Seni Sulam Tradisional - Menggali Kreativitas Melalui Kerajinan Tangan Banjarmasin
Purun. Kearifan Lokal Suku Banjar yang Terus Lestari
Udara panas luar biasa menerjang wajah dan seluruh tubuh, saat saya melangkah masuk ke dalam mobil. Perut kenyang mengiringi karena kebetulan, di saat yang sama, saya, Yossie dan Yanna baru saja makan heboh di Rumah Makan Pondok Garuda yang berada di tengah kota Banjarbaru. Obrolan kami di dalam mobil pun tersendat-sendat karena rasa kantuk yang mendadak menyerang. Bagai sebuah panggilan alam. Makan, kenyang, ngantuk dan tidur.
Tapi niatan untuk tidur sejenak batal dengan sendirinya saat saya mendengarkan penjelasan Yossie tentang tempat yang sedang kami tuju. Ibu dua orang putri tersebut lancar, lincah dan semangat mengurai rinci tentang Kampung Purun Alam yang berada di Desa Guntung Manggis, Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Sebuah desa/kampung yang sepanjang jalan isinya adalah para produsen, perajin dan UKM yang berkonsentrasi pada kerajinan anyaman purun.
Ocehan Yossie saya dengarkan dengan penuh perhatian meskipun mata mulai mengerjap-ngerjap tak jelas.
Bagi saya, yang juga adalah seorang pejuang produk kreatif, mendengarkan kisah sukses sebuah UKM adalah satu hal yang patut disimak. Ada banyak pelajaran hidup dan geliat usaha yang pantas untuk dilamati, dihormati dan dihargai. Apalagi, lewat uraian Yossie, saya mendapatkan informasi bahwa kerajinan menganyam ini dikuasai oleh semua warga kampung. Sebuah ketrampilan yang mengikat semua ibu-ibu untuk saling bergotong royong dan membantu usaha suami demi mengepulnya asap dapur.
Yossie juga menjelaskan bahwa menganyam sesungguhnya adalah bukti nyata dari filosofi Bauntung. Sebuah filosofi urang Banjar (suku Banjar) yang bermakna bahwa orang Banjar harus memiliki ketrampilan hidup. Sedari kecil mereka diajarkan ketrampilan tertentu agar dapat hidup mandiri, seperti halnya mengayam purun yang diwariskan secara turun temurun.
Mandau
Ingin mendapat oleh-oleh khas di Kota Seribu Sungai ini tak salah bila Anda pilih mandau sebagai bentuk kerajinan Suku Dayak. Senjata mandau ini sudah dibuat sejak zaman dahulu, bahkan ada perkembangan desain mandau yang membuatnya lebih menarik. Rata-rata pelancong menyukai ornamen ukiran di sarung mandau yang memberi manik-manik ataupun beberapa hiasan unik untuk dibawa pulang.
Mandau saat ini digunakan sebagai pajangan rumah hingga koleksi, tak jarang pelancong dari luar pulau mengincar bentuk sarung mandau paling menarik dan unik, kemudian ada beberapa bentuk aksesoris mandau yang terlihat pada baju adat Dayak.
Baca Juga: Museum Wasaka, Museum Perjuangan Rakyat Kalimantan Selatan
Tags: kerajinan tangan banjarmasin