... Kerajinan Sulawesi Utara: Panduan Lengkap untuk Kerajinan Jahit dan DIY

Kerajinan Sulawesi Utara - Keindahan dan Kreativitas dalam Kesenian Sulam Tradisional

Palelat

Palelat adalah salah satu budaya khas masyarakat muslim Bolaang Mongondow Utara sejak 1920-an. Kehadirannya dalam rangka memperingati hari kelahiran Rasulullah Nabi Muhammad SAW tanggal 12 Rabiul awal dalam penanggalan tahun hijriah.

Nantinya, Imam pelaku adat dan ibu-ibu dengan penuh antusias menyusun untaian kue tradisional, buah dan bendera lima tiang di dalam wadah palelat sembari mengumandangkan Shalawat Nabi dan Berjanji. Selesai penataan, palelat di arak dalam ruang masjid dan diletakkan di tengah empat tiang masjid, di atas empat tiang masjid dihamparkan kain, yang disebut langit-langit yang bertuliskan Asma Allah dan Rasulullah.

Upacara Adat Kabasaran di Watu Pinawetengan

Upacara adat ini biasa diselenggarakan di kawasan megalit Watu Pinawetengan dan Watu Tumotowo di Desa Pinabetengan, Kecamatan Tompaso, Kabupaten Minahasa. Desa Pinabetengan merupakan suatu desa megalit yang berada sekitar 50 kilometer arah selatan dari Kota Manado. Tujuan dari pelaksanaan ritual tahunan ini adalah untuk melakukan “pembersihan” dari semua yang jelek di tempat pelaksanaan ritual tahunan ini.

Dalam upacara ini tampak iring-iringan pasukan berkuda lengkap dengan segala peralatan perang, seperti: tombak besi, pedang tebal panjang (kolaborasi samurai dan peda – pedangnya orang Minahasa), dan terompet (sebagai alat perintah/penanda).

Selain itu, iring-iringan pasukan tersebut juga membawa simbol-simbol ilmu gaib, antara lain tengkorak kain merah, mulut burung taon (burung alo), dan bendera yang menghiasi pakaian pimpinan para pasukan Kabasaran dari sembilan etnis Minahasa.

Kebudayaan Sulawesi Utara

Masyarakat Sulawesi Utara secara garis besar terbagi menjadi beberapa bagian suku besar diantaranya yaitu:

  • Suku Sangihe dan talaud
  • Suku Minahasa
  • Suku Bolaang monggondow.

Ketiga suku atau etnis besar tersebut mempunyai bagian suku yang mempunyai bahasa dan tradisi yang cukup berbeda-beda.

Masyarakat Sulawesi Utara memegang semboyan “torang samua basudara” yang berarti kita semua bersaudara, mereka hidup rukun dan berdampingan meskipun berbeda-beda keyakinan. Masyarakat yang ada di Sulawesi Utara ini menganut beberapa agama yakni:

Masyarakat Sulawesi Utara memegang semboyan “torang samua basudara” yang berarti kita semua bersaudara

Bahasa Daerah Sulawesi Utara

Karena Sulawesi Utara ini mempunyai beragam suku tak heran jika Sulawesi Utara memiliki beberapa bahasa daerah, berikut ini berbagai macam bahasa daerah yang ada di Sulawesi Utara

  • Bahasa Toulour
  • Bahasa Tombulu
  • Bahasa Tonsea
  • Bahasa Tontemboan
  • Bahasa Tonsawang
  • Bahasa Ponosakan
  • Bahasa Bantik (dari Suku Minahasa),
  • Bahasa Sangie Besar
  • Bahasa Siau
  • Bahasa Talaud (dari Sangihe dan Talaud) dan Mongondow,
  • Bahasa Bolaang
  • Bahasa Bintauna
  • Bahasa Kaidipang (dari Bolaang Mongondow)

Berikut ini berbagai macam kebudayaan yang ada di Sulawesi Utara, mari kita bahas satu per satu secara singkat padat dan jelas.

Upacara Adat Mamu’a Ton’na

Upacara adat ini merupakan tradisi tahun baru Provinsi Sulawesi Utara. Upacara ini merupakan ucapan syukur dan doa permohonan kepada Tuhan Yang Mahakuasa agar diberi kedamaian, keberuntungan, dan keselamatan di dalam menjalani kehidupan pada tahun yang baru.

Kata mamu’a berarti membuka dan ton’na berarti tahun. Makna simbolisnya berkaitan dengan tradisi Mangunsi’n Ton’na (Mangunsi’n berarti mengunci dan Ton’na berarti tahun). Mangunsi’n Ton’na mengandung pengertian meninggalkan tahun lama, sedangkan Mamu’a Ton’na mengandung pengertian memasuki tahun baru.

Kata mangunsi’n dan kata mamu’a berkonotasi pintu/jalan hidup yang menunjuk pada bumi tempat berpijak atau tempat kehidupan manusia di mana ada jalan menuju pada kebaikan dan juga ada jalan menuju kepada kesengsaraan.


Tags: kerajinan lawe

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia