"Kreativitas Anak SD - Seni Mengolah Daun Kering menjadi Kerajinan Tangan"
Latih Motorik Si Kecil, Dengan Berbagai Kerajinan Daun Kering Yang Mudah Dibuat
Tahukah Ibu? Ternyata perkembangan motorik anak menjadi salah satu tolak ukur yang penting, dalam menilai tumbuh kembang si kecil, lho! Bahkan, dengan kita melatih kemampuan motorik anak, kita juga turut membangun kemandirian si kecil.
Untuk itu, kemampuan motorik anak ini harus selalu diasah ya Bu. Ada banyak cara yang bisa kita lakukan, salah satunya dengan rajin mengajak anak membuat prakarya di rumah (sensory play), contohnya seperti membuat kerajinan daun kering.
Membuat kerajinan daun kering ternyata bisa juga membantu mengasah kreativitas anak, lho! Selain itu, kegiatan membuat kerajinan daun kering juga bisa mengajarkan anak mengenai tekstur, warna dan juga bentuk.
Ada banyak sekali contoh kerajinan daun kering yang bisa jadi referensi. Yuk, simak dalam ulasan berikut ini.
Pilihlah Daun yang Tepat
Sebelum membuat kreasi kerajinan dari daun kering, langkah awal adalah dengan memilih jenis daun yang tepat. Seseorang bisa memilih daun yang menarik dari segi bentuk dan warnanya contohnya daun palem kering, daun pisang, daun pandan, daun salam dan lainnya.
Merendam daun kering dilakukan untuk menghilangkan noda-noda yang menempel di daunnya. Tapi ingat, jangan rendam daun kering terlalu lama, Cukup rendam 5-10 menit saja. Jika dilakukan dengan waktu yang lama, daun akan rusak dan kreasi tak bisa diciptakan.
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengeringkan daun, mulai dari mendiamkan saja hingga kering sampai menggunakan wadah tertutup berisikan silica gel. Dengan memakai silica gel, warna daun tidak akan rusak dan warna keasliannya terjaga dengan baik.
Manfaat sensory play untuk si kecil
Secara keseluruhan sensory play berfokus pada aktivitas yang melibatkan panca indera anak, untuk membantu mereka mengembangkan keterampilan bahasa dan keterampilan motorik. Permainan sejenis ini, juga membantu meningkatkan kemampuan kognitif, mendorong interaksi sosial dan bikin anak jadi lebih kreatif.
Permainan sensorik juga dapat mengatasi dua sistem sensorik yang sering bermasalah, yaitu sistem proprioseptif dan vestibular. Melansir dari Cleveland Clinic sistem proprioseptif mengacu pada kesadaran akan tubuh seseorang.
Bertujuan untuk membantu mengetahui peran bagian-bagian tubuh tertentu saat memegang, menggenggam, mendorong, menarik, atau mengangkat benda. Sementara sistem vestibular, juga dikenal sebagai indera pergerakan atau keseimbangan, memungkinkan anak menjaga keseimbangan saat melakukan aktivitas.
Sehingga, jika dijabarkan manfaat sensory play sendiri diantaranya adalah:
- Meningkatkan perkembangan bahasa anak
- Membantu melatih keterampilan motorik halus, mengikat sepatu, menulis, dan mengencangkan retsleting pada jaket
- Meningkatkan perkembangan kognitif, membantu anak menyelesaikan masalah
- Bikin anak lebih tenang dan fokus
- Mengembangkan keterampilan sosial. Terutama jika permainan ini dilakukan bersama orang tua ataupun saudaranya. Si kecil secara otomatis, bisa belajar beradaptasi dengan cara bermain orang lain.
Tags: kerajinan dari tangan untuk daun anak