kesenian, ada seni tari dan ada seni musik. Mari kita bahas satu per satu.
Seni Tari
Sulawesi Utara terkenal memiliki tarian tradisional daerah Sulawesi Utara yang lumayan banyak jumlah, berikut daftar dan penjelasannya:
- Tari Maengket : Tarian ini gerakan-gerakan nya awalnya sederhana seperti pada saat menanam padi, dan saat ini mengalami kemajuan pada gerakannya.
- Tari Tempurung : Biasanya, tarian ini dilakukan oleh pasangan pria dan wanita. Pada pementasannya, banyak dekorasi yang dibuat dari tempurung kelapa.
- Tari Katrili : Tarian ini merupakan bawaan kebudayaan luar yaitu bangsa Spanyol yang ketika mengekspresikan kesenangan nya dengan tarian
- Tari Kabasaran : Tarian adat ini untuk perang atau tarian ini juga berfungsi untuk mengawal salah satu tokoh adat penting di Minahasa. Tarian adat ini kebanyakan dibawakan oleh pria, lengkap dengan senjata tajam seperti pedang atau tombak.
- Tari Tatengesan : Tari Tatengesan adalah tarian yang diangkat dari cerita rakyat desa Tatengesan.
- Tari Mane’e : Tari Mane’e adalah tarian tradisional yang berasal dari daerah Talaud Sulawesi Utara. Tarian ini diambil dari salah satu tradisi masyarakat Talaud saat menangkap ikan.
- Tari Gunde : Tarian ini pada awalnya merupakan kegiatan ritual agama. Tetapi seiring berjalan waktu tarian ini menjadi tari istana dan menjadi tari tradisonal Sangihe Talaud.
- Tari Lenso : Tarian ini menjadi ajang pencarian jodoh bagi mereka yang masih bujang, di mana ketika Lenso atau selendang diterima adalah tanda cinta diterima. Lenso berarti Sapu tangan.
- Tari Tumatenden : Tarian ini berfungsi sebagai media pertunjukan hiburan sosial dan bisa juga dipakai pada upacara perkawinan (adat Minahasa). Tari Tumatenden terdiri dari 9 wanita dan 1 pria.
- Tari Uwela : Tarian ini dilakukan apabila ada acara-acara khusus, seperti pada saat berkebun, menyambut tamu yang datang dan lain-lain.
- Tari Mesalai : Tarian ini termasuk salah satu tarian yang di angkat ke istana,awal nya tarian ini merupakan bentuk pemujaan dari masyarakat upacara penyempahan.
- Tari Mokosambe : Tari ini diangkat dari cerita rakyat setempat yang mengisahkan tentang tujuh puteri atau bidadari yang turun dari kayangan.
- Tari Pasasanggarroma : Tari ini diangkat dari ceritera masyarakat Talaud yang menggambarkan tentang bagaimana tatanan kehidupan sosial masyarakat Talaud.
- Tari Pisok : Tarian ini terinspirasi dari kehidupan burung pisok. Dan burung ini merupakan burung yang sangat langka di Tanah Minahasa.
- Tari Mahambak Batik : Tarian ini bertujuan untuk merayakan syukuran atas rumah baru dan acara kegiatan lainnya.
Mapalus
Mapalus merupakan bentuk gotong royong yang ada di Minahasa. Kegiatan ini suatu kebersamaan dalam satu kelompok masyarakat bekerja secara berganti-ganti dengan dasar kerja sama untuk mencapai suatu maksud. Mapalus merupakan fenomena sosial orang Minahasa sejak dahulu hingga sekarang.
Setiap anggota mapalus merasa bersatu dan dipersatukan oleh tujuan, yakni kesejahteraan dan kemakmuran bersama. Mereka juga merasa terikat oleh kaidah yang ditimbulkan oleh jiwa persaudaraan dan mereka sadar bahwa kepentingan umum di atas segala-galanya melebihi kepentingan pribadi.
5. Batifar
Batifar merupakan salah satu aktivitas masyarakat yang dilakukan kaum lelaki dewasa untuk menyadap atau mengambil air tuak atau saguer dari pohon enauatau aren atau pohon seho. Pohon seho adalah salah satu pohon yang mendapat posisi khusus dalam sejarah dan kebudayaan Minahasa karena manfaatnya yang beraneka ragam mulai dari batang, daun dan buah sampai dengan ijuknya.
Maka dari itu, orang Minahasa mengganggap pohon enau itu adalah pohon yang paling berharga. Anak laki-laki dipersiapkan oleh ayahnya untuk dapat mengenal lapangan pekerjaan, seperti batifar selain pekerjaan lainnya.
Batifar berasal dari kata Portugis, yakni tifar. Material-material yang digunakan dalam menyadap buah nira atau batifar dapat dikategorikan dalam sistem teknologi tradisional karena menggunakan bahan-bahan yang tradisional dan tersedia di alam sekitar seperti bambu atau bulu, ijuk atau gomutu dan tali serta parang yang biasa dibawa oleh petani.
Bambu yang diikat menggantung digunakan sebagai tempat menampung saguer saat menetes keluar dari mayang pohon enau dan bambu panjang digunakan sebagai tangga naik dan turun yang disebut totooren. Ijuk digunakan untuk mengikat (dibuat tali) dan tempat saringan juga untuk melindungi bambu tempat penampungan.
Rumah Tradisional Sulawesi Utara
Sulawesi Utara merupakan provinsi yang mempunyai rumah adat dengan tampilan yang sangat indah. Bukan hanya satu, Provinsi Sulawesi Utara mempunyai beberapa jenis rumah adat yang sangat mengagumkan. Terciptanya beberapa jenis rumah adat tersebut karena adanya beberapa jumlah suku yang mendiami wilayah Sulawesi Utara.
Rumah Adat Bolaang Mangondow
Nama rumah adat Bolaang Mongondow diambil dari salah satu daerah yang ada di provinsi Sulawesi Utara yang terkenal kaya akan adat dan budayanya. Rumah adat ini mempunyai beberapa ruang di dalamnya, yaitu ruang induk serta ruang tidur.
Pada ruang induk terdapat ruang depan dan ruang makan, sedangkan ruang tidur terletak di belakang rumah dan dapur.
Ciri khas rumah ini yaitu bagian atapnya yang melintang dengan bubungan yang sedikit curam.
Rumah Adat Walewangko atau Pewaris
Pada mula nya Rumah adat ini dihuni oleh para pemimpin saja, namun sekarang masyarakat biasa juga berhak untuk menghuni rumah adat ini. Rumah adat ini bentuk nya sama dengan rumah adat lainnya yaitu panggung.
Ciri khas bentuk rumah ini layaknya panggung lengkap dengan balok kayu, dan dilengkapi 2 buah tangga di bagian depan di kanan dan kiri dari rumah.
5 Karya Warisan Budaya Takbenda Indonesia Asal Sulawesi Utara
Karya budaya dari Sulawesi Utara turur ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia. Apa saja?
Diperbarui 14 Des 2021, 08:03 WIB Diterbitkan 14 Des 2021, 08:03 WIB
Liputan6.com, Jakarta - Keberagaman budaya Nusantara tercermin dalam karya budaya yang hadir beriringan dengan kehidupan masyarakat di daerah tertentu. Begitu pula dengan karya budaya asal Sulawesi Utara yang ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia 2021.
Ada sebanyak lima karya budaya Sulawesi Utara yang masuk daftar, seperti keterampilan dan kemahiran kerajinan tradisional, adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan, hingga tradisi lisan dan ekspresi. Simak rangkuman selengkapnya seperti dikutip dari laman Warisan Budaya Kemdikbud, Senin (13/12/2021), berikut ini.
3 Karya Warisan Budaya Takbenda Indonesia Asal Jambi
4 Karya Warisan Budaya Takbenda Indonesia Asal Bengkulu
6 Karya Warisan Budaya Takbenda Indonesia Asal DKI Jakarta
1. Nasi Jaha Minahasa
Nasi Jaha merupakan salah satu sajian khas di Minahasa. Sajian ini dapat disantap sebagai penganan atau kue pelengkap minuman teh atau kopi, namun, masyarakat juga dapat juga menyajikannya dengan lauk lainnya.
Keunikan dari Nasi Jaha ini adalah proses pembuatannya dimasak dan dipanggang melalui wadah bambu. Di daerah lain atau luar Minahasa menamakan jenis masakan ini dengan nasi bulu (bambu).
2. Saguer Minahasa
Saguer adalah fermentasi alami dan produk pertama air sadapan dari mayang pohon nira. Oleh warga lokal, pohon ini dikenal dengan pohon seho atau pohon saguer.
Tags: kerajinan lawe