... 7 Inspirasi Kerajinan Tangan Khas Daerah untuk DIY: Panduan dan Ide Kreatif!

Kerajinan Tangan Ikonik - Eksplorasi Seni Menjahit Tradisional di Berbagai Daerah

8. Kerajinan Keramik

Kerajinan khas Bali terakhir yang dapat kamu jadikan oleh-oleh adalah keramik Bali. Meskipun tergolong kerajinan modern, keramik Bali memiliki corak yang khas yang membuatnya diminati hingga pasar mancanegara.

Untuk mendapatkan kerajinan khas Bali ini, kamu dapat mengunjungi wilayah Gianyar dan Tabanan, di mana kamu bisa membeli langsung dari pengrajin sekaligus membantu UMKM wilayah setempat.

Tidak hanya itu, di beberapa bengkel kerajinan keramik, kamu juga bisa ikut workshop belajar membuat keramik dari ahlinya langsung, loh. Sangat menarik, bukan?

Nah, itu dia delapan rekomendasi kerajinan khas Bali yang unik dan cocok untuk dijadikan oleh-oleh. Setiap kerajinan tangan memiliki keunikan dan nilai seninya masing-masing, kira-kira mana saja yang akan kamu beli saat liburan ke Bali nanti?

Apabila kamu masih merencanakan liburan ke Bali, kini kamu tidak perlu khawatir lagi masalah penginapan. Sebab, Cove menyediakan berbagai rekomendasi penginapan di Bali yang nyaman, memiliki fasilitas lengkap, dan tentunya memiliki harga terjangkau. Untuk informasi lebih lanjut, klik tautan di bawah ini!

Baca Juga:

Tenun

Tenun merupakan hasil kerajinan yang berupa bahan kain yang dibuat dari benang, serat kayu, sutra, dan lain-lain. Teknik membuatnya menggunakan alat tenun tangan yang disebut lungsin.

Lungsin adalah jajaran benang yang terpasang membujur. Pada saat sekarang penggunaan alat tenun sudah dikembangkan menjadi alat tenun yang lebih modern, seperti ATBM (alat tenun bukan mesin) yang dibuat dari kayu dan peralatan yang menghasilkan tenunan lebih cepat. Baca juga: Kerajinan Bahan Lunak: Definisi, Jenis, dan Contohnya Untuk pewarnaan pada kain tenun, dilakukan dengan cara khusus sehingga warna tidak mudah pudar karena waktu atau terkena sinar matahari. Salah satu cara memberi pewarnaan adalah dengan merendam kain ke dalam minyak kemiri yang dicampur abu kayu serta cairan alkali. Selain itu juga dapat menggunakan tumbuh-tumbuhan dan akar-akaran. Seperti warna merah yang dihasilkan oleh akar mengkudu.

Wayang Kulit ( Pulau Jawa)

Wayang kulit adalah kerajinan tangan sekaligus kesenian tradisional yang ada di Pulau Jawa, khususnya di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Menurut literatur kesusastraan Jawa, wayang kulit pertama kali diciptakan oleh Sunan Kalijaga dan terinspirasi dari Wayang Beber yang saat itu tengah eksis.

Kerajinan ini dibuat dari kulit kambing, sapi, atau kerbau yang sudah diproses menjadi kulit lembaran dan memiliki ukuran sekitar 50 x 30 cm. Pemakaian bahan tersebut berbeda dengan Wayang Beber yang notabene berbahan dasar kertas.

Pada 7 November 2003, UNESCO sudah mengakui wayang kulit sebagai karya kebudayaan mengagumkan dalam bidang cerita narasi, serta warisan yang indah dan berharga (Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity).

Ukiran Jepara (Jepara)

Sejak abad ke-19, Jepara sudah dikenal sebagai penghasil kerajinan tangan ukiran yang berkualitas. Ada berbagai bentuk seni ukiran yang ada di Jepara, yaitu patung, relief, gebyok, dan almari.

Ukiran Jepara umumnya memiliki motif yang terinspirasi bentuk-bentuk tanaman yang menjalar. Jenis motif ukiran Jepara umumnya ada tiga, yaitu: Tangkai Relung, Trubusan, dan Jumbai (Ujung Relung).

Semakin berjalannya waktu, motif pada ukiran Jepara kian beragam mengikuti perkembangan jaman. Hal inilah yang membuat ukiran Jepara banyak diminati. Tidak hanya dipasarkan di dalam negeri, kerajinan tangan khas Jepara ini juga sudah diekspor ke berbagai negara, salah satunya Amerika Serikat yang merupakan negara tujuan ekspor terbesar kerajinan tangan ini.

Kain Ulos (Sumatera Utara)

Bagi masyarakat Batak, kain ulos tidak hanya sekadar kain melainkan juga memiliki kedudukan dan kedudukan tinggi. Pembuatan kain ini harus sesuai dengan pantangan yang sudah ditentukan. Misalnya: panjang ulos yang dibuat harus sesuai dengan ketentuan supaya ulos bisa menjadi pembimbing kehidupan bagi penggunanya. Sebaliknya, panjang ulos yang tidak sesuai ketentuan akan berakibat maut bagi si pemakai kain ulos.

Ulos biasanya dipakai pada kegiatan upacara atau ritual adat-istiadat masyarakat Batak. Namun, makin kesini masyarakat Batak juga mulai menjual kain ini ke pasaran. Ulos juga sering diberikan masyarakat Batak kepada tamu yang datang sebagai simbol penghormatan atau ikatan kasih sayang.


Tags: kerajinan tangan

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia