Kreasi Cantik - Menghasilkan Kerajinan Tangan Elegan dari Mutiara dengan Sentuhan DIY
7 Pusat Kerajinan Mutiara Lombok
Puas menikmati destinasi wisata kekinian, tak lengkap jika Anda sebagai wisatawan melewatkan kerajinan dari mutiara. Anda bisa menemukan buah tangan tersebut di sentra atau pusat kerajinan mutiara yang berada di Lombok, berikut di bawah ini sentra kerajinan mutiara yang bisa Anda temukan di Lombok.
Sekarbela merupakan sentra kerajinan nomor satu yang ada di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Tempat ini menghasilkan produk kerajinan dengan kualitas terbaik, sehingga tak usah diragukan lagi kualitasnya. Anda bisa mengunjunginya dengan mudah karena letaknya tak jauh dari pusat kota yaitu di kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, NTB.
Di Sekarbela mutiara yang diperjualbelikan memiliki dua jenis yakni mutiara air tawar serta mutiara air laut. Untuk mutiara air tawar memiliki kisaran harga Rp 150 ribuan per butir, sedangkan untuk mutiara air laut memiliki harga sekitar Rp 300 ribu sampai 500 ribuan per gram nya, tentunya harga tersebut disesuaikan dengan kualitas mutiaranya.

Anyaman Ketak
Anyaman Ketak merupakan salah satu kerajinan tangan tradisional yang berasal dari Nusa Tenggara Barat (NTB). Menggunakan teknik anyaman yang terampil dan teruji sejak zaman dulu, kerajinan tangan ini menghasilkan produk-produk yang kuat, tahan lama, dan indah.
Anyaman Ketak biasanya terbuat dari daun-daunan Ketak yang dipilin atau dijalin bersama-sama untuk membentuk produk seperti tas, topi, tempat penyimpanan, hingga alas tidur. Proses pembuatan Anyaman Ketak dimulai dengan pemilihan dan pengolahan daun Ketak yang kering.
Daun-daun tersebut kemudian diiris dan diolah menjadi benang yang kuat dan lentur. Dengan keahlian tangan yang terampil, pengrajin kemudian menjalin benang-benang Ketak menjadi produk akhir yang indah dan fungsional.
Keunikan Anyaman Ketak terletak pada pola-pola anyaman yang khas, menghasilkan tekstur dan motif yang menarik.
Anyaman Ketak merupakan simbol keindahan, ketahanan, dan kearifan lokal yang patut diapresiasi dan dilestarikan.

Topi Pandan
Bila sebuah anyaman biasanya terbuat dari rotan maupun daun tikar, Raja Ampat mempunyai anyaman yang terbuat dari bahan pandan. Anyaman pandan dari Raja Ampat yang paling terkenal adalah topi atau dalam bahasa setempat disebut dengan kayafyof. Ayaman ini berpusat di Arborek yang sudah dimulai sejak 12 tahun lalu. Meski tergolong baru, topi ini sudah memiliki banyak peminat dari berbagai kalangan.
Daun pandan memiliki warna dasar kehijauan, namun di tangan para pengrajin Arborek dapat diubah menjadi warna yang menarik. Pewarna untuk topi pandan ini memanfaatkan baha-bahan yang disediakan oleh alam seperti warna merah didapat dari rebusan daun pandang dengan akar mengkudu dan daun ketapang. Anyam topi ini dihargai mulai dari 100 ribu hingga 300 ribu menyesuaikan tingkat kerumitannya.

Aksesoris Kerang
Papua memiliki hasil alam yang bisa kita nikmati dalam bentuk aksesori. Salah satu aksesori tersebut menggunakan kerang sebagai bahan dasar pembuatannya. Pengunjung bisa langsung melihat proses pembuatannya di pusat industri yang terletak di Manokwari, Papua Barat. Kerang-kerang tersebut diambil dari berbagai jenis kerang seperti siput biasa, kerang mangkuk atau piring, hingga siput lola yang berukuran besar.
Kerang tersebut diubah menjadi aksesori dengan berbagai macam bentuk seperti kalung berliontin kerang, sirkam dengan hiasangan kerang kecil, dan juga bros dari kerang. Kerang tersebut juga dikombinasikan dengan bahan lainnya seperti bulu, manik-manik, bebatuan, hingga kain.

4 Kerajinan Tangan khas Papua Beserta Penjelasannya
Kerajinan tangan adalah kerajinan yang dalam pengerjaannya menggunakan tangan. Setiap daerah biasanya memiliki kerajinan tangan yang khas dan tidak dapat ditemukan di tempat lain. Tak terkecuali daerah Papua. Wilayah paling timur Indonesia ini mempunyai kerajinan khas yang unik, diantaranya adalah
Noken adalah tas rajut yang terbuat dari serat kayu maupun benang kasur warna-warni. Cara menggunakan tas ini juga sangat unik. Masyarakat Papua menggunakan tas ini dengan cara diselempangkan di kepala. Tas selempang ini terdiri dari berbagai macam ukuran. Tas yang berukuran kecil biasanya digunakan untuk menyimpan dompet ataupun alat sekolah. Tas yang lebih besar mampu menyimpan barang seberat 20 kg.
Kedua noken tersebut memiliki perbedaan yaitu pada noken Raja Ampat terbuat dari daun pandan pesisir, ilalang rawa, dan juga kulit kayu. Noken Raja ampat memiliki bentuk seperti totebag modern yaitu berbentuk kotak. Noken ini memiliki warna alam yang unik dan bervariasi, teksturnya pun kaku saat digunakan. Noken ini juga dilengkapi dengan penutup. Cara menggunakan noken Raja Ampat yaitu dengan digantungkan di leher dan menghadap ke depan.
Sedangkan noken Wamena dibuat dari akar anggrek dan juga daun pandan besar. Bentuknya pun sangat unik yaitu seperti kantong banyak juga yang mengatakan seperti jaring penangkap ikan. Noken Wamena juga lebih fleksibel. Cara menggunakannya pun berbeda dari tas biasanya, masyarakat Wamena menggunakan tas ini dengan cara diikat ke kepala kemudian menggantung ke belakang punggung.
Tags: kerajinan dari tangan