... Kerajinan Sulawesi Utara: Panduan Lengkap untuk Kerajinan Jahit dan DIY

Kerajinan Sulawesi Utara - Keindahan dan Kreativitas dalam Kesenian Sulam Tradisional

Palelat

Palelat adalah salah satu budaya khas masyarakat muslim Bolaang Mongondow Utara sejak 1920-an. Kehadirannya dalam rangka memperingati hari kelahiran Rasulullah Nabi Muhammad SAW tanggal 12 Rabiul awal dalam penanggalan tahun hijriah.

Nantinya, Imam pelaku adat dan ibu-ibu dengan penuh antusias menyusun untaian kue tradisional, buah dan bendera lima tiang di dalam wadah palelat sembari mengumandangkan Shalawat Nabi dan Berjanji. Selesai penataan, palelat di arak dalam ruang masjid dan diletakkan di tengah empat tiang masjid, di atas empat tiang masjid dihamparkan kain, yang disebut langit-langit yang bertuliskan Asma Allah dan Rasulullah.

Kebudayaan Sulawesi Utara

Masyarakat Sulawesi Utara secara garis besar terbagi menjadi beberapa bagian suku besar diantaranya yaitu:

  • Suku Sangihe dan talaud
  • Suku Minahasa
  • Suku Bolaang monggondow.

Ketiga suku atau etnis besar tersebut mempunyai bagian suku yang mempunyai bahasa dan tradisi yang cukup berbeda-beda.

Masyarakat Sulawesi Utara memegang semboyan “torang samua basudara” yang berarti kita semua bersaudara, mereka hidup rukun dan berdampingan meskipun berbeda-beda keyakinan. Masyarakat yang ada di Sulawesi Utara ini menganut beberapa agama yakni:

Masyarakat Sulawesi Utara memegang semboyan “torang samua basudara” yang berarti kita semua bersaudara

Bahasa Daerah Sulawesi Utara

Karena Sulawesi Utara ini mempunyai beragam suku tak heran jika Sulawesi Utara memiliki beberapa bahasa daerah, berikut ini berbagai macam bahasa daerah yang ada di Sulawesi Utara

  • Bahasa Toulour
  • Bahasa Tombulu
  • Bahasa Tonsea
  • Bahasa Tontemboan
  • Bahasa Tonsawang
  • Bahasa Ponosakan
  • Bahasa Bantik (dari Suku Minahasa),
  • Bahasa Sangie Besar
  • Bahasa Siau
  • Bahasa Talaud (dari Sangihe dan Talaud) dan Mongondow,
  • Bahasa Bolaang
  • Bahasa Bintauna
  • Bahasa Kaidipang (dari Bolaang Mongondow)

Berikut ini berbagai macam kebudayaan yang ada di Sulawesi Utara, mari kita bahas satu per satu secara singkat padat dan jelas.

Upacara Adat Mamu’a Ton’na

Upacara adat ini merupakan tradisi tahun baru Provinsi Sulawesi Utara. Upacara ini merupakan ucapan syukur dan doa permohonan kepada Tuhan Yang Mahakuasa agar diberi kedamaian, keberuntungan, dan keselamatan di dalam menjalani kehidupan pada tahun yang baru.

Kata mamu’a berarti membuka dan ton’na berarti tahun. Makna simbolisnya berkaitan dengan tradisi Mangunsi’n Ton’na (Mangunsi’n berarti mengunci dan Ton’na berarti tahun). Mangunsi’n Ton’na mengandung pengertian meninggalkan tahun lama, sedangkan Mamu’a Ton’na mengandung pengertian memasuki tahun baru.

Kata mangunsi’n dan kata mamu’a berkonotasi pintu/jalan hidup yang menunjuk pada bumi tempat berpijak atau tempat kehidupan manusia di mana ada jalan menuju pada kebaikan dan juga ada jalan menuju kepada kesengsaraan.

Kaya Seni, 8 Cendera Mata asal Sulawesi Selatan Ini Wajib Diborong

beautiful-indonesia.umm.ac.id

Setiap daerah tentu memiliki ciri khas masing-masing, tidak terkecuali Sulawesi Selatan. Ada banyak destinasi wisata alam yang bisa dikunjungi. Selain itu, warisan budaya leluhur yang masih terjaga menjadikan Sulawesi Selatan kaya akan destinasi wisata budaya.

Apalagi beberapa suku yang mendiami provinsi tersebut juga beragam menjadikan Sulawesi Selatan sebagai salah satu destinasi wisata yang lengkap serta unik.

Ketika sedang berwisata pasti ingin mencicipi makanan khas ataupun sekedar ingin tahu hasil kebudayaan daerahnya. Bukan hanya kelezatan kulinernya, berbagai kerajinan tangan yang unik bisa kamu temui di Sulawesi Selatan.

Kebetulan kamu sedang liburan di Sulawesi Selatan atau berencana menghabiskan liburan akhir tahun di sana? Berikut ini cinderamata yang bisa kamu beli sebelum pulang.


Tags: kerajinan lawe

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia