Seni Merajut Tradisional Betawi - Eksplorasi Keindahan Kerajinan Tangan dan Kreativitas DIY
Asal-usul Terciptanya Batik Betawi
Tiap kain tradisional memiliki makna filosofisnya sendiri yang tertuang dalam warna dan coraknya, begitu juga dengan kain batik asal Betawi.
Motif Batik Betawi Ondel-ondel (Image: Lifestyle Okezone)
Batik Betawi mulai dikerjakan di abad ke-19 di Batavia. Entah siapa yang pertama kali menciptakannya, tapi rumah mode Met Zellar dan Van Zuylen yang waktu itu menjadi satu penghasil batik paling popular di kalangan masyarakat kelas atas Batavia, keturunan Belanda, China dan pribumi elit.
Melansir Museum Nusantara, pusat produksi batik di masa itu ada di wilayah Tanah Abang, mulai dari Karet Tengsin, Kebayoran hingga Tebet.
Waktu itu pengusahanya didominasi oleh orang-orang keturunan Tionghoa. Seiring berjalannya waktu, pengrajin batik di Jakarta semakin banyak, hingga masuk ke perkampungan-perkampungan Betawi. Salah satu wilayah yang masih eksis memproduksi Batik khas Betawi adalah Kampung Batik Betawi Terogong, Jakarta.
Artikel Terkait: Kain Ulos, Si Penghangat Tubuh yang Menjadi Benda Sakral dalam Adat
Motif Tumpal Pucuk Rebung
Tumpal menurut KBBI memiliki arti motif batik dengan lukisan tiga setrip yang berjajar (pada sarung dan sebagainya). Motif tumpal pada batik Betawi banyak dijumpai karena pengaruh batik Lasem. Motif tumpal nyaris selalu ada dalam batik Jakarta.
Motif batik ini ini semakin populer karena kerap dipakai oleh None-None Jakarta dan menjadi busana yang digalakkan untuk dikenakan di Jakarta sejak zaman pemerintahan Gubernur Ali Sadikin di tahun 1970-an. Selain itu, perlu diketahui bahwa pemakaian batik di Betawi ini secara konvensi menempatkan tumpal di bagian depan.
Motif tumpal sendiri dalam batik motif Jakarta dianggap sebagai representasi gunung yang melambangkan kekuatan. Segitiga menunjukkan makna hubungan antara Yang Maha Kuasa, manusia, dan alam. Bentuk geometris segitiga disusun berjajar vertikal di kiri dan kanan atau terkadang berhadap-berhadapan.
Sementara itu bentuk segitiga pada batik Betawi juga kerap disebut motif pucuk rebung. Motif ini juga diadaptasi oleh masyarakat Betawi dari Minangkabau. Masyarakat Betawi memaknai motif pucuk rebung pada batik sebagai lambang keseimbangan hidup dan kesakralan.
Tags: kerajinan tangan