... Kerajinan Tanah Liat: Keunikan Asal Daerah & Panduan DIY - Inspirasi Kreatif!

Kerajinan Tanah Liat - Seni DIY yang Berakar dari Berbagai Daerah

Batik Kayu

Jika pada umumnya membatik dilakukan di atas selembar kain, maka di tangan masyarakat Krebet membatik dapat dilakukan di atas kayu. Kayu-kayu tersebut tidak hanya diukir dengan pola batik tetapi juga dibentuk menjadi sebuah topeng,g, wayang, almari, aksesoris rumah tangga, patung kayu, kotak perhiasan, dan peralatan lainnya. Oleh sebab itulah dibutuhkan keahlian khusus untuk membuat kerajinan ini.

Kerajinan ini bermula dari warga Krebet yang hanya mengandalkan sektor pertanian mereka. Sedangkan para petani hanya bisa menanam pada saat musim tertentu. Masyarakat Krebet pun mencoba inovasi lainnya yaitu dengan membuat batik di atas kayu. Kerajinan tersebut kemudian dijual dan berhasil mengundang banyak peminat mulai dari masyarakat lokal hingga mancanegara.

Batik Tanah Liek

Mungkin kita hanya mengetahui batik berasal dari tanah Jawa. Ternyata Sumatera Barat mempunyai batik sendiri yaitu batik Tanah Liek. “Tanah liek” dalam bahasa Indonesia artinya adalah tanah list. Di beri nama ini karena proses pewarnaan kain batik menggunakan tanah liat.

Batik tanah like memang meredup seiring dengan meroketnya kain songket sehingga batik tanah like ini sempat hilang dari peredaran. Namun saat ini batik khas Minang ini mulai kembali hadir. Saat ini ada tiga daerah yang memproduksi batik tanah like yaitu di Dhamasraya, Pesisir Selatan, dan Tanah Datar.

Pada zaman dahulu batik ini hanya boleh dipakai oleh pemimpin adat, pemimpin perempuan Minangkabau yang disebut Budo Kanduang serta sebagai aksesoris kerajaan Pagaruyuang.

7 Ide Kerajinan dari Tanah Liat untuk Dekorasi Rumah

Pada dasarnya, tanah liat adalah tanah yang terbentuk melalui suatu proses pelapukan kerak bumi kemudian disusun oleh batuan feldspatik. Batuan feldspatik sendiri terdiri dari batuan granit serta batuan beku. Bagian batuan ini juga terbentuk dari berbagai unsur seperti diantaranya oksigen, silikon, serta aluminium.

Selanjutnya, aktivitas panas bumi kemudian membuat kerak bumi ini menjadi lebih lapuk yang dilakukan juga oleh asam karbonat sehingga pada akhirnya menjadikan batuan ini berbentuk seperti tanah liat. Tanah liat sendiri umum digunakan dalam berbagai kegiatan pembangunan seperti kerajinan gerabah, batu bata dan sebagai wadah piring, guci, kendi, kuali dan sebagainya.

Dekorasi rumah sebagai suatu sentuhan akhir yang dapat kamu gunakan untuk menyempurnakan tampilan dari hunian. Terdapat banyak sekali pilihan dekorasi yang dapat menjadi pilihanmu, salah satunya dengan memanfaatkan kerajinan tanah liat yang khas dengan kesan tradisionalnya sebagai diantara pilihan untuk menambahkan unsur natural dan tradisional pada hunian.

Terdapat banyak sekali bentuk kerajinan dari tanah liat yang dapat menjadi pilihanmu untuk melengkapi dekorasi di rumah.

1. Kendi dan Guci

Kerajinan dari tanah liat dalam bentuk guci dan kendi dapat menjadi ide dekorasi hunian. Sebab ada banyak kerajinan tanah liat termudah ditemui di berbagai macam bentuk vas, guci, dan kendi hias.

Pada suatu kerajinan tanah liat dengan ukuran besar sendiri kemudian dapat digunakan untuk mengisi sudut-sudut ruang yang kosong. Sementara itu, untuk guci dan kendi dengan ukuran yang lebih kecil kemudian dapat kamu pajang di lemari hias atau di atas meja sebagai vas bunga.

2. Roster Terakota

3. Ornamen atau Ukiran Timbul

Kerajinan dari tanah liat dalam bentuk ornamen pada dinding. Alternatif kerajinan tanah liat lainnya sendiri dapat kamu gunakan untuk mempercantik hunian misalnya pada ornamen dinding yang terbuat dari tanah liat. Dengan tekstur dan warna yang khas, kerajinan tanah liat ini juga dapat kamu gunakan untuk menghiasi pilar atau sebagai pengganti lukisan untuk mengisi sisi ruangan yang masih kosong.

Blangkon

Jika kamu berkunjung ke keraton Yogyakarta dan daerah di Jawa Tengah lainnya kamu akan melihat para kaum pria mengenakan penutup kepala yang unik dan khas. Penutup kepala tersebut juga dapat kamu temui di berbagai tempat toko pakaian di Jogja. Lalu apa sebenarnya penutup kepala tersebut? Benda tersebut memiliki nama yaitu blangkon. Blangkon sudah ada sejak zaman kerajaan dan hanya dikenakan oleh kaum pria.

Blangkon juga kerap kali digunakan sebagai aksesoris penutup kepala dalam berpakaian adat. Namun tak sedikit pula yang mengenakannya dalam kehidupan sehari-hari. Pada awalnya blangkon tidak berbentuk topi bulat seperti saat ini melainkan berupa kain bermotif.

Kain tersebut kemudian akan diikatkan hingga menutupi kepala. Lama kelamaan masyarakat melakukan inovasi dengan membuat blangkon siap pakai sehingga lebih praktis dan cepat. Blangkon Jogja berbeda dengan blangkon yang ada di daerah lain dimana bagian belakang blangkon jogja memiliki “mondolan”.

Mondolan adalah tempat untuk menaruh rambut panjang yang umumnya dimiliki oleh orang-orang Jogja pada zaman dahulu. Menyimpan rambut pada “mondolan” dimaknai dengan manusia seharusnya pandai menyimpan rahasia terutama aib baik diri sendiri maupun orang lain.


Tags: kerajinan dari

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia